a place I called home

Subscribe to RSS feed

Maafkan Aku Bila Aku Mengeluh

Hari ini, di sebuah bus, aku melihat seorang remaja tampan dengan rambut sedikit ikal. Aku iri melihatnya. Dia tampak begitu ceria, dan aku sangat ingin memiliki gairah hidup yang sama. Tiba-tiba dia terhuyung-huyung berjalan. Dia mempunyai satu kaki saja, dan memakai tongkat kayu. Namun ketika dia lewat .... ia tersenyum. Ya Allah, maafkan aku bila aku mengeluh. Aku punya dua kaki. Dunia ini milikku.

Aku berhenti untuk membeli sedikit kue. Anak laki-laki penjualnya begitu mempesona. Aku berbicara padanya. Dia tampak begitu gembira. Seandainya aku terlambat sampai di kantor, tidaklah apa-apa. Ketika aku pergi, dia berkata, 'Terima kasih. Engkau sudah begitu baik.
Menyenangkan berbicara dengan orang sepertimu. Lihatlah, aku buta.' Ya Allah, maafkan aku bila aku mengeluh. Aku punya dua mata. Dunia ini milikku.

Lalu, sementara berjalan. Aku melihat seorang anak mirip bule dengan bola mata biru. Dia berdiri dan melihat teman-temannya bermain sepak bola. Dia tidak tahu apa yang bisa dilakukannya. Aku berhenti sejenak, lalu berkata, 'Mengapa engkau tidak bermain dengan yang lain, Nak ?' Dia memandang ke depan tanpa bersuara, lalu aku tahu dia tidak bisa mendengar. Ya Allah, maafkan aku bila aku mengeluh. Aku punya dua telinga. Dunia ini milikku.

Dengan dua kaki untuk membawaku ke mana aku mau. Dengan dua mata untuk memandang mentari dan bukit-bukit. Dengan dua telinga untuk mendengar desir angin dan segala bunyi.
Ya Allah, maafkan aku bila aku mengeluh.

Tradisi Menguji Keperawanan

TRADISI menguji keperawanan wanita unik-unik. Suku Inka di Amerika Selatan percaya bahwa tiupan napas perawan mampu mengobarkan api kecil, sedangkan kalau bukan perawan justru akan memadamkannya. Di zaman Romawi kuno, keperawanan diuji dengan membawa air dalam saringan. Kalau bisa membawa air di dalam saringan berarti dia masih perawan. Yakin, deh, pasti lebih banyak yang tidak 'lulus'. bigsmile

Seberapa Berharga ( part II )

Pernahkah kita merasa bingung dengan apa yang harus kita lakukan saking banyaknya ide di dalam kepala? saking banyak urusan lain dalam kehidupan. Tidak jarang kita menelantarkan ide brilian yang ada dalam kepala.
"PR" yang seharusnya dilakukan untuk mencapai cita-cita, akhirnya tidak ada satu pun yang dilakukan atau terlaksana.
Satu saat kita melihat orang lain berhasil melakukan apa yang pernah kita bayangkan sebelumnya, barulah kita menyadarinya dan mungkin menyesal dengan mengatakan..
"waah... Dulu khan saya sempat punya ide seperti itu".

Menuang Gandum Orang Lain

Suatu hari, Udin kedapatan sedang menuang gandum milik tetangganya ke dalam karung gandumnya di toko koperasi. Akhirnya ia dibawa ke pengadilan.
"Saya memang bodoh. Saya tidak bisa membedakan antara gandum orang lain dengan gandum saya," katanya membela diri di depan hakim.
"Kalau begitu kenapa tidak kau tuangkan saja gandummu ke kantong orang lain?" tanya hakim.
"Tapi saya bisa membedakan yang mana gandum saya di antara milik orang lain. Saya kan tidak sebodoh itu," kelit Udin.

Seberapa Berharga ( Part I )

Ketika Tuhan menciptakan wanita,DIA lembur pada hari ke-6.
Malaikat datang dan bertanya,"mengapa begitu lama Tuhan?"
Tuhan menjawab: "sudahkah engkau lihat semua detail yg Saya buat untuk menciptakan mereka?
2 tangan ini harus bisa dibersihkan,tetapi bahannya bukan dari plastik.
Setidaknya terdiri dari 200 bagian yang bisa digerakan dan berfungsi baik untuk segala jenis makanan.
Mampu menjaga banyak anak saat yg bersamaan.
Punya pelukan yang dapat menyembuhkan sakit hati dan keterpurukan..., dan semua itu dilakukannya cukup dengan dua tangan ini...."

