Saturday, 5. January 2008, 10:31:23
N A S I O N A L I S M E S E M P I T
(Memeriksa Konsep Negara Kesatuan Republik Indonensia
dalam Terang Pemikiran Leukipos dan Demokritos)
Oleh : Adipati Yunus Alfrid Manek
I.Pendahuluan
Pencapaian kemerdekaan negara Indonesia merupakan buah hasil perjuangan seluruh masyaraka Indonesia yang gigih, ulet, tekun dan penuh persatuan. Alinea kedua Pembukaan undang-undang dasar 1945 menunjukkan hebatnya perjuangan rakyat Indonesia yang mengalir dari sebuah spirit nasionalisme. pada masa penjajahan bangsa Indonesia diporak-porandakan oleh kaum penjajah maka tepatlah bahwa di dalam negara Indonesia yang merdeka roh persatuan merupakan unsur yang sangat penting.
Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara kebangsaan, di dalannya terkandung kesadaran akan kesatuan. Kesatuan serta persatuan sebuah bangsa yang lingkupnya mengatasi kesatuan yang didasarkan atas ikatan primordial Muncul pertanyaan; apakah ikatan primordial ini masih terus bisa direlativisir di dalam dunia Indonesia yang makin plural ini?
II.Kritik Terhadap Sila Persatuan Indonesia Dalam Terang Pemikiran Leukipos dan Demokritos.
Kenyataan sosial menunjukkan bahwa di dalam masyarakat Indonesia terdapat berbagai macam kelompok manusia yang didasarkan atas suku, rasa, agama, bahasa dll. Hal ini merupakan suatu kekayaan bersama milik bangsa, boleh juga dikatakan sebagai suatu kebanggaan khususnya untuk masa-masa sebelum sekarang, dimana semangat nasionalisme masih sangat dijunjung tinggi. Tetapi untuk masa sekarang ini, di tengah situasi negara Indonesia yang semakin tidak menentu, serta dibayang-bayangi lagi dengan pertikaian politik yang semakin pelik, kebanggaan itu lambat laun akan berubah menjadi tantangan. Individualisme dan sukuisme semakin superior terhadap kepentingan umum, nasionalisme dikaburkan oleh internasionalisme maka persatuan dan kesatuan bangsa menjadi sasaran empuk yang sekali-kali dapat dihancurkan.
Seharusnya kenyataan sosial diatas dapat menjadi semangat yang bisa memupuk rasa persatuan. Leukipos dan Demokritos, dua orang filsuf naturalis dari mashab atomis ini, menggambarkan ikatan persatuan itu melalui teori mereka tentang atom. Dimana dikatakan ”bahwa atom-atom terdiri dari bagian-bagian kecil yang berbeda satu dengan yang lain. Mereka selalu dibedakan oleh ruang kosong dan mereka selalu bergerak dari keabadian dan gerakan itulah yang akhirnya membentuk suatu kesatuan”. Pemikiran kedua filsuf naturalis ini apabila dikaitkan dengan konsep persatuan sebagai mana tercakup dalam sila ketiga Pancasila persatuan Indonesia, maka dapatlah dikatakan bahwa, disebut persatuan karena terkandung perbedaan di dalamnya (sebagaimana perbedaan diantara atom-atom) perbedaan inilah yang memungkinkan kita untuk mengenal adanya persatuan. Tetapi apabila masing-masing kita menjujung tinggi suatu konsep persatuan yang murni dan absolut tanpa melihat adanya keanekaragaman di dalamnya maka tanpa sadar kita telah memupuk suatu paham nasionalisme yang sempit dimana, individualisme dipertegas, sukuisme diperkencang dan rasisme dipertebal. Maka tidak heran kalau Timor Timur mulai mengangkatkan kakinya dari Indonesia. pada tahun 1999, belum lagi Aceh dengan GAM-nya ingin melepaskan diri dari bumi pertiwi ini, juga persatuan rakyat Papua yang terus berontak meminta keadilan. Semuanya ini bersumberkan pada sebuah paham persatuan yang sempit, yang absolut dan nihil makna.
III.Penutup
Semangat persatuan yang selama ini kita junjung tinggi selalu berpegang pada suatu spirit dasar yakni nasionalisme. Tetapi apabila spirit yang menjadi modal utama persatuan itu kita ubah menjadi suatu paham nasionalisme yang sempit maka parsatuan akan mudah diporak-porandakan.
Maka dengan ini terjawablah persoalan yang muncul pada bagian pendahuluan dimana ikatan primordial masih lebih kuat dari pada nasionalisme maka sila ketiga persatuan Indonesia sebaiknya dihilangkan saja. ***
Sumber:
A.Sonata, Filsafat Sosial dan Pengetahuan Pancasila (Andi Offset: Yogyakarta), 1985.
Kleden, Paulus Budi, SejarahFilsafat barat Kuno(ms) (Ledalero: Maumere), 2002.
Thursday, 3. January 2008, 12:25:58
Apa perbedaan antara aku dan saya?
Kalau Aku su pasti manusia.....
Wednesday, 2. January 2008, 14:06:13
DIALOG YESUS, TIBO DAN CHARLES
Oleh : Charles Udjan
II IPS - Seminari San Dominggo – Hokeng
Inspirasi : Luk 23:34;24:13-35
Dalam suatu kesempatan Charles seorang pejuang keadilan dan kebenaran numpang satu bus dengan Yesus orang Nazareth dalam perjalanan dari Beteleme menuju Poso.
Charles: (dengan senyuman khas menyapa Yesus yang duduk di sampingnya) Bapa, mau ke mana?
Yesus: Aku baru dari Jamur Jaya dan sekarang mau ke Palu.
Charles: (dengan agak curiga ia bertanya) Ada apa di Palu?
Yesus: (sedikit basa-basi) Yah,... cuman mau jalan-jalan. Cari pengalaman di dunia ini. Di Palu khan banyak setannya? Saya mau menyelamatkan mereka yang kesetanan.
Charles: Wah, hebat kalau begitu. (sambil berjabat tangan Charles memperkenalkan diri) Saya Charles, pejuang keadilan dan kebenaran.
Yesus : Oh yah, Saya Yesus “jalan kebenaran”.
Charles: Maksud-Mu.....? (sambil senyum Yesus mengangguk-angguk kepalanya sedang Charles jadi bingung sendiri.) Masa kamu jalan? Saya nggak percaya. (Dengan nada kelakar Charles mengolok Yesus) Yang ada di Palu sini hanya ada Jalan Sam Ratulangi, Jalan Sudirman dan juga masih ada Jalan Soeharto..... Pa Yesus tahu tidak, bahwa akhir-akhir ini kebenaran sering diputar balikkan???? Masa ada jalan kebenaran?
Yesus: Kamu nggak percaya? Ya, sudah saja. (ketika Yesus berbicara Charles dengan gaya sedikit lebih akrab menyela Yesus)
Charles: Pak,.... (Charles berbicara dengan gaya sedikit lebih serius) situasi di Poso ini tegang, tapi kita malah kelakar lebih banyak.
Yesus : buat apa tegang-tegang...??? Yang tegang-tegang itu semestinya listrik, bukan situasi. Tapi listrik PLN sering tegangannya lemah... ha...haa..hae.. (ketika melihat Charles bengong Yesus berkata lagi:) Jadi, ada apa sebenarnya???
Charles: Adakah Engkau orang baru di tempat ini? Tidak tahukah Engkau bahwa tiga orang terpidana dari kampung Beteleme telah dieksekusi mati? Salah satu diantaranya adalah Fabianus Tibo. Dia orang baik, dengan kekuatan imannya ia biasa menyembuhkan orang dari penyakit. Tapi,.... tapi,.... (Charles menunjukkan ekspersi kecewa) ia sudah mati di hadapan regu tembak.
Yesus: (termenung, ikut merasakan rasa sedih Charles. Setelah agak lama Yesus berkata) tidak tahukah kamu apa yang tertulis dalam Kitab Suci? Jika kita mati bersama Kristus maka kita akan bangkit pula bersama Dia? Tibo dan kawan-kawan telah mati bersama Kristus, maka mereka sudah memperoleh kebahagiaan. Sesungguhnya setelah mereka ditembak di hadapan regu tembak, mereka sudah diterima dalam kemuliaan Allah Bapa di Sorga.
Charles: Ah, kata-kata ini sering saya dengar dalam pagelaran doa bersama di kampung kami. Kata-kata itu hanya sebagai obat penenang........ Begini Pak, orang yang ditembak mati itu jelas-jelas tidak bersalah. Mereka bukan dalang kerusuhan Poso III. Saya sendiri pernah datang jauh-jauh dari Beteleme untuk menyaksikan jalannya sidang. Dalam sidang itu mereka katakan tidak bersalah dan menolak segala macam bentuk hukuman dari negara. Pengadilan yang dijalankan dan tuntutan yang ditimpakan kepada mereka tidak benar. Ada semacam pengadilan sesat.
Yesus: Begini..... saya sheringkan pengalaman saya. Saya dulu pernah dituduh menghasut rakyat untuk menentang struktur. Katanya semacam GPK. Saya seringkali dijebak. Misalnya, saya pernah ditanya apakah harus membayar pajak kepada pemerintah. Pernah saya dituduh makan dengan orang berdosa, dijebak dalam kasus si cantik Maria Magdalena. Waktu itu prinsip saya adalah hidup dalam kebenaran. Satu-satunya kebenaran adalah hidup dalam kehendak Tuhan. Awal hukuman saya terima ketika saya dikhianati oleh orang dekat saya sendiri. Saya disiksa dan dihadapkan kepada mereka yang berkuasa. Para penguasa sebenarnya tahu bahwa saya tidak bersalah, tapi tidak tahu bagaimana mereka tetap mengvonis mati terhadap saya. Saya pada waktu itu tidak ada pembela atau pengacara. Sebenarnya ada dari kalangan kami ada yang mau jadi pembela. Namanya Simon Petrus,..... tapi..... eh, malah ia menyangkal aku sampai tiga kali. Sampai sekarang saya masih heran kenapa semua orang membenci saya. Ketika di hadapan pengadilan saya bicarakan soal kebenaran, eh... malah saya yang ditanya oleh pak hakim mengenai apa itu “kebenaran”. Saya ingat, waktu itu saya hanya diam tidak menjawab.
Charles: Mengapa Pak tidak menjawab?
Yesus: Begini, bukannya saya tidak tahu. Tapi..... tapi.... ah sialan....
Carles terlarut dalam kesedihan. Yesus menghilang dan ketika itu juga mata Charles terbuka dan ia mulai mengenal bahwa tadi sebenarnya ia sedang berbicara dengan Tuhan Yesus.
Di Surga terjadi percakapan antara Pak Tibo dengan beberapa wartawan Surga. Di antaranya tampak UDIN mantan wartawan BERNAS di dunia asal Jogja. Udin bertanya kepada Pak Tibo.
Udin: Emangnya kamu salah apa sih sehingga dihukum mati?
Tibo: saya dituduh membunuh orang pak. Terus terang, tangan saya bersih. Saya tidak membunuh. Tapi, hukum di Indonesia sudah keterlaluan. Dengan tuduhan palsu dan pengadilan sesat saya dieksekusi.
Udin:
Yesus kembali ke Surga dan di pintu Surga Yesus bertemu Pak Fabianus Tibo yang sedang bercakap-cakap dengan seorang malaekat asisten St. Petrus dan beberapa orang lain. Yesus tiba di pintu Surga dan sebagai orang baru di Surga Pak Tibo mau menyapa Yesus.
Tibo : Tuhan, selamat malam.
Yesus: Selamat malam.
Tibo : Dari mana tadi.
Yesus: Baru pulang dari dunia. Eh, Pak Tibo, selamat datang di Surga. Jangan marah, Saya tidak lihat. Di mana teman-teman yang lain?
Tibo: Mereka ada rileks dengan keluarga dan kenalan baru.
Yesus: Bagaimana pengalaman di dunia?
Saat Yesus bertanya demikian Pak Tibo pun menangis karena ia ingat semua mereka yang masih hidup dan terlibat dalam kasus yang berhubungan dengan dirinya dan kedua kawannya. Di depan Tuhan Yesus, Tibo ucapkan kata-kata ini.
Tibo: Tuhan, ampunilah mereka sebab mereka tidak tahu bahwa mereka keliru. Tuhan berkatilah mereka yang memperjuangkan keadilan dan kebenaran di bumi.
Pada saat itu juga “teman-teman baru” Tibo di Surga serempak menjawab: AMIN...AMIN...AMIN Hosana.... terpujilah nama Tuhan yang Adil yang meraja Surga dan dunia. AMIN... Amin.
***
Wednesday, 2. January 2008, 14:04:04
TENTANG DUSTA:
DIALOG JAKSA DAN SAKSI
Mat 28:11-15
Oleh : Bosko Boleng
Kls 2 IPS Seminari San Dominggo Hokeng
Ketika kerusuhan Poso III terjadi, datanglah beberapa orang dari kalangan masyarakat (sebagai saksi) memberitahukan segala yang terjadi itu kepada para penyidik. Dan sesudah berunding dengan para penegak hukum lainnya, mereka mengambil keputusan lalu memberikan sejumlah besar untuk saksi-saksi dan berkata:
Jaksa : "Kamu harus mengatakan, bahwa orang-orang tidak beroleh kesulitan apa-apa."
Saksi: yah, kalau begitu baik sudah.
Jaksa: Ini amplopnya.
Saksi I dan II: ma kasih pak....ma kasih banyak.
Mereka menerima uang itu dan berbuat seperti yang dipesankan kepada mereka. Dan ceritera ini tersiar di antara para penegak hukum dan mata publik bahwa Tibo, cs - lah yang menjadi dalang kerusuhan di Poso sampai mereka akhirnya dieksekusi mati.
***
Setelah menonton warta berita pkl. 20:00 di kamar rekreasi Seminari terjadi dialog berikut ini.
Bosko: Ada yang tidak beres, masa petani miskin bisa jadi aktor intelektual kasus Poso yang sarat kepentingan?
Fan Watu: Itu ka no, saya juga pikir seperti itu. Pasti ada yang tidak sederhana itu yang membunuh dan membuat rusuh di kota kita. Katakan saja bahwa mereka datang dari Beteleme dan membakar perkampungan muslim itu.
Saksi I: Tapi, pak Jaksa bagaimana seandainya hakim tidak percaya dengan pernyataan saya?
Jaksa: Ah, jangan cemas. Skenario sudah dirancang. Kau katakan begitu supaya kita lindungi aktor intelektualnya. Nanti....
