‘Pastor si Miskin’ Fernando Lugo Jadi Presiden Paraguay
Wednesday, 16. July 2008, 10:37:06
Lugo diumumkan menang oleh Pengadilan Pemilu dengan suara hampir 41 persen mengalahkan 31 persen yang diraih Blanca Ovelar dari Partai Colorado yang berkuasa. Lugo menghancurkan impian Ovelar menjadi presiden wanita pertama Paraguay. “Hari ini kita bisa bermimpi sebuah negara yang lain,” kata Lugo yang berusia 56 tahun itu. “Paraguay tidak akan diingat lagi untuk korupsi dan kemiskinan, namun karena kejujuran,” tambah penganut Teologi Pembebasan itu seperti dilansir AFP, Selasa (22/4).
Ovelar yang partainya telah berkuasa sejak 1947 mengakui kekalahannya sebelum hasil final keluar. “Kami mengakui dengan besar hati bahwa hasil pemilihan presiden tak bisa dipungkiri,” kata Ovelar.
Kandidat lain, Lino Oviedo (64), pensiunan kepala angkatan bersenjata yang membantu kudeta militer yang baru berakhir 35 tahun setelahnya di bawah Alfredo Stroessner (1954-1989), hanya mendapat 22 persen suara.
Dalam pidato kemenangannya di depan pendukungnya, Aliansi Patriotik untuk Perubahan, Lugo menyatakan Pemilu ini menunjukkan bahwa ‘orang kecil bisa menang’. “Kamu semua bertanggung jawab atas kebahagiaan mayoritas rakyat Paraguay hari ini,” kata Lugo kepada pendukungnya yang kemudian disambut teriakan namanya.
Partai Colorado telah berkuasa selama 61 tahun, termasuk masa kediktatoran Stroessner. Presiden baru dipilih secara demokratis tahun 1993. Seorang presiden hanya bisa menjabat selama 1 periode 5 tahun, sehingga presiden sebelumnya Nicanor Duarte tak bisa mencalonkan lagi.
Tunjuk Kakaknya Jadi Ibu Negara
Vatikan hanya membekukan status Fernando Lugo sebagai pastor meski presiden terpilih Paraguay ini telah mengundurkan diri. Karena berstatus pastor, Lugo menunjuk kakak perempuannya, Mercedes Lugo, sebagai ibu negara. “Mercedes selalu menjadi penasihat saya,” kata Lugo, si bungsu dari 7 bersaudara itu kepada AFP, Selasa. “Mercedes orang yang sangat bekerja keras,” tambah Lugo menceritakan kakaknya yang berusia 66 tahun itu.
Masuk seminari di usia 18 tahun, 7 tahun berikutnya Lugo diangkat menjadi pastor dan akhirnya menjadi uskup San Pedro, kawasan termiskin Paraguay, 3 tahun lalu. Namun, setahun setelah menjadi uskup, Lugo memilih mengabdi pada rakyat yang lebih luas ketika memimpin demonstrasi 40 ribu orang pada Maret 2006 menentang presiden Nicanor Duarte yang berkuasa.
Lugo kemudian terkenal sebagai ‘pastor merah’ atau ‘pastor si miskin’. Sebuah sebutan membahagiakan bagi pastor penganut Teologi Pembebasan, yang melihat Yesus Kristus sebagai pembebas kaum tertindas itu. Namun otoritas gereja menilainya sebagai ‘belati penusuk tubuh gereja’.
Lugo kemudian didorong oleh rekan-rekan oposisi untuk maju menjadi capres Paraguay. Dengan menggandeng 20 kelompok politik minoritas yang tergabung dalam Aliansi Patriotik untuk Perubahan, Lugo pun melaju ke Istana Presiden dengan meraih 41 persen suara.
Lugo (56) merupakan presiden lajang kedua yang memerintah Paraguay sejak 1928. Setelah mengalahkan calon dari Partai Colorado yang telah berkuasa selama 61 tahun, Lugo akan dilantik menjadi presiden pada 15 Agustus 2008 nanti.
