Ibadat Malam Natal 2007-PPKKS Ledalero
Wednesday, December 26, 2007 10:42:26 AM
MALAM NATAL TAHUN A
01. Tanda Salib dan Salam
(P3). Bapak, ibu, saudara-saudari, yang terkasih dalam Yesus Kristus. Pada malam ini kita semua berkumpul di sekitar altar dan kandang natal ini untuk menantikan kelahiran Yesus Kristus, Juru Selamat kita. Kita berkumpul karena mau menjawabi undangan Tuhan sekaligus mengucapkan “selamat datang” kepada Raja Damai kita melalui perayaan sabda ini. Sebagai orang-orang yang mengimani kehadiran-Nya, kita semua diajak untuk membuka hati dan mengarahkan budi bagi kehadiran Kristus dengan penuh cinta dan mengambil bagian secara penuh dan aktif dalam perayaan ini. Marilah kita semua berdiri untuk memulai perayaan sabda ini, dengan terlebih dahulu mengarak patung kanak-kanak Yesus menuju kandang natal. (selama perarakan, koor dapat menyanyikan lagu Malam Kudus dengan suara pelan. Jika tanpa lagu, umat diminta untuk hening. Kalau bisa semua lampu dipadamkan).
(kelima petugas berarak menuju kandang natal. P1 menatang patung kanak-kanak Yesus lalu meletakanya di dalam kandang natal yang terletak di sebelah kanan altar. Setelah meletakkan patung kanak-kanak Yesus, kelima petugas memberi hormat lalu berarak menuju altar, berlutut di depan altar selanjutnya berdiri di belakang altar: P1 di tengah (sebagai pemimpin), P2 dan P4 di kanan, P3 dan P5 di kiri. P2 sebagai pengangkat lagu; P3 sebagai komentator; P4 sebagai pengangkat doa; P5 sebagai pembaca injil ).
02. Ajakan Pembukaan
(P1). Bapak, ibu, saudara-saudari, malam ini kita merayakan peristiwa kelahiran Yesus Kristus. Marlah kita bersatu hati dan dengan penuh kerinduan dan suka cita menyambut kelahiran Yesus Kristus, raja damai kita. (lampu dinyalahkan).
03. Lagu Pembuka
(P2). Marilah kita menyambut kedatangan Penyelamat kita dengan menyanyikan lagu pembukaan. Yubilate no. 208.
04. Tanda Salib dan Salam
(P1) : Dalam Nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus
U : Amin
(P1) : Kasih karunia, rahmat dan damai sejahtera dari Allah Bapa dan dari PuteraNya Yesus Kristus dalam persekutuan dengan Roh Kudus beserta kita sekalian.
U : Sekarang dan selama-lamanya.
05. Kata Pengantar
(P1). Bapa, ibu, saudara-saudari, umat beriman yang terkasih dalam Kristus. Dalam lagu pembukaan tadi, dengan hati yang penuh suka cita, kita mengucapkan “Selamat Datang” kepada Yesus. Dialah Putera yang dinubuatkan Yesaya yang namanya disebut orang sebagai Penasehat Ajaib, Allah yang perkasa, Bapa yang kekal dan Raja Damai. Kelahiran Raja Damai ini diwartakan pemazmur. Dialah Kristus Tuhan. Karena itu pemazmur mengajak kita untuk bersukacita, bernyanyi dan mengabarkan hari keselamatan Tuhan ini. Kita bersuka cita dan memuji Allah sebagai mana para malaikat dalam injil nanti, “kemuliaan bagi Allah di tempat yang maha tinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepadaNya”. Warta kelahiran Yesus ini dilanjutkan Paulus dalam suratnya kepada Titus bahwa rahmat Allah yang menyelamatkan semua orang telah tampak. Rahmat itu mengajak kita untuk meninggalkan kefasikan dan keinginan-keinginan duniawi.
Dari dalam kandangnya yang sederhana, Yesus melalui malaikatNya, mengajak kita sebagaimana kepada para gembala untuk datang kepada-Nya. Dari dalam palungan suci itu kita menyantap santapan sabda dan tubuh-darah Kristus karena di dalam palungan hina itu terbaringlah Yesus, Juru Selamat dan Raja damai kita yang bersabda kepada kita dan memberikan diri-Nya sebagai makanan. Melalui santapan sabda dan tubuh Tuhan itu itu, kita memperoleh kekuatan untuk meninggalkan kefasikan dan keinginan-keinginan duniawi. Agar kita menjadi layak datang kepadanya, maka pada awal perayaan ini, kita memohon ampun kepada-Nya.
