KOMUNITAS NITAPLEAT

Studi Pembebasan dan Pemberdayaan

Ibadat Hari Raya Natal 2007 - PPKKS Ledalero

Pusat Pelayanan Kerasulan Kitab Suci St. Paulus Ledalero
Seminari Tinggi St. Paulus Ledalero – Maumere Flores
------------------------------------------------------------------------------

IBADAT SANTAPAN SABDA EKARISTI KERINDUAN
HARI RAYA NATAL (PAGI) TAHUN A



I. RITUS PEMBUKA
(Sebelum Ibadat dimulai, sebagai persiapan untuk masuk ke dalam suasana Ibadat, maka salah seorang dari umat yang hadir mengajak semua yang hadir untuk berdoa), Misalnya, PII: Saudara-saudari yang terkasih dalam Tuhan, marilah kita mempersiapkan diri kita kepada Tuhan dengan berdoa, Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus.......dan Doa Anjelus. (Sesudah itu pemimpin Ibadat (PI) memasuki tempat ibadat dan memimpin ibadat).

01. (PI). Ajakan Pembuka
Ibu, bapa, saudara-saudari yang terkasih dalam Tuhan, kita semua berkumpul di tempat ini pada kesempatan ini untuk merayakan hari raya kelahiran Tuhan kita Yesus Kristus. Marilah kita mengangkat hati dan budi kita kepada Tuhan dengan menyanyikan lagu pembukaan.
02. Lagu Pembukaan (PIII mengangkat sebuah lagu natal yang sesuai)
03. Tanda Salib:
PI. Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus
U. Amin
04. Salam Pembuka
PI. Semoga Allah yang melimpahkan cinta, damai dari Tuhan kita Yesus Kristus dan Roh Kudus Sang penuntun, beserta kita
U: Sekarang dan selama-lamanya

05. Kata Pembukaan
PI. Saudara-saudari terkasih dalam Kristus,
Dalam nuansa sukacita natal, kita semua berkumpul lagi di tempat ini, untuk merayakan Hari Raya Natal. Dalam lagu pembukaan kita sudah sama-sama berpekik sorak kepada Dia, Sang Sabda Ilahi yang datang dan berdiam di antara kita. Dalam iman, harap dan kasih, kita menyadari akan kemahakuasaan dan kebaikan Allah. Kita boleh mengalami kedamaian, ketenangan dan keselamatan dalam Dia. Lebih khusus lagi pada hari ini, kita boleh mengambil bagian dan mengalami sukacita dan damai natal itu dalam diri Yesus Sang Sabda Bapa, yang lahir di kandang hina Betlehem. Dalam suasana sukacita itu, kita diajak untuk merenungkan betapa rahasia kasih Allah menjadi daya yang menghidupkan dan membaharui hidup kita. Ini menunjukkan cintaNya yang besar kepada kita. Meskipun demikian, kita sering mengabaikan bahkan menolak cinta Sang Sabda itu, lewat prihidup dan tutur kata kita, yang mengabaikan cinta dan damaiNya. Oleh sebab itu, maka baiklah di awal ibadat ini, kita datang kepada Tuhan sang maharahim dan dengan rendah hati mengakui kelemahan dan dosa-dosa kita di hadapanNya, sembari memohon rahmat pengampunanNya, agar kita pantas mengambil bagian dalam perayaan natal ini.

06. Tuhan Kasihanilah
PI. Tuhan Yesus Kristus, Engkaulah Sang Sabda Bapa yang datang membawa kabar gembira keselamatan kepada umat manusia dan berdiam di tengah-tengah kami, Tuhan Kasihanilah kami.
U. Tuhan Kasihanilah kami
PI. Engkaulah terang kasih sejati yang menerangi kami di dalam kegelapan dosa-dosa kami, Kristus Kasihanilah kami
U. Kristus Kasihanilah kami
PI. Engkaulah Cahaya kemuliaan Allah, yang menjadi penuntun kami dan mengangkat kami dalam kemuliaan anak-anak Allah, Tuhan kasihanilah kami
U. Tuhan Kasihanilah kami.
PI. Semoga Allah Bapa yang maharahim, mengasihani kita, mengampuni dan membebaskan kita dari kegelapan dosa dan menghantar kita kepada damai dan kehidupan kekal,
U. Amin.