Chavez, Morales, & Lula Sambut Kemenangan ‘Pastor si Miskin’
Kemenangan Lugo tentu saja disambut gembira oleh sejumlah pemimpin Amerika Latin. Presiden Venezuela Hugo Chavez adalah yang pertama memberikan selamat pada Lugo. Seperti diberitakan AFP, Selasa, Chavez yang telah menasionalisasi sejumlah sektor industri itu menyerukan Lugo untuk bersama membangun ‘persatuan negara Amerika Latin’.
Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva yang didukung Partai Buruh juga turut mengucapkan selamat. “Demokrasi telah menang di Paraguay dan Paraguay akan mendapatkan sesuatu dari proses demokrasi,” kata presiden yang akrab dipanggil Lula oleh rakyatnya itu.
Sambutan lebih bersemangat muncul dari Presiden Bolivia Evo Morales yang berdarah Indian. Morales menyebut Lugo sebagai revolusioner. “Kami memberikan salut pada seorang (bekas) pastor gereja Katolik, yang bergabung bersama perjuangan rakyat, yang memiliki cara berpikir lain,” kata Morales dalam forum rakyat pribumi di markas besar PBB.
Kemenangan Lugo sangat fenomenal karena, seperti David melawan Goliath, mengalahkan Partai Colorado yang berkuasa selama 61 tahun. Lugo maju menjadi capres pun dengan meninggalkan status kepastorannya.
Perkuat Blok Pemerintahan Kiri Amerika Latin
Kemenangan Fernando Lugo menjadi Presiden Paraguay menambah panjang barisan pemerintahan kiri di Amerika Latin. Paraguay memperkuat barisan kiri Amerika Latin.
“Saya akan melanjutkan mimpi Amerika Latin yang lebih kuat, bersatu dan dihormati, tanpa batas,” kata pastor penganut Teologi Pembebasan itu kepada AFP.
Lugo membawa Paraguay ke kiri, bergabung dengan Argentina, Brasil, Uruguay, Chili, Bolivia dan tentu saja Venezuela. Bersama 3 negara yang disebut pertama, Paraguay bergabung dalam grup perdagangan Mercosur. “Kemenangan Lugo segaris dengan iklim politik gerakan progresif di Amerika Latin,” ujar pengamat politik, Jorge Giacobbe di Buenos Aires. “Ini sangat penting bagi Mercosur, karena akan lebih mudah membangun sebuah blok yang homogen,” imbuhnya.
Lugo, yang sering disebut ‘pastor merah’ atau ‘pastor si miskin’ lebih memilih disebut progresif daripada kiri. “Jika kau tanya 5 orang tentang definisi kiri, maka kau akan mendapatkan 5 jawaban yang berbeda,” kata Lugo beralasan.
Para kritikus mencemaskan kemenangan Lugo. Lugo dikhawatirkan akan mengikuti jejak Presiden Venezuela Hugo Chavez dan Presiden Bolivia Evo Morales yang melakukan nasionalisasi beberapa sektor ekonomi. “Hal pertama yang tertanam di hati saya adalah: rakyat pribumi kami…atas utang sejarah yang kami miliki pada mereka,” kata Lugo. “Merekalah pemilik sebenarnya tanah Paraguay ini,” imbuhnya.
“Tidak akan ada lagi rakyat yang mati kelaparan, tubercolosis atau kekurangan pengobatan,” tambahnya. “Sekarang dimulai, sebuah era baru dalam politik Paraguay bermula,” tandas pria yang maju menjadi capres setelah mempersatukan sejumlah serikat buruh dan petani itu. (detikcom/h)










ermalindo # 4. August 2008, 08:23
profisiat untuk tulisan dan kumpulan tulisannya
lu sekarang di mana????
mau gabung dengan jao di Jakarta ko?
kalau mau datang sa
nanti di sini baru kita ator yang enak,
ok bro........
salam untuk bekas-bekas biarawan dan juga yang masih biarawan semua di seputar ledalero mulai dari nita sampai woloara
m3n50n