Sajak Misterius ** 10 ANAK NEGRO**

10 anak negro makan malam, seorang tersedak tinggal 9
9 anak negro bergadang jauh malam, seorang ketiduran tinggal 8
8 anak negro berkeliling devon, seorang tak mau pulang tinggal 7
7 anak negro mengapak kayu, seorang terkapak tinggal 6
6 anak negro bermain sarang lebah, seorang tersengat tinggal 5,
5 anak negro ke pengadilan, seorang ke kedutaan tinggal 4
4 anak negro pergi kelaut, seorang dimakan ikan herring merah, tinggal 3
3 anak negro pergi ke kebun binatang, seorang diterkam beruang tinggal 2
2 orang anak negro duduk berjemur, seorang hangus tinggal 1
seorang anak negro yang sendirian, menggantung diri, habislah sudah..

(Aghata Christie)

Paman Yang Baik

Di sebuah desa hiduplah seorang duda dengan tiga orang anak yang sudah menginjak dewasa. Duda itu terbilang cukup kaya di desanya. Iya memiliki rumah, tanah, dan 19 ekor kerbau. Suatu saat duda tersebut mengalami sakit keras, bahkan tipis harapan untuk sembuh. Merasa ajalnya sudah dekat sang duda memanggil ketiga anaknya untuk diberi wasiat berupa pembagian harta warisan, terutama kesembilan belas kerbaunya.

Kepada anak sulung sang ayah berpesan bahwa dia akan memperoleh setengah dari jumlah kerbaunya. Sedangkan anak kedua akan memperoleh seperempat dari dari jumlah kerbau, dan anak bungsu akan memperoleh seperlima dari jumlah kerbau yang duda itu miliki. Tak lama kemudian duda itu meninggal.
Setelah ayahnya dimakamkan dan situasi mulai tenang, ketiga ahli waris itu pun mengadakan rapat guna membagi 19 kerbau ekor kerbau peninggalan ayahnya tersebut. Kesembilan belas kerbau tersebut dibagikan sesuai dengan amanat almarhun ayahnya, yakni setengah untuk sulung, seperempat untuk untuk anak kedua, dan seperlima untuk bungsu. Akan tetapi , mereka baru sadar bahwa hasil pembagian tersebut ternyata tidak utuh. Dari hasil pembagian tersebut anak sulung menerima setengah dari 19 ekor kerbau, artinya menerima Sembilan setengah kerbau. Demkian pula dengan anak kedua dia akan menerima empat tiga perempat kerbau. Sedangkan si bungsu akhirnya hanya menerima tiga koma delapan kerbau.

Mereka menjadi bingung, tidak tahu bagaimana cara menbagi kerbau-kerbau itu. Dalam kebingungan itulah, ego mereka masing-masing muncul. Semua menginginkan kerbau diterima utuh tanpa ada yang dipotong-potong. Si sulung menuntut lebih, mengingat dia adalah pewaris atama, sementara adik-adiknya yang lain pun tentu tidak mau mengalah.

Tidak jauh dari rumah mereka, sebenarnya tinggal paman mereka yang tergolong miskin. Tidak mempunyai banyak tanah dan hanya memiliki seekor kerbau warisan ayahnya dulu. Itu pun sudah sangat kurus dan tidak terawat. Akibat kehidupannya yang miskin itulah, sang paman hampir tidak pernah diperhatikan oleh keluarga almarhum duda kaya itu, apalagi perhatian dari ketiga keponakanya. Namun demikian, berita mengenai pertentangan ketiga keponakannya dalam membagi Sembilan belas kerbau tersebut sampai juga ke telinganya.

Setelah mengetahui titik permasalahanya dengan hati yang tulus dia berkata kepada ketiga keponakanya itu “ ambilah kerbau paman yang satu-satunya ini, mungkin berguna untuk memecahkan masalah kalian bertiga. “wah, ide yang bagus. Kalau begitu, sekalian saja paman yang membaginya untuk kami. Supaya adil!” sahut si sulung dengan mantap.
Dengan senang hati, sang paman pun bersedia untuk membantu membagi kerbau warisan itu. Ditambah satu kerbau miliknya, jumlah kerbau sekarang menjadi 20 ekor. Sesuai dengan porsi pembagian yang telah diwariskan sang ayah, maka si sulung memperoleh sepuluh ekor kerbau( ½ dari 20 ), adiknya yang nomor dua mendapatkan lima ekor ( ¼ dari 20 ), dan si bungsu memperoleh empat ekor ( 1/5 dari 20 ).

