Sunday, 18. October 2009, 09:34:13
Hai shaoran kau ada di rumah... Sapa seorang gadis yg bertamu ke sebuah rumah.
Masuk saja sakura tidak di kunci kok...
Jawab shaoran yg kebetulan ada di rumah. Shaoran adalah seorang pemuda yg tinggal di sebuah rumah sederhana tak jauh dari istana. Sedangkan sakura adalah seorang gadis yg terlahir sebagai putri kerajaan itu. Ia memiliki wajah yg cantik dengan kulit yg putih. Usia mereka tak jauh beda tetapi walaupun status mereka jauh berbeda sakura tidak pernah mempermasalahkanya. Sakura yg diam2 menyukai shaoran selalu bermain dengannya. Begitupun dengan shaoran yg mempunyai perasaan yg sama terhadap sakura. Sakura mempunyai seorang kakak laki2 laki bernama touya. Ia bertubuh tinggi tampan dan ahli beladiri. Yukito yg merupakan teman baik touya sekaligus pelindung kerajaan adalah seorang ahli sihir. Berdua mereka menjadi pelindung negri itu.
Shaoran.. Kau sedang apa.. Apa kau sibuk..
Ah.. Tidak.. Aku sedang membaca buku kuno yg baru2 ini aku temukan di sebuah rumah tua yg tidak berpenghuni.
Buku apa itu.. Tanya sakura yg dengan penasaran.
Aku juga tidak tau tapi sepertinya ada hubungannya dengan kota ini.
Hm.. Shaoran ayo kita pergi keluar, aku ingin pergi denganmu.
Ah.. Maaf sakura sepertinya aku tidak bisa.
Kenapa?..
Aku masih penasaran dengan misteri buku ini dan juga hari ini pekerjaanku belum selesai.
Hm.. Keluh sakura yg sedikit kecewa.
Kalau begitu aku akan menunggumu di teras depan kamarku malam ini ada yg mau aku bicarakan denganmu.
Membicarakan apa?..
Ra.. Ha.. Sia.. Pokoknya nanti malam aku menunggumu di sana.
Baiklah aku akan kesana.
Kau harus menepati janji mu.. Kalau begitu aku pergi dulu.. Dah.. Sampai ketemu nanti malam.
Sambil melambaikan tangan sakura keluar meninggalkan rumah itu.
Shaoran meneruskan penelitiannya terhadap buku itu. Semakin di cermati, buku itu semakin membuat shaoran pusing.
Kenapa di sini banyak sekali tanda2 segel..
Hm.. Tapi sepertinya aku tau tempat yg ingin di tunjukan teka teki buku ini. Ini kan tepat di bawah istananya sakura..
Dengan segera shaoran pergi ketempat yg di tuju.
Tak terasa selama pencarian tempat itu hari sudah mulai malam. Sakura yg telah menunggu shaoran di teras kamarnya sedang memikirkan sesuatu.
Malam ini aku akan mengatakan isi hatiku kepada shaoran..
Shaoran cepatlah datang.. Aku menunggu..
Shaoran yg dari tadi mencari tempat rahasia yg di tunjukan buku itu akhirnya menemukan sesuatu.
Ini.. Segel yg sama yg ada di buku.. Gambar lingkaran besar dengan matahari dan bulan di dalamnya serta bintang yg menghubungkan matahari dan bulan. Apa yg sebenarnya ada di dalamnya.
Shaoran yg semakin penasaran akhirnya membuka pintu masuk ruangan yg di segel itu dengan menggunakan buku tersebut sebagai kunci. Dengan perlahan ia memasuki ruangan tersebut dan terlihat sesuatu di lantai tengah ruangan.
Hm.. Gambar lingkaran besar dengan matahari, bulan, bintang didalamnya. Siapa yg telah membuat ini semua. Tapi gambar di lantai ini agak berbeda. Ini seperti sebuah formasi segel tapi untuk apa.. Shaoran yg semakin penasaran menyentuh gambar tersebut. Tapi tiba2 segel itu bersinar, dan terdengar bunyi lonceng kecil yg merdu. Tring.. Tring.. Tring.. Shaoran terkejut dengan apa yg terjadi. Di saat yg bersamaan sakura yg berada di teras kamarnya pun mendengar bunyi lonceng tersebut. Tring.. Tring.. Tring..
Bunyi lonceng yg indah.. Dari mana asal suara ini..
Sakura terhanyut dengan bunyi lonceng tersebut. Tapi tiba2 kesadarannya hilang.. Sakura seperti di tarik sesuatu. Perlahan2 tubuhnya melayang seakan terbang meninggalkan tempat itu. Shaoran yg merasa aneh dengan tempat itu kebingungan..
Segel ini bersinar..
Lalu bunyi lonceng ini.. Sakura..
Itu hal yg ada di pikiran shaoran. Ia segera berlari menuju istana. Tapi di tengah kota bermunculan segel2 yg bersinar di atas tanah dan dari dalam lingkaran keluar mahkluk2 aneh menyerupai bentuk manusia dengan cakar panjang dan mata merah. Touya dan yukito yg melihat kejadian ini segera memerintahkan para pasukan untuk mengevakuasi warga dan bersiap bertempur.
Shaoran yg melihat Sakura melayang diatas teras kamarnya bergegas naik tangga menuju tempat sakura.
Sakura.. Sakura..
Dari balik punggung sakura bersinar cahaya putih keemasan dan munculah sepasang sayap putih di punggung sakura.
Sakuraa...
Shaoran melompat menangkap sakura yg hendak terbang dengan sayapnya. Sakura pun jatuh bersama shaoran, tapi sepasang sayap sakura tercerai berai menjadi bulu-bulu dan berterbangan di langit lalu lenyap begitu saja.
Sakura.. Sadarlah sakura.. Dipangkuannya sakura tak sadarkan diri. Di sisi lain touya dan yukito yg mulai kewalahan menghadapi mahluk2 aneh yg terus2an bermunculan di tengah kota terpaksa mundur untuk melindungi istana yg saat itu juga para pasukan mulai terdesak. Shaoran yg melihat touya dan yukito bergerak menuju istana akhirnya membawa sakura turun untuk meminta bantuan mereka.
Touya.. Yukito..
Cepat tolong sakura..
Sambil berlari menggendong sakura shaoran berteriak meminta bantuan.
Hey.. Anak kambing apa yg terjadi pada adik ku.. Kenapa ia bisa tak sadarkan diri seperti ini..
Aku tidak tahu.. Apa yg sebenarnya sedang terjadi.. Ketika aku keluar dari ruang bawah tanah yg di dalamnya ada segel aneh aku menemukan sakura melayang dengan kedua sayap yg bersinar dan akan terbang meninggalkan istana. Lalu aku melompat dan menangkap sakura sehingga kami jatuh. Bersamaan dengan itu sayap sakura tercerai berai dan menghilang di langit. Lalu..