07. Kemulian.
PI. Saudara-saudari, Allah kita itu agung dan mulia, maka karena keagungan dan kemuliaanNya itu, sekarang marilah kita mengangkat madah pujian kepadaNya dengan memadahkan lagu kemuliaan. Geloria in excelcis Deo.....
(PIII Mengangkat lagu kemuliaan dan dinyayikan oleh kor atau bersama umat yang hadir)

08. Doa pembukaan
PI. Marilah berdoa:
Allah Bapa, sumber kehidupan kami, Engkau menyatakan keselamatan kepada kami, dalam diri Yesus PuteraMu. Dialah Sabda KasihMu yang menjelma. Dalam Dia Engkau membuat hidup kami berarti. Dengan kelahiranNya kami bersukacita dan menjadi sadar bahwa Engkau bukanlah Allah yang jauh dari kami, tetapi Allah yang mau terlibat dalam perjuangan hidup kami. Karena kebaikanMu, kini kami diliputi sukacita natal. Semoga pengalaman sukacita oleh karena kelahiran PuteraMu ini, kami Kau sanggupkan untuk selalu menerima Dia dalam hidup kami dan menjadi saksi SabdaMu yang hidup dalam hidup dan karya kami setiap hari. Sebab Dialah Tuhan dan Pengantara kami, yang hidup dan mencinta bersamaMu dalam persekutuan Roh Kudus, sepanjang segala masa.
U. Amin.

II. MENIMBA SANTAPAN SABDA DARI MEJA SABDA ALLAH

01. PI. Marilah sekarang kita menyiapkan hati kita untuk mendengarkan bacaan-bacaan Kitab Suci berikut ini dengan penuh iman dan hikmat. (PIV,V & PVI, maju bersama-sama ke mimbar sabda, lalu membawakan bacaan-bacaan)
PIV. Bacaan Pertama Yes 52: 7-10
PV. Mazmur Antar Bacaan: Maz 97 (98): 1.2-3ab,3cd-4m5-6.
Refrein: Segala ujung bumi,menyaksikan penyelamatan oleh Allah kita.
 Nyanyikanlah lagu baru bagi Tuhan,
Sebab Ia telah melakukan karya agung.
TanganNya mengerjakan penyelamatan,
dan lenganNya merebut kemenangan.
 Tuhan telah menaklumkan penyelamatanNya,
dan menyatakan keadilanNya di hadapan para bangsa.
Tuhan mengingat kasih dan kesetiaanNya
terhadap umat Israel.
 Segala ujung bumi telah menyaksikan
penyelamatan oleh Allah kita.
Bersoraklah bagi Tuhan hai seluruh bumi,
bersorak gembira dan bernyanyilah.
 Bernyanyilah bagi Tuhan dengan memetik kecapi,
dengan kecapi dan lagu merdu;
dengan meniup nafiri dan sangkakala,
dersoraklah di hadapan Tuhan, RajaMu.

PVI. Bacaan Kedua: Ibr 1:1-6
Pengantar Injil: (Kalau Seruan Alleluia mau dibawakan, maka secara liturgis seruan itu harus dinyayikan, kalau tidak seruan alleluia jangan dibawakan)
PV/PI. Alleluia, Alleluia
U. Alleluia, Alleluia
PV/PI. Fajar Suci menyinari kita.
Hai para bangsa, datanglah menyembah Tuhan,
sebab hari ini, cahaya agung turun ke dunia
U. Alleluia, Alleluia
PI. Bacaan Injil:
PI. Tuhan bersamamu,… U. Dan bersama rohmu
PI. Inilah Injil Yesus Kristus menurut Santo Yohanes (Yoh 1:1-18)
U. Dimuliakanlah Tuhan
PI. (Setelah pemakluman Injil, pemimpin langsung menutup dengan aklamasi sesudah Injil). Demikianlah Injil Tuhan… U. Terpujilah Kristus.