Saksi I: Saya takut nanti....
Jaksa: Dan apabila hal ini kedengaran oleh orang lain, kami akan meyakinkan sebanyak mungkin orang, sehingga kamu beres. Mau protes, di kota ini tentara tambah banyak. Mau pasrah, ah.... sampai kapan?
Bosko: bigini saja no, dari pada-dari pada dengar puisi saya ini untuk saudara kita Tibo, da Silva dan Riwu..
DUSTA “MEREKA”
Dusta terlekat erat di hati
mulut membelit kebenaran
perbuatan menyatakan kedustaan
......”Mereka”..........
“Kau” ....
Hanya diam terpaku
hadapi kenyataan
meratapi dusta ....
”Mereka”......
Di kala “Kau”.....
tergeletak kaku tak berjiwa
dalam derap sepatu regu tembak
“Mereka” legah
Di kala “Kau”...... menuntut
“Mereka” bersembunyi di balik dusta
fitnah
“Mereka”
***
Tuesday, 1. January 2008, 06:43:38
New year
AFRIKAANS gelukkige nuwejaar
ALBANIAN Gëzuar vitin e ri
ALSATIAN e glëckliches nëies / güets nëies johr
ARABIC aam saiid / sana saiida
ARMENIAN shnorhavor nor tari
AZERI yeni iliniz mubarek
BAMBARA bonne année
BASQUE urte berri on
BELARUSIAN З новым годам (Z novym hodam)
BENGALI subho nababarsho
BERBER asgwas amegas
BETI mbembe mbu
BOBO bonne année
BOSNIAN sretna nova godina
BRETON bloavezh mat / bloavez mad
BULGARIAN честита нова година (chestita nova godina)
BURMESE hnit thit ku mingalar pa
CANTONESE kung hé fat tsoi
CATALAN bon any nou
CHINESE xin nian kuai le / xin nian hao
CORSICAN pace e salute
CROATIAN sretna nova godina
CZECH šťastný nový rok
DANISH godt nytår
DUTCH gelukkig Nieuwjaar
ESPERANTO felicxan novan jaron
feliæan novan jaron (Times SudEuro font)
ESTONIAN head uut aastat
FAROESE gott nýggjár
FINNISH onnellista uutta vuotta
FLEMISH gelukkig Nieuwjaar
FRENCH bonne année
FRISIAN lokkich neijier
FRIULAN bon an
GALICIAN feliz aninovo
GEORGIAN გილოცავთ ახალ წელს (gilocavt akhal tsels)
GERMAN ein gutes neues Jahr / prost Neujahr
GREEK kali chronia / kali xronia
eutichismenos o kainourgios chronos (we wish you a happy new year)
GUJARATI sal mubarak
GUARANÍ rogüerohory año nuévo-re
HAITIAN CREOLE bònn ané
HAWAIIAN hauoli makahiki hou
HEBREW shana tova
HINDI nav varsh ki subhkamna
HMONG nyob zoo xyoo tshiab
HUNGARIAN boldog új évet
ICELANDIC farsælt komandi ár
INDONESIAN selamat tahun baru
IRISH GAELIC ath bhliain faoi mhaise
ITALIAN felice anno nuovo, buon anno
JAVANESE sugeng warsa enggal
JAPANESE akemashite omedetô
KABYLIAN asseguèsse-ameguèsse
KANNADA hosa varshada shubhaashayagalu
KAZAKH zhana zhiliniz kutti bolsin
KHMER sur sdei chhnam thmei
KIRUNDI umwaka mwiza
KOREAN seh heh bok mani bat uh seyo
KURDE sala we ya nû pîroz be
LAO sabai di pi mai
LATIN felix sit annus novus
LATVIAN laimīgu Jauno gadu
LIGURIAN feliçe annu nœvu / feliçe anno nêuvo
LINGALA bonana / mbula ya sika elamu na tonbeli yo
LITHUANIAN laimingų Naujųjų Metų
LOW SAXON gelükkig nyjaar
LUXEMBOURGEOIS e gudd neit Joër
MACEDONIAN srekna nova godina
MALAGASY arahaba tratry ny taona
MALAY selamat tahun baru
MALTESE is-sena t-tajba
MAORI kia hari te tau hou
MARATHI navin varshaachya hardik shubbheccha
MONGOLIAN shine jiliin bayariin mend hurgeye (Шинэ жилийн баярын мэнд хvргэе)
MORÉ wênd na kô-d yuum-songo
NORWEGIAN godt nyttår
OCCITAN bon annada
PERSIAN sâle no mobârak
POLISH szczęśliwego nowego roku
PORTUGUESE feliz ano novo
ROMANCHE bun di bun onn
ROMANI bangi vasilica baxt
ROMANIAN un an nou fericit / la mulţi ani
RUSSIAN С Новым Годом (S novim godom)
SAMOAN ia manuia le tausaga fou
SANGO nzoni fini ngou
SARDINIAN bonu annu nou
SCOTTISH GAELIC bliadhna mhath ur
SERBIAN srećna nova godina
SHIMAORE mwaha mwema
SHONA goredzwa rakanaka
SINDHI nain saal joon wadhayoon
SINHALA suba aluth avuruddak vewa
SLOVAK stastlivy novy rok
SLOVENIAN srečno novo leto
SOBOTA dobir leto
SPANISH feliz año nuevo
SRANAN wan bun nyun yari
SWAHILI mwaka mzuri / heri ya mwaka mpya
SWEDISH gott nytt år
SWISS-GERMAN es guets Nöis
TAGALOG manigong bagong taon
TAHITIAN ia orana i te matahiti api
TAMIL iniya puthandu nalVazhthukkal
TATAR yaña yıl belän
TELUGU nuthana samvathsara subhakankshalu
THAI สวัสดีปีใหม่ (sawatdii pimaï)
TIBETAN tashi délek
TURKISH yeni yiliniz kutlu olsun
UDMURT Vyľ Aren
UKRAINIAN Z novym rokom
URDU naya saal mubarik
UZBEK yangi yilingiz qutlug' bo'lsin
VIETNAMESE Chúc Mừng Nǎm Mới / Cung Chúc Tân Niên / Cung Chúc Tân Xuân
WALOON ("betchfessîs" spelling) bone annéye / bone annéye èt bone santéye
WELSH blwyddyn newydd dda
WEST INDIAN CREOLE bon lanné
WOLOF dewenati
YIDDISH a gut yohr
Wednesday, 26. December 2007, 10:46:15
Pusat Pelayanan Kerasulan Kitab Suci St. Paulus Ledalero
Seminari Tinggi St. Paulus Ledalero – Maumere Flores
------------------------------------------------------------------------------
IBADAT SANTAPAN SABDA EKARISTI KERINDUAN
HARI RAYA NATAL (PAGI) TAHUN A
I. RITUS PEMBUKA
(Sebelum Ibadat dimulai, sebagai persiapan untuk masuk ke dalam suasana Ibadat, maka salah seorang dari umat yang hadir mengajak semua yang hadir untuk berdoa), Misalnya, PII: Saudara-saudari yang terkasih dalam Tuhan, marilah kita mempersiapkan diri kita kepada Tuhan dengan berdoa, Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus.......dan Doa Anjelus. (Sesudah itu pemimpin Ibadat (PI) memasuki tempat ibadat dan memimpin ibadat).
01. (PI). Ajakan Pembuka
Ibu, bapa, saudara-saudari yang terkasih dalam Tuhan, kita semua berkumpul di tempat ini pada kesempatan ini untuk merayakan hari raya kelahiran Tuhan kita Yesus Kristus. Marilah kita mengangkat hati dan budi kita kepada Tuhan dengan menyanyikan lagu pembukaan.
02. Lagu Pembukaan (PIII mengangkat sebuah lagu natal yang sesuai)
03. Tanda Salib:
PI. Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus
U. Amin
04. Salam Pembuka
PI. Semoga Allah yang melimpahkan cinta, damai dari Tuhan kita Yesus Kristus dan Roh Kudus Sang penuntun, beserta kita
U: Sekarang dan selama-lamanya
05. Kata Pembukaan
PI. Saudara-saudari terkasih dalam Kristus,
Dalam nuansa sukacita natal, kita semua berkumpul lagi di tempat ini, untuk merayakan Hari Raya Natal. Dalam lagu pembukaan kita sudah sama-sama berpekik sorak kepada Dia, Sang Sabda Ilahi yang datang dan berdiam di antara kita. Dalam iman, harap dan kasih, kita menyadari akan kemahakuasaan dan kebaikan Allah. Kita boleh mengalami kedamaian, ketenangan dan keselamatan dalam Dia. Lebih khusus lagi pada hari ini, kita boleh mengambil bagian dan mengalami sukacita dan damai natal itu dalam diri Yesus Sang Sabda Bapa, yang lahir di kandang hina Betlehem. Dalam suasana sukacita itu, kita diajak untuk merenungkan betapa rahasia kasih Allah menjadi daya yang menghidupkan dan membaharui hidup kita. Ini menunjukkan cintaNya yang besar kepada kita. Meskipun demikian, kita sering mengabaikan bahkan menolak cinta Sang Sabda itu, lewat prihidup dan tutur kata kita, yang mengabaikan cinta dan damaiNya. Oleh sebab itu, maka baiklah di awal ibadat ini, kita datang kepada Tuhan sang maharahim dan dengan rendah hati mengakui kelemahan dan dosa-dosa kita di hadapanNya, sembari memohon rahmat pengampunanNya, agar kita pantas mengambil bagian dalam perayaan natal ini.
06. Tuhan Kasihanilah
PI. Tuhan Yesus Kristus, Engkaulah Sang Sabda Bapa yang datang membawa kabar gembira keselamatan kepada umat manusia dan berdiam di tengah-tengah kami, Tuhan Kasihanilah kami.
U. Tuhan Kasihanilah kami
PI. Engkaulah terang kasih sejati yang menerangi kami di dalam kegelapan dosa-dosa kami, Kristus Kasihanilah kami
U. Kristus Kasihanilah kami
PI. Engkaulah Cahaya kemuliaan Allah, yang menjadi penuntun kami dan mengangkat kami dalam kemuliaan anak-anak Allah, Tuhan kasihanilah kami
U. Tuhan Kasihanilah kami.
PI. Semoga Allah Bapa yang maharahim, mengasihani kita, mengampuni dan membebaskan kita dari kegelapan dosa dan menghantar kita kepada damai dan kehidupan kekal,
U. Amin.
07. Kemulian.
PI. Saudara-saudari, Allah kita itu agung dan mulia, maka karena keagungan dan kemuliaanNya itu, sekarang marilah kita mengangkat madah pujian kepadaNya dengan memadahkan lagu kemuliaan. Geloria in excelcis Deo.....
(PIII Mengangkat lagu kemuliaan dan dinyayikan oleh kor atau bersama umat yang hadir)
08. Doa pembukaan
PI. Marilah berdoa:
Allah Bapa, sumber kehidupan kami, Engkau menyatakan keselamatan kepada kami, dalam diri Yesus PuteraMu. Dialah Sabda KasihMu yang menjelma. Dalam Dia Engkau membuat hidup kami berarti. Dengan kelahiranNya kami bersukacita dan menjadi sadar bahwa Engkau bukanlah Allah yang jauh dari kami, tetapi Allah yang mau terlibat dalam perjuangan hidup kami. Karena kebaikanMu, kini kami diliputi sukacita natal. Semoga pengalaman sukacita oleh karena kelahiran PuteraMu ini, kami Kau sanggupkan untuk selalu menerima Dia dalam hidup kami dan menjadi saksi SabdaMu yang hidup dalam hidup dan karya kami setiap hari. Sebab Dialah Tuhan dan Pengantara kami, yang hidup dan mencinta bersamaMu dalam persekutuan Roh Kudus, sepanjang segala masa.
U. Amin.
II. MENIMBA SANTAPAN SABDA DARI MEJA SABDA ALLAH
01. PI. Marilah sekarang kita menyiapkan hati kita untuk mendengarkan bacaan-bacaan Kitab Suci berikut ini dengan penuh iman dan hikmat. (PIV,V & PVI, maju bersama-sama ke mimbar sabda, lalu membawakan bacaan-bacaan)
PIV. Bacaan Pertama Yes 52: 7-10
PV. Mazmur Antar Bacaan: Maz 97 (98): 1.2-3ab,3cd-4m5-6.
Refrein: Segala ujung bumi,menyaksikan penyelamatan oleh Allah kita.
Nyanyikanlah lagu baru bagi Tuhan,
Sebab Ia telah melakukan karya agung.
TanganNya mengerjakan penyelamatan,
dan lenganNya merebut kemenangan.
Tuhan telah menaklumkan penyelamatanNya,
dan menyatakan keadilanNya di hadapan para bangsa.
Tuhan mengingat kasih dan kesetiaanNya
terhadap umat Israel.
Segala ujung bumi telah menyaksikan
penyelamatan oleh Allah kita.
Bersoraklah bagi Tuhan hai seluruh bumi,
bersorak gembira dan bernyanyilah.
Bernyanyilah bagi Tuhan dengan memetik kecapi,
dengan kecapi dan lagu merdu;
dengan meniup nafiri dan sangkakala,
dersoraklah di hadapan Tuhan, RajaMu.
PVI. Bacaan Kedua: Ibr 1:1-6
Pengantar Injil: (Kalau Seruan Alleluia mau dibawakan, maka secara liturgis seruan itu harus dinyayikan, kalau tidak seruan alleluia jangan dibawakan)
PV/PI. Alleluia, Alleluia
U. Alleluia, Alleluia
PV/PI. Fajar Suci menyinari kita.
Hai para bangsa, datanglah menyembah Tuhan,
sebab hari ini, cahaya agung turun ke dunia
U. Alleluia, Alleluia
PI. Bacaan Injil:
PI. Tuhan bersamamu,… U. Dan bersama rohmu
PI. Inilah Injil Yesus Kristus menurut Santo Yohanes (Yoh 1:1-18)
U. Dimuliakanlah Tuhan
PI. (Setelah pemakluman Injil, pemimpin langsung menutup dengan aklamasi sesudah Injil). Demikianlah Injil Tuhan… U. Terpujilah Kristus.