Ini gawat.. Touya itu adalah bulu2 ingatan sakura. bulu sayap yang menjadi nyawanya sakura... yukito yang mulai panik karena melihat sakura yang sekarat.
apa yang harus aku lakukan untuk menolong sakura..
ini di luar kemampuan ku.. bulu2 itu kini telah tersebar keberbagai dimensi berbeda atau yang disebut dengan dunia peralel.. aku belum bisa menguasai sihir yang berpindah antar dimensi.. tapi ada satu orang penyihir wanita holix dari aliran clamp... shaoran apapun syarat yang dia ajukan kau harus menyanggupinya itu untuk menolong sakura...
baiklah aku mengerti..
sekarang aku akan mengirimmu ketempatnya..
anak kambing aku serahkan keselamatan adikku kepadamu...
sambil tersenyum touya mempercayakan sakura ditangannya.
yukito membaca mantra dan cahaya yang berputar mulai menyelimuti shaoran yang memeluk sakura..
jrass... mereka hilang bersamaan dengan selesainya mantra yang dibaca yukito.
dalam sekejap shaoran tiba didepan sebuah rumah yang megah dan terlihat seorang wanita dan seorang pria berdiri didepan mereka. bersamaan dengan itu dibelakang shaoran muncul dua orang pria datang dengan cara yang sama dengan mereka.
kau.. pria yang memegang pedang hal berharga apa yang akan kau berikan kepadaku..
tegas wanita yang berdiri didepan shaoran.
wanita itu sangat rupawan dengan rambut hitam yang sangat panjang tapi sikapnya terkesan angkuh.
siapa kau..
jawab pria yang memegang pedang.
aku adalah holix penyihir antar dimensi putri tomoyo telah mengirimmu kemari. apa yang bisa kau berikan sebagai kontribusi atas bantuanku..
siapa yang butuh bantuanmu putri tomoyo menjebak dan mengirimku kemari tanpa aku tau sebabnya.. suatu saat aku kembali aku akan membuat perhitungan dengannya..
kau adalah seorang pendekar tiada tanding dinegrimu dan menjadi pelindung putrii tomoyo, tapi kau bosan karena tidak ada seseorang yang bisa menandingi kekuatanmu di negri itu.. dan putri tomoyo menyadari hal itu maka ia mengirim mu kemari..
tapi untuk apa?.. bukankah dengan kekuatan ku aku bisa melindunginya.. tapi mengapa malah ia membuangku...
bukan membuang mu tapi... agar kau sadar bahwa kekuatan bukanlah segalanya..
apa maksudmu...
untuk melindungi seseorang dibutuhkan kekuatan tapi bukan hanya kekuatan tapi perasaan pun dipelukan...
persaan apa.. apa maksudmu....
untuk itu kau dikirim kemari... suatu saat kau akan menemukan jawabanya sendiri.. hal yang paling berharga bagimu adalah pedangmu itu kan? aku akan mengambilnya...
hei.. tunggu jangan pedangku.. pedangku yang sangat berharga...
bersamaan dengan itu pria itu pun menghilang.
aku telah mengirimnya ke dimensi lain kini giliran mu.. fai...
tapi orang yang bernama fai yang di sebutkan holix hanya diam saja. ia bertubuh tinggi dengan rambut pirang dan wajah yang tampan tapi ia terlihat sedih dan putus asa.
fai aku akan mengirimmu kedimensi lain menyusul orang itu... kalian akan membantu shaoran menjelajahi dunia paralel... hal yang paling berharga bagimu adalah kekuatan sihir mu aku akan mengambilnya..
tapi sepertinya fai tak perduli dan hanya terdiam seribu bahasa. bersamaan dengan itu cahaya menyelimuti tubuh fai seketika itu pun ia menghilang.
tinggal kau...
aku mohon tolong selamatkan sakura... aku mohon...
gadis ini telah kehilangan seseatu yang sangat berharga baginya.. bulu2 ingatannya telah hilang. kau harus mengumpulkan satu persatu bulu2 ingatan gadis ini yang telah tercerai berai... itu satu satunya jalan agar ia selamat. tapi kau harus membayar sebagai kontribusi aku membantumu...
apapun akan aku lakukan seperti apapun kontribusi yang harus aku terima akan aku ssanggupi.
hal yang paling berharga yang kau miliki.... kenanganmu bersamanya...
seperti tersambar petir hati shaoran hancur mendengar hal yang harus ia terima. sambil menunduk dan terus memandang sakura ia meeneteskan air mata..
bagaimana.. apa kau sanggup.. jika kau berhasil mengumpulkan semua bulu2 ingatan sakura ingatan mu tentang sakura akan lenyap.. begitupun sakura.. ia akan melupakan mu dan kalian akan saling melupakan. apa kau sanggup..
shaoran hanya terdiam dan terus memandangi sakura, perasaannya kacau balau mengingat semua kenangannya dengan sakura akan hilang dan ia akan dilupakan sakura. itulah hal yang paling menyedihkan dalam hidup, dilupakan orang yang di cintai.......
aku sanggup...
Sunday, 18. October 2009, 09:13:47
> Perbedaan adalah anugrah dari Yang Maha Kuasa.
>
>
> Lihatlah sekeliling kita, indahnya warna-warni
> bunga,
>
> warna-warni satwa, dan segala keragaman lain yang
>
> menghiasi dunia.
>
>
> Bayangkan kalau kita hanya mengenal warna hitam saja!
>
>
> Alangkah gelapnya dunia ini! :-)
>
>
> Tanpa adanya perbedaan dan warna-warni, kita tidak
> akan
>
> merasakan hidup semeriah dan seindah sekarang ini, betul?!
> :-)
>
>
> Begitu pun dengan kehidupan, setiap insan selalu
> berhadapan
>
> dengan segala macam perbedaan dan warna-warni kehidupan.
>
>
> Tapi sayang, tidak semua orang mampu melihat
> perbedaan
>
> sebagai kekayaan. Banyak orang merasa tersiksa karena
>
> perbedaan alias mereka tidak mampu menikmatinya.
>
>
> Berbagai bentuk kejahatan dimulai hanya karena
> perbedaan.
>
> Entah itu perbedaan warna kulit, agama, suku bangsa,
>
> prinsip, atau sekadar pendapat.
>
>
> Sebenarnya, perbedaan bukanlah sesuatu yang bisa
> dihindari.
>
> Setiap orang lahir dengan perbedaan dan keunikannya
>
> masing-masing. Mulai dari perbedaan fisik, pola pikir,
>
> kesenangan, dan lain-lain.
>
>
> Tidaklah mungkin segala sesuatu hal sama. Bahkan
> kesamaan
>
> pun sebenarnya tidak selalu menguntungkan.
>
>
> Coba bayangkan, seandainya semua orang memiliki
> kemampuan
>
> memimpin, lantas siapa yang mau dipimpin? Kalau semua
> orang
>
> menjadi orang tua, siapa yang mau jadi anak? Siapa
> juga yang
>
> akan menerima sedekah, jika semua orang ditakdirkan
> kaya?
>
>
> Perbedaan ada bukan untuk dijadikan alat
> perpecahan.
>
> Banyak hal positif yang bisa kita peroleh dengan
> perbedaan.
>
> Namun, tentu saja semua itu harus bersyarat. Nah, syarat
> apa
>
> saja yang harus dipenuhi?
>
>
> Berikut di antaranya...
>
>
> 1. Cara pandang kita terhadap perbedaan.
>
>
>
>
> Berpikirlah positif dengan mensyukuri
> adanya perbedaan.
>
> Anggaplah perbedaan sebagai kekayaan.
> Cara pandang yang
>
> benar akan melahirkan sikap yang tepat.