02. Kotbah (PI)

Saudara, saudari yang terkasih dalam Tuhan,
Karya keselamatan Allah diperuntukkan bagi semua manusia. Allah sendiri terus menerus menawarkan dan mengundang setiap orang kepada keselamatan itu. Cara manusia menanggapi undangan Allah itu berbeda-beda. Ada yang memenuhinya, tetapi ada juga yang menolak tawaran keselamatan itu. Pemenuhan dan penolakan terhadap undangan Allah dapat kita hubungkan dengan sejarah kesetiaan dan ketidaksetiaan umat pilihan Allah yang diceritakan dalam Kitab Suci. Dalam sejarah bangsa Israel misalnya, sering dilukiskan mengenai kesetiaan dan ketidaksetiaan mereka terhadap Yahwe. Pada masa-masa pengembaraan dan pembuangan, mereka menunjukkan ketidaksetiaan dalam sikap penyembahan terhadap Baal atau penyembahan berhala. Tetapi ternyata pengalihan konsentrasi dari Yahwe kepada berhala tidak menjamin ketenangan batin mereka. Mereka hidup di bawah tekanan psikologis dan fisik. Mereka menderita dan mengalami kehancuran hidup. Karena itu mereka merindukan pembebasan dan bisa kembali ke negeri asal mereka. Dalam situasi seperti itu, Allah yang setia kepada umatNya menuntun mereka kepada pembebasan. Karya pembebasan ini, sepantasnya ditanggapi dengan rasa syukur dan pujian atas keagungan Allah. Warta nabi Yesaya dalam bacaan pertama tadi, mengungkapkan sebuah himne, madah yang berisikan ucapan syukur. Syukur atas karya agung Allah yang membebaskan mereka dari pembuangan Babilon dan syukur pula karena dengan pembebasan itu, harapan akan tatanan hidup baru dibangkitkan. Yesaya mengajak umat Israel agar menyadari dan melihat karya pembebasan Allah. Allah sebagai Raja yang agung justru memiliki otoritas atau wibawa untuk membawa mereka kepada suasana syalom dan keselamatan itu sendiri, dan bukannya hidup dalam ketertindasan para raja duniawi. Kewibawaan dan kebijaksanaan Allah ini sungguh nyata dalam diri mereka. Sebab itu, nabi Yesaya meminta mereka untuk memuji Allah atas karya agung penyelamatanNya.
Dengan karya penyelamatan itu, mereka dapat masuk ke dalam kehidupan baru dan percaya bahwa Tuhanlah raja dan penyelamat mereka. Mereka menyaksikan Tuhan yang datang ke sion, yaitu Dia yang membebaskan bangsa Israel. Yahwe memberikan penghiburan dan keselamatan bagi mereka yang hancur karena dosa, kekuatan bagi mereka yang lemah dan harapan bagi mereka yang ketiadaan harapan. Ia datang menyelamatkan Yerusalem yang telah hancur. Dalam nada afirmatif Yesaya menyampaikan bahwa segala ujung bumi meyaksikan penyelamatan yang dikerjakan Allah kepada umatNya.
Pemazmur menanggapi karya agung keselamatan Tuhan dengan menyanyikan lagu baru bagiNya, karena lenganNya yang kuasa melakukan penyelamatan itu. Ia memaklumkan keselamatan itu, menyatakan keadilan di hadapan segala bangsa dan tetap mengingat kasih dan kesetiaanNya kepada Israel. Oleh karya keselamatan itu, maka pemazmur mengajak semua orang untuk bersorak dan bergembira, bernyayi di hadapan Tuhan. Di sini pemazmur meletakkan sikap dasar yang tepat dan konkret dalam menanggapi karya Allah. Ia memberikan contoh kepada seluruh umat manusia mengenai tanggapan terhadap karya Allah, yakni bersyukur dan memuji.