02. Kotbah (PI)
Saudara, saudari yang terkasih dalam Tuhan,
Karya keselamatan Allah diperuntukkan bagi semua manusia. Allah sendiri terus menerus menawarkan dan mengundang setiap orang kepada keselamatan itu. Cara manusia menanggapi undangan Allah itu berbeda-beda. Ada yang memenuhinya, tetapi ada juga yang menolak tawaran keselamatan itu. Pemenuhan dan penolakan terhadap undangan Allah dapat kita hubungkan dengan sejarah kesetiaan dan ketidaksetiaan umat pilihan Allah yang diceritakan dalam Kitab Suci. Dalam sejarah bangsa Israel misalnya, sering dilukiskan mengenai kesetiaan dan ketidaksetiaan mereka terhadap Yahwe. Pada masa-masa pengembaraan dan pembuangan, mereka menunjukkan ketidaksetiaan dalam sikap penyembahan terhadap Baal atau penyembahan berhala. Tetapi ternyata pengalihan konsentrasi dari Yahwe kepada berhala tidak menjamin ketenangan batin mereka. Mereka hidup di bawah tekanan psikologis dan fisik. Mereka menderita dan mengalami kehancuran hidup. Karena itu mereka merindukan pembebasan dan bisa kembali ke negeri asal mereka. Dalam situasi seperti itu, Allah yang setia kepada umatNya menuntun mereka kepada pembebasan. Karya pembebasan ini, sepantasnya ditanggapi dengan rasa syukur dan pujian atas keagungan Allah. Warta nabi Yesaya dalam bacaan pertama tadi, mengungkapkan sebuah himne, madah yang berisikan ucapan syukur. Syukur atas karya agung Allah yang membebaskan mereka dari pembuangan Babilon dan syukur pula karena dengan pembebasan itu, harapan akan tatanan hidup baru dibangkitkan. Yesaya mengajak umat Israel agar menyadari dan melihat karya pembebasan Allah. Allah sebagai Raja yang agung justru memiliki otoritas atau wibawa untuk membawa mereka kepada suasana syalom dan keselamatan itu sendiri, dan bukannya hidup dalam ketertindasan para raja duniawi. Kewibawaan dan kebijaksanaan Allah ini sungguh nyata dalam diri mereka. Sebab itu, nabi Yesaya meminta mereka untuk memuji Allah atas karya agung penyelamatanNya.
Dengan karya penyelamatan itu, mereka dapat masuk ke dalam kehidupan baru dan percaya bahwa Tuhanlah raja dan penyelamat mereka. Mereka menyaksikan Tuhan yang datang ke sion, yaitu Dia yang membebaskan bangsa Israel. Yahwe memberikan penghiburan dan keselamatan bagi mereka yang hancur karena dosa, kekuatan bagi mereka yang lemah dan harapan bagi mereka yang ketiadaan harapan. Ia datang menyelamatkan Yerusalem yang telah hancur. Dalam nada afirmatif Yesaya menyampaikan bahwa segala ujung bumi meyaksikan penyelamatan yang dikerjakan Allah kepada umatNya.
Pemazmur menanggapi karya agung keselamatan Tuhan dengan menyanyikan lagu baru bagiNya, karena lenganNya yang kuasa melakukan penyelamatan itu. Ia memaklumkan keselamatan itu, menyatakan keadilan di hadapan segala bangsa dan tetap mengingat kasih dan kesetiaanNya kepada Israel. Oleh karya keselamatan itu, maka pemazmur mengajak semua orang untuk bersorak dan bergembira, bernyayi di hadapan Tuhan. Di sini pemazmur meletakkan sikap dasar yang tepat dan konkret dalam menanggapi karya Allah. Ia memberikan contoh kepada seluruh umat manusia mengenai tanggapan terhadap karya Allah, yakni bersyukur dan memuji.
Saudara-saudari......
Allah yang melakukan karya keselamatan itu, bukanlah Allah yang hanya berdiam di singga sana kekuasaanNya. Bukan pula Allah yang tidak mau peduli atas nasib ciptaanNya. Akan tetapi Dialah Allah yang hadir di tengah-tengah manusia dan bahkan mengambil rupa manusia. Bait pengantar Injil melukiskannya sebagai Fajar Suci yang menerangi kita dan karena itu semua orang diajak untuk menyembah Dia. Selanjutnya, Injil menampilkan secara jelas bagaimana Sang Sabda Allah beringkarnasi, menjelmakan diriNya menjadi manusia dalam diri Yesus. Pada mulanya adalah Sabda, Sabda itu bersama-sama dengan Allah dan sabda itu adalah Allah. Penginjil hendak menampilkan sabda itu dalam kekekalannya. Dalam Sabda itu Allah mengungkapkan diri sepenuhnya. Sabda Allah sebagai awal dan pencipta segala sesuatu dan memberikan cahaya dan hidup kepada manusia. Sabda yang mencipta dan menebus itu menjadi nyata dalam diri Yesus PuteraNya, yang lahir di Nasaret. Dalam dan oleh Dia segala sesuatu menjadi mungkin. Sebab dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia. Terang di sini memiliki arti dan peran penting untuk menerangi kehidupan manusia, menerangi kegelapan dosa. Terang itu adalah Putera Bapa dan kegelapan tidak menguasaiNya. Di hadapan terang yang menghalau kegelapan dosa, Yohanes memiliki peran untuk bersaksi tentang terang itu. Tujuan utamanya adalah agar semua orang percaya dan selalu membuka diri kepada terang itu. Maka sebagai saksi Yohanes menunjukkan kepada semua orang bahwa Yesus Kristuslah terang sejati. Karena itu ia mesti menghantar semua orang agar melihat dan menerima Yesus sendiri sebagai terang kehidupan. Di sini, Yohanes hanyalah saksi dan bukan terang itu. Terang yang sesungguhnya sedang datang ke dalam dunia. Ia sudah ada di dalam dunia dan dunia dijadikan oleh Dia, tapi dunia tidak mengenalnya. Ia datang kepada milik kepunyaanNya tetapi milik kepunyaanNya itu tidak menerima Dia. Meskipun ada kesaksian mengenai Dia, tetapi dunia tidak mengenalNya bahkan menolakNya. Itu berarti bahwa tidak ada keterbukaan terhadap kehadiranNya. Tetapi penginjil menegaskan bahwa mereka yang menerimaNya dan percaya diberiNya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah. Mereka diberi kekuatan untuk hidup sesuai sabda Tuhan. Sabda itu menjadi manusia dan berdiam di antara kita dan kita telah melihat kemuliaan yang diberikan kepadaNya sebagai Putera tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran. Kasih karunia itu dinyatakan oleh Yesus Kristus. Di sini nampak bahwa disposisi Allah atau keputusanNya terhadap manusia bersifat tetap dan sempurna. Ia tetap bersedia untuk mengutus PuteraNya, tanpa mempedulikan pelbagai sikap penolakan dari pihak manusia.
Sabda yang menjelma menampakkan kemuliaan Bapa dan dari kepenuhanNya kita boleh menerima kasih karunia. Melalui Yesus, Allah ingin menciptakan manusia secara baru. Dia mau menebus dan menyelamatkannya. Dalam Dia, Allah menyapa dan berbicara kepada manusia. Surat kepada orang Ibrani mengungkapkan hal ini secara tegas. Memang pada awalnya, surat itu menjelaskan bahwa dalam Perjanjian Lama, Allah kerap berbicara kepada manusia dengan perantaraan para nabi. Tetapi selanjutnya ditegaskan bahwa kini Allah berkarya dalam diri PuteraNya terkasih. Dan justru dalam diri PuteraNya itu, Allah menyatakan kepenuhan karya penyelamatanNya. Yesus adalah cahaya keselamatan Allah. Ini adalah kabar gembira. Ia adalah kemuliaan dan gambar Allah sendiri, yang menopang yang ada dengan firmanNya. Ketika Ia mengutus PuteraNya ke tengah dunia, Ia berkata “semua malaikat Allah harus menyembah Dia”. Dengan ini, Yesus menjadi pusat perhatian dan keselamatan manusia. Ia dimuliakan oleh Bapa dan semua malaikat Allah dan segenap ciptaanNya menyembah Dia.
Saudara-saudari…..
Penjelmaan Sang Sabda menjadi manusia mengungkapkan kemurahan kasih Allah. Ia pemenuh segala harapan dari mereka yang menantikan kedatanganNya. Dialah Emanuel, Allah yang menyertai dan membimbing ziarah bangsa manusia. Dalam Dia ada sukacita, damai dan kesejahteraan. KehadiranNya di tengah-tengah kita bukan hanya sebagai kabar gembira, melainkan juga keselamatan itu sendiri. Penginjil Yohanes menggaribawahi bahwa Dia adalah terang sejati yang menghalau kegelapan dosa dan menyelamatkan manusia dari kegelapan itu. Dengan demikian hakekat Allah adalah penyelamat. Penyelamatan itu terjadi dalam dan melalui Yesus Kristus. Jika demikian, bagaimana tanggapan kita terhadapNya? Kalau kita sungguh sadar bahwa karya penyelamatan Allah tengah terjadi dalam diri kita, maka adalah tepat apabila kita bersama sekalian bangsa mengarahkan diri kita kepada Dia. Kita mesti membiarkan diri dihidupi oleh Kristus sendiri sembari mengorientasikan hidup kita kepadaNya. Peristiwa natal adalah saat berahmat di mana Allah bersedia datang dan tinggal di tengah-tengah kita. Dengan demikian kita diberi semangat baru untuk hidup dalan dan bersama dengan Dia. Kehidupan baru yang tidak lagi bertekuk pada kegelapan dosa, tetapi kepada terang yang menyelamatkan. Hanya dengan demikian kita dapat mengalami ketenangan, kedamaian dan keselamatan. Allah sendirilah yang mau membimbing kita kepada terang itu. Pada gilirannya kita diharapkan menjadi manusia terang. Dengan merayakan natal berarti kita mengakui dan menerima Allah yang beringkarnasi. Mengakui dan menerima Allah yang demikian berarti bersedia untuk hidup dalam kesatuan dengan PuteraNya, memulai kehidupan yang sesuai dengan maksud dan rencana Allah. Atau dengan kata lain, merayakan pesta natal berarti harus bersedia diciptakan atau dibentuk menjadi ciptaan baru, sesuai dengan Sabda Tuhan sendiri. Sebab natal adalah pengungkapan diri Allah dan pengakuan manusia atas penjelmaanNya. Namun pengakuan saja tidak cukup. Pengakuan mesti menjadi nyata dalam tindakan kita untuk hidup sesuai dengan maksud Allah, yakni mendamaikan diri kita dengan Allah dan juga dengan sesama serta segala ciptaan. Kita perlu membawa pesan natal itu, dengan hidup bersaudara dengan sesama, menjauhi perselisihan dan permusuhan, menjauhi segala bentuk kemalasan serta pelbagai penyembahan yang tidak benar; seperti penyembahan terhadap kekuasaan, kenikmatan dan kekayaan. Sebab semuanya ini dapat mencelakakan hidup kita dan menghantar kita kepada kegelapan, menjauhkan kita dari sesama, dari Tuhan dan bahkan secara tamak merusakan alam. Saudara-saudariku terkasih, marilah dalam terang pesta natal dan pesan bacaan-bacaan hari ini, kita bersama pemazmur memuji dan memuliakan Tuhan dengan seluruh diri kita. Kita membiarkan Sabda yang menjelma menjadi manusia itu berdiam dan menjadi cahaya dalam hidup dan karya kita. Seperti nabi Yesaya serta Yohanes Pembabtis, kita pun berani bersaksi tentang karya penebusan Allah sambil membawa semua orang yang kita jumpai kepada Yesus. Kita bersyukur dan memuji Dia dalan sikap hidup kita yang berkenan kepadaNya. Semoga!
03. Aku Percaya
PI. Saudara-saudari, setelah kita mendengarkan dan merenungkan Sabda Tuhan, yang menjadi penuntun dan terang kehidupan kita, maka marilah kita mengungkapkan iman kita kepada Allah Tritunggal mahakudus dengan sama-sama mendoakan (menyayikan): Aku Percaya….
04. Doa Umat.
PI. Saudara-saudari, Allah Bapa kita adalah Allah yang senantiasa membuka diri kepada kita manusia. Ia telah memenuhi janjiNya dengan mengutus Putera TunggalNya untuk tinggal di tengah kita. Percaya akan kemurahan kasihNya, marilah kita memanjatkan doa-doa pemohonan kita kepadaNya:
PVII. Bagi Gereja kita.
Ya Bapa, semoga berkat kelahiran Yesus, Gereja terus didorong untuk membaharui diri dan semakin berani bersaksi tentang terang hidup sejati, yakni Yesus PuteraMu itu yang datang menyelamatkan manusia dari kegelapan dosa. Marilah kita mohon……
PVII. Bagi perdamaian di antara umat manusia
Ya Bapa, semoga kabar gembira kelahiran Kristus, memberi inspirasi dan semangat kepada seluruh umat dan bangsa manusia, agar mereka selalu berupaya menciptakan perdamaian, saling menghargai dan menghormati satu sama lain. Marilah kita mohon........
PVII. Bagi Para Penderita
Ya Bapa, Engkaulah sumber kekuatan dan harapan hidup setiap orang yang percaya kepadaMu. Semoga berkat kelahiran PuteraMu di gua Betlehem, membawa penghiburan dan kekuatan bagi mereka yang menderita dan tak berdaya, agar mereka sadar bahwa Engkau tetap membimbing langkah hidup mereka. Marilah kita mohon.......
PVII. Bagi mereka yang tidak sempat hadir dalam perayaan ini
Ya Bapa, tuntunlah saudara-saudari kami yang tidak sempat mengambil bagian dalam perayaan ini. Semoga Engkau membangkitkan kerinduan dalam hati mereka, agar mereka selalu tergerak untuk datang kepada Yesus, sang terang kehidupan. Marilah kita mohon.....
PVII. Bagi Kita semua
Allah Bapa yang penuh kasih, pandanglah kami semua yang hadir dalam perayaan ini. Semoga pengalaman sukacita yang kami alami dalam perayaan ini, membuat kami semakin bersemangat untuk mewujudkan hidup kami sebagai putera-puteri terkasih. Jadikanlah kami insan-insan yang selalu bermadah memuliakan namaMu dan tetap menjadi sahabat bagi mereka yang menderita dan papa. Marilah kita mohon......
PI. Ya Bapa yang mahamurah, Engkau mengenal segala kebutuhan kami lebih dari apa yang kami kenal. Namun, itulah permohonan yang sempat kami panjatkan ke hadiratMu. Kami percaya bahwa dalam kemuliaan dan kebaikan hatiMu, Engkau berkenan mengabulkan segala permohonan kami ini, dengan pengantaraan Kristus Tuhan kami.