> Ada baiknya kita
>
> mencari persamaan terlebih dahulu,
> sebelum mencari
>
> perbedaan.
>
>
> 2. Kelola perbedaan sebaik
> mungkin.
>
>
> Musyawarah untuk mencapai
> kesepakatan adalah jalan yang
>
> tepat untuk mengelola perbedaan.
> Berlatihlah untuk
>
> menghargai, menerima, menjalankan dan
> bertanggungjawab
>
> terhadap keputusan bersama, meski
> berlawanan dengan ide
>
> awal kita.
>
>
> 3. Selalu posisikan segala sesuatu pada
> tempatnya.
>
>
> Saat bekerja sama dengan orang
> lain, salurkan potensi,
>
> karakter, minat yang berbeda-beda pada
> posisi 'yang tepat'.
>
> Cara ini akan mendorong tercapainya
> tujuan bersama dan
>
> mendukung pengembangan potensi
> masing-masing individu.
>
>
> 4. Jangan pernah meremehkan orang lain.
>
>
>
> Apapun dan bagaimana pun kondisi
> atau pendapat orang lain,
>
> perlakukan mereka selayaknya diri kita
> ingin diperlakukan.
>
> Anggaplah semua orang penting. Mereka
> memiliki peran
>
> tersendiri, yg bisa jadi tidak bisa
> digantikan oleh orang lain.
>
>
> 5. Jangan menonjolkan diri atau sombong.
>
>
>
> Merasa diri paling penting dan
> lebih baik daripada orang
>
> lain *tidak akan* menambah nilai lebih
> bagi kita. Toh kita
>
> tidak bisa hidup tanpa orang lain.
> Jadilah beton dalam
>
> bangunan. Meski tidak nampak, namun
> sesungguhnya ialah
>
> yang menjadi penyangga kokohnya sebuah
> bangunan. :-)
>
>
> 6. Cari sumber informasi yang terjamin
> kebenarannya.
>
>
> Perbedaan bisa muncul karena
> informasi yang salah.
>
> Oleh sebab itu, pastikan sumber
> informasi kita bisa
>
> terjamin dan dapat dipercaya
> kebenarannya. Lebih bagus
>
> lagi jika disertai bukti yang
> mendukung.
>
>
> 7. Koreksi diri sendiri sebelum menyalahkan
> orang lain.
>
>
> Menyalahkan orang lain terus
> menerus tidak akan banyak
>
> membantu kita. Bisa jadi kesalahan
> sebenarnya terletak pada
>
> diri kita. Karenanya, koreksi diri
> sendiri terlebih dahulu
>
> merupakan langkah yang paling
> bijaksana.
>
>
> So, berhentilah menyesalkan perbedaan. Karena jika
> tidak,
>
> Kamu akan kehilangan sumber kebahagiaan! :-)
>
>
> Sukses selalu untuk Kita semua! ^_^
posting by : anne ahira artikel
Sunday, 18. October 2009, 09:00:27
>
> "Without goals, and plans to reach them, you
> are
>
> like a ship that sail with no destination" --
>
>
>
> (Fritzhugh Dodson)
>
>
> Itulah perumpamaan bagi orang yang tidak punya
>
> tujuan dalam hidupnya.
>
>
> Banyak orang melakoni perannya, tapi tidak tahu
>
> arah hidup yang ingin ditujunya. Mereka-reka hidup
>
> adalah apa yang kemudian dilakukannya.
>
>
> Bila sesuatu hal buruk terjadi, mereka akan berdalih
>
>
> nasib tak berpihak padanya.
>
>
> Tidak jarang seseorang baru menyadari tujuan
>
> hidupnya pada usia tua. Sangat disayangkan memang.
>
>
> Seringkali orang tidak berani melakukan perubahan
>
> dalam hidupnya. Dia hanya menunggu, dan menunggu
>
> adanya perubahan tersebut... hingga akhirnya tujuan
>
> hidupnya tidak tercapai!
>
>
> Sebenarnya, tidak masalah jika kita harus mengubah
>
>
> tujuan hidup beberapa kali. Hal yg terpenting adalah
>
> setiap saat kita mempunyai tujuan hidup yang ingin
>
> dicapai.
>
>
> Setidaknya kita tahu ke mana kita akan berjalan dan
>
>
> strategi apa yang harus diambil.
>
>
> 4 Cara Yang Bisa Kita Pakai Untuk Menetapkan
>
>
> Tujuan Hidup:
>
>
> 1. Apa sebenarnya keinginan
> Kita?
>
>
> Tanyakan pada hati nurani, apa
> sebenarnya
>
> keinginan Kita untuk beberapa
> tahun ke depan?
>
>
> Tidak ada salahnya Kita
> bermimpi. Kita
>
> tidak perlu malu mengakuinya, lagipula,
> tokh tidak
>
> ada biaya yang harus Kita
> keluarkan untuk
>
> sekedar bermimpi. ;-)
>
>
> 2. Kumpulkan informasi.
>
>
> Dengan mengumpulkan informasi,
> Kita
>
> bisa lebih mudah mencapai tujuan yang
> diinginkan.
>
>
> Jika ada orang lain yang sudah
> berhasil melakukan
>
> yang Kita inginkan, belajarlah
> dari mereka.
>
> Lakukan apa yang mereka kerjakan!
>
>
> 3. Jangan diam.
>
>
> Lakukan sesuatu dan secara terus
> menerus yang akan
>
> membawa Kita pada impian hidup
> yang diinginkan!
>
>
> 4. Tingkatkan kemampuan
>
>
> Jika ada cara yang Kita
> lakukan terbukti efektif
>
> dan mendekatkan pada tujuan yang ingin
> dicapai,
>
> maka alangkah baiknya jika Kita
> berusaha untuk
>
> meningkatkan kemampuan dan menambah
> kecepatan
>
> kinerja agar tujuan hidup Kita
> lebih cepat tercapai.
>
>
> Jika keempat hal di atas Kita lakukan secara
> terus
>
> menerus tanpa lelah dan bosan, Insya-Allah Kita
>
> akan mendapatkan tujuan hidup yang diinginkan.
>
>
> Kita ibaratnya adalah seorang
> 'pemahat' atas
>
> gambaran kehidupan Kita sendiri. Dan seorang
>
> pemahat yang baik akan selalu memiliki 'planning'
>
>
> terlebih dahulu untuk mendapatkan hasil yang
>
> terbaik.
>
>
> Dalam hal ini, Kita pun hanya bisa sebesar
> dan
>
> sebahagia sebagaimana tujuan yang telah Kita
>
> tentukan. Oleh sebab itu, pahatlah diri Kita
>
>
> dengan sebaik-baiknya! :-)
posting by : anne ahira artikel
Sunday, 18. October 2009, 08:58:52
> Pernahkah Kamu mendengar kisah Helen Kehler?
>
>
> Dia adalah seorang perempuan yang dilahirkan
>
> dalam kondisi buta dan tuli.
>
>
> Karena cacat yang dialaminya, dia tidak bisa
>
> membaca, melihat, dan mendengar. Nah, dlm
>
> kondisi seperti itulah Helen Kehler dilahirkan.
>
>
> Tidak ada seorangpun yang menginginkan
>
> lahir dalam kondisi seperti itu. Seandainya
>
> Helen Kehler diberi pilihan, pasti dia akan
>
> memilih untuk lahir dalam keadaan normal.