Saudara-saudari......
Allah yang melakukan karya keselamatan itu, bukanlah Allah yang hanya berdiam di singga sana kekuasaanNya. Bukan pula Allah yang tidak mau peduli atas nasib ciptaanNya. Akan tetapi Dialah Allah yang hadir di tengah-tengah manusia dan bahkan mengambil rupa manusia. Bait pengantar Injil melukiskannya sebagai Fajar Suci yang menerangi kita dan karena itu semua orang diajak untuk menyembah Dia. Selanjutnya, Injil menampilkan secara jelas bagaimana Sang Sabda Allah beringkarnasi, menjelmakan diriNya menjadi manusia dalam diri Yesus. Pada mulanya adalah Sabda, Sabda itu bersama-sama dengan Allah dan sabda itu adalah Allah. Penginjil hendak menampilkan sabda itu dalam kekekalannya. Dalam Sabda itu Allah mengungkapkan diri sepenuhnya. Sabda Allah sebagai awal dan pencipta segala sesuatu dan memberikan cahaya dan hidup kepada manusia. Sabda yang mencipta dan menebus itu menjadi nyata dalam diri Yesus PuteraNya, yang lahir di Nasaret. Dalam dan oleh Dia segala sesuatu menjadi mungkin. Sebab dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia. Terang di sini memiliki arti dan peran penting untuk menerangi kehidupan manusia, menerangi kegelapan dosa. Terang itu adalah Putera Bapa dan kegelapan tidak menguasaiNya. Di hadapan terang yang menghalau kegelapan dosa, Yohanes memiliki peran untuk bersaksi tentang terang itu. Tujuan utamanya adalah agar semua orang percaya dan selalu membuka diri kepada terang itu. Maka sebagai saksi Yohanes menunjukkan kepada semua orang bahwa Yesus Kristuslah terang sejati. Karena itu ia mesti menghantar semua orang agar melihat dan menerima Yesus sendiri sebagai terang kehidupan. Di sini, Yohanes hanyalah saksi dan bukan terang itu. Terang yang sesungguhnya sedang datang ke dalam dunia. Ia sudah ada di dalam dunia dan dunia dijadikan oleh Dia, tapi dunia tidak mengenalnya. Ia datang kepada milik kepunyaanNya tetapi milik kepunyaanNya itu tidak menerima Dia. Meskipun ada kesaksian mengenai Dia, tetapi dunia tidak mengenalNya bahkan menolakNya. Itu berarti bahwa tidak ada keterbukaan terhadap kehadiranNya. Tetapi penginjil menegaskan bahwa mereka yang menerimaNya dan percaya diberiNya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah. Mereka diberi kekuatan untuk hidup sesuai sabda Tuhan. Sabda itu menjadi manusia dan berdiam di antara kita dan kita telah melihat kemuliaan yang diberikan kepadaNya sebagai Putera tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran. Kasih karunia itu dinyatakan oleh Yesus Kristus. Di sini nampak bahwa disposisi Allah atau keputusanNya terhadap manusia bersifat tetap dan sempurna. Ia tetap bersedia untuk mengutus PuteraNya, tanpa mempedulikan pelbagai sikap penolakan dari pihak manusia.
Sabda yang menjelma menampakkan kemuliaan Bapa dan dari kepenuhanNya kita boleh menerima kasih karunia. Melalui Yesus, Allah ingin menciptakan manusia secara baru. Dia mau menebus dan menyelamatkannya. Dalam Dia, Allah menyapa dan berbicara kepada manusia. Surat kepada orang Ibrani mengungkapkan hal ini secara tegas. Memang pada awalnya, surat itu menjelaskan bahwa dalam Perjanjian Lama, Allah kerap berbicara kepada manusia dengan perantaraan para nabi. Tetapi selanjutnya ditegaskan bahwa kini Allah berkarya dalam diri PuteraNya terkasih. Dan justru dalam diri PuteraNya itu, Allah menyatakan kepenuhan karya penyelamatanNya. Yesus adalah cahaya keselamatan Allah. Ini adalah kabar gembira. Ia adalah kemuliaan dan gambar Allah sendiri, yang menopang yang ada dengan firmanNya. Ketika Ia mengutus PuteraNya ke tengah dunia, Ia berkata “semua malaikat Allah harus menyembah Dia”. Dengan ini, Yesus menjadi pusat perhatian dan keselamatan manusia. Ia dimuliakan oleh Bapa dan semua malaikat Allah dan segenap ciptaanNya menyembah Dia.