06. Tuhan Kasihanilah Kami
(P3). : Tuhan Yesus Kristus, Engkaulah rahmat Allah yang tampak. Pembawa cahaya terang benderang dalam kegelapan dunia. Tuhan kasihanilah kami.
U : Tuhan kasihanilah kami.
P3 : Engkaulah rahmat Allah yang tampak, pembebas kami yang mematahkan tongkat si penindas. Kristus kasihanilah kami.
U : Kristus kasihanilah kami.
P3 : Engkaulah rahmat Allah yang tampak, penasehat ulung, raja perkasa, Bapa abadi, pangeran perdamaian, Allah beserta kami. Tuhan kasihanilah kami.
U : Tuhan kasihanilah kami.
P3 : Semoga Allah yang maha kuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita dan menghantar kita kepada hidup yang kekal.
U : Amin.
07. Kemuliaan
(P2) : Bapak-ibu, saudara-saudari, marilah bersama para malaikat di surga kita memuji dan memuliakan Allah atas kelahiran juru selamat kita dengan menyanyikan lagu Gloria in exelsis Deo. (Yubilate no. 219 atau lagu-lagu natal lain yang sesuai).
08. Doa Pembukaan
(P1) : Marilah kita berdoa,
Allah Bapa kami di surga, tiada orang yang pernah melihat Engkau. Dalam diri Yesus Putera-Mu, Engkau demikian dekat. Dialah cahaya dalam kegelapan, keselamatan dalam bahaya, dan kedamaian dalam kegelisahan kami. Bukalah kiranya hati dan budi kami, agar berani mewartakan sukacita ini kepada siapa pun yang Kau sayangi. Bukalah surga dan nyalahkanlah cahaya di dalam dunia, agar dalam wajah putera-Mu yang lahir malam ini, kami dapat mengenali wajah-Mu dan semakin mengimani betapa besarnya cinta-Mu kepada kami dan betapa besar hasrat-Mu untuk berada di tengah-tengah kami. Demi Kristus Tuhan, Juru selamat dan pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama dengan Dikau dalam persekutuan dengan Roh Kudus, Allah sepanjang segala masa.
U : Amin.
09. Santapan Sabda
(P3). Sebagaimana para gembala, Yesus mengajak kita untuk datang kepada-Nya. Di dalam kandang-Nya yang sederhana, Yesus menyediakan santapan sabda di dalam palungan agar kita menyantapnya. Sabda itu menguatkan dan memberanikan kita untuk mewartakan berita gembira kelahiran-Nya. Santapan yang memampukan kita untuk meninggalkan segala kefasikan dan keinginan duniawi. Karena itu marilah kita membuka hati dan budi kita untuk mendengarkan Tuhan yang berbicara dan memberikan santapan sabda kepada kita. (kelima petugas menuju ke mimbar sabda).
10. Bacaan Pertama: Yesaya, 9:1-6. (dibacakan oleh P3).
11. Mazmur Tanggapan: Mzm, 95 (96): 1-2a. 2b-3. 11-12. 13. (dibawakan oleh P2)
Reffrein: Hari ini Sang Penyelamat telah lahir bagi kita. Dialah Kristus Tuhan.
Nyanyikanlah lagu baru bagi Tuhan! Bernyanyilah bagi Tuhan, hai seluruh bumi! Bernyanyilah bagi Tuhan, pujilah nama-Nya! Reffrein:
Kabarkanlah setiap hari keselamatan Tuhan, ceriterakanlah kemuliaan-Nya di antar para bangsa, dan karya-Nya yang agung di antara segala suku. Reffrein:
Bersukacitalah langit, bersorak-sorailah bumi, bergemuruhlah laut beserta isinya. Bersoraklah ladang dan segala tetumbuhannya, bergembiralah segala pepohonan di hutan. Reffrein:
Bersukacitalah di hadapan Tuhan, sebab Ia datang, Ia datang menghakimi dunia dengan adil, dan para bangsa dengan tepat. Reffrein:
12. (P4) Bacaan Kedua: Titus, 2:11-14.
