KOMUNITAS NITAPLEAT

Studi Pembebasan dan Pemberdayaan

HIV AIDS: Terorisme Baru

WAJAH BARU TERORISME
Kornelius S. Bardata
Terorisme merupakan implementasi budaya kematian yang menakutkan. Kita dapat membayangkan sendiri efek dari beragam aksi para teroris yang akhir-akhir ini menyibukkan dunia. Kita menemukan ketakutan di mana-mana. Rasa was-was yang berlebihan seakan melahirkan kesan bahwa manusia tengah memasuki era baru di mana ia kehilangan harmonisasinya dengan dunia tempat tinggalnya.
Ilustrasi di atas menunjukkan wajah terorisme yang sudah tidak asing lagi bagi kita. Kita bahkan sudah bisa menyesuaikan diri dengannya meskipun secara sangat negatif. Karena telah mengenalnya, maka kita telah memberikan sebagian besar perhatian kita untuknya. Kita mengkonsentrasikan diri secara penuh kepadanya. Di titik ini, kita perlu mengawasi satu bentuk terorisme lain yang belum kita sadari sebagai wajah baru terorisme, yang sebenarnya juga dalam dirinya membawa kematian yang menakutkan. Terorisme baru itu adalah HIV-AIDS.
HIV-AIDS adalah bentuk lain dari terorisme yang akhir-akhir ini menunjukkan peningkatan jumlah korbannya secara sangat mengejutkan. Data terbaru sampai tanggal 31 Desember 2004 menunjukkan secara kumulatif jumlah pengidap infeksi HIV ada 3.368 orang dari 30 provinsi. Sedangkan kasus AIDS ada sekitar 2.682 orang dari 29 provinsi (Creative News, edisi Juni-Juli 2005). Jumlah ini, menurut sumber yang sama bahkan akan terus meningkat. Demikian pula dengan wilayah penyebarannya. Jika pada waktu-waktu sebelumnya virus ini hanya mewabah di sejumlah daerah tertentu saja, maka kini kita dapat menemukannya di hampir semua tempat. Sekedar diingat, pada tahun 1996 hanya terdapat satu kasus HIV/AIDS yang terjadi di NTT. Sekarang belum genap sepuluh tahun sudah terdapat puluhan kasus. Hingga posisi 18 Mei 2005, sudah 87 warga yang teridentifikasi virus mematikan ini (Ibid p. 06).
Dalam sebuah diskusi yang bertema HIV/AIDS, Lambertus Dore Purek, seorang aktivis HIV/AIDS di Maumere, menegaskan bahwa baik HIV/AIDS maupun sejumlah penyakit kelamin akut lainnya, lahir dari kecendrungan prilaku seks yang menyimpang. Penyimpangan ini kemudian menjadi begitu biasa, hingga orang tak lagi menyadarinya sebagai sebuah kesalahan. Lebih lanjut beliau menjelaskan bahwa, virus -yang menular melalui kegiatan seks, transfusi darah, dan aktivitas lain yang memungkinkan terjadinya pertukaran cairan dalam tubuh dengan penderita- ini, bekerja dengan cara menyerang sistem kekebalan tubuh. Virus ini melemahkan bahkan merusak sistem kerja sel darah putih, sehingga ia tidak dapat menjalankan fungsinya secara maksimal. Kita mengetahui bahwa, sel darah putih merupakan sistem pertahanan tubuh kita. Melemahnya sistem kekebalan tubuh ini, terjadi hampir bersamaan dengan semakin menguatnya pengaruh penyakit ini di dalam tubuh. Ketika sistem kekebalan tubuh kita sudah kehilangan dayanya, maka tubuh kita menjadi ibarat sebuah pintu yang selalu terbuka untuk segala jenis penyakit.
Ketika ditanyakan perihal upaya yang telah dirintis untuk mengekang laju penyebaran virus ini, bapak Lamber menjawab bahwa satu alternatif yang masih efektif hingga saat ini adalah menggunakan kondom selama melakukan kegiatan seks. Untuk itu, beliau dan timnya selalu berusaha meningkatkan program penyuluhan dan sosialisasi pentingnya menggunakan kondom. Di samping itu, menurutnya, pihak-pihak terkait seperti rumah sakit-rumah sakit harus memperhatikan secara sungguh-sungguh proses transfusi darah agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Akan tetapi, upaya-upaya tersebut masih bersifat eksternal. Satu hal penting yang sebenarnya harus kita usahakan adalah kesadaran. Kita harus segera menyadari bahwa kita tengah menghadapi sebuah bahaya kematian baru yang mengancam kita di setiap waktu dan tempat. Ia sangat menakutkan seperti juga aksi-aksi terorisme yang akhir-akhir ini menciutkan nyali kita. Karena itu, tiada pilihan lain. Kita harus memerangi HIV/AIDS.


H. Bhezo, SVD : PANDANGAN ORANG NGADA TENTANG KOSMOSIbadat Malam Natal 2007-PPKKS Ledalero

Write a comment

New comments have been disabled for this post.

June 2012
M T W T F S S
May 2012July 2012
1 2 3
4 5 6 7 8 9 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30