U. Amin.
III. PERSEMBAHAN DAN UPACARA DOA
01. Persiapan persembahan dan kolekte
PI. Saudara-saudari, Allah mempersembahkan Cinta yang total kepada manusia dalam diri Yeusus yang sudah lahir di Betlehem. Sebagai orang yang telah dirahmati kebaikkan Allah, marilah kita belajar pada umat Israel yang mempersembahkan hasil panenan mereka kepada Tuhan, dan belajar juga pada Bunda kita Maria, sang secara tulus dan sempurna mempersembahkan dirinya sesuai dengan kehendak Tuhan. Maka, dalam semangat yang sama, kita pun beleh mempersembahkan buah karya kita, hasil panenan kita bersama seluruh diri kita kepadaNya. Semoga persembahan ini, sungguh mengungkapkan syukur kita yang berkenan kepadaNya. Para petugas dapat membawakan bahan-bahan persembahan.
02. (Perarakan persembahan dan diiringi dengan lagu persembahan yang dipimpin oleh PIII)
03. Doa Syukur
PI. Tuhan bersamamu
U. Dab bersama rohmu
PI. Marilah kita mengarahkan hati kepada Tuhan
U. Sudah kami arahkan
PI. Marilah beryukur kepada Tuhan Allah kita
U. Sudah layak dan sepantasnya
PI. Ya Allah yang mahamulia, Bapa yang penuh cinta, kami bersyukur kepadaMu, sebab pada hari ini, Engkau menggembirakan kami dengan kehadiran PuteraMu terkasih di tengah-tengah kami. Dalam Dia kami boleh bersukacita dan memperoleh semangat baru. Engkau menunjukkan kesederhanaan kelahiran puteraMu, dengan kesederhanaan kandang. Itulah lambang kesahajaanMu bagi kami. Maka kami berseru…….
U. Terpujilah Engkau di surga
PI. Ya Bapa, Engkaulah Allah yang menuntun Israel ke luar dari perbudakan dan menuntun mereka kepada kemerdekaan dan keselamatan. Dalam keadaan perbudakan oleh dosa kami, Engkau menunjukan cahaya sejati kepada kami, yang membawa kami keluar dari kegelapan dosa kami. Semoga kami, yang oleh kemurahanMu senantiasa terbuka kepada bimbinganMu itu. Maka Kami berseru…..
U. Terpujilah Engkau di surga
PI. Ya Bapa, yang bijaksana, Engkau mendekatkan kami dengan Dikau melalui PuteraMu. Melaluinya kami boleh merasakan kehangatan cintakasihMu teramat besar kepada kami. Engkau telah menjadikan kami anak-anakMu dan mengundang kami untuk bisa memasuki hidup kekal, dalam dan melalui PuteraMu itu. Maka kami berseru….
U. Terpujilah Engkau di surga
PI. Dari sebab itu ya Bapa, bersama para malaikat, seraphim dan semua orang kudus dalam KerajaanMu, kami bermadah memuliakan dikau dengan bernyanyi:
04. Lagu Kudus (Umat menyayikan lagu kudus)
05. Doa Kenangan akan Kristus
PI. Ya Bapa yang mahakuasa dan kekal, Engkau menyingkapkan kemuliaan surga kepada kami, dalam diri Yesus PuteraMu. Pristiwa ini sangat menggembirakan kami. Yesus PuteraMu yang telah lahir di Betlehem itu, kini tinggal beserta kami. Betapa agunglah cintaNya kepada kami. Meski kami berdosa, namun Ia tetap menjadi sahabat kami. Ia telah menguatkan kami dalam kelemahan kami dan meneguhkan dan menopang kami dalam keputusasaan dan kelemahan kami. Dalam kebimbangan, Ia membawa kepastian bagi kami. Sebagai bukti cintaNya yang sempurna, Ia rela menderita dan wafat di kayu salib demi keselamatan kami. Kami selalu mengenangkan pengorbanan kasihNya yang terlampau mulia itu hingga saat kedatanganNya kembali.
U. Wafat Kristus kita maklumkan, kebangkitanNya kita muliakan, kedatanganNya kita rindukan. Amin.
06. Doa Kesatuan Dengan Kristus
PI. Ya Allah, Engkau telah menyinari dunia dengan terang SabdaMu sendiri dalam Yesus Tuhan dan juruselamat kami yang lahir dari Perawan Maria. Sinarilah kami dengan terang Roh KudusMu agar kami mampu melihat kemuliaanMu dan bersatu padu menghayati cintakasih dalam hidup kami. Dan semoga bimbingan Roh Kudus, umatMu yang masih mengembara di dunia ini memperoleh semangat baru bersama hambaMu Bapa Suci...(Paus Benediktus XVI) dan Adminidtrator keuskupan kami...(Mgr. Vinsensius Potokota, Pr)...dan semua pembantunya serta kami semua yang percaya kepadaMu. Kami kenangkan juga saudara-saudari kami, anggota keluarga dan semua orang yang telah meninggal, terimalah mereka ke dalam kemuliaan kerajaanMu. Bersama mereka kami memuji dan meluhurkan namaMu yang kudus.
U. Pujian dan hormat bagiMu selama-lamanya.
07. Doa Bapa Kami
PI. Saudara-saudari terkasih, Tuhan Yesus Kristus Sang Sabda Bapa telah mengajarkan dan memberikan teladan doa kepada kita. Ia menyapa Allah sebagai Bapa. Maka marilah bersama dengan Dia kita pun dengan penuh iman berani berdoa, Bapa Kami......
PI. Ya Bapa, bebaskanlah kami dari segala kejahatan dan mampukanlah kami untuk hidup seturut SabdaMu. Dan semoga cahaya kedamaian sejati memenuhi hati seluruh umat manusia sehingga dunia kami menjadi aman dan sentosa. Semoga oleh kelahiran puteraMu, kami boleh menerima rahmat kelahiran baru dalam roh untuk dapat menata dan membangun hidup kami secara lebih baik. Bukalah hati kami selalu, sementara kami menantikan kedatangan PuteraMu terkasih Tuhan kami Yesus Kristus......
U. Sebab Engkaulah Raja yang mulia dan berkuasa untuk selama-lamanya.
08. Komuni (fakultatif)
Apabila ada komuni, maka pemimpin ibadat mengambil dan mengangkat hosti yang telah dikonsekrasi oleh imam kepada umat, sambil berkata:
PI. Saudara-saudari, lihatlah, inilah Yesus Tuhan kita yang datang dan tinggal di antara kita. Berbahagialah kita semua yang diundang untuk mengambil bagian dalam perayaan cintakasihNya.
U. Ya Tuhan, saya tidak pantas Tuhan datang pada saya, tetapi bersabdalah saja maka saya akan sembuh.
PI. Tubuh Kristus
U. Amin
(sesudah itu, pemimpin ibadat (PI) langsung menerimakan komuni kudus kepada umat)
09. Doa untuk kepentingan khusus (misalnya mendoakan satu pristiwa rosario dengan ujud khusus di bawah ini:)
PII. Saudara-saudari marilah kita bersama-sama mendoakan satu pristiwa rosaria. Bersama Bunda Maria kita berdoa agar kita semua yang telah mengambil bagian dalam perayaan natal ini dan juga mereka yang tidak sempat hadir pada kesempatan ini dianugerahi rahmat keterbukaan dan semangat hidup baru oleh Tuhan, terutama dalam penghayatan hidup kristiani kita dalam keluarga kita masing-masing, dalam tugas dan jabatan yang kita emban. (Bapa Kami...1x dan 10x Salam Maria...Kemuliaan.......)
IV. RITUS PENUTUP
01. Doa Penutup
PI. Marilah kita berdoa:
Ya Bapa di dalam surga, kami bersyukur kepadaMu karena kami telah mengambil bagian dalam perayaan kelahiran puteraMu Yesus Kristus Tuhan kami. Dalam Dia kami boleh bergembira atas rahmatMu yang berlimpah-limpah kepada kami, terutama karya keselamatan kepada kami umatMu yang berdosa ini. Kami bersyukur pula sebab berkat kebaikkanMu kami boleh mengalami sinar kehadiranMu dan kemuliaanMu yang agung, yang dinyatakan dalam diri PuteraMu terkasih. Semoga berkat cintaMu yang teramat luhur itu, kami semakin terdorong untuk mengupayakan cintakasih dan damai dalam kehidupan kami setiap hari. Semoga kami Kausanggupkan menjadi saksi hidup kelahiran Kristus di tengah lingkungan hidup kami setiap hari. Sebab Dialah pengantara kami yang hidup dan bertahta bersama Dikau, dalam persatuan Roh Kudus sepanjang segala abad.
U. Amin
02. Pengumuman-pengumuman oleh petugas (Umat dipersilahkan duduk dan PII menyampaikan pengumuman-pengumuman)
03. Berkat penutup dan pengutusan.
PI. Marilah kita hening sejenak untuk memohon berkat Tuhan bagi hidup dan karya kita sepanjang hari ini dan selanjutnya..(hening sejenak)...Tuhan bersamaMu...
U. Dan bersama rohmu..
PI. Semoga Allah Bapa yang menjelma menjadi manusia dalam diri Yesus Kristus dan yang bersedia datang dan tinggal di antara kita, memberkati dan melindungi serta membimbing perjalanan hidup kita sekalian dan semua orang yang kita doakan: Atas nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus...
U. Amin
PI. Saudara-saudari sekalian, dengan ini ibadat pada Hari Raya Natal sudah selesai.
U. Syukur kepada Allah
PI. Marilah kita pergi untuk hidup dan mengamalkan Sabda Tuhan dalam lingkungan dan tugas kita masing-masing.
U. Amin.
04. Lagu Penutup. (PIII: Marilah kita menyanyikan sebuah lagu penutup).
PII. Terpujilah Tuhan Kita Yesus Kristus....
U. Sampai selama-lamanya Amin
PII. Atas nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus,
U. Amin.
Keterangan: PI : Pemimpin Ibadat
PII : Pemimpin Doa
PIII: Pemimpin Lagu-Kor
PIV: Pembaca/Lektor I
PV : Pembawa Mazmur Tanggapan dan Bait Pengantar Injil
PVI: Pembaca/Lektor II
PVII: Pembaca Pengumuman-penguman
Wednesday, 26. December 2007, 10:42:26
SANTAPAN SABDA DAN EKARISTI KERINDUAN
MALAM NATAL TAHUN A
01.Tanda Salib dan Salam
(P3). Bapak, ibu, saudara-saudari, yang terkasih dalam Yesus Kristus. Pada malam ini kita semua berkumpul di sekitar altar dan kandang natal ini untuk menantikan kelahiran Yesus Kristus, Juru Selamat kita. Kita berkumpul karena mau menjawabi undangan Tuhan sekaligus mengucapkan “selamat datang” kepada Raja Damai kita melalui perayaan sabda ini. Sebagai orang-orang yang mengimani kehadiran-Nya, kita semua diajak untuk membuka hati dan mengarahkan budi bagi kehadiran Kristus dengan penuh cinta dan mengambil bagian secara penuh dan aktif dalam perayaan ini. Marilah kita semua berdiri untuk memulai perayaan sabda ini, dengan terlebih dahulu mengarak patung kanak-kanak Yesus menuju kandang natal. (selama perarakan, koor dapat menyanyikan lagu Malam Kudus dengan suara pelan. Jika tanpa lagu, umat diminta untuk hening. Kalau bisa semua lampu dipadamkan).
(kelima petugas berarak menuju kandang natal. P1 menatang patung kanak-kanak Yesus lalu meletakanya di dalam kandang natal yang terletak di sebelah kanan altar. Setelah meletakkan patung kanak-kanak Yesus, kelima petugas memberi hormat lalu berarak menuju altar, berlutut di depan altar selanjutnya berdiri di belakang altar: P1 di tengah (sebagai pemimpin), P2 dan P4 di kanan, P3 dan P5 di kiri. P2 sebagai pengangkat lagu; P3 sebagai komentator; P4 sebagai pengangkat doa; P5 sebagai pembaca injil ).
02.Ajakan Pembukaan
(P1). Bapak, ibu, saudara-saudari, malam ini kita merayakan peristiwa kelahiran Yesus Kristus. Marlah kita bersatu hati dan dengan penuh kerinduan dan suka cita menyambut kelahiran Yesus Kristus, raja damai kita. (lampu dinyalahkan).
03.Lagu Pembuka
(P2). Marilah kita menyambut kedatangan Penyelamat kita dengan menyanyikan lagu pembukaan. Yubilate no. 208.
04.Tanda Salib dan Salam
(P1) : Dalam Nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus
U: Amin
(P1): Kasih karunia, rahmat dan damai sejahtera dari Allah Bapa dan dari PuteraNya Yesus Kristus dalam persekutuan dengan Roh Kudus beserta kita sekalian.
U: Sekarang dan selama-lamanya.
05.Kata Pengantar
(P1). Bapa, ibu, saudara-saudari, umat beriman yang terkasih dalam Kristus. Dalam lagu pembukaan tadi, dengan hati yang penuh suka cita, kita mengucapkan “Selamat Datang” kepada Yesus. Dialah Putera yang dinubuatkan Yesaya yang namanya disebut orang sebagai Penasehat Ajaib, Allah yang perkasa, Bapa yang kekal dan Raja Damai. Kelahiran Raja Damai ini diwartakan pemazmur. Dialah Kristus Tuhan. Karena itu pemazmur mengajak kita untuk bersukacita, bernyanyi dan mengabarkan hari keselamatan Tuhan ini. Kita bersuka cita dan memuji Allah sebagai mana para malaikat dalam injil nanti, “kemuliaan bagi Allah di tempat yang maha tinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepadaNya”. Warta kelahiran Yesus ini dilanjutkan Paulus dalam suratnya kepada Titus bahwa rahmat Allah yang menyelamatkan semua orang telah tampak. Rahmat itu mengajak kita untuk meninggalkan kefasikan dan keinginan-keinginan duniawi.
Dari dalam kandangnya yang sederhana, Yesus melalui malaikatNya, mengajak kita sebagaimana kepada para gembala untuk datang kepada-Nya. Dari dalam palungan suci itu kita menyantap santapan sabda dan tubuh-darah Kristus karena di dalam palungan hina itu terbaringlah Yesus, Juru Selamat dan Raja damai kita yang bersabda kepada kita dan memberikan diri-Nya sebagai makanan. Melalui santapan sabda dan tubuh Tuhan itu itu, kita memperoleh kekuatan untuk meninggalkan kefasikan dan keinginan-keinginan duniawi. Agar kita menjadi layak datang kepadanya, maka pada awal perayaan ini, kita memohon ampun kepada-Nya.