13. (P2). Bait Pengantar Injil: Luk. 2:10-11
(P2 mengajak semua umat untuk berdiri)
P2 : Aleluya, Aleluya
U : Aleluya, Aleluya
P2 : Aku membawa kabar gembira bagimu: hari ini telah lahir penyelamat dunia, ialah Kristus, Tuhan.
U : Aleluya, Aleluya
14. Bacaan Injil: Lukas, 2:1-14
(P5) : Tuhan bersamamu
U : dan bersama roh-mu
P5 : Inilah injil Tuhan kita Yesus Kristus menurut Lukas
U : Dimuliahkanlah Tuhan
(setelah pembacaan Injil)
P5 : Demikianlah Injil Tuhan
U : Terpujilah Kristus
15. Khotbah (P1).
Bapak-ibu, saudara-i, umat beriman yang terkasih dalam Yesus Kristus.
Pada malam hari ini kita semua diundang Tuhan datang menemui Dia di dalam kandang yang hina dan sederhana ini. Di dalam tempat yang hina seperti ini Tuhan lahir untuk kita, Ia mau hidup seperti kita dan mau menyelamatkan kita. Di dalam kandang yang sama ini Tuhan menyediakan santapan sabda dan tubuh-darahNya sendiri dan Dia mengundang kita untuk masuk dalam perjamuan ini. Tuhan sudah mengucapkan selamat datang kepada kita. Dan sebaliknya dalam lagu pembukaan tadi, kita pun sudah menjawabNya dengan mengucapkan Selamat Datang kepadaNya yang kini hadir di tengah kita. Dialah yang sudah dinubuatkan para nabi dan pada malam hari ini, semua nubuat itu terpenuhi. Seorang Putera telah lahir untuk kita. Kasih karunia Allah yang menyelamatkan lewat Yesus Kristus telah nyata. Hari ini telah lahir Juru Selamat, yaitu Kristus, Tuhan di kota Daud.
Selama empat minggu adven yang sudah kita lalui, kita sudah mendengar nubuat nabi Yesaya tentang kelahiran Juru Selamat dunia ini. Pada hari minggu adven pertama, nabi Yesaya menandaskan bahwa meskipun dengan cemas orang mencari kedamaian namun ia tidak akan dikecewakan. Yesaya melihat adanya kedamaian pada jaman akhir. Selanjutnya pada minggu adven kedua, Yesaya bernubuat bahwa Dia yang akan datang itu akan menghakimi orang yang lemah dengan adil. Ia akan membuka jaman keadilan, kedamaian, segala kelaliman akan dihentikan-Nya. Ia tidak akan menghakimi dengan sekilas pandang saja, atau menjatuhkan keputusan menurut kata orang, tetapi akan mengadili orang-orang dengan keadilan, menjatuhkan keputusan terhadap orang yang tertindas dengan kejujuran. Pada hari minggu adven ketiga, di hadapan umat yang sedang ditindas dan diliputi ketakutan, Yesaya menegaskan bahwa Tuhan sendiri akan datang dan menyelamatkan kita. Allah akan datang dengan pembalasan dan ganjaran. Dan pada hari minggu adven keempat, nabi Yesaya memberikan kesaksian bahwa kecemasan Ahas dijawab dengan sebuah tanda dari Allah: “seorang perawan akan mengandung dan melahirkan seorang Putera”.
Bapak, ibu, saudara, saudari yang terkasih dalam Yesus Kristus.
Pada malam hari ini semua nubuat itu menjadi kenyataan. Nabi Yesaya dalam bacaan pertama tadi mengemukakan tentang kelahiran Juru Selamat dunia. Seorang anak telah lahir. Seorang Putera diberikan untuk kita. Ia lahir untuk kita. KelahiranNya menjadi terang yang menerangi seluruh dunia yang sedang diliputi kegelapan dosa. Nabi Yesaya menggambarkan pengalaman hidup umat Israel selama pembuangan seperti pengalaman berjalan dalam kegelapan dan berdiam di negeri kekelaman. Dalam situasi seperti itu, warta tentang kelahiran Putera Raja bagaikan cahaya yang bersinar. Bangsa yang berjalan dalam kegelapan telah melihat terang yang besar; mereka yang diam di negeri kekelaman, atasnya terang telah bersinar. Sorak sorai bergema menyambut kedatangan terang baru, ramai bagaikan sorak orang pada waktu perayaan panenan, bagaikan prajurit kegirangan membagi jarahan. Penindasan di negeri pembuangan yang memberatkan telah hilang karena tongkat sang penindas telah dipatahkan. Semua ancaman dan bahaya tidak lagi menimpa sisa bangsa, yang hendak diselamatkan Yahwe melalui sang Immanuel. Seorang anak telah lahir bagi kita, seorang Putera telah diberikan kepada kita dan padan bahu-Nya kita meletakan semua harapan kita. Dialah yang akan memegang pemerintahan, Dia-lah Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang kekal, Raja Damai. Dalam kata-kata ini terletak tugas dan kekuasaan-Nya. Ini juga merupakan rumusan dari segenap dambaan bangsa yang mengharapkan perluasan kekuasaan dan damai abadi bagi takhta Daud dan kerajaannya.