>
>
> Namun siapa sangka, dengan segala
>
> kekurangannya, dia memiliki semangat hidup
>
> yang luar biasa, dan tumbuh menjadi seorang
>
> legendaris.
>
>
> Dengan segala keterbatasannya, ia mampu
>
> memberikan motivasi dan semangat hidup
>
> kepada mereka yang memiliki keterbatasan
>
> pula, seperti cacat, buta dan tuli.
>
>
> Ia mengharapkan, semua orang cacat seperti
>
> dirinya mampu menjalani kehidupan seperti
>
> manusia normal lainnya, meski itu teramat sulit
>
> dilakukan.
>
>
> Ada sebuah kalimat fantastis yang pernah
>
> diucapkan Helen Kehler:
>
>
> "It would be a blessing
> if each person
>
> could be blind and deaf for a few
> days
>
> during his grown-up live. It would
> make
>
> them see and appreciate their
> ability to
>
> experience the joy of
> sound".
>
>
> Intinya, menurut dia merupakan sebuah anugrah
>
> bila setiap org yang sudah menginjak dewasa
>
> itu mengalami buta dan tuli beberapa hari saja.
>
>
> Dengan demikian, setiap orang akan lebih
>
> menghargai hidupnya, paling tidak saat
>
> mendengar suara!
>
>
> Sekarang, coba Kita bayangkan sejenak....
>
>
> ......Kita menjadi seorang yang buta
>
> dan tuli selama dua atau tiga hari saja!
>
>
> Tutup mata dan telinga selama rentang waktu
>
> tersebut. Jangan biarkan diri Kita melihat
>
> atau mendengar apapun.
>
>
> Selama beberapa hari itu Kita tidak bisa
>
> melihat indahnya dunia, Kita tidak bisa
>
> melihat terangnya matahari, birunya langit, dan
>
> bahkan Kita tidak bisa menikmati musik/radio
>
> dan acara tv kesayangan!
>
>
> Bagaimana?
Apakah beberapa hari cukup
> berat?
>
> Bagaimana kalau dikurangi dua atau tiga jam saja?
>
>
> Saya yakin hal ini akan mengingatkan siapa saja,
>
> bahwa betapa sering kita terlupa untuk bersyukur
>
> atas apa yang kita miliki. Kesempurnaan yang ada
>
> dalam diri kita!
>
>
> Seringkali yang terjadi dalam hidup kita adalah
>
> keluhan demi keluhan.... Hingga tidak pernah
>
> menghargai apa yang sudah kita miliki.
>
>
> Padahal bisa jadi, apa yang kita miliki merupakan
>
> kemewahan yang tidak pernah bisa dinikmati
>
> oleh orang lain. Ya! Kemewahan utk orang lain!
>
>
> Coba Kita renungkan, bagaimana orang yang
>
> tidak memiliki kaki? Maka berjalan adalah sebuah
>
> kemewahan yang luar biasa baginya.
>
>
> Helen Kehler pernah mengatakan, seandainya ia
>
> diijinkan bisa melihat satu hari saja, maka ia yakin
>
> akan mampu melakukan banyak hal, termasuk
>
> membuat sebuah tulisan yang menarik.
>
>
> Dari sini kita bisa mengambil pelajaran, jika kita
>
>
> mampu menghargai apa yang kita miliki, hal-hal
>
> yang sudah ada dalam diri kita, tentunya kita akan
>
> bisa memandang hidup dengan lebih baik.
>
>
> Kita akan jarang mengeluh dan jarang merasa susah!
>
> Malah sebaliknya, kita akan mampu berpikir positif
>
> dan menjadi seorang manusia yang lebih
> baik. :-)
>
>
posting by: anne ahira artikel
Thursday, 1. October 2009, 09:52:45
Kisah tentang seorang gadis kecil yang cantik yang memiliki sepasang bola mata yang indah dan hati yang lugu polos. Dia adalah seorang yatim piatu dan hanya sempat hidup di dunia ini selama delapan tahun. Satu kata terakhir yang ia tinggalkan adalah saya pernah datang dan saya sangat penurut.
Anak ini rela melepasakan pengobatan, padahal sebelumnya dia telah memiliki dana pengobatan sebanyak 540.000 dolar yang didapat dari perkumpulan orang Chinese seluruh dunia. Dan membagi dana tersebut menjadi tujuh bagian, yang dibagikan kepada tujuh anak kecil yang juga sedang berjuang menghadapi kematian. Dan dia rela melepaskan pengobatannya.
Begitu lahir dia sudah tidak mengetahui siapa orang tua kandungnya. Dia hanya memiliki seorang papa yang mengadopsinya. Papanya berumur 30 tahun yang bertempat tinggal di provinsi She Cuan kecamatan Suang Liu, kota Sang Xin Zhen Yun Ya Chun Er Cu.
Karena miskin, maka selama ini ia tidak menemukan pasangan hidupnya. Kalau masih harus mengadopsi anak kecil ini, mungkin tidak ada lagi orang yang mau dilamar olehnya.
Pada tanggal 30 November 1996, tgl 20 bln 10 imlek, adalah saat dimana papanya menemukan anak kecil tersebut diatas hamparan rumput, disanalah papanya menemukan seorang bayi kecil yang sedang kedinginanPada saat menemukan anak ini, di dadanya terdapat selembar kartu kecil tertulis, 20 November jam 12. Melihat anak kecil ini menangis dengan suara tangisannya sudah mulai melemah. Papanya berpikir kalau tidak ada orang yang memperhatikannya, maka kapan saja bayi ini bisa meninggal. Dengan berat hati papanya memeluk bayi tersebut, dengan menghela nafas dan berkata, "saya makan apa, maka kamu juga ikut apa yang saya makan". Kemudian papanya memberikan dia nama Yu Yan.
Ini adalah kisah seorang pemuda yang belum menikah yang membesarkan seorang anak, tidak ada Asi dan juga tidak mampu membeli susu bubuk, hanya mampu memberi makan bayi tersebut dengan air tajin (air beras). Maka dari kecil anak ini tumbuh menjadi lemah dan sakit-sakitan. Tetapi anak ini sangat penurut dan sangat patuh.
Musim silih berganti, Yu Yuan pun tumbuh dan bertambah besar serta memiliki kepintaran yang luar biasa. Para tetangga sering memuji Yu Yuan sangat pintar, walaupun dari kecil sering sakit-sakitan dan mereka sangat menyukai Yu Yuan. Ditengah ketakutan dan kecemasan papanya, Yu Yuan pelan pelan tumbuh dewasa.
Yu Yuan yang hidup dalam kesusahan memang luar biasa, mulai dari umur lima tahun, dia sudah membantu papa mengerjakan pekerjaan rumah. Mencuci baju, memasak nasi dan memotong rumput. Setiap hal dia kerjakan dengan baik. Dia sadar dia berbeda dengan anak-anak lain. Anak-anak lain memiliki sepasang orang tua, sedangkan dia hanya memiliki seorang papa. Keluarga ini hanya mengandalkan dia dan papa yang saling menopang. Dia harus menjadi seorang anak yang penurut dan tidak boleh membuat papa menjadi sedih dan marah. Pada saat dia masuk sekolah dasar, dia sendiri sudah sangat mengerti, harus giat belajar dan menjadi juara di sekolah. Inilah yang bisa membuat papanya yang tidak berpendidikan menjadi bangga di desanya. Dia tidak pernah mengecewakan papanya, dia pun bernyanyi untuk papanya. Setiap hal yang lucu yang terjadi di sekolahnya di ceritakan kepada papanya. Kadang-kadang dia bisa nakal dengan mengeluarkan soal-soal yang susah untuk menguji papanya. Setiap kali melihat senyuman papanya, dia merasa puas dan bahagia. Walaupun tidak seperti anak-anak lain yang memiliki mama, tetapi bisa hidup bahagia dengan papa, ia sudah sangat berbahagia.