06. Tuhan Kasihanilah Kami
(P3). : Tuhan Yesus Kristus, Engkaulah rahmat Allah yang tampak. Pembawa cahaya terang benderang dalam kegelapan dunia. Tuhan kasihanilah kami.
U: Tuhan kasihanilah kami.
P3: Engkaulah rahmat Allah yang tampak, pembebas kami yang mematahkan tongkat si penindas. Kristus kasihanilah kami.
U: Kristus kasihanilah kami.
P3: Engkaulah rahmat Allah yang tampak, penasehat ulung, raja perkasa, Bapa abadi, pangeran perdamaian, Allah beserta kami. Tuhan kasihanilah kami.
U: Tuhan kasihanilah kami.
P3: Semoga Allah yang maha kuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita dan menghantar kita kepada hidup yang kekal.
U: Amin.
07. Kemuliaan
(P2): Bapak-ibu, saudara-saudari, marilah bersama para malaikat di surga kita memuji dan memuliakan Allah atas kelahiran juru selamat kita dengan menyanyikan lagu Gloria in exelsis Deo. (Yubilate no. 219 atau lagu-lagu natal lain yang sesuai).
08.Doa Pembukaan
(P1): Marilah kita berdoa,
Allah Bapa kami di surga, tiada orang yang pernah melihat Engkau. Dalam diri Yesus Putera-Mu, Engkau demikian dekat. Dialah cahaya dalam kegelapan, keselamatan dalam bahaya, dan kedamaian dalam kegelisahan kami. Bukalah kiranya hati dan budi kami, agar berani mewartakan sukacita ini kepada siapa pun yang Kau sayangi. Bukalah surga dan nyalahkanlah cahaya di dalam dunia, agar dalam wajah putera-Mu yang lahir malam ini, kami dapat mengenali wajah-Mu dan semakin mengimani betapa besarnya cinta-Mu kepada kami dan betapa besar hasrat-Mu untuk berada di tengah-tengah kami. Demi Kristus Tuhan, Juru selamat dan pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama dengan Dikau dalam persekutuan dengan Roh Kudus, Allah sepanjang segala masa.
U: Amin.
09.Santapan Sabda
(P3). Sebagaimana para gembala, Yesus mengajak kita untuk datang kepada-Nya. Di dalam kandang-Nya yang sederhana, Yesus menyediakan santapan sabda di dalam palungan agar kita menyantapnya. Sabda itu menguatkan dan memberanikan kita untuk mewartakan berita gembira kelahiran-Nya. Santapan yang memampukan kita untuk meninggalkan segala kefasikan dan keinginan duniawi. Karena itu marilah kita membuka hati dan budi kita untuk mendengarkan Tuhan yang berbicara dan memberikan santapan sabda kepada kita. (kelima petugas menuju ke mimbar sabda).
10.Bacaan Pertama: Yesaya, 9:1-6. (dibacakan oleh P3).
11.Mazmur Tanggapan: Mzm, 95 (96): 1-2a. 2b-3. 11-12. 13. (dibawakan oleh P2)
Reffrein: Hari ini Sang Penyelamat telah lahir bagi kita. Dialah Kristus Tuhan.
Nyanyikanlah lagu baru bagi Tuhan! Bernyanyilah bagi Tuhan, hai seluruh bumi! Bernyanyilah bagi Tuhan, pujilah nama-Nya! Reffrein:
Kabarkanlah setiap hari keselamatan Tuhan, ceriterakanlah kemuliaan-Nya di antar para bangsa, dan karya-Nya yang agung di antara segala suku. Reffrein:
Bersukacitalah langit, bersorak-sorailah bumi, bergemuruhlah laut beserta isinya. Bersoraklah ladang dan segala tetumbuhannya, bergembiralah segala pepohonan di hutan. Reffrein:
Bersukacitalah di hadapan Tuhan, sebab Ia datang, Ia datang menghakimi dunia dengan adil, dan para bangsa dengan tepat. Reffrein:
12.(P4) Bacaan Kedua: Titus, 2:11-14.
13.(P2). Bait Pengantar Injil: Luk. 2:10-11
(P2 mengajak semua umat untuk berdiri)
P2: Aleluya, Aleluya
U: Aleluya, Aleluya
P2: Aku membawa kabar gembira bagimu: hari ini telah lahir penyelamat dunia, ialah Kristus, Tuhan.
U: Aleluya, Aleluya
14.Bacaan Injil: Lukas, 2:1-14
(P5): Tuhan bersamamu
U: dan bersama roh-mu
P5: Inilah injil Tuhan kita Yesus Kristus menurut Lukas
U: Dimuliahkanlah Tuhan
(setelah pembacaan Injil)
P5: Demikianlah Injil Tuhan
U: Terpujilah Kristus
15.Khotbah (P1).
Bapak-ibu, saudara-i, umat beriman yang terkasih dalam Yesus Kristus.
Pada malam hari ini kita semua diundang Tuhan datang menemui Dia di dalam kandang yang hina dan sederhana ini. Di dalam tempat yang hina seperti ini Tuhan lahir untuk kita, Ia mau hidup seperti kita dan mau menyelamatkan kita. Di dalam kandang yang sama ini Tuhan menyediakan santapan sabda dan tubuh-darahNya sendiri dan Dia mengundang kita untuk masuk dalam perjamuan ini. Tuhan sudah mengucapkan selamat datang kepada kita. Dan sebaliknya dalam lagu pembukaan tadi, kita pun sudah menjawabNya dengan mengucapkan Selamat Datang kepadaNya yang kini hadir di tengah kita. Dialah yang sudah dinubuatkan para nabi dan pada malam hari ini, semua nubuat itu terpenuhi. Seorang Putera telah lahir untuk kita. Kasih karunia Allah yang menyelamatkan lewat Yesus Kristus telah nyata. Hari ini telah lahir Juru Selamat, yaitu Kristus, Tuhan di kota Daud.
Selama empat minggu adven yang sudah kita lalui, kita sudah mendengar nubuat nabi Yesaya tentang kelahiran Juru Selamat dunia ini. Pada hari minggu adven pertama, nabi Yesaya menandaskan bahwa meskipun dengan cemas orang mencari kedamaian namun ia tidak akan dikecewakan. Yesaya melihat adanya kedamaian pada jaman akhir. Selanjutnya pada minggu adven kedua, Yesaya bernubuat bahwa Dia yang akan datang itu akan menghakimi orang yang lemah dengan adil. Ia akan membuka jaman keadilan, kedamaian, segala kelaliman akan dihentikan-Nya. Ia tidak akan menghakimi dengan sekilas pandang saja, atau menjatuhkan keputusan menurut kata orang, tetapi akan mengadili orang-orang dengan keadilan, menjatuhkan keputusan terhadap orang yang tertindas dengan kejujuran. Pada hari minggu adven ketiga, di hadapan umat yang sedang ditindas dan diliputi ketakutan, Yesaya menegaskan bahwa Tuhan sendiri akan datang dan menyelamatkan kita. Allah akan datang dengan pembalasan dan ganjaran. Dan pada hari minggu adven keempat, nabi Yesaya memberikan kesaksian bahwa kecemasan Ahas dijawab dengan sebuah tanda dari Allah: “seorang perawan akan mengandung dan melahirkan seorang Putera”.
Bapak, ibu, saudara, saudari yang terkasih dalam Yesus Kristus.
Pada malam hari ini semua nubuat itu menjadi kenyataan. Nabi Yesaya dalam bacaan pertama tadi mengemukakan tentang kelahiran Juru Selamat dunia. Seorang anak telah lahir. Seorang Putera diberikan untuk kita. Ia lahir untuk kita. KelahiranNya menjadi terang yang menerangi seluruh dunia yang sedang diliputi kegelapan dosa. Nabi Yesaya menggambarkan pengalaman hidup umat Israel selama pembuangan seperti pengalaman berjalan dalam kegelapan dan berdiam di negeri kekelaman. Dalam situasi seperti itu, warta tentang kelahiran Putera Raja bagaikan cahaya yang bersinar. Bangsa yang berjalan dalam kegelapan telah melihat terang yang besar; mereka yang diam di negeri kekelaman, atasnya terang telah bersinar. Sorak sorai bergema menyambut kedatangan terang baru, ramai bagaikan sorak orang pada waktu perayaan panenan, bagaikan prajurit kegirangan membagi jarahan. Penindasan di negeri pembuangan yang memberatkan telah hilang karena tongkat sang penindas telah dipatahkan. Semua ancaman dan bahaya tidak lagi menimpa sisa bangsa, yang hendak diselamatkan Yahwe melalui sang Immanuel. Seorang anak telah lahir bagi kita, seorang Putera telah diberikan kepada kita dan padan bahu-Nya kita meletakan semua harapan kita. Dialah yang akan memegang pemerintahan, Dia-lah Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang kekal, Raja Damai. Dalam kata-kata ini terletak tugas dan kekuasaan-Nya. Ini juga merupakan rumusan dari segenap dambaan bangsa yang mengharapkan perluasan kekuasaan dan damai abadi bagi takhta Daud dan kerajaannya.
Suka cita karena kelahiran sang Immanuel bergema di mana-mana. Sorak sorai sebagaimana dikemukakan Yesaya pada pada hari minggu Adven ketiga dan dalam bacaan pertama tadi kembali ditegaskan pemazmur. Hari ini sang Penyelamat telah lahir bagi kita. Dialah Kristus Tuhan. Kristus kini datang untuk menyelamatkan semua manusia dan menguduskan seluruh alam semesta. Karena itu pemazmur membangkitkan seluruh alam semesta untuk bersorak sorai. Pemazmur pun mengajak seluruh alam semesta untuk mengobarkan keselamatan Allah itu setiap hari. Kata setiap hari di sini menunjukkan suatu waktu tanpa akhir. Sorak sorai karena karya keselamatan Allah harus terus bergema hingga kekal. Alam semesta dipersonifikasi untuk turut bersuka cita menyambut kelahiran Juru Selamat. Bapak-ibu, saudara/i, kalau alam saja diajak untuk bersorak-sorai, apalagi kita manusia. Kita sebagai manusia hendaknya bersuka cita di hadapan Tuhan, sebab Ia datang untuk menghakimi dunia dengan adil dan para bangsa dengan tepat. Warta nabi Yesaya pada masa adventus hingga malam ini menegaskan hal ini. Kemuliaan Allah itu harus diceriterakan di antara para bangsa dan segala suku. Kristus datang untuk menyelamatkan semua orang dan segala bangsa. Hal ini pun ditegaskan dalam bacaan kedua dan Injil.
Bapak-ibu, saudara-saudari, umat beriman yang terkasih dalam Yesus Kristus.
Masih dalam situasi yang sama, latar belakang warta Injil menunjukkan bahwa penjelmaan Putera Allah mengakhiri mesianisme kerajaan Israel. Sebuah masa penantian yang panjang dan penuh tantangan telah berakhir. Kedamaian dan kemuliaan Allah menguasai dunia manusia. Warta suka cita ini diawali dengan peneguhan malaikat kepada para gembala: jangan takut, sebab warta yang mau disampaikan adalah kesukaan besar bagi seluruh negeri: hari ini telah lahir bagimu juru selamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud. Kata hari ini di dalam kitab suci tidak hanya menunjuk pada saat, tetapi juga pada kejadian penting. Hari ini berarti saat yang dipilih oleh Tuhan untuk karya-Nya, saat agung penuh kemegahan, menggemparkan orang yang tidak siap tetapi menjadi saat rahmat bagi para pilihan-Nya. Hari ini dijadikan Tuhan untuk memulai karya penebusan di antara manusia. Hari ini penuh arti karena kata-kata “penyelamatmu lahir”. Ini berarti pergantian gelap dengan terang, dosa dengan rahmat, murka Tuhan dengan cinta, kutukan berganti berkat, duka nestapa berganti kegembiraan. Lebih dari itu harapan yang selama berabad-abad hidup di tengah bangsa, nubuat para nabi, kini menjadi terpenuhi. Semua yang selama ini dinubuatkan dan diwartakan kini menjadi kenyataan. Kenyataan bahwa keselamatan telah tiba yang ditandai dengan kelahiran penyelamat kita. Ia bukan lagi hanya dipikirkan dan dibayangkan tetapi kini Ia sudah dapat kita jumpai sebagai pribadi, kita cintai sebagai manusia, kita saksikan kelahiran-Nya.
Karena itu Paulus dalam surat-Nya kepada Titus menegaskan kehadiran nyata dari Juru selamat kita. Paulus menulis bahwa kasih karunia Allah yang menyelamatkan semua manusia telah nyata. Pokok segala kasih karunia Allah seutuhnya dan satu-satunya nampak pada Kristus Penyelamat. Kedatangan-Nya di dunia membuka jaman baru, karena sumber keselamatan mulai mengalir di tengah kita. Paulus menjelajahi rencana umum penyelamatan oleh Kristus dalam bermacam tahapnya. Natal telah mengandung kemuliaan paskah Kristus dan kedatanganNya yang terakhir. Yesus diutus oleh Allah untuk menyelamatkan seluruh umat manusia. Keselamatan yang dianugerahkan Allah melalui Yesus Kristus, ditujukan kepada semua bangsa. Kasih karunia itu itu kini sudah nyata dan mendidik kita untuk meninggalkan kefasikan dan keinginan-keinginan duniawi dan supaya kita hidup bijaksana, adil dan beribadah di dalam dunia sekarang ini dengan menantikan penggenapan pengharapan kita yang penuh bahagia dan pernyataan kemuliaan Allah yang maha besar dan juru selamat Yesus Kristus. Kasih karunia yang mendidik itu tidak lain adalah Yesus sendiri. Ia telah mendidik kita lewat kata-kata dan teladan hidup-Nya.