Saudara-saudari…..
Penjelmaan Sang Sabda menjadi manusia mengungkapkan kemurahan kasih Allah. Ia pemenuh segala harapan dari mereka yang menantikan kedatanganNya. Dialah Emanuel, Allah yang menyertai dan membimbing ziarah bangsa manusia. Dalam Dia ada sukacita, damai dan kesejahteraan. KehadiranNya di tengah-tengah kita bukan hanya sebagai kabar gembira, melainkan juga keselamatan itu sendiri. Penginjil Yohanes menggaribawahi bahwa Dia adalah terang sejati yang menghalau kegelapan dosa dan menyelamatkan manusia dari kegelapan itu. Dengan demikian hakekat Allah adalah penyelamat. Penyelamatan itu terjadi dalam dan melalui Yesus Kristus. Jika demikian, bagaimana tanggapan kita terhadapNya? Kalau kita sungguh sadar bahwa karya penyelamatan Allah tengah terjadi dalam diri kita, maka adalah tepat apabila kita bersama sekalian bangsa mengarahkan diri kita kepada Dia. Kita mesti membiarkan diri dihidupi oleh Kristus sendiri sembari mengorientasikan hidup kita kepadaNya. Peristiwa natal adalah saat berahmat di mana Allah bersedia datang dan tinggal di tengah-tengah kita. Dengan demikian kita diberi semangat baru untuk hidup dalan dan bersama dengan Dia. Kehidupan baru yang tidak lagi bertekuk pada kegelapan dosa, tetapi kepada terang yang menyelamatkan. Hanya dengan demikian kita dapat mengalami ketenangan, kedamaian dan keselamatan. Allah sendirilah yang mau membimbing kita kepada terang itu. Pada gilirannya kita diharapkan menjadi manusia terang. Dengan merayakan natal berarti kita mengakui dan menerima Allah yang beringkarnasi. Mengakui dan menerima Allah yang demikian berarti bersedia untuk hidup dalam kesatuan dengan PuteraNya, memulai kehidupan yang sesuai dengan maksud dan rencana Allah. Atau dengan kata lain, merayakan pesta natal berarti harus bersedia diciptakan atau dibentuk menjadi ciptaan baru, sesuai dengan Sabda Tuhan sendiri. Sebab natal adalah pengungkapan diri Allah dan pengakuan manusia atas penjelmaanNya. Namun pengakuan saja tidak cukup. Pengakuan mesti menjadi nyata dalam tindakan kita untuk hidup sesuai dengan maksud Allah, yakni mendamaikan diri kita dengan Allah dan juga dengan sesama serta segala ciptaan. Kita perlu membawa pesan natal itu, dengan hidup bersaudara dengan sesama, menjauhi perselisihan dan permusuhan, menjauhi segala bentuk kemalasan serta pelbagai penyembahan yang tidak benar; seperti penyembahan terhadap kekuasaan, kenikmatan dan kekayaan. Sebab semuanya ini dapat mencelakakan hidup kita dan menghantar kita kepada kegelapan, menjauhkan kita dari sesama, dari Tuhan dan bahkan secara tamak merusakan alam. Saudara-saudariku terkasih, marilah dalam terang pesta natal dan pesan bacaan-bacaan hari ini, kita bersama pemazmur memuji dan memuliakan Tuhan dengan seluruh diri kita. Kita membiarkan Sabda yang menjelma menjadi manusia itu berdiam dan menjadi cahaya dalam hidup dan karya kita. Seperti nabi Yesaya serta Yohanes Pembabtis, kita pun berani bersaksi tentang karya penebusan Allah sambil membawa semua orang yang kita jumpai kepada Yesus. Kita bersyukur dan memuji Dia dalan sikap hidup kita yang berkenan kepadaNya. Semoga!

03. Aku Percaya
PI. Saudara-saudari, setelah kita mendengarkan dan merenungkan Sabda Tuhan, yang menjadi penuntun dan terang kehidupan kita, maka marilah kita mengungkapkan iman kita kepada Allah Tritunggal mahakudus dengan sama-sama mendoakan (menyayikan): Aku Percaya….