Mulai dari bulan Mei 2005 Yu Yuan mulai mengalami mimisan. Pada suatu pagi saat Yu Yuan sedang mencuci muka, ia menyadari bahwa air cuci mukanya sudah penuh dengan darah yang ternyata berasal dari hidungnya. Dengan berbagai cara tidak bisa menghentikan pendarahan tersebut. Sehingga papanya membawa Yu Yuan ke puskesmas desa untuk disuntik. Tetapi sayangnya dari bekas suntikan itu juga mengerluarkan darah dan tidak mau berhenti. Di pahanya mulai bermunculan bintik-bintik merah. Dokter tersebut menyarankan papanya untuk membawa Yu Yuan ke rumah sakit untuk diperiksa. Begitu tiba di rumah sakit, Yu Yuan tidak mendapatkan nomor karena antrian sudah panjang. Yu Yuan hanya bisa duduk sendiri dikursi yang panjang untuk menutupi hidungnya. Darah yang keluar dari hidungnya bagaikan air yang terus mengalir dan memerahi lantai. Karena papanya merasa tidak enak kemudian mengambil sebuah baskom kecil untuk menampung darah yang keluar dari hidung Yu Yuan. Tidak sampai sepuluh menit, baskom yang kecil tersebut sudah penuh berisi darah yang keluar dari hidung Yu Yuan. Dokter yang melihat keadaaan ini cepat-cepat membawa Yu Yuan untuk diperiksa. Setelah diperiksa, dokter menyatakan bahwa Yu Yuan terkena Leukimia ganas. Pengobatan penyakit tersebut sangat mahal yang memerlukan biaya sebesar 300.000$.
Papanya mulai cemas melihat anaknya yang terbaring lemah di ranjang. Papanya hanya memiliki satu niat yaitu menyelamatkan anaknya. Dengan berbagai cara meminjam uang kesanak saudara dan teman dan ternyata, uang yang terkumpul sangatlah sedikit. Papanya akhirnya mengambil keputusan untuk menjual rumahnya yang merupakan harta satu satunya. Tapi karena rumahnya terlalu kumuh, dalam waktu yang singkat tidak bisa menemukan seorang pembeli. Melihat mata papanya yang sedih dan pipi yang kian hari kian kurus. Dalam hati Yu Yuan merasa sedih.
Pada suatu hari Yu Yuan menarik tangan papanya, airmata pun mengalir dikala kata-kata belum sempat terlontar. "Papa saya ingin mati". Papanya dengan pandangan yang kaget melihat Yu Yuan, "Kamu baru berumur 8 tahun kenapa mau mati". "Saya adalah anak yang dipungut, semua orang berkata nyawa saya tak berharga, tidaklah cocok dengan penyakit ini, biarlah saya keluar dari rumah sakit ini."
Pada tanggal 18 juni, Yu Yuan mewakili papanya yang tidak mengenal huruf, menandatangani surat keterangan pelepasan perawatan. Anak yang berumur delapan tahun itu pun mengatur segala sesuatu yang berhubungan dengan pemakamannya sendiri. Hari itu juga setelah pulang kerumah, Yu Yuan yang sejak kecil tidak pernah memiliki permintaan, hari itu meminta dua permohonan kepada papanya. Dia ingin memakai baju baru dan berfoto. Yu Yuan berkata kepada papanya: "Setelah saya tidak ada, kalau papa merindukan saya lihatlah melihat foto ini".
Hari kedua, papanya menyuruh bibi menemani Yu Yuan pergi ke kota dan membeli baju baru. Yu Yuan sendirilah yang memilih baju yang dibelinya. Bibinya memilihkan satu rok yang berwarna putih dengan corak bintik-bintik merah. Begitu mencoba dan tidak rela melepaskannya. Kemudian mereka bertiga tiba di sebuah studio foto. Yu Yuan kemudia memakai baju barunya dengan pose secantik mungkin berjuang untuk tersenyum. Bagaimanapun ia berusaha tersenyum, pada akhirnya juga tidak bisa menahan air matanya yang mengalir keluar. Kalau bukan karena seorang wartawan Chuan Yuan yang bekerja di surat kabar Cheng Du Wan Bao, Yu Yuan akan seperti selembar daun yang lepas dari pohon dan hilang ditiup angin.
Setelah mengetahui keadaan Yu Yuan dari rumah sakit, Chuan Yuan kemudian menuliskan sebuah laporan, menceritakan kisah Yu Yuan secara detail. Cerita tentang anak yg berumur 8 tahun mengatur pemakamakannya sendiri dan akhirnya menyebar keseluruh kota Rong Cheng. Banyak orang-orang yang tergugah oleh seorang anak kecil yang sakit ini, dari ibu kota sampai satu Negara bahkan sampai keseluruh dunia.
Mereka mengirim email ke seluruh dunia untuk menggalang dana bagi anak ini". Dunia yang damai ini menjadi suara panggilan yang sangat kuat bagi setiap orang. Hanya dalam waktu sepuluh hari, dari perkumpulan orang Chinese didunia saja telah mengumpulkan 560.000 dolar. Biaya operasi pun telah tercukupi. Titik kehidupan Yu Yuan sekali lagi dihidupkan oleh cinta kasih semua orang. Setelah itu, pengumuman penggalangan dana dihentikan tetapi dana terus mengalir dari seluruh dunia. Dana pun telah tersedia dan para dokter ada untuk mengobati Yu Yuan. gerbang kesulitan pengobatan juga telah dilewati. Semua orang menunggu hari suksesnya Yu Yuan. Ada seorang teman di-email bahkan menulis: "Yu Yuan anakku yang tercinta saya mengharapkan kesembuhanmu dan keluar dari rumah sakit. Saya mendoakanmu cepat kembali ke sekolah. Saya mendambakanmu bisa tumbuh besar dan sehat. Yu Yuan anakku tercinta."
Pada tanggal 21 Juni, Yu Yuan yang telah melepaskan pengobatan dan menunggu kematian akhirnya dibawa kembali ke ibu kota. Dana yang sudah terkumpul, membuat memiliki harapan dan alasan untuk terus bertahan hidup. Yu Yuan akhirnya pengobatan dia sangat menderita didalam sebuah pintu kaca tempat dia berobat. Yu Yuan kemudian di ranjang untuk diinfus. Ketegaran anak kecil ini membuat semua orang kagum padanya menangani dia, Shii Min berkata, dalam perjalanan proses terapi akan mendatangkan yang sangat hebat. Pada permulaan terapi YuYuan sering sekali muntah. Tetapi Yu Yuan mengeluh.