Bapak,ibu, saudara,saudari, umat beriman yang terkasih dalam Yesus Kristus,
Bertolak dari warta kitab suci yang sudah didengar tadi, Allah melalui nabi Yesaya, rasul Paulus dan InjilNya, meminta kita untuk melakukan beberapa tindakan konkret. Pertama, sebagaimana bangsa Israel, sering kali kita pun hidup dalam kekelaman dan kegelapan dosa. Sering kali kita ditindas oleh struktur sosial yang diskriminatif, egoisme para penguasa ataupun egoisme diri kita sendiri. Sering kali kita diperhamba oleh berbagai keinginan badaniah. Sebaliknya kadang kala kita juga menjadi penjajah bagi sesama kita. Sering kali kita menjadi beban bagi orang lain dan menjadi penindas. Warta nabi Yesaya tentang kelahiran Juru Selamat menjadi kabar gembira bagi yang tertindas namun bagi para penindas, warta itu menjadi ancaman sekaligus ajakan untuk bertobat. Warta tentang pertobatan sudah kita dengar selama masa adventus, agar kita menjadi layak bagi peristiwa berahmat pada malam ini. Lebih dari itu, pertobatan itu pula hendaknya terus kita lakukan dalam menantikan kedatangan Kristus untuk yang kedua kalinya pada akhir jaman. Karena pada saat itu, Ia akan menjadi hakim yang adil yang memberi ganjaran yang setimpal dengan perbuatan kita. Kedua, warta tentang kelahiran juru selamat menimbulkan kesukaan besar bagi seluruh bangsa yang berada dalam kekelaman dan kegelapan dosa. Nabi Yesaya dan pemazmur, serta injil sudah mengemukakan suka cita ini. Memuliakan Allah karena karya penyelamatan-Nya merupakan salah satu bentuk terima kasih kita kepadaNya. Karena itu hendaknya suka cita natal ini terus kita gemakan dalam kehidupan kita setiap hari. Salah satu bentuk konkretnya adalah selalu datang untuk beribadah dan bersyukur kepada Tuhan pada setiap hari minggu. Ketiga, dalam bacaan kedua, Paulus menegaskan bahwa kasih karunia Allah yaitu Kristus sendiri telah mengajak kita untuk meninggalkan kefasikan dan keinginan-keinginan duniawi. Dalam kehidupan kita, kefasikan itu menjadi nyata dalam pola hidup kita yang tidak mengandalkan Allah. Kita lebih percaya pada kekuatan sendiri atau mencari kekuatan lain selain Allah. Kita memuja berhala. Kita mendewakan hal-hal duniawi, kekayaan, kekuasaan, nama baik, prestasi, dan lain sebagainya. Semuanya itu bertentangan dengan spiritualitas natal yang ditandai kesederhanaan dan kemiskinan. Kristus tidak memandang kesetaraan-Nya dengan Allah sebagai sesuatu yang harus dipertahankan. Ia rela mengambil rupa seorang hamba untuk menyelamatkan manusia. Jika kita berani melepaskan semuanya itu, kita akan hidup bijaksana, adil dan beribadah sambil menantikan pemenuhan pengharapan kita. Keempat, seperti kepada para gembala, kepada kita pun diwartakan kabar suka cita, warta tentang karya penyelamatan Allah melalui Yesus Kristus. Sikap yang perlu ditunjukan sehubungan dengan warta tersebut adalah terbuka dan percaya. Kita perlu belajar dari para gembala. Tanpa berpikir panjang, mereka menuruti perkataan malaikat untuk datang menjumpai Yesus di dalam kandang hewan mereka. Malam hari ini, melalui firman-nya, kita pun diundang Tuhan menjumpai-Nya di dalam kandang natal ini. Tuhan mengundang kita untuk datang menghadiri perjamuan syukur dan suka cita atas kelahiran Putera-Nya di dalam kandang yang menurut pandangan kita manusia adalah hina dan kotor, namun layak di mata Allah. Di dalam tempat yang sederhana itu, Allah menghidangkan santapan sabda dan tubuhNya sendiri. Sebagaimana palungan merupakan tempat makanan bagi hewan gembalaan para gembala, kini di dalam tempat yang sama, Allah menghidangkan diriNya sendiri sebagai makanan bagi kita domba-domba-Nya. Santapan inilah yang akan menguatkan dan membimbing kita untuk menanggalkan keinginan-keinginan dan nafsu-nafsu badaniah kita agar olehNya kita layak untuk menantikan kedatangan Kristus yang kedua.
Akhirnya saya mengucapkan selamat pesta natal kepada kita sekalian. Kiranya damai natal yang dibawa oleh bayi Yesus selalu meresapi hidup dan karya kita masing-masing, di dalam keluarga, komunitas basis, tempat kerja, di dalam masyarakat, dan di mana saja kita berada. Semoga, Amin.
16.Aku Percaya
(P2). Setelah kita mendengarkan serta merenungkan sabda Tuhan yang menjadi bekal hidup kita, marilah kita berdiri untuk membaharui iman dan kepercayaan kita kepada Allah Tritunggal maha kudus. (Lagu Aku Percaya: Yubilate no. 92 atau lagu lain yang sesuai).
17.Doa Umat
(P1): Seorang Putera telah lahir bagi kita. Dialah tanda bahwa Allah menyayangi kita. Maka marilah kita panjatkan doa-doa permohonan kepada Allah dengan perantaraan Yesus, Putera-Nya, yang terbaring di palungan:
(P2): Bagi Gereja kita: Ya Bapa, semoga iman akan perutusan Yesus Kristus tetap mendorong Gereja untuk selalu memperbaharui diri, umat dan masyarakat seturut kehendak-Mu. Marilah kita mohon:
U: Kabulkanlah doa kami ya Tuhan
(P3): Bagi perdamaian di antara umat manusia: Ya Bapa, semoga nyanyian para malaikat terwujud benar, dan tercapailah perdamaian, bukan perang; kebahagiaan bukan penderitaan; kegembiraan, bukan kesedihan; bagi seluruh umat manusia. Marilah kita mohon,
U: Kabulkanlah doa kami ya Tuhan
(P4): Bagi para penganggur, gelandangan, pengungsi dan tawanan: Ya Bapa, semoga mereka dapat menemukan pada diri kami segala sesuatu yang mereka perlukan, tangan-tangan yang mau menolong, dan terutama hati yang penuh cinta kasih. Marilah kita mohon:
U: Kabulkanlah doa kami ya Tuhan
(P5): Bagi kita di sekitar altar dan kandang Tuhan: Ya Bapa, semoga dalam suasana perayaan natal ini kami tak melupakan mereka yang terpencil dan menderita. Marilah kita mohon:
U: Kabulkanlah doa kami ya Tuhan
(P1): Allah Bapa yang maha penyayang, kami mohon pandanglah kami dengan kasih sayang-Mu, agar kami semakin sadar bahwa Engkau beserta kami dan kami beserta Engkau, bahwa Engkau Allah kami dan kami umat-Mu, bahwa Engkau Bapa kami dan kami putera-puteri-Mu. Demi Kristus, Putera-Mu, Tuhan dan pengantara kami yang hidup dan berkuasa bersama-Mu dalam persekutuan dengan Roh Kudus, sepanjang segala masa.
U: Amin
18.Persembahan
(P3). Saudara-saudari yang terkasih, Tuhan telah datang dan tinggal berserta kita. Ia telah lahir di Betlehem. Seperti kepada para gembala, melalui malaikat-malaikat-Nya, Ia mengundang kita untuk datang kepadanya. Marilah. Seperti para gembala, kita datang kepada Yesus, membawa persembahan-persembahan kita, membawa suka duka hidup kita kepada-Nya. Kita menghantar persembahan-persembahan kita sambil menyanyikan lagu persembahan. (Yubilate no. 232 atau lagu natal lain yang sesuai). (Kelima petugas maju ke depan altar, menerima persembahan dari umat, meletakan semuanya di depan kandang nakal lalu kembali ke altar).
19.Pujian
(P4). (umat dipersilahkan berdiri). Bapak-ibu, saudara-saudari terkasih, Yesus Kristus sang juru selamat telah lahir. Dialah Allah yang menjdi manusia. Di tengah malam sunyi merekalah cahaya dan bersinarlah semarak ilahi di dunia. Maka bersama para malaikat dan para gembala marilah kita bergembira dan memuji Allah dengan berseru: Terpujilah Allah selamalamanya!
U : Terpujilah Allah selamalamanya!
Ya Allah yang maha kuasa, Bapa yang setia dan murah hati. Sudah sepantasnya pada malam natal, malam kelahiran putera-Mu ini, kami memuji Engkau sebab Yesus Kristus telah lahir di dunia dan rela menjadi manusia. Maka kami berseru:
U : Terpujilah Allah selamalamanya!
Ia rela menanggalkan kemuliaan surgawi-Nya untuk menjadi manusia sama seperti kami; Ia lahir sebagai manusia dab menjadi saudara kami, dan dalam Dia, Engkau mengangkat kami menjadi anak-anak-Mu terkasih. Maka kami berseru:
U : Terpujilah Allah selamalamanya!
Dia telah Kauutus membuka bagi kami jalan menuju kebahagiaan kekal. Lewat Dia Engkau membawa damai dan sejahtera kepada kami dan kepada seluruh dunia. Maka kami berseru:
U : Terpujilah Allah selamalamanya!
(P4). Maka, pada malam natal yang penuh suka cita ini, bersama para malaikat dan bala tentara surga, bersama dengan seluruh umat manusia, secara khusus umat Kristen sejagat, kami mengangkat madah pujian untuk meluhurkan keagungan dan kebesaran cinta-Mu dengan bernyanyi:
20.Lagu Kudus (Yubilate no 235 atau lagu-lagu natal lain yang sesuai).
21.Doa Persatuan Umat
(P1). Ya Bapa, Engkau mengutus Putera-Mu yang tunggal ke dunia untuk menghimpun kami, umat kudus-Mu bagi-Mu. Selama berabad-abad, umat-Mu tercerai-berai namun pada malam hari ini, kami semua dalam persatuan dengan seluruh umat manusia di seluruh penjuru dunia, berhimpun untuk menerima kedatangan Dia yang Engkau utus itu. KedatanganNya sangat kami rindukan karenanya pada malam ini dengan penuh suka cita kami mengucapkan selamat datang kepada-Nya. Dia datang dan masuk ke dalam dunia kami, dunia yang penuh dosa, dunia yang berada dalam kegelapan dan kekelaman. Dia telah mengenakan rupa seorang hamba supaya hamba-hamba-Mu ini menjadi tuan atas dosa dan keinginan-keinginan duniawi.
Ya Bapa, pada kesempatan ini, kami sangat bersuka cita sebab Raja Damai yang Engkau utus telah hadir di tengah kami. Ia bagaikan terang yang menerangi kami dalam kegelapan dan dan juru selamat bagi kami dalam penindasan. Umat-Mu dibuang dan dicerai-beraikan dan dengan kelahiran-Nya ini, umat-Mu dipanggil ke dalam satu persekutuan sebagai anak-anak-Mu. Karena itu pada kesempatan ini, kami memohon kepada-Mu, semoga Engkau selalu menyertai kami agar persatuan ini tetap terjalin dan suka cita natal tetap bergema dalam kehidupan kami setiap hari. Pada kesempatan ini, dari dalam kandang-Nya yang hina ini, Engkau mengundang kami untuk merayakan kelahiran Putera-Nya. Dalam perayaan ini, Engkau juga menyediakan santapan sabda dan tubuh-darah Tuhan. Kristus yang datang itu sekaligus menjadi santapan bagi kami, santapan yang menguatkan kami untuk meninggalkan kefasikan, keinginan-keinginan duniawi supaya kami hidup bijaksana, adil dan beribadah di dalam dunia sekarang dengan menantikan penggenapan pengharapan kami yang penuh bahagia dan pernyataan kemuliaan-Mu yang maha besar dan juru selamat kami Yesus Kristus. Sebab Dialah sang Raja Damai, Penasehat Ajaib, Allah yang perkasa, Bapa yang kekal, yang bersatu dengan Dikau dan Roh Kudus hidup dan berkuasa kini dan sepanjang masa.
U: Amin.
22.Doa Rosario
(P4). (mengajak umat mengarahkan pandangan ke kandang Natal). Yesus, Juru selamat kita lahir dari perawan Maria. Selama 9 bulan Ia dikandung dalam rahim bunda Maria. Raja damai kita kini terbaring dalam palungan, didampingi ibu-Nya, Maria. Maria juga adalah ibu kita. Maka pada kesempatan ini, kita diajak untuk berdoa rosario, berdoa bersama Maria kepada sang bayi Yesus di dalam palungan. Kita menyerahkan seluruh diri kita, semua orang yang kita doakan dan segala kepentingan kita kepadanya, tempat segala doa dikabulkan, segala beban hati diringankan. (1 kali Bapa Kami dan 10 kali Salam Maria......, kemuliaan....., Ya Yesus yang baik........).
23.Lagu Maria
(P2). Marila kita menyanyikan sebuah lagu (Yubilate no. 240 atau lagu lain yang sesuai).
24.Sambut Kerinduan
(P1). (Umat dipersilahkan berlutut). Allah Bapa kami di surga, pada kesempatan ini, kami semua yang sedang bersuka cita karena kelahiran Putera-Mu, juru selamat kami, hadir dalam perjamuan-Mu. Kini, santapan Tubuh-Darah Kristus telah tersedia di hadapan kami. Kami mau mengambil bagian secara penuh dalam seluruh karya Putera-Mu dengan menyambut tubuh dan darah-Nya. Curahkanlah Roh Kudus-Mu ke dalam hati kami agar menjadi layak untuk menerima santapan tubuh dan darah Kristus ini sebagai jaminan bagi hidup dan keselamatan kami. Demi Kristus dan pengantara kami.
(U). Amin.
25.Lagu Komuni
(P2). Marilah kita menyanyikan sebuah lagu komuni.(Yubilate no. 238 atau lagu-lagu natal lain yang sesuai).
26.Pengumuman
(P3). Kita mendengarkan pengumuman (umat dipersilahkan duduk).
27.Doa Penutup
(P1). Marilah kita berdoa,
Allah Bapa maha pengasih dan penyayang, kami mengucap syukur atas perayaan natal ini, atas kehadiran-Mu di tengah-tengah kami, atas kunjungan-Mu di dalam diri kami. Kami mohon berkat kekuatan-Mu, agar kami semakin menghayati misteri Natal dan benar-benar berusaha menghadirkan Dikau di tengah-tengah keluarga dan masyarakat kami, yang sangat mendambakan kedamaian dan keadilan. Demi Kristus Tuhan dan pengantara kami, yang hidup dan meraja bersama dengan Dikau dalam persekutuan dengan Roh Kudus, Allah sepanjang masa.
(U). Amin.
28.Berkat Penutup
(P1). Semoga Allah Bapa yang maha kuasa memberkati kita, semoga Putera-Nya Yesus Kristus yang telah lahir melindungi kita, dan semoga Roh Kudus membimbing dan menghantar kita kepada hidup yang kekal; Dalam Nama Bapa, dan Putera dan Roh Kudus.
(U). Amin.
29. Lagu Penutup (Yubilate no. 246 atau lagu-lagu natal lain yang sesuai).
(P2). Marilah kita mengakhiri perayaan syukur dan suka cita natal dengan menyanyikan lagu penutup. (para petugas kembali, berlutut di depan altar dan kandang natal, dan balik menuju pintu Gereja lalu balik menghadap altar).