04. Doa Umat.
PI. Saudara-saudari, Allah Bapa kita adalah Allah yang senantiasa membuka diri kepada kita manusia. Ia telah memenuhi janjiNya dengan mengutus Putera TunggalNya untuk tinggal di tengah kita. Percaya akan kemurahan kasihNya, marilah kita memanjatkan doa-doa pemohonan kita kepadaNya:
PVII. Bagi Gereja kita.
Ya Bapa, semoga berkat kelahiran Yesus, Gereja terus didorong untuk membaharui diri dan semakin berani bersaksi tentang terang hidup sejati, yakni Yesus PuteraMu itu yang datang menyelamatkan manusia dari kegelapan dosa. Marilah kita mohon……
PVII. Bagi perdamaian di antara umat manusia
Ya Bapa, semoga kabar gembira kelahiran Kristus, memberi inspirasi dan semangat kepada seluruh umat dan bangsa manusia, agar mereka selalu berupaya menciptakan perdamaian, saling menghargai dan menghormati satu sama lain. Marilah kita mohon........
PVII. Bagi Para Penderita
Ya Bapa, Engkaulah sumber kekuatan dan harapan hidup setiap orang yang percaya kepadaMu. Semoga berkat kelahiran PuteraMu di gua Betlehem, membawa penghiburan dan kekuatan bagi mereka yang menderita dan tak berdaya, agar mereka sadar bahwa Engkau tetap membimbing langkah hidup mereka. Marilah kita mohon.......
PVII. Bagi mereka yang tidak sempat hadir dalam perayaan ini
Ya Bapa, tuntunlah saudara-saudari kami yang tidak sempat mengambil bagian dalam perayaan ini. Semoga Engkau membangkitkan kerinduan dalam hati mereka, agar mereka selalu tergerak untuk datang kepada Yesus, sang terang kehidupan. Marilah kita mohon.....
PVII. Bagi Kita semua
Allah Bapa yang penuh kasih, pandanglah kami semua yang hadir dalam perayaan ini. Semoga pengalaman sukacita yang kami alami dalam perayaan ini, membuat kami semakin bersemangat untuk mewujudkan hidup kami sebagai putera-puteri terkasih. Jadikanlah kami insan-insan yang selalu bermadah memuliakan namaMu dan tetap menjadi sahabat bagi mereka yang menderita dan papa. Marilah kita mohon......
PI. Ya Bapa yang mahamurah, Engkau mengenal segala kebutuhan kami lebih dari apa yang kami kenal. Namun, itulah permohonan yang sempat kami panjatkan ke hadiratMu. Kami percaya bahwa dalam kemuliaan dan kebaikan hatiMu, Engkau berkenan mengabulkan segala permohonan kami ini, dengan pengantaraan Kristus Tuhan kami.
U. Amin.

III. PERSEMBAHAN DAN UPACARA DOA

01. Persiapan persembahan dan kolekte
PI. Saudara-saudari, Allah mempersembahkan Cinta yang total kepada manusia dalam diri Yeusus yang sudah lahir di Betlehem. Sebagai orang yang telah dirahmati kebaikkan Allah, marilah kita belajar pada umat Israel yang mempersembahkan hasil panenan mereka kepada Tuhan, dan belajar juga pada Bunda kita Maria, sang secara tulus dan sempurna mempersembahkan dirinya sesuai dengan kehendak Tuhan. Maka, dalam semangat yang sama, kita pun beleh mempersembahkan buah karya kita, hasil panenan kita bersama seluruh diri kita kepadaNya. Semoga persembahan ini, sungguh mengungkapkan syukur kita yang berkenan kepadaNya. Para petugas dapat membawakan bahan-bahan persembahan.
02. (Perarakan persembahan dan diiringi dengan lagu persembahan yang dipimpin oleh PIII)

03. Doa Syukur
PI. Tuhan bersamamu
U. Dab bersama rohmu
PI. Marilah kita mengarahkan hati kepada Tuhan
U. Sudah kami arahkan
PI. Marilah beryukur kepada Tuhan Allah kita
U. Sudah layak dan sepantasnya

PI. Ya Allah yang mahamulia, Bapa yang penuh cinta, kami bersyukur kepadaMu, sebab pada hari ini, Engkau menggembirakan kami dengan kehadiran PuteraMu terkasih di tengah-tengah kami. Dalam Dia kami boleh bersukacita dan memperoleh semangat baru. Engkau menunjukkan kesederhanaan kelahiran puteraMu, dengan kesederhanaan kandang. Itulah lambang kesahajaanMu bagi kami. Maka kami berseru…….
U. Terpujilah Engkau di surga
PI. Ya Bapa, Engkaulah Allah yang menuntun Israel ke luar dari perbudakan dan menuntun mereka kepada kemerdekaan dan keselamatan. Dalam keadaan perbudakan oleh dosa kami, Engkau menunjukan cahaya sejati kepada kami, yang membawa kami keluar dari kegelapan dosa kami. Semoga kami, yang oleh kemurahanMu senantiasa terbuka kepada bimbinganMu itu. Maka Kami berseru…..
U. Terpujilah Engkau di surga
PI. Ya Bapa, yang bijaksana, Engkau mendekatkan kami dengan Dikau melalui PuteraMu. Melaluinya kami boleh merasakan kehangatan cintakasihMu teramat besar kepada kami. Engkau telah menjadikan kami anak-anakMu dan mengundang kami untuk bisa memasuki hidup kekal, dalam dan melalui PuteraMu itu. Maka kami berseru….
U. Terpujilah Engkau di surga
PI. Dari sebab itu ya Bapa, bersama para malaikat, seraphim dan semua orang kudus dalam KerajaanMu, kami bermadah memuliakan dikau dengan bernyanyi:

04. Lagu Kudus (Umat menyayikan lagu kudus)
05. Doa Kenangan akan Kristus
PI. Ya Bapa yang mahakuasa dan kekal, Engkau menyingkapkan kemuliaan surga kepada kami, dalam diri Yesus PuteraMu. Pristiwa ini sangat menggembirakan kami. Yesus PuteraMu yang telah lahir di Betlehem itu, kini tinggal beserta kami. Betapa agunglah cintaNya kepada kami. Meski kami berdosa, namun Ia tetap menjadi sahabat kami. Ia telah menguatkan kami dalam kelemahan kami dan meneguhkan dan menopang kami dalam keputusasaan dan kelemahan kami. Dalam kebimbangan, Ia membawa kepastian bagi kami. Sebagai bukti cintaNya yang sempurna, Ia rela menderita dan wafat di kayu salib demi keselamatan kami. Kami selalu mengenangkan pengorbanan kasihNya yang terlampau mulia itu hingga saat kedatanganNya kembali.
U. Wafat Kristus kita maklumkan, kebangkitanNya kita muliakan, kedatanganNya kita rindukan. Amin.

06. Doa Kesatuan Dengan Kristus
PI. Ya Allah, Engkau telah menyinari dunia dengan terang SabdaMu sendiri dalam Yesus Tuhan dan juruselamat kami yang lahir dari Perawan Maria. Sinarilah kami dengan terang Roh KudusMu agar kami mampu melihat kemuliaanMu dan bersatu padu menghayati cintakasih dalam hidup kami. Dan semoga bimbingan Roh Kudus, umatMu yang masih mengembara di dunia ini memperoleh semangat baru bersama hambaMu Bapa Suci...(Paus Benediktus XVI) dan Adminidtrator keuskupan kami...(Mgr. Vinsensius Potokota, Pr)...dan semua pembantunya serta kami semua yang percaya kepadaMu. Kami kenangkan juga saudara-saudari kami, anggota keluarga dan semua orang yang telah meninggal, terimalah mereka ke dalam kemuliaan kerajaanMu. Bersama mereka kami memuji dan meluhurkan namaMu yang kudus.
U. Pujian dan hormat bagiMu selama-lamanya.

07. Doa Bapa Kami
PI. Saudara-saudari terkasih, Tuhan Yesus Kristus Sang Sabda Bapa telah mengajarkan dan memberikan teladan doa kepada kita. Ia menyapa Allah sebagai Bapa. Maka marilah bersama dengan Dia kita pun dengan penuh iman berani berdoa, Bapa Kami......
PI. Ya Bapa, bebaskanlah kami dari segala kejahatan dan mampukanlah kami untuk hidup seturut SabdaMu. Dan semoga cahaya kedamaian sejati memenuhi hati seluruh umat manusia sehingga dunia kami menjadi aman dan sentosa. Semoga oleh kelahiran puteraMu, kami boleh menerima rahmat kelahiran baru dalam roh untuk dapat menata dan membangun hidup kami secara lebih baik. Bukalah hati kami selalu, sementara kami menantikan kedatangan PuteraMu terkasih Tuhan kami Yesus Kristus......
U. Sebab Engkaulah Raja yang mulia dan berkuasa untuk selama-lamanya.

