Sewajarnya sebagai daerah istimewa yogyakarta haruslah memiliki sesuatu yang tidak dimiliki oleh daerah lain, dan pada saat ini rakyat yogjakarta sedang memintanya. Yaitu sistem pemerintahan yang di pimpin oleh seorang raja. Ya... mungkin itu suatu kesalahan besar yang dilakukan oleh rakyat yogyakarta. Mungkin hari ini 100% rakyat yogyakarta memihak pada sultan hamengkubuono tapi apakah sama 10 tahun lagi....?
Tahu sejarah kan? Mataram, Majapahit atau negara kerajaan kuno yang pernah ada di indonesia
Kebanyakan hancur karna perang saudara. Perang perebutan kekuasaan karena sistemnya kerajaan. Jadi pemimpin bukan di pilih tapi mutlak. Yang aku takutkan adalah jika suatu hari sultan hamengkubuono mempunyai anak yang banyak dan terjadi perkelahian diantara mereka.
Sih... nggak apa apa kalao perkelahian di antara mereka saja, asalkan rakyat nggak ikut-ikut, hehe....

Menurutku sebaiknya sistem pemerintahan di yogyakarta sebaiknya seperti pemerintahan di jepang massa nobunaga oda ( setahuku sih gito) dimana pemerintahan dipimpin oleh daimyo (kalo tidak salah) atau bisa kita sebut gubernur. Jadi peran daimyo adalah sebagai pemimpin daerah tetapi tunduk terhadap kaisar
So sebaiknya di yogyakarta tetap dilakukan pemilihan umum gubernur, akan tetapi segala kebijakan yang dilakukan oleh gubernur tunduk terhadap kebijakan sultan hamengkubuono
Secara mudah diterangkan gubernur sebagai penulis sedangkan sultan hamengkubuono yang mendatanganinya. Jadi kalau rakyat tidak bisa percaya kepada gubernur maka percaya saja pada sultan. Karna gubernur tidak bisa berjalan sendiri
Begitulah solusi dari saya, setidaknya dengan begitu kita bisa mencegah perang saudara. Juga yogyakarta punya sesuatu yang beda dari daerah lain sehingga pantas disebut daerah istimewa. Janji ya? jika nantinya sistem pemerintahannya dipimpin oleh raja maka jika suatu hari saling bertikai rakyat jangan ikut-ikut membantu para calon raja. Biar mereka yang saling rebutan tahta yang bertikai, rakyat dattarr-dattarr saja, anggap nggak ada masalah.... hehe