(P1). (setelah lagu penutup), Terpujilah nama Tuhan kita Yesus Kristus
(U). Sampai selama-lamanya. Amin.
Friday, 14. December 2007, 02:02:11
WAJAH BARU TERORISME
Kornelius S. Bardata
Terorisme merupakan implementasi budaya kematian yang menakutkan. Kita dapat membayangkan sendiri efek dari beragam aksi para teroris yang akhir-akhir ini menyibukkan dunia. Kita menemukan ketakutan di mana-mana. Rasa was-was yang berlebihan seakan melahirkan kesan bahwa manusia tengah memasuki era baru di mana ia kehilangan harmonisasinya dengan dunia tempat tinggalnya.
Ilustrasi di atas menunjukkan wajah terorisme yang sudah tidak asing lagi bagi kita. Kita bahkan sudah bisa menyesuaikan diri dengannya meskipun secara sangat negatif. Karena telah mengenalnya, maka kita telah memberikan sebagian besar perhatian kita untuknya. Kita mengkonsentrasikan diri secara penuh kepadanya. Di titik ini, kita perlu mengawasi satu bentuk terorisme lain yang belum kita sadari sebagai wajah baru terorisme, yang sebenarnya juga dalam dirinya membawa kematian yang menakutkan. Terorisme baru itu adalah HIV-AIDS.
HIV-AIDS adalah bentuk lain dari terorisme yang akhir-akhir ini menunjukkan peningkatan jumlah korbannya secara sangat mengejutkan. Data terbaru sampai tanggal 31 Desember 2004 menunjukkan secara kumulatif jumlah pengidap infeksi HIV ada 3.368 orang dari 30 provinsi. Sedangkan kasus AIDS ada sekitar 2.682 orang dari 29 provinsi (Creative News, edisi Juni-Juli 2005). Jumlah ini, menurut sumber yang sama bahkan akan terus meningkat. Demikian pula dengan wilayah penyebarannya. Jika pada waktu-waktu sebelumnya virus ini hanya mewabah di sejumlah daerah tertentu saja, maka kini kita dapat menemukannya di hampir semua tempat. Sekedar diingat, pada tahun 1996 hanya terdapat satu kasus HIV/AIDS yang terjadi di NTT. Sekarang belum genap sepuluh tahun sudah terdapat puluhan kasus. Hingga posisi 18 Mei 2005, sudah 87 warga yang teridentifikasi virus mematikan ini (Ibid p. 06).
Dalam sebuah diskusi yang bertema HIV/AIDS, Lambertus Dore Purek, seorang aktivis HIV/AIDS di Maumere, menegaskan bahwa baik HIV/AIDS maupun sejumlah penyakit kelamin akut lainnya, lahir dari kecendrungan prilaku seks yang menyimpang. Penyimpangan ini kemudian menjadi begitu biasa, hingga orang tak lagi menyadarinya sebagai sebuah kesalahan. Lebih lanjut beliau menjelaskan bahwa, virus -yang menular melalui kegiatan seks, transfusi darah, dan aktivitas lain yang memungkinkan terjadinya pertukaran cairan dalam tubuh dengan penderita- ini, bekerja dengan cara menyerang sistem kekebalan tubuh. Virus ini melemahkan bahkan merusak sistem kerja sel darah putih, sehingga ia tidak dapat menjalankan fungsinya secara maksimal. Kita mengetahui bahwa, sel darah putih merupakan sistem pertahanan tubuh kita. Melemahnya sistem kekebalan tubuh ini, terjadi hampir bersamaan dengan semakin menguatnya pengaruh penyakit ini di dalam tubuh. Ketika sistem kekebalan tubuh kita sudah kehilangan dayanya, maka tubuh kita menjadi ibarat sebuah pintu yang selalu terbuka untuk segala jenis penyakit.
Ketika ditanyakan perihal upaya yang telah dirintis untuk mengekang laju penyebaran virus ini, bapak Lamber menjawab bahwa satu alternatif yang masih efektif hingga saat ini adalah menggunakan kondom selama melakukan kegiatan seks. Untuk itu, beliau dan timnya selalu berusaha meningkatkan program penyuluhan dan sosialisasi pentingnya menggunakan kondom. Di samping itu, menurutnya, pihak-pihak terkait seperti rumah sakit-rumah sakit harus memperhatikan secara sungguh-sungguh proses transfusi darah agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Akan tetapi, upaya-upaya tersebut masih bersifat eksternal. Satu hal penting yang sebenarnya harus kita usahakan adalah kesadaran. Kita harus segera menyadari bahwa kita tengah menghadapi sebuah bahaya kematian baru yang mengancam kita di setiap waktu dan tempat. Ia sangat menakutkan seperti juga aksi-aksi terorisme yang akhir-akhir ini menciutkan nyali kita. Karena itu, tiada pilihan lain. Kita harus memerangi HIV/AIDS.
Friday, 14. December 2007, 01:31:58
RELASI MANUSIA DAN ALAM
DALAM KONTEKS PEMIKIRAN ORANG NGADHA
Br. Hendrik P. Bhezo, SVD
1.Pendahuluan
Realitas hidup konkret menunjukkan bahwa manusia ada dan hidup dalam kosmos. Manusia merupakan bagian dari kosmos dan lazimnya disebut mikrokosmos dan makrokosmosnya adalah dunia. Sebagai mahluk mikrokosmos yang hidup dalam makrokosmos, manusia membawa dan membentuk konsep tentang kosmos dalam seluruh aspek kehidupannya. Orang Ngadha (bukan Ngada) sebagai kelompok mahluk mikrokosmos mempunyai pandangan tertentu tentang kosmos ini. Manusia tidak hanya ada dalam dunia tetapi terlibat dalam proses dunia atau mendunia.
Suku bangsa Ngadha yang terletak di Flores bagian tengah memiliki konsep tersendiri tentang alam semesta atau kosmos dalam relasinya dengan manusia. Dalam uraian ini dikedepankan makna relasi antara manusia (kita ata) dalam konteks budaya Ngadha dengan alam semesta (ota ola) yang dihuninya. Alam semesta atau ota ola terdiri dari lizu ne’e tana, langit dan bumi yang membentuk satu kesatuan yang teratur.
Sebelum menjelaskan relasi antara manusia dan alam semesta maka terlebih dahulu memahami arti manusia dan dunia dalam term-term yang digunakan oleh orang Ngadha.
2.Memahami Arti Manusia dan Alam
2.1.Manusia dalam Pemahaman Orang Ngadha
Manusia dalam bahasa orang Ngadha diartikan dengan kata kita-ata. Term kita-ata terdiri dari dua kata yang saling berlawanan, yaitu kita yang artinya kita, orang kita, subjek plural yang membedakan dengan yang lain dan diperlawankan dengan kata ata yang berarti orang lain dalam bentuk plural, di luar dari kelompok kita. Dari analisa dua kata ini makna kata kita ata dalam konteks pemikiran orang Ngadha adalah pribadi yang merangkum yang lain sekaligus hadir dalam dirinya sebagai yang individual dan yang sosial. Kata kita-ata adalah pribadi yang berelasi dengan yang lain di luar dari dirinya. Pemahaman ini mengarah pada manusia dalam relasinya dengan sesama sebagai wujud kodrat manusia sebagai mahluk sosial. Sebagai mahluk sosial seorang manusia adalah mahluk yang mampu membuat relasi dengan sesamanya, seperti ungkapan Gabriel Marcel “esse est co-esse” (ada selalu berarti ada bersama)
Dr. Ozias Fernadez, SVD mengatakan bahwa masyarakat timur adalah manusia yang hanya dapat dipikirkan, bila ia dilihat melalui kacamata kehidupan bersama. Ia dapat bernilai dan berarti apabila ia melibatkan diri ke dalam kehidupan bersama yang stabil, yang utuh dan harmonis. Ia menjadi sungguh-sungguh manusia, kalau ia berpikir dan hidup secara kolektip, sosial bersama dengan manusia lain. Dalam konteks pemahaman orang Ngadha, manusia harus dimengerti sebagai kita-ata yang berarti kita yang disandingkan dengan ata yang berarti “yang lain”.
Lebih jauh pribadi manusia sebagai “kita-ata” terbenam dalam keseluruhan yang lain yaitu kosmis dan sosial. Bentuk-bentuk “yang lain” itu misalnya kekeluargaan, kesukuan, asal, kelompok. Pribadi manusia dapat berarti, jika terlibat ke dalam keseluruhan, one sa’o (dalam rumah), one woe (dalam suku) dan one nua (dalam kampung) yang terikat dalam suatu kesatuan politis ulu-eko . Karena menurut adat kebiasaan, tradisi manusia timur pada umumnya dan orang Ngadha pada khususnya tidak melihat pribadi manusia sebagai sasaran atau tujuan. Ikatan kekeluargaan dalam sa’o (rumpun berdasarkan rumah adat) atau woe (suku) merupakan unsur terpenting dalam hidup manusia dan dalam keseluruhan itu manusia pribadi tidak berarti. Term kita ata mengindikasikan bahwa keseluruhanlah yang menentukan hidupnya. Dalam hal ini aturan adat memainkan peranan penting.
2.2.Alam Semesta dalam Pemikiran Orang Ngadha
2.2.1.Nitu sebagai Ibu Bumi
Dalam mitos orang Ngadha dikatakan bahwa dunia pada mulanya berupa watu boto ne’e tana lala – batu yang mencair dan tanah yang berlumpur. Orang Ngadha meyakini dunia atau alam semesta ini diciptakan oleh Dewa. Ada tiga lapis dunia yang terletak satu di atas yang lain atau semacam tingkat dunia; bumi sebagai tempat diam manusia, lalu dunia di atas yaitu lizu atau langit tempat diam Dewa agung dan dunia di bawah bumi, tempat diam nitu dan jiwa-jiwa yang sudah berpisah dari badan.
Dalam arti yang paling asli, bumi selalu dikaitkan dengan langit. Menurut prinsip oposisi binari Levi Strauss, pemikiran masyarakat pra-modern selalu bertolak dari dua hal yang bertentangan namun memiliki kaitan. Dalam pemikiran asli orang Ngadha menyebut bumi dalam kaitannya dengan langit. Lizu yang berarti langit diperlawankan dengan tana yang berarti bumi sehingga disebut lizu ne’e tana. Pemahaman semacam ini ditemukan juga dalam penamaan dan pemahaman tentang wujud tertinggi. Orang Ngadha menyebut wujud tertinggi sebagai Dewa zeta-Nitu zale. Dewa bertahta di langit (di atas) dan Nitu bertahta di bumi (di bawah). Dewa menjadi bapak leluhur yang pertama dan bumi (nitu) menjadi ibu leluhur yang pertama.
Dalam ceritera mitologi alam dunia sering disimbolkan sebagai ibu yang dari padanya segala sesuatu berpijak. Sebagai ibu dalam dirinya mempunyai kodrat untuk melahirkan. Muncul pertanyaan mengapa ibu dalam dikenakan pada bumi yang berarti nitu? Esensi bumi adalah melahirkan dan memberikan kehidupan. Dalam mitos-mitos masyarakat Flores disinggung mengenai peran bumi. Misalnya mitos Ine Pare sebagai ibu asal mula padi yang menjadi makanan pokok masyarakat di wilayah ini. Karena itu nilai yang terkandung dalam bumi adalah nilai kehidupan sebagai nilai intrinsik yang sudah seharusnya ada dalam dirinya.
Ketika membicarakan tentang bumi yang bertolak dari pemahaman tentang wujud tertinggi, Paul Arndt mengatakan:
“... sekarang orang tidak tahu lagi, bahwa yang dimaksudkan dengan nitu sebenarnya adalah bumi. Ketika mengucapkan kata Nitu orang berpikir akan roh bumi atau juga arwah orang mati, karena mereka ini tinggal bersama roh-roh bumi itu. Sekarang nitu tidak pernah dipakai lagi dalam arti bumi, yang selalu disebut tana.”
Nitu dalam arti pertama adalah bumi. Orang Ngadha memahaminya sebagai tempat berpijak dan tempat yang memberi hidup serta berkat. Dalam pemahaman sesudahnya orang mengerti nitu sebagai roh yang mendiami bumi. Nitu kemudian diartikan secara negatif sebagai “yang jahat” seperti tampak dalam istilah nitu da sange (roh yang mematikan) yang menyebabkan orang sakit dan mati.
Senada dengan Arndt, Dr. Hubert Muda menjelaskan Nitu sebagai personifikasi dari ibu bumi dan alam yang baik.
“Nitu literally means the earth but then it is personified as mother Earth or Earth Goodness...”
Nitu sebagai ibu bumi dikatakan baik karena ia memberikan “yang baik” kepada manusia. Pemahaman tentang nitu sebagai ibu bumi yang baik ini sejalan dengan pemahaman tentang pengertian kosmos yang secara etimologis dipahami sebagai (1) tata atau sistem alam semesta yang mempunyai sistem yang teratur, (2) universum dan (3) keindahan. Ketiga pengertian ini dapat menunjuk pada kosmos sebagai totalitas alam semesta yang mempunyai sistem yang teratur (orde) di dalam dirinya. Karena itu kosmos indah in se, dan memiliki nilai intrinsik serta keharmonisan dengan keseluruhan. Oleh karena itu, kosmos secara ontologis baik adanya.
2.2.2.Dunia sebagai Tempat Hunian Manusia
Dunia sebagai tempat hunian manusia dibahasakan oleh orang Ngadha sebagai ota-ola yang berarti sebagai tempat atau locus yang luas dan jauh sekali. Orang Ngadha sering menyebut ota peta yang berarti tempat yang luas, sunyi dan sedikit seram. Kata ota di sini sebenarnya mau menunjukkan tempat hunian manusia yaitu dunia atau alam semesta. Kata ola sering digunakan dalam frase ola sia atau ola kobe yang berhubungan dengan waktu atau saat. Ola sia berarti siang hari dan ola kobe berarti malam hari. Dari analisa kata ini dunia atau ota-ola menurut orang Ngadha dapat diartikan sebagai tempat atau locus yang luas dan tak terjangkau yang di dalamnya memiliki waktu/ saat. Dari defenisi ini ota-ola diartikan sebagai alam semesta, tempat hunian manusia. Sebagai tempat hunian manusia, alam semesta memiliki relasi dengan manusia. Pada bagian berikut ini akan dijelaskan secara khusus relasi antara manusia dengan alam semesta dalam konteks pemikiran orang Ngadha.