Suka cita karena kelahiran sang Immanuel bergema di mana-mana. Sorak sorai sebagaimana dikemukakan Yesaya pada pada hari minggu Adven ketiga dan dalam bacaan pertama tadi kembali ditegaskan pemazmur. Hari ini sang Penyelamat telah lahir bagi kita. Dialah Kristus Tuhan. Kristus kini datang untuk menyelamatkan semua manusia dan menguduskan seluruh alam semesta. Karena itu pemazmur membangkitkan seluruh alam semesta untuk bersorak sorai. Pemazmur pun mengajak seluruh alam semesta untuk mengobarkan keselamatan Allah itu setiap hari. Kata setiap hari di sini menunjukkan suatu waktu tanpa akhir. Sorak sorai karena karya keselamatan Allah harus terus bergema hingga kekal. Alam semesta dipersonifikasi untuk turut bersuka cita menyambut kelahiran Juru Selamat. Bapak-ibu, saudara/i, kalau alam saja diajak untuk bersorak-sorai, apalagi kita manusia. Kita sebagai manusia hendaknya bersuka cita di hadapan Tuhan, sebab Ia datang untuk menghakimi dunia dengan adil dan para bangsa dengan tepat. Warta nabi Yesaya pada masa adventus hingga malam ini menegaskan hal ini. Kemuliaan Allah itu harus diceriterakan di antara para bangsa dan segala suku. Kristus datang untuk menyelamatkan semua orang dan segala bangsa. Hal ini pun ditegaskan dalam bacaan kedua dan Injil.
Bapak-ibu, saudara-saudari, umat beriman yang terkasih dalam Yesus Kristus.
Masih dalam situasi yang sama, latar belakang warta Injil menunjukkan bahwa penjelmaan Putera Allah mengakhiri mesianisme kerajaan Israel. Sebuah masa penantian yang panjang dan penuh tantangan telah berakhir. Kedamaian dan kemuliaan Allah menguasai dunia manusia. Warta suka cita ini diawali dengan peneguhan malaikat kepada para gembala: jangan takut, sebab warta yang mau disampaikan adalah kesukaan besar bagi seluruh negeri: hari ini telah lahir bagimu juru selamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud. Kata hari ini di dalam kitab suci tidak hanya menunjuk pada saat, tetapi juga pada kejadian penting. Hari ini berarti saat yang dipilih oleh Tuhan untuk karya-Nya, saat agung penuh kemegahan, menggemparkan orang yang tidak siap tetapi menjadi saat rahmat bagi para pilihan-Nya. Hari ini dijadikan Tuhan untuk memulai karya penebusan di antara manusia. Hari ini penuh arti karena kata-kata “penyelamatmu lahir”. Ini berarti pergantian gelap dengan terang, dosa dengan rahmat, murka Tuhan dengan cinta, kutukan berganti berkat, duka nestapa berganti kegembiraan. Lebih dari itu harapan yang selama berabad-abad hidup di tengah bangsa, nubuat para nabi, kini menjadi terpenuhi. Semua yang selama ini dinubuatkan dan diwartakan kini menjadi kenyataan. Kenyataan bahwa keselamatan telah tiba yang ditandai dengan kelahiran penyelamat kita. Ia bukan lagi hanya dipikirkan dan dibayangkan tetapi kini Ia sudah dapat kita jumpai sebagai pribadi, kita cintai sebagai manusia, kita saksikan kelahiran-Nya.