08. Komuni (fakultatif)
Apabila ada komuni, maka pemimpin ibadat mengambil dan mengangkat hosti yang telah dikonsekrasi oleh imam kepada umat, sambil berkata:
PI. Saudara-saudari, lihatlah, inilah Yesus Tuhan kita yang datang dan tinggal di antara kita. Berbahagialah kita semua yang diundang untuk mengambil bagian dalam perayaan cintakasihNya.
U. Ya Tuhan, saya tidak pantas Tuhan datang pada saya, tetapi bersabdalah saja maka saya akan sembuh.
PI. Tubuh Kristus
U. Amin
(sesudah itu, pemimpin ibadat (PI) langsung menerimakan komuni kudus kepada umat)

09. Doa untuk kepentingan khusus (misalnya mendoakan satu pristiwa rosario dengan ujud khusus di bawah ini:)
PII. Saudara-saudari marilah kita bersama-sama mendoakan satu pristiwa rosaria. Bersama Bunda Maria kita berdoa agar kita semua yang telah mengambil bagian dalam perayaan natal ini dan juga mereka yang tidak sempat hadir pada kesempatan ini dianugerahi rahmat keterbukaan dan semangat hidup baru oleh Tuhan, terutama dalam penghayatan hidup kristiani kita dalam keluarga kita masing-masing, dalam tugas dan jabatan yang kita emban. (Bapa Kami...1x dan 10x Salam Maria...Kemuliaan.......)

IV. RITUS PENUTUP

01. Doa Penutup
PI. Marilah kita berdoa:
Ya Bapa di dalam surga, kami bersyukur kepadaMu karena kami telah mengambil bagian dalam perayaan kelahiran puteraMu Yesus Kristus Tuhan kami. Dalam Dia kami boleh bergembira atas rahmatMu yang berlimpah-limpah kepada kami, terutama karya keselamatan kepada kami umatMu yang berdosa ini. Kami bersyukur pula sebab berkat kebaikkanMu kami boleh mengalami sinar kehadiranMu dan kemuliaanMu yang agung, yang dinyatakan dalam diri PuteraMu terkasih. Semoga berkat cintaMu yang teramat luhur itu, kami semakin terdorong untuk mengupayakan cintakasih dan damai dalam kehidupan kami setiap hari. Semoga kami Kausanggupkan menjadi saksi hidup kelahiran Kristus di tengah lingkungan hidup kami setiap hari. Sebab Dialah pengantara kami yang hidup dan bertahta bersama Dikau, dalam persatuan Roh Kudus sepanjang segala abad.
U. Amin

02. Pengumuman-pengumuman oleh petugas (Umat dipersilahkan duduk dan PII menyampaikan pengumuman-pengumuman)

03. Berkat penutup dan pengutusan.
PI. Marilah kita hening sejenak untuk memohon berkat Tuhan bagi hidup dan karya kita sepanjang hari ini dan selanjutnya..(hening sejenak)...Tuhan bersamaMu...
U. Dan bersama rohmu..
PI. Semoga Allah Bapa yang menjelma menjadi manusia dalam diri Yesus Kristus dan yang bersedia datang dan tinggal di antara kita, memberkati dan melindungi serta membimbing perjalanan hidup kita sekalian dan semua orang yang kita doakan: Atas nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus...
U. Amin
PI. Saudara-saudari sekalian, dengan ini ibadat pada Hari Raya Natal sudah selesai.
U. Syukur kepada Allah
PI. Marilah kita pergi untuk hidup dan mengamalkan Sabda Tuhan dalam lingkungan dan tugas kita masing-masing.
U. Amin.

04. Lagu Penutup. (PIII: Marilah kita menyanyikan sebuah lagu penutup).
PII. Terpujilah Tuhan Kita Yesus Kristus....
U. Sampai selama-lamanya Amin
PII. Atas nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus,
U. Amin.



Keterangan: PI : Pemimpin Ibadat
PII : Pemimpin Doa
PIII: Pemimpin Lagu-Kor
PIV: Pembaca/Lektor I
PV : Pembawa Mazmur Tanggapan dan Bait Pengantar Injil
PVI: Pembaca/Lektor II
PVII: Pembaca Pengumuman-penguman


Ibadat Malam Natal 2007-PPKKS LedaleroSelamat Tahun Baru dalam Berbagai Bahasa Dunia

Write a comment

New comments have been disabled for this post.

June 2012
M T W T F S S
May 2012July 2012
1 2 3
4 5 6 7 8 9 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30