3.Manusia dalam Relasinya dengan Alam dalam Prespektif Pandangan Orang Ngadha tentang Dunia
3.1.Manusia Berpartisipasi dalam Dunia
Manusia aktual sekaligus potensial yang menjadikan alam dunia sebagai medan gerak, jaringan, aktivitas yang saling mempengaruhi yang bisa menimbulkan potensi baru. Dalam terang pemikiran ini manusia tidak hanya ada dalam dunia tetapi terlibat dalam proses dunia atau mendunia. Manusia berada dalam dunia, dan dunia dijadikan sebagai locus tempat manusia hidup dan berkarya. Dunia tak dapat dipahami tanpa manusia dan manusia tak dapat dipahami tanpa dunia.
Dalam pemahaman mengenai manusia dalam relasinya dengan alam menurut pandangan orang Ngadha dapat ditemukan keterkaitan antara keduanya. Manusia memiliki ikatan atau persatuannya dengan alam. Hal ini dapat ditemui dalam kerangka berpikir mistis. Mengambil bagian di dalam kejadian alam di sekitar, oleh van Peursoen disebut “partisipasi”. Bentuk partisipasi terhadap alam tidak selalu sama dalam setiap zaman. Ini merupakan bukti keterbukaan manusia terhadap alam. Mitos-mitos dan ritus-ritus adat yang oleh pengaruh kekristenan dianggap kafir sebenarnya mau menunjukkan relasi antara keduanya.
Mitos–mitos memandang alam secara spiritual. Alam dunia adalah penjelmaan kehadiran sesuatu yang lain, yang lebih ilahi. Oleh karena butuh sikap terbuka manusia terhadap alam. Kalau manusia terbuka terhadap alam maka setiap kejadian alam selalu di lihat dari sudut pandangan rohani. Setiap kejadian alam merupakan hasil campur tangan dewa-dewi atau roh-roh terhadap situasi manusia. Berhadapan dengan realitas sakit dan kematian misalnya, manusia mengaitkan dengan daya-daya kekuatan alam semesta. Berhadapan dengan realitas kematian misalnya, orang Ngadha katakan “Dewa da enga-nitu da niu” (Dewa yang memanggil dan Nitu yang mengundang).Ini membuktikan bahwa berpartisipasi dalam dunia mitis berarti keterlibatan manusia untuk merasakan dan menghayati daya-daya kekuatan alam sebagai kekuatan yang mempengaruhi seluruh hidupnya.
Orang Ngadha merasa dirinya bersatu dengan alam dunia. Lebih dari itu, mereka berpikir bahwa manusia itu merupakan bagian yang tak terpisahkan dari alam semesta. Hubungannya dengan alam semesta harus harmonis selalu. Oleh karena itu manusia dalam menggarap dan mengerjakan alam sekitarnya harus menjaga agar ketertiban alam tidak dirongrong.
Orang Ngadha berpikir secara harmoni-kosmis dan sintetis kosmis. Mereka selalu berpikir totaliter, yaitu selalu dalam hubungan dengan seluruh alam semesta. Jadi ia berpikir secara menyeluruh yaitu bahwa manusia, alam dunia, roh-roh dan para leluhur dan wujud tertinggi membentuk satu kesatuan total, yang satu tidak dapat dipikirkan tanpa dikaitan dengan yang lain. Hubungan yang baik di antaranya akan menciptakan keselarasan dan keseimbangan dan sebaliknya kalau ada relasi yang kurang baik maka akan menciptakan keterpecahan dan keterguncangan. Bencana alam diyakini sebagai bentuk kemurkaan dewa dan nitu dan pengalaman sakit akibat dari kesalahan dalam relasi dengan leluhur, sesama atau dengan alam.
Mitos memberikan arah kepada manusia dalam kelakuannya dan merupakan pedoman untuk kebijaksanaan manusia. Lewat mitos ini manusia dapat turut serta mengambil bagian dalam kejadian-kejadian sekitar, dapat menanggapi daya-daya kekuatan alam. Maka mitos merupakan kosmogoni karena melalui mitos mereka dapat secara objektif melukiskan suatu kejadian alam yang berlangsung setiap saat dengan mencari sebabnya dalam alam sendiri.
3.2.Nilai-nilai yang dapat Diperoleh
3.2.1.Dunia adalah Kosmos
Kosmos serentak berarti alam semesta dan susunan yang teratur atau keindahan. Alam semesta merupakan kesatuan hidup yang teratur dan indah. Di tengah kosmos semacam ini mempunyai arti dan nilainya bagi keselarasan dan keseluruhan. Karena adanya keselarasan yang mendasar ini maka secara ontologis segala sesuatu adalah baik dan indah.
3.2.2.Kosmos itu Sakral.
Sakral merupakan tertib alam semesta yang terjelma melalui hierophani yaitu pewahyuan diri dari yang kudus yang dipandang sebagai wujud tertinggi.Wujud tertinggi mewahyukan diri melalui creatio dan emanatio. Terjadinya kosmos yang sakral ini, dikisahkan dalam mitologi dan dirayakan dalam ritus atau upacara keagamaan.
Menurut paradigma kebudayaan pra-modern, alam dunia ini terbentuk juga dalam waktu yang bersifat siklis mengikuti siklus ritual kehidupan yang terus-menerus berubah. Manusia hidup dalam kedekatan dengan yang kudus, yang ilahi dan yang tak terjangkau. Inilah dunia sakral yang jauh di atas langit dan disapa sebagai Dewa. Dunia sakral dan dunia profan saling meresapi sehingga membentuk alam ciptaan. Kehadiran Dewa dan Nitu (roh) tidak dipersoalkan karena orang mengalami kehadiran dalam kehidupan setiap hari. Allah ada dimana-mana.
3.2.3.Perwujudan Diri yang Ideal.
Nilai yang dapat dipetik dari pemahaman relasi manusia dan alam ciptaan dalam kaitan dengan perwujudan diri adalah manusia menemukan tempat dalam kosmos yang sakral itu. Harmoni kolektif jauh lebih penting dari hak pribadi. Oleh karena itu, orang tak boleh menonjolkan diri, mencari kepentingan sendiri di luar tata tertib yang sudah berlangsung turun-temurun yang tertuang dalam hukum adat dan kebiasaan. Tingkah laku yang baik dan benar dihayati menurut figur mitologis yang dituturkan.
Masyarakat adalah satu-kesatuan hidup yang dilukiskan sebagai organisme di mana tiap orang mempunyai peranan tertentu. Orang hidup dalam semangat kekeluargaan yang kental. Pada tahap ini manusia pribadi sebagai individu dan otonom belum menonjol.
3.2.4.Dampak Ekologis dari Pemikiran Mitis.
Dalam seluruh pikiran mitis, hidup ini ada, ajaib serta berkuasa, penuh dengan daya-daya dan kekuatan-kekuatan khusus. Manusia dan alam raya saling meresapi dan oleh karena itu, kekuatan manusiawi dan ilahi pun saling terlebur. Gagasan ini ditegaskan oleh van Perursen yang memandang mansia sebagai subjek yang belum memiliki kesadaran akan identitasnya sendiri. Berdasarkan cara pandang terhadap alam dan manusia yang demikian, maka penggarapan terhadap alam selalu didahului dengan upacara-upacara ritual. Seluruh proses penggarapan terhadap alam selalu dijalankan dalam dan melalui ritus. Orang harus lebih dahulu membuat sesajen sebelum menebang pohon atau membuka ladang dan kebun supaya tidak menimbulkan kemarahan pada dewa-dewi ataupun roh-roh terutama nitu sebagai dewi bumi.
Dalam dunia mitis, alam dipandang sakral. Hubungan manusia dengan alam tidak ditempatkan pada kepentingan produksi tetapi lebih lebih ditegaskan tentang keharmonisan. Harmoni merupakan ekspresi dasar manusia yang ditandai dengan solidaritas, sosialitas dan dinamika hidup yang diungkapkan manusia melalui ritus-ritus. Oleh karena itu konsekuensi empiris dari pemikiran mitis dapat dibuktikan melalui jaminan yang kuat bagi kelestarian lingkungan ekologis. Kemungkinan ini bukannya mustahil karena alam tidak sewenang-wenang digarap untuk menjamin kegiatan produksi
4.Penutup
Manusia adalah makhluk yang berkharakter multi-dimensional. Ia adalah homo religious, makhluk kosmologis dan juga menyandang gelar ens sociale. Religiositas manusia terletak pada ketergantungannya pada yang trasendens-Wujud tertinggi. Yang transendens dipandang sebagai pencipta dan pemberi hidup. Manusia dan segala sesuatu yang ada dalam kosmos diyakini sebagai yang terberi dari yang ilahi dan karenanya manusia selalu taat, tunduk, hormat dan takut akan yang transendens.
Manusia dikatakan sebagai mahluk kosmologis karena manusia ada, hidup dan berkembang dalam kosmos. Kosmos adalah ruang gerak manusia, ruang di mana manusia ada, mengadu dan menjadi. Karena itu ia sensntiasa menjalin relasi yang baik dengan kosmos. Konflik dengan kosmos akan mendatangkan bahaya bagi manusia dan oleh karenanya segera dilaksanakan ritus pemulihan kosmos.
Orang Ngadha mewujudkan relasinya dengan wujud tertinggi, alam semesta/ kosmos dan dengan sesama. Perwujudan relasi ini guna menjamin eksistensinya sebagai mahluk sosial, kosmis dan religius. Dengan relasi ini maka terciptalah dunia yang damai, indah dan tenang. ***
D A F T A R P U S T A K A
Paul Arndt, SVD, Agama-agama Orang Ngadha: Dewa, Roh-roh, Manusia dan Dunia (Vol. 1), Maumere: Candraditya, 2006.
_________, Agama Orang Ngadha: Kultus, Pesta dan Persembahan (ms) (Vol. 2), Maumere: Puslit Candraditya, 2007.
___________, Kebudayaan Megalit Suku Bangsa Ngadha (ms.terj. Lukas Lege)
Baghi, Felix, Filsafat Lingkungan Hidup (ms), STFK Ledalero, 2007.
Bagus, Lorens, Kamus Filsafat, Jakarta: Gramedia, 2005
Baker, Anton, Kosmologi dan Ekologi: Filsafat tentang Kosmos sebagai Rumah Tangga Manusia, Yogyakarta: Kanisius, 1995.
Fernandez, Ozias, Humanisme: Citra Manusia Budaya Timur dan Barat, Maumere: STFK Ledalero, 1983.
Putu Yarmika, Ida, Pengaruh Hinduisme pada Suku Bangsa Ngadha (ms), Ende: SMU Negri 1 Ende, 1999.
Kebung, Konrad, Filsafat Manusia (ms), Maumere: STFK Ledalero, 2005
Kirchberger, Georg dan John M. Prior (ed), Iman dan Transformasi Budaya,Ende : Nusa Indah dan Redaksi Seri Verbum, 1996.
Sutrisno, Mudji FX. (ed), Manusia dalam Pijar-Pijar Kekayaan Dimensinya,Yogyakarta: Kanisius, 1993.
Friday, 14. December 2007, 01:25:05
JUDI, BOLA DAN “POLITIK PENCITRAAN”
Oleh : Agustinus Benny
Baru-baru ini menyongsong HUT Golkar ke-42, DPD II aGolkar Kabupaten Sikka mengadakan pertandingan sepak bola antar klub memperebutkan GOLKAR CUP 2006. Walaupun tidak diliput media masa, namun kegiatan ini cukup menarik bagi ribuan mata masyarakat kota Maumere dan sekitarnya. Apalagi pertandingan ini di gelar di lapangan terbuka, tanpa dipungut karcis masuk.
Pada waktu yang hampir bersamaan dengan pagelaran sepak bola ini, media masa lokal (Folores Pos dan Pos Kupang) memuat berita tentang seorang anggota DPRD Kabupaten Sikka yang harus berurusan dengan polisi dan Kejaksaan gara-gara tertangkap “sedang basah” bermain judi. Belakangan anggota DPRD yang ditangkap polisi itu ketahuan berasal dari sebuah partai politik besar di Kabupaten Sikka.
Dari dua peristiwa ini tampak kontras, masing-masing dari dua partai besar di tanah air, yang satu sedang mencari simpati dan yang lain agaknya akan kehilangan simpati. Yang satu sedang berusaha meraih image yang baik dari masyarakat pemilih yang lainnya harus kehilangan citra. Tetapi yang jelas, kedua-duanya tersangkut dalam politik pencitraan.
Lantas muncul pertanyaan: Apa makna di balik kedua peristiwa ini? Lantas kita turut bertanya, apa itu judi dan apa itu pertandingan sepak bola dan apa hubungannya dengan politik? Dan terutama bagaimana kaitannya dengan politik pencitraan yang ujung-ujungnya bertengger pada politik kekuasaan?
Keberadaan manusia dalam lingkungan sosial adalah keberadaan politis. Politik kekuasaan berurusan dengan cara untuk memperoleh kekuasaan dan mempertahankannya. Untuk memperoleh kekuasaan perlu menjaga citra dengan mencari simpati dari publik pemberi kuasa yang dalam tatanan demokrasi ada dalam tangan rakyat. Politik kekuasaan ini diperlawankan dengan politik kepedulian sosial sebagai tanggungjawab orang-orang yang tidak terlibat dalam politik kekuasaan. Antara politik kekuasaan dan politik kepeduliaan sosial ini tersirat esensi keberadaan manusia sebagai mahluk sosial.
Politik dalam arti sempit berarti segala perilaku, tindakan pemerentah, para wakil rakyat, partai politik dan organisasi untuk meraih suatu tujuan. Di dalamnya terdapat langkah-langkah hidup yang taktis, penuh perhitungan untuk mencapai suatu tujuan secara maksimal dan efektif. Dengan demikian politik adalah segala daya upaya atau strategi untuk mendapat kekuasaan secara legitim. Otto von Bismark mendefenisikan politik bukan sebagai teori tetapi sebuah pilihan dari banyak kemungkinan untuk mencapai suatu perjuangan. Di satu sisi politik berbicara tentang sesuatu yang menyangkut umum dan berpautan dengan publik.
Dari pemahaman akan politik ini, ada jawaban atas intensi sebuah pagelaran pertandingan sepak bola. Ada relasi antara actus saat ini dan tujuan yang mau dicapai. Dengan demikian menjadi jelas, buat apa Partai Golkar repot-repot merancang sebuah ajang akbar untuk mengundang simpati rakyat. Pasti ada udang di balik batu. Namun inilah cara-cara partai politik modern merebut simpati pemilihnya.
« Prev 1 2 3 4 Next »
Showing posts 11 -
20 of 32.