Pada saat pertama kali melakukan pemeriksaan sumsum tulang belakang, ditusukkan dari depan dadanya, tetapi Yu Yuan tidak menangis dan juga tidak berteriak, bahkan tidak meneteskan air mata. Yu yuan yang dari dari lahir sampai maut menjemput pernah mendapat kasih sayang seorang ibu. Pada saat dokter Shii Min menawarkan Yu menjadi anak perermpuannya. Air mata Yu Yuan pun mengalir tak terbendung. Hari dokter Shii Min datang, Yu Yuan dengan malu-malu memanggil dengan sebutan Shii Mama Pertama kalinya mendengar suara itu, Shii Min kaget, dan kemudian dengan tersenyum dan menjawab, "Anak yang baik". Semua orang mendambakan sebuah keajaiban dan menunggu momen dimana Yu Yuan hidup dan sembuh kembali. Banyak masyarakat datang untuk menjenguk Yu Yuan dan banyak kabar Yu email Selama dua bulan Yu Yuan melakukanterapi dan telah berjuang menerobos sembilan maut Pernah mengalami pendarahan dipencernaan dan selalu selamat dari bencana. akhirnya darah dari tubuh Yu Yuan sudah bisa terkontrol.
Semua orang-orang pun menunggu kabar baik kesembuhan Yu Yuan. Tetapi efek samping yang dikeluarkan oleh obat-obat terapi sangatlah menakutkan, apalagi dibandingkan dengan anak-anak leukemia yang lain. Fisik Yu lemah Setelah melewati operasi tersebut fisik Yu Yuan semakin lemah. Pada tanggal 20 agustus Yuan bertanya kepada wartawan Fu Yuan: "Tante kenapa mereka mau menyumbang dana untuk saya? Tanya Yu Yuan kepada wartawan tersebut. Wartawan tersebut menjawab semua adalah orang yang baik hati". Yu Yuan kemudia berkata : "Tante saya juga mau orang yang baik hati". Wartawan itupun menjawab, "Kamu memang orang yang baik. Orang baik saling membantu agar bisa berubah menjadi semakin baik". Yu yuan dari bawah bantal tidurnya mengambil sebuah buku, dan diberikan kepada ke Fu Yuan. "Tante adalah surat wasiat saya. Fu yuan kaget, sekali membuka dan melihat surat tersebut ternyata Yuan telah pemakamannya sendiri. Ini anak yang berumur delapan tahun yang sedang sebuah wasiat dibagi menjadi bagian dengan pembukaan, tante Fu Yuan, dan diakhiri dengan selamat tante Fu Yuan Dalam satu artikel itu nama Fu Yuan muncul tujuh kali dan masih sembilan wartawan. Dibelakang ada enam sebutan dan ini adalah kata setelah Yu Yuan meninggal Tolong,.......dia juga ingin menyatakan terima kasih serta selamat tinggal kepada orang memperhatikan dia lewat surat kabar. "Sampai tante berjumpa lagi dalam mimpi. Tolong jaga papa saya. Dan sedikit dari dana pengobatan ini bisa dibagikan kepada sekolah saya. Dan katakan ini pemimpin palang merah. Setelah saya meninggal, biaya pengobatan orang-orang yang sakit seperti saya. Biar mereka lekas sembuh" Surat wasiat ini membuat Fu Yuan tidak bisa menahan tangis yang membasahi pipinya. Saya pernah datang, saya sangat patuh, demikianlah kata-kata yang keluar dari bibir Yu Yuan.
Pada tanggal 22 agustus, karena pendarahan dipencernaan hampir satu bulan, Yu Yuan tidak bisa makan dan hanya bisa mengandalkan infus untuk bertahan hidup. Mula mulanya berusaha mencuri makan, Yu Yuan mengambil mie instant dan memakannya. Hal ini membuat pendarahan di pencernaan Yu Yuan semakin parah. Dokter dan perawat pun secepatnya memberikan pertolongan darurat dan memberi infus dan transfer darah setelah melihat pendarahan Yu Yuan yang sangat hebat. Dokter dan para perawat pun ikut menangis. Semua orang ingin membantu meringankan pederitaannya. Tetapi tetap tidak bisa membantunya. Yu Yuan yang telah menderita karena penyakit tersebut akhirnya meninggal dengan tenang. Semua orang tidak bisa menerima kenyataan ini melihat malaikat kecil yang cantik yang suci bagaikan air. Sungguh telah pergi kedunia lain Dikecamatan She Chuan, sebuah email pun dipenuhi tangisan menghantar kepergian Yu Yuan.
Banyak yang mengirimkan ucapan turut berduka cita dengan karangan bunga yang ditumupuk setinggi gunung. Ada seorang pemuda berkata dengan pelan "Anak kecil, kamu sebenarnya adalah malaikat kecil diatas langit, kepakanlah kedua sayapmu. Terbanglah..............." demikian kata-kata dari seorang pemuda tersebut. Pada tanggal 26 Agustus, pemakaman Yu Yuan dilaksanakan saat hujan gerimis. Didepan rumah duka, banyak orang-orang berdiri dan menangis mengantar Yu Yuan. Mereka adalah papa mama Yu Yuan yang tidak dikenal oleh Yu Yuan semasa hidupnya. Demi Yu Yuan yang menderita karena leukemia dan melepaskan pengobatan demi orang lain, maka datanglah papa mama dari berbagai daerah yang diam-diam mengantarkan kepergian Yu Yuan. Didepan kuburannya terdapat selembar foto Yu Yuan yang sedang tertawa. Diatas batu nisannya tertulis, "Aku pernah datang dan aku sangat patuh (30 nov 1996- 22 agus 2005). Dan dibelakangnya terukir perjalanan singkat riwayat hidup Yu Yuan. Dua kalimat terakhir adalah disaat dia masih hidup telah menerima kehangatan dari dunia. Beristirahatlah gadis kecilku, nirwana akan menjadi lebih ceria dengan adanya dirimu. Sesuai pesan dari Yu Yuan, sisa dana 540.000 dolar tersebut disumbangkan kepada anak-anak penderita luekimia lainnya. Tujuh anak yang menerima bantuan Yu Yuan itu adalah : Shii Li, Huang Zhi Qiang, Liu Ling Lu, Zhang Yu Jie, Gao Jian, Wang Jie. Tujuh anak kecil yang kasihan ini semua berasal dari keluarga tidak mampu. Mereka adalah anak-anak miskin yang berjuang melawan kematian. Pada tanggal 24 September, anak pertama yang menerima bantuan dari Yu Yuan di rumah sakit Hua Xi berhasil melakukan operasi. Senyuman yang mengambang pun terlukis diraut wajah anak tersebut. "Saya telah menerima bantuan dari kehidupan Anda, terima kasih adik Yu Yuan kamu pasti sedang melihat kami diatas sana. Jangan risau, kelak di batu nisan, kami juga akan mengukirnya dengan kata-kata "Aku pernah datang dan aku sangat patuh". Kesimpulan: Demikianlah sebuah kisah yang sangat menggugah hati kita. Seorang anak kecil yang berjuang bertahan hidup dan akhirnya harus menghadapi kematian akibat sakit yang dideritanya. Dengan kepolosan dan ketulusan serta baktinya kepada orang tuanya, akhirnya mendapatkan respon yang luar biasa dari kalangan Dunia. Walaupun hidup serba kekuarangan, Dia bisa memberikan kasihnya terhadap sesama. Inilah contoh yang seharusnya kita pun mampu melakukan hal yang sama, berbuat sesuatu yang bermakna bagi sesama, memberikan sedikit kehangatan dan perhatian kepada orang yang membutuhkan. Pribadi dan hati seperti inilah yang dinamakan pribadi seorang Pengasih.