Karena itu Paulus dalam surat-Nya kepada Titus menegaskan kehadiran nyata dari Juru selamat kita. Paulus menulis bahwa kasih karunia Allah yang menyelamatkan semua manusia telah nyata. Pokok segala kasih karunia Allah seutuhnya dan satu-satunya nampak pada Kristus Penyelamat. Kedatangan-Nya di dunia membuka jaman baru, karena sumber keselamatan mulai mengalir di tengah kita. Paulus menjelajahi rencana umum penyelamatan oleh Kristus dalam bermacam tahapnya. Natal telah mengandung kemuliaan paskah Kristus dan kedatanganNya yang terakhir. Yesus diutus oleh Allah untuk menyelamatkan seluruh umat manusia. Keselamatan yang dianugerahkan Allah melalui Yesus Kristus, ditujukan kepada semua bangsa. Kasih karunia itu itu kini sudah nyata dan mendidik kita untuk meninggalkan kefasikan dan keinginan-keinginan duniawi dan supaya kita hidup bijaksana, adil dan beribadah di dalam dunia sekarang ini dengan menantikan penggenapan pengharapan kita yang penuh bahagia dan pernyataan kemuliaan Allah yang maha besar dan juru selamat Yesus Kristus. Kasih karunia yang mendidik itu tidak lain adalah Yesus sendiri. Ia telah mendidik kita lewat kata-kata dan teladan hidup-Nya.
Bapak,ibu, saudara,saudari, umat beriman yang terkasih dalam Yesus Kristus,
Bertolak dari warta kitab suci yang sudah didengar tadi, Allah melalui nabi Yesaya, rasul Paulus dan InjilNya, meminta kita untuk melakukan beberapa tindakan konkret. Pertama, sebagaimana bangsa Israel, sering kali kita pun hidup dalam kekelaman dan kegelapan dosa. Sering kali kita ditindas oleh struktur sosial yang diskriminatif, egoisme para penguasa ataupun egoisme diri kita sendiri. Sering kali kita diperhamba oleh berbagai keinginan badaniah. Sebaliknya kadang kala kita juga menjadi penjajah bagi sesama kita. Sering kali kita menjadi beban bagi orang lain dan menjadi penindas. Warta nabi Yesaya tentang kelahiran Juru Selamat menjadi kabar gembira bagi yang tertindas namun bagi para penindas, warta itu menjadi ancaman sekaligus ajakan untuk bertobat. Warta tentang pertobatan sudah kita dengar selama masa adventus, agar kita menjadi layak bagi peristiwa berahmat pada malam ini. Lebih dari itu, pertobatan itu pula hendaknya terus kita lakukan dalam menantikan kedatangan Kristus untuk yang kedua kalinya pada akhir jaman. Karena pada saat itu, Ia akan menjadi hakim yang adil yang memberi ganjaran yang setimpal dengan perbuatan kita. Kedua, warta tentang kelahiran juru selamat menimbulkan kesukaan besar bagi seluruh bangsa yang berada dalam kekelaman dan kegelapan dosa. Nabi Yesaya dan pemazmur, serta injil sudah mengemukakan suka cita ini. Memuliakan Allah karena karya penyelamatan-Nya merupakan salah satu bentuk terima kasih kita kepadaNya. Karena itu hendaknya suka cita natal ini terus kita gemakan dalam kehidupan kita setiap hari. Salah satu bentuk konkretnya adalah selalu datang untuk beribadah dan bersyukur kepada Tuhan pada setiap hari minggu. Ketiga, dalam bacaan kedua, Paulus menegaskan bahwa kasih karunia Allah yaitu Kristus sendiri telah mengajak kita untuk meninggalkan kefasikan dan keinginan-keinginan duniawi. Dalam kehidupan kita, kefasikan itu menjadi nyata dalam pola hidup kita yang tidak mengandalkan Allah. Kita lebih percaya pada kekuatan sendiri atau mencari kekuatan lain selain Allah. Kita memuja berhala. Kita mendewakan hal-hal duniawi, kekayaan, kekuasaan, nama baik, prestasi, dan lain sebagainya. Semuanya itu bertentangan dengan spiritualitas natal yang ditandai kesederhanaan dan kemiskinan. Kristus tidak memandang kesetaraan-Nya dengan Allah sebagai sesuatu yang harus