RPU, Tidak Sekedar Asal Potong
Monday, February 2, 2009 1:48:06 AM
Mungkin banyak anggapan bahwa RPU (rumah potong unggas) hanyalah tempat menyembelih semata. Padahal jika ditilik lebih lanjut bukan hanya itu. Disinilah mekanisme asal usul produk unggas yang akan kita konsumsi bermula. Bagian ini menjadi salah satu parameter penting bagi masalah kualitas. Kualitas disini meliputi layak tidaknya unggas untuk dipotong, kesehatan unggas, proses penyembelihan, proses pembersihan, pengepakan, pengawetan dan pengiriman. Sebab jika tidak maka kita konsumen pasti yang akan dirugikan, sebab menerima daging ayam yang cacat, bangkai atau tidak halal.
Sebelum dipotong, unggas mesti diperiksa terlebih dahulu kesehatannya, tidak cacat dan juga tidak sakit. Pemeriksaan ini memerlukan ketelitian dan pengetahuan dasar yang cakap. Tahapan selanjutnya adalah proses penyembelihan. Proses ini adalah salah satu proses yang menyedot perhatian ekstra. Selain harus mengikuti cara penyembelihan dalam syariat Islam, sang juru sembelih juga mesti memperhitungkan banyaknya unggas yang dipotong dan standar penyembelihan yang benar. Hal ini karena makin meningkatnya kebutuhan akan daging unggas dari ke hari. Ini artinya kecepatan dalam hal penyembelihan juga mesti memperhatikan kaidah dan syariat Islam dalam menyembelih. Seperti jangan sampai karena ingin cepat maka juru sembelih asal-asalan memotongnya. Ini artinya kemampuan dan ketepatan serta prosedur yang benar mutlak diperlukan. Juru sembelih memegang peranan penting dalam hal ini, sebab disanalah layak tidaknya daging unggas tersebut untuk dikonsumsi. Baik secara kesehatan maupun aspek kehalalan.
Teknologi Berperan Serta
Kecekatan dalam menyembelih juga mesti diimbangi dengan proses pembersihan yang tepat pula. Teknologi dan sumber daya manusia berperan serta dalam hal ini. Bisa terlihat dengan digunakannya mesin-mesin pencabut bulu yang bisa berfungsi cepat namun tidak merusak badan dan daging unggas itu sendiri. Mesin-mesin ini diawasi dan dioperasikan oleh SDM yang juga cekatan dan selalu berkonsentrasi tinggi.
Keterampilan tangan dan desain mesin menjadi salah satu poin yang diperhitungkan. Bayangkan saja, membersihkan jeroan daging ayam ternyata bisa dilakukan tidak kurang dari satu menit. Hal ini dimungkinkan karena adanya mesin yang secara sengaja didesain untuk dapat mengerjakan hal ini. tentunya dengan bantuan operator manusia yang sudah diset dengan menggunakan perhitungan yang tepat. Seperti mengatur sudut kemiringan pisau agar mudah dalam melakukan pembersihan bagian dalam unggas.
Tangan-tangan terampil ini bukan hanya khayalan, bagaimana tidak. Survey di lapangan mencatat bahwa sebuah RPU skala sedang mampu menyembelih dan menyiapkan daging ayam potong sebanyak 3 hingga 4 ribu potong ayam hanya dalam kurang dari satu hari, seperti yang terjadi pada RPU Jambu Raya di Bogor. “Penggunaan teknologi menjadi salah satu bagian penting dalam proses penyembelihan, selain memudahkan juga bisa menjaga kualitas daging ayam yang dihasilkan. Caranya adalah dengan mendesign mesin seefektif mungkin,” ujar Asep, pemilik RPU Jambu Raya ini.
Tahapan proses pembersihan yang terstruktur menjadi salah satu poin penting dalam memberikan produk yang bermutu. Pembersihan unggas menjadi singkat dan efektif karena solidnya tim yang ada dalam RPU ini. Pengalaman dan dedikasi yang tinggi menjadi modal utama agar proses ini selalu berjalan dengan benar.
Proses penyembelihan unggas tidak berhenti sampai disitu saja. Masih ada tahapan pengawetan dengan menggunakan cara yang alami yakni melalui proses pendinginan dengan es. Sehingga unggas yang telah selesai dibersihkan tidak menjadi rusak selagi menunggu proses pengepakan. Sama halnya dengan proses sebelumnya. Pengepakan daging unggas ini ternyata juga tetap memperhatikan aspek kebersihan dan kualitas. Ini terlihat dengan penggunaan plastic yang steril dan kemasan yang rapat, sehingga daging unggas ini tidak bisa terkontaminasi bau, dan benda lain yang bisa merusak kualitas dagingnya.
Terakhir dan tidak kalah pentingnya adalah proses pengiriman yang juga memperhatikan kualitas. Dimana proses pengiriman sebisa mungkin menggunakan transportasi yang dilengkapi dengan lemari pendingin, agar kualitas dagingnya tetap terjaga. Walaupun menempuh waktu dan jarak yang jauh. Hasil pengamatan diatas bisa kita beri kesimpulan bahwa proses pemotongan di RPU itu memang tidak seharusnya asal potong dan tinggal dibungkus saja, namun juga memperhatikan aspek lain yakni kebersihan, kesehatan dan kualitas yang selalu terjaga. Teknologi tepat guna ternyata bisa sangat membantu dan berjalan beriringan dengan prosedur kehalalan. Suatu hal yang mungkin tidak kita bayangkan bukan. Ah