Wednesday, 30. September 2009, 09:18:23
Sepasang suami isteri – seperti pasangan lain di kota-kota besar meninggalkan anak-anak diasuh pembantu rumah sewaktu bekerja. Anak tunggal pasangan ini, perempuan cantik berusia tiga setengah tahun. Sendirian ia di rumah dan kerap kali dibiarkan pembantunya karena sibuk bekerja di dapur. Bermainlah dia bersama ayun-ayunan di atas buaian yang dibeli ayahnya, ataupun memetik bunga dan lain-lain di halaman rumahnya.
Suatu hari dia melihat sebatang paku karat. Dan ia pun mencoret lantai tempat mobil ayahnya diparkirkan mobil1.jpg, tetapi karena lantainya terbuat dari marmer maka coretan tidak kelihatan. Dicobanya lagi pada mobil baru ayahnya. Ya… karena mobil itu bewarna gelap, maka coretannya tampak jelas. Apalagi anak-anak ini pun membuat coretan sesuai dengan kreativitasnya.
Hari itu ayah dan ibunya bermotor ke tempat kerja motor.jpgkarena ingin menghindari macet. Setelah sebelah kanan mobil sudah penuh coretan maka ia beralih ke sebelah kiri mobil. Dibuatnya gambar ibu dan ayahnya, gambarnya sendiri, lukisan ayam, kucing dan lain sebagainya mengikut imaginasinya. Kejadian itu berlangsung tanpa disadari oleh si pembantu rumah.
Saat pulang petang, terkejutlah pasangan suami istri itu melihat mobil yang baru setahun dibeli dengan bayaran angsuran yang masih lama lunasnya. Si bapak yang belum lagi masuk ke rumah ini pun terus menjerit, “Kerjaan siapa ini !!!” …. Pembantu rumah yang tersentak engan jeritan itu berlari keluar. Dia juga beristighfar. Mukanya merah adam ketakutan lebih-lebih melihat wajah bengis tuannya. Sekali lagi diajukan pertanyaan keras kepadanya, dia terus mengatakan ‘ Saya tidak tahu..tuan.” “Kamu dirumah sepanjang hari, apa saja yg kau lakukan?” hardik si isteri lagi.
Si anak yang mendengar suara ayahnya, tiba-tiba berlari keluar dari kamarnya. Dengan penuh manja dia berkata “Dita yg membuat gambar itu ayahhh.. cantik …kan!” katanya sambil memeluk ayahnya sambil bermanja seperti biasa.. Si ayah yang sudah hilang kesabaran mengambil sebatang ranting kecil dari pohon di depan rumahnya, terus dipukulkannya berkali-kali ke telapak tangan anaknya . Si anak yang tak mengerti apa apa menagis kesakitan, pedih sekaligus ketakutan. Puas memukul telapak tangan, si ayah memukul pula belakang tangan anaknya.
Sedangkan Si ibu cuma mendiamkan saja, seolah merestui dan merasa puas dengan hukuman yang dikenakan. Pembantu rumah terbengong, tidak tahu harus berbuat apa… Si ayah cukup lama memukul-mukul tangan kanan dan kemudian ganti tangan kiri anaknya. Setelah si ayah masuk ke rumah diikuti si ibu, pembantu rumah tersebut menggendong anak kecil itu, membawanya ke kamar.
Dia terperanjat melihat telapak tangan dan belakang tangan si anak kecil luka-luka dan berdarah. Pembantu rumah memandikan anak kecil itu. Sambil menyiramnya dengan air, dia ikut menangis. Anak kecil itu juga menjerit-jerit menahan pedih saat luka-lukanya itu terkena air. Lalu si pembantu rumah menidurkan anak kecil itu. Si ayah sengaja membiarkan anak itu tidur bersama pembantu rumah. Keesokkan harinya, kedua belah tangan si anak bengkak. Pembantu rumah mengadu ke majikannya. “Oleskan obat saja!” jawab bapak si anak.
Pulang dari kerja, dia tidak memperhatikan anak kecil itu yang menghabiskan waktu di kamar pembantu. Si ayah konon mau memberi pelajaran pada anaknya. Tiga hari berlalu, si ayah tidak pernah menjenguk anaknya sementara si ibu juga begitu, meski setiap hari bertanya kepada pembantu rumah. “Dita demam, Bu”…jawab pembantunya ringkas. “Kasih minum panadol aja ,” jawab si ibu. Sebelum si ibu masuk kamar tidur dia menjenguk kamar pembantunya. Saat dilihat anaknya Dita dalam pelukan pembantu rumah, dia menutup lagi pintu kamar pembantunya.
Masuk hari keempat, pembantu rumah memberitahukan tuannya bahwa suhu badan Dita terlalu panas. “Sore nanti kita bawa ke klinik.. Pukul 5.00 sudah siap” kata majikannya itu. Sampai saatnya si anak yang sudah lemah dibawa ke klinik. Dokter mengarahkan agar ia dibawa ke rumah sakit karena keadaannya susah serius. Setelah beberapa hari di rawat inap dokter memanggil bapak dan ibu anak itu. “Tidak ada pilihan..” kata dokter tersebut yang mengusulkan agar kedua tangan anak itu dipotong karena sakitnya sudah terlalu parah dan infeksi akut…”Ini sudah bernanah, demi menyelamatkan nyawanya maka kedua tangannya harus dipotong dari siku ke bawah” kata dokter itu. Si bapak dan ibu bagaikan terkena halilintar mendengar kata-kata itu. Terasa dunia berhenti berputar, tapi apa yg dapat dikatakan lagi.
Si ibu meraung merangkul si anak. Dengan berat hati dan lelehan air mata isterinya, si ayah bergetar tangannya menandatangani surat persetujuan pembedahan. Keluar dari ruang bedah, selepas obat bius yang disuntikkan habis, si anak menangis kesakitan. Dia juga keheranan melihat kedua tangannya berbalut kasa putih. Ditatapnya muka ayah dan ibunya. Kemudian ke wajah pembantu rumah. Dia mengerutkan dahi melihat mereka semua menangis. Dalam siksaan menahan sakit, si anak bersuara dalam linangan air mata. “Ayah.. ibu… Dita tidak akan melakukannya lagi…. Dita tak mau lagi ayah pukul. Dita tak mau jahat lagi… Dita sayang ayah..sayang ibu.”, katanya berulang kali membuatkan si ibu gagal menahan rasa sedihnya. “Dita juga sayang Mbok Narti..” katanya memandang wajah pembantu rumah, sekaligus membuat wanita itu meraung histeris.