dipertahankan. Ia rela mengambil rupa seorang hamba untuk menyelamatkan manusia. Jika kita berani melepaskan semuanya itu, kita akan hidup bijaksana, adil dan beribadah sambil menantikan pemenuhan pengharapan kita. Keempat, seperti kepada para gembala, kepada kita pun diwartakan kabar suka cita, warta tentang karya penyelamatan Allah melalui Yesus Kristus. Sikap yang perlu ditunjukan sehubungan dengan warta tersebut adalah terbuka dan percaya. Kita perlu belajar dari para gembala. Tanpa berpikir panjang, mereka menuruti perkataan malaikat untuk datang menjumpai Yesus di dalam kandang hewan mereka. Malam hari ini, melalui firman-nya, kita pun diundang Tuhan menjumpai-Nya di dalam kandang natal ini. Tuhan mengundang kita untuk datang menghadiri perjamuan syukur dan suka cita atas kelahiran Putera-Nya di dalam kandang yang menurut pandangan kita manusia adalah hina dan kotor, namun layak di mata Allah. Di dalam tempat yang sederhana itu, Allah menghidangkan santapan sabda dan tubuhNya sendiri. Sebagaimana palungan merupakan tempat makanan bagi hewan gembalaan para gembala, kini di dalam tempat yang sama, Allah menghidangkan diriNya sendiri sebagai makanan bagi kita domba-domba-Nya. Santapan inilah yang akan menguatkan dan membimbing kita untuk menanggalkan keinginan-keinginan dan nafsu-nafsu badaniah kita agar olehNya kita layak untuk menantikan kedatangan Kristus yang kedua.
Akhirnya saya mengucapkan selamat pesta natal kepada kita sekalian. Kiranya damai natal yang dibawa oleh bayi Yesus selalu meresapi hidup dan karya kita masing-masing, di dalam keluarga, komunitas basis, tempat kerja, di dalam masyarakat, dan di mana saja kita berada. Semoga, Amin.
16. Aku Percaya
(P2). Setelah kita mendengarkan serta merenungkan sabda Tuhan yang menjadi bekal hidup kita, marilah kita berdiri untuk membaharui iman dan kepercayaan kita kepada Allah Tritunggal maha kudus. (Lagu Aku Percaya: Yubilate no. 92 atau lagu lain yang sesuai).
17. Doa Umat
(P1) : Seorang Putera telah lahir bagi kita. Dialah tanda bahwa Allah menyayangi kita. Maka marilah kita panjatkan doa-doa permohonan kepada Allah dengan perantaraan Yesus, Putera-Nya, yang terbaring di palungan:
(P2) : Bagi Gereja kita: Ya Bapa, semoga iman akan perutusan Yesus Kristus tetap mendorong Gereja untuk selalu memperbaharui diri, umat dan masyarakat seturut kehendak-Mu. Marilah kita mohon:
U : Kabulkanlah doa kami ya Tuhan
(P3) : Bagi perdamaian di antara umat manusia: Ya Bapa, semoga nyanyian para malaikat terwujud benar, dan tercapailah perdamaian, bukan perang; kebahagiaan bukan penderitaan; kegembiraan, bukan kesedihan; bagi seluruh umat manusia. Marilah kita mohon,
U : Kabulkanlah doa kami ya Tuhan
(P4) : Bagi para penganggur, gelandangan, pengungsi dan tawanan: Ya Bapa, semoga mereka dapat menemukan pada diri kami segala sesuatu yang mereka perlukan, tangan-tangan yang mau menolong, dan terutama hati yang penuh cinta kasih. Marilah kita mohon:
U : Kabulkanlah doa kami ya Tuhan
(P5) : Bagi kita di sekitar altar dan kandang Tuhan: Ya Bapa, semoga dalam suasana perayaan natal ini kami tak melupakan mereka yang terpencil dan menderita. Marilah kita mohon:
U : Kabulkanlah doa kami ya Tuhan
(P1) : Allah Bapa yang maha penyayang, kami mohon pandanglah kami dengan kasih sayang-Mu, agar kami semakin sadar bahwa Engkau beserta kami dan kami beserta Engkau, bahwa Engkau Allah kami dan kami umat-Mu, bahwa Engkau Bapa kami dan kami putera-puteri-Mu. Demi Kristus, Putera-Mu, Tuhan dan pengantara kami yang hidup dan berkuasa bersama-Mu dalam persekutuan dengan Roh Kudus, sepanjang segala masa.