“Ayah.. kembalikan tangan Dita. Untuk apa diambil.. Dita janji tidak akan mengulanginya lagi! Bagaimana caranya Dita mau makan nanti ?… Bagaimana Dita mau bermain nanti ?… Dita janji tidak akan mencoret-coret mobil lagi, ” katanya berulang-ulang. Serasa hancur hati si ibu mendengar kata-kata anaknya. Meraung-raung dia sekuat hati namun takdir yang sudah terjadi tiada manusia dapat menahannya. Nasi sudah jadi bubur. Pada akhirnya si anak cantik itu meneruskan hidupnya tanpa kedua tangan dan ia masih belum mengerti mengapa tangannya tetap harus dipotong meski sudah minta maaf…Tahun demi tahun kedua orang tua tersebut menahan kepedihan dan kehancuran bathin sampai suatu saat Sang Ayah tak kuat lagi menahan kepedihannya dan wafat diiringi tangis penyesalannya yg tak bertepi…, Namun…., si Anak dengan segala keterbatasan dan kekurangannya tersebut tetap hidup tegar bahkan sangat sayang dan selalu merindukan ayahnya..
Sunday, 27. September 2009, 12:34:59
Grail suci adalah hadiah bagi pemenang peperangan 7 penyihir dan 7 pengawalnya.Grail suci mengabulkan satu permintaan pemegangnya. Grail suci muncul ketika pemenang perang telah ditentukan. Peperangan ini pun berlangsung setiap 10 tahun, dan tanda dimulai perang tersebut adalah terpilihnya 7 penyihir. Setiap penyihir bebas menentukan siapa yang akan jadi pengawalnya, dengan melalui sebuah perjanjian. Sang pengawal harus tunduk terhadap tuannya dan harus menuruti segala permintaan tuannya. Bila sang pengawal menolak permintaan tuannya maka sang penyihir bisa menggunakan segel tanda perintah yg hanya berlaku 3x saja. Ketika segel di gunakan dalam kondisi apapun sang pelayan tidak akan bisa menolak permintaan tuanya. Sang pengawal sendiri adalah para pahlawan jaman dulu yg menyebrang kemasa kini dan mengadakan perjanjian dengan sang penyihir yang memanggilnya. Jadi sebenarnya ini adalah pertempuran para arwah yang ketika masih hidup ia mempunyai hal yg belum bisa di wujudkanya. Karena cita2nya belum terwujud dan ia meninggal sehingga ia menyebrang ke masa kini dan mengadakan perjanjian dengan salah satu penyihir dan bersedia bertarung untuk memenangkan peperangan. Peperangan ini adalah pertempuran satu lawan satu antara pengawal dengan pengawal sehingga tersisa satu pengawal. Ketika sang tuan terbunuh sang pelayan bebas mengadakan perjanjian dengan penyihir lain yang belum terpilih. Tetapi ketika sang pengawal kalah maka tuannya tidak bisa memanggil pengawal lain.
Begining..
Emiya Shirou adalah seorang murid kelas 2 smu di sebuah kota kecil di selatan kota tokyo. 10 tahun lalu dikota ini ada sebuah tragedi yg sangat memilukan 1/2 kota hancur lebur karena sebuah ledakan yang tidak di ketahui penyebabnya. Shirou yg masih kecil sekarat diantara puing-puing, lalu seseorang lewat dan memeluknya dengan hati sedih. Emiya Kiritsugi, orang yg menolongnya diantara puing2 itu. Melihat shirou yang hampir mati dengan luka parah di sekujur tubuhnya. Kiritsugi mengeluarkan benda yang bersinar keemasan yang menyerupai sarung pedang. Benda itu di tanamkan ke tubuh shirou dan dengan terburu-buru kiritsugi membawanya kerumah sakit di bagian kota yg tidak hancur. Kiritsugi mengangkatnya sebagai anak dan mengajari sebuah teknik sihir. Shirou bukanlah seorang penyihir atau pun keturunan penyihir, ia manusia biasa yg mempunyai bakat sihir. Kiritsugi menyadari bakat shirou dan mengajari satu buah teknik sihir saja yaitu pembayangan. Sepuluh tahun berlalu shirou yang tidak mengetahui apapun tentang ayahnya membicarakan hal yang tidak terduga dari kiritsugi. Malam itu shirou dan kiritsugi membicarakan sesuatu..
Shirou aku sangat mengagumi sosok pahlawan pembela kebenaran... Ujar kiritsugi.
Jika kau begitu mengagumi sosok pembela kebenaran maka aku akan menjadi seorang pembela kebenaran.. Shirou yang bersemangat menjawab pertanyaan kiritsugi.
Kalau begitu aku bisa pergi dengan tenang.. Yang tak di sangka itu adalah kata terakhir yang diucapkan kiritsugi kepada shirou. Melihat ayahnya yang terdiam begitu saja shirou kaget.. Hai ayah knapa kau diam.. Hai.. Berkali-kali shirou memanggil tapi kiritsugi sudah pergi...
Aku berjanji yah.. Aku berjanji...
Sebelum meninggal kiritsugi menitipkan shirou kepada keponakan temannya. Ia adalah seorang guru yang menjadi wali kelas di sekolahnya shirou. Ketika shirou sakit sang wali kelas meminta bantuan sakura adik kelas shirou untuk menjaganya ketika ia harus mengajar. Setelah sembuh sakura malah rutin setiap pagi menyiapkan sarapan untuk shirou dan guru itu.
Sakura terima kasih 1/2 tahun ini kau telah menjaga dan merawat kami.. Ujar shirou..
Tidak apa-apa aku malah senang tiap hari kesini dan menyiapkan sarapan untuk kalian.
Shirou kita berangkat bersama2..
Ok..
Mereka berjalan menuju sekolah.. Di persimpangan mereka berpapasan dengan Rin Tohsaka. Ia adalah teman sekelas shirou, gadis yang di puja di sekolah dan paling pintar dan cantik, ia adalah idola sekolah. Rin mempunyai fisik yg di idamkan pria tapi terkesan terlalu cuek dengan semua orang dan terus2an sendiri.
Hai.. Tohsaka.. Sapa shirou.
Selamat pagi tohsaka senpai sakura pun menyapa.
Tapi Rin berlalu begitu saja seakan2 ia tidak melihat mereka. Begitulah Rin selalu tidak peduli terhadap orang2 d sekitarnya. Di luar dugaan rin adalah seorang penyihir ia telah memanggil seorang pengawal Archer (pengguna panah) sedangkan identitas archer sendiri masih misterius, bahkan rin sendiri pernah menanyakannya dan ia menjawab ingatannya hilang. Sesampainya di sekolah rin selalu berada di atap gedung sekolah.
Archer apa kau merasakan ada penyihir lain di sini. Jika sang penyihir membawa pengawalnya itu mudah di ketahui tapi kalau sendiri sulit, karena arwah bisa melihat arwah..
Sore haripun tiba shirou yg harus membersihkan gedung olah raga tertinggal sendiri..
Sepertinya aq harus membersihkan gedung ini sampai malam.
Trang.. Trang..Trang.. Terdengar suara besi yang seperti di pukul2.
Suara apa itu.. apa masih ada orang lain di sekolah ini.. Shirou semakin penasaran.
Ia berjalan mengikuti sumber suara,.. Terlihat 2 orang yang sedang bertarung di atap gedung.
Apa itu.. Siapa mereka? Shirou semakin penasaran.
Semakin dekat terlihat semakin jelas sosok pria berpakaian prajurit kerajaan memegang tombak. Dan lawannya pria berpakaian aneh dengan jubah coklat memegang 2 pedang. Dan seorang gadis..
Itu tohsaka.. Sedang apa ia di atap gedung dan juga orang2 itu.. siapa mereka.. Shirou semakin bingung.
Besambung..