U : Amin
18. Persembahan
(P3). Saudara-saudari yang terkasih, Tuhan telah datang dan tinggal berserta kita. Ia telah lahir di Betlehem. Seperti kepada para gembala, melalui malaikat-malaikat-Nya, Ia mengundang kita untuk datang kepadanya. Marilah. Seperti para gembala, kita datang kepada Yesus, membawa persembahan-persembahan kita, membawa suka duka hidup kita kepada-Nya. Kita menghantar persembahan-persembahan kita sambil menyanyikan lagu persembahan. (Yubilate no. 232 atau lagu natal lain yang sesuai). (Kelima petugas maju ke depan altar, menerima persembahan dari umat, meletakan semuanya di depan kandang nakal lalu kembali ke altar).
19. Pujian
(P4). (umat dipersilahkan berdiri). Bapak-ibu, saudara-saudari terkasih, Yesus Kristus sang juru selamat telah lahir. Dialah Allah yang menjdi manusia. Di tengah malam sunyi merekalah cahaya dan bersinarlah semarak ilahi di dunia. Maka bersama para malaikat dan para gembala marilah kita bergembira dan memuji Allah dengan berseru: Terpujilah Allah selamalamanya!
U : Terpujilah Allah selamalamanya!
Ya Allah yang maha kuasa, Bapa yang setia dan murah hati. Sudah sepantasnya pada malam natal, malam kelahiran putera-Mu ini, kami memuji Engkau sebab Yesus Kristus telah lahir di dunia dan rela menjadi manusia. Maka kami berseru:
U : Terpujilah Allah selamalamanya!
Ia rela menanggalkan kemuliaan surgawi-Nya untuk menjadi manusia sama seperti kami; Ia lahir sebagai manusia dab menjadi saudara kami, dan dalam Dia, Engkau mengangkat kami menjadi anak-anak-Mu terkasih. Maka kami berseru:
U : Terpujilah Allah selamalamanya!
Dia telah Kauutus membuka bagi kami jalan menuju kebahagiaan kekal. Lewat Dia Engkau membawa damai dan sejahtera kepada kami dan kepada seluruh dunia. Maka kami berseru:
U : Terpujilah Allah selamalamanya!
(P4). Maka, pada malam natal yang penuh suka cita ini, bersama para malaikat dan bala tentara surga, bersama dengan seluruh umat manusia, secara khusus umat Kristen sejagat, kami mengangkat madah pujian untuk meluhurkan keagungan dan kebesaran cinta-Mu dengan bernyanyi:
20. Lagu Kudus (Yubilate no 235 atau lagu-lagu natal lain yang sesuai).
21. Doa Persatuan Umat
(P1). Ya Bapa, Engkau mengutus Putera-Mu yang tunggal ke dunia untuk menghimpun kami, umat kudus-Mu bagi-Mu. Selama berabad-abad, umat-Mu tercerai-berai namun pada malam hari ini, kami semua dalam persatuan dengan seluruh umat manusia di seluruh penjuru dunia, berhimpun untuk menerima kedatangan Dia yang Engkau utus itu. KedatanganNya sangat kami rindukan karenanya pada malam ini dengan penuh suka cita kami mengucapkan selamat datang kepada-Nya. Dia datang dan masuk ke dalam dunia kami, dunia yang penuh dosa, dunia yang berada dalam kegelapan dan kekelaman. Dia telah mengenakan rupa seorang hamba supaya hamba-hamba-Mu ini menjadi tuan atas dosa dan keinginan-keinginan duniawi.
Ya Bapa, pada kesempatan ini, kami sangat bersuka cita sebab Raja Damai yang Engkau utus telah hadir di tengah kami. Ia bagaikan terang yang menerangi kami dalam kegelapan dan dan juru selamat bagi kami dalam penindasan. Umat-Mu dibuang dan dicerai-beraikan dan dengan kelahiran-Nya ini, umat-Mu dipanggil ke dalam satu persekutuan sebagai anak-anak-Mu. Karena itu pada kesempatan ini, kami memohon kepada-Mu, semoga Engkau selalu menyertai kami agar persatuan ini tetap terjalin dan suka cita natal tetap bergema dalam kehidupan kami setiap hari. Pada kesempatan ini, dari dalam kandang-Nya yang hina ini, Engkau mengundang kami untuk merayakan kelahiran Putera-Nya. Dalam perayaan ini, Engkau juga menyediakan santapan sabda dan tubuh-darah Tuhan. Kristus yang datang itu sekaligus menjadi santapan bagi kami, santapan yang menguatkan kami untuk meninggalkan kefasikan, keinginan-keinginan duniawi supaya kami hidup bijaksana, adil dan beribadah di dalam dunia sekarang dengan menantikan penggenapan pengharapan kami yang penuh bahagia dan pernyataan kemuliaan-Mu yang maha besar dan juru selamat kami Yesus Kristus. Sebab Dialah sang Raja Damai, Penasehat Ajaib, Allah yang perkasa, Bapa yang kekal, yang bersatu dengan Dikau dan Roh Kudus hidup dan berkuasa kini dan sepanjang masa.
U : Amin.
22. Doa Rosario
(P4). (mengajak umat mengarahkan pandangan ke kandang Natal). Yesus, Juru selamat kita lahir dari perawan Maria. Selama 9 bulan Ia dikandung dalam rahim bunda Maria. Raja damai kita kini terbaring dalam palungan, didampingi ibu-Nya, Maria. Maria juga adalah ibu kita. Maka pada kesempatan ini, kita diajak untuk berdoa rosario, berdoa bersama Maria kepada sang bayi Yesus di dalam palungan. Kita menyerahkan seluruh diri kita, semua orang yang kita doakan dan segala kepentingan kita kepadanya, tempat segala doa dikabulkan, segala beban hati diringankan. (1 kali Bapa Kami dan 10 kali Salam Maria......, kemuliaan....., Ya Yesus yang baik........).
23. Lagu Maria
(P2). Marila kita menyanyikan sebuah lagu (Yubilate no. 240 atau lagu lain yang sesuai).
24. Sambut Kerinduan
(P1). (Umat dipersilahkan berlutut). Allah Bapa kami di surga, pada kesempatan ini, kami semua yang sedang bersuka cita karena kelahiran Putera-Mu, juru selamat kami, hadir dalam perjamuan-Mu. Kini, santapan Tubuh-Darah Kristus telah tersedia di hadapan kami. Kami mau mengambil bagian secara penuh dalam seluruh karya Putera-Mu dengan menyambut tubuh dan darah-Nya. Curahkanlah Roh Kudus-Mu ke dalam hati kami agar menjadi layak untuk menerima santapan tubuh dan darah Kristus ini sebagai jaminan bagi hidup dan keselamatan kami. Demi Kristus dan pengantara kami.
(U). Amin.
25. Lagu Komuni
(P2). Marilah kita menyanyikan sebuah lagu komuni.(Yubilate no. 238 atau lagu-lagu natal lain yang sesuai).
26. Pengumuman
(P3). Kita mendengarkan pengumuman (umat dipersilahkan duduk).
27. Doa Penutup
(P1). Marilah kita berdoa,
Allah Bapa maha pengasih dan penyayang, kami mengucap syukur atas perayaan natal ini, atas kehadiran-Mu di tengah-tengah kami, atas kunjungan-Mu di dalam diri kami. Kami mohon berkat kekuatan-Mu, agar kami semakin menghayati misteri Natal dan benar-benar berusaha menghadirkan Dikau di tengah-tengah keluarga dan masyarakat kami, yang sangat mendambakan kedamaian dan keadilan. Demi Kristus Tuhan dan pengantara kami, yang hidup dan meraja bersama dengan Dikau dalam persekutuan dengan Roh Kudus, Allah sepanjang masa.
(U). Amin.
28. Berkat Penutup
(P1). Semoga Allah Bapa yang maha kuasa memberkati kita, semoga Putera-Nya Yesus Kristus yang telah lahir melindungi kita, dan semoga Roh Kudus membimbing dan menghantar kita kepada hidup yang kekal; Dalam Nama Bapa, dan Putera dan Roh Kudus.
(U). Amin.
29. Lagu Penutup (Yubilate no. 246 atau lagu-lagu natal lain yang sesuai).
(P2). Marilah kita mengakhiri perayaan syukur dan suka cita natal dengan menyanyikan lagu penutup. (para petugas kembali, berlutut di depan altar dan kandang natal, dan balik menuju pintu Gereja lalu balik menghadap altar).
(P1). (setelah lagu penutup), Terpujilah nama Tuhan kita Yesus Kristus
(U). Sampai selama-lamanya. Amin.