“apakah kalian puas dan merasa adil dengan yang telah kalian terima?” Tanya sang paman.
“sangat puas, paman!” sahut ketiga keponakanya.
“sesuai wasiat ayah kalian, sekarang masing-masing sudah mendapat 10, 5, dan 4 ekor kerbau. Jadi, total jumlah kerbau yang dibagi ada 19 ekor, sedangkan kerbau yang ada adalah 20 ekor. Berarti ada sisa satu lagi. Nah, yang satu ini paman bawa pulang lagi, ya!” pinta paman mereka dengan tersenyum.^_^


( dari novel setengah isi setengah kosong )

Seberapa Berharga ( Part III )

Suatu pagi seorang bayi siap untuk dilahirkan ke dunia. Dia bertanya kepada Tuhan,
Bayi : "Para malaikat di sini mengatakan bahwa besok Engkau akan mengirimku ke dunia, tetapi bagaimana cara saya hidup di sana? saya begitu kecil & lemah."
Tuhan : "Aku sudah memilih 1 malaikat untukmu. Ia akan menjaga dan mengasihimu."
Bayi : "Tapi di sini di dalam surga apa yang pernah kulakukan hanyalah bernyanyi dan tertawa. Ini sudah cukup bagi saya."
Tuhan : "Malaikatmu akan bernyanyi dan tersenyum untukmu setiap hari dan kamu akan merasakan kehangantan cintanya dan menjadi lebih berbahagia."
Bayi : "Dan bagaimana saya bisa mengerti saat orang-orang berbicara kepadaku jika saya tidak mengerti bahasa mereka?"
Tuhan : "Malaikatmu akan berbicara kepadamu dengan bahasa paling indah yang pernah engkau dengar dan dengan penuh kesabaran dan perhatian dia akan mengajarkanmu bagaimana cara berbicara."
Bayi : "Apa yang akan saya lakukan saat saya ingin berbicara kepadamu?"
Tuhan : "Malaikatmu akan mengajarkanmu bagaimana cara berdoa."
Bayi : "Saya dengar bahwa di bumi banyak orang yang jahat, siapakah nanti yang akan melindungi saya?"
Tuhan : "Malaikatmu akan melindungimu walaupun hal itu akan mengancam jiwanya."
Bayi : "Tapi saya pasti akan sedih karena tidak melihatMu lagi."
Tuhan : "Malaikatmu akan menceritakan padamu tentang-Ku dan akan mengajarkan bagaimana agar kamu bisa kembali kepada-Ku, walaupun sesungguhnya Aku akan selalu berada di sisimu."
Saat itu surga begitu tenangnya sehingga suara dari Bumi dapat terdengar dan sang bayi pun bertanya perlahan,
"Tuhan, jika saya harus pergi sekarang, bisakah Engkau memberitahuku nama malaikat tersebut?"
Jawab Tuhan,
....."Kamu akan memanggil malaikatmu, Ibu."


Mother and son Pictures, Images and Photos

Seberapa Berharga ( Part IV )

Ketika Tuhan menciptakan wanita, DIA lembur pada hari ke-enam.Malaikat datang dan bertanya,

Malaikat : “Mengapa begitu lama, Tuhan?”
Tuhan : “Sudahkan engkau lihat semua detail yang saya buat untuk menciptakan mereka? Dua tangan ini harus bisa dibereskan, tetapi bahannya bukan dari plastik. Setidaknya terdiri dari 200 bagian yang bisa digerakkan dan berfungsi baik untuk segala jenis makanan. Mampu menjaga banyak anak saat yang bersamaan. Punya pelukan yang dapat menyembuhkan sakit hati dan keterpurukan…., dan semua dilakukannya cukup dengan dua tangan ini.”

Malaikat pun takjub.

Malaikat : “Hanya dengan dua tangan?…. impossible!! Dan itu model standard?! Sudahlah Tuhan, cukup dulu untuk hari ini, besok kita lanjutkan lagi untuk menyempurnakannya.”
Tuhan : “Oh… Tidak, aku akan menyelesaikan ciptaan ini, karena ini adalah ciptaan favorit saya. Oya…. Dia juga akan mampu menyembuhkan dirinya sendiri, dan bisa bekerja 18 jam sehari.”

Malaikat mendekat dan mengamati bentuk wanita ciptaan TUHAN itu.

Malaikat : “Tapi ENGKAU membuatnya begitu lembut TUHAN ?”
Tuhan : “Yah.. SAYA membuatnya lembut. Tapi ENGKAU belum bisa bayangkan kekuatan yang SAYA berikan agar mereka dapat mengatasi banyak hal yang luar biasa.”
Malaikat : “Dia bisa berpikir?”
Tuhan : “Tidak hanya berpikir, dia mampu bernegosiasi.”

Malaikat itu menyentuh dagunya….

Malaikat : “TUHAN, ENGKAU buat ciptaan ini kelihatan lelah & rapuh! Seolah terlalu banyak beban baginya.”
Tuhan : “Itu bukan lelah atau rapuh….itu air mata.”
Malaikat : “Untuk apa?”

TUHAN melanjutkan….

Tuhan : “Air mata adalah salah satu cara dia mengekspressikan kegembiraan, kegalauan, cinta, kesepian, penderitaan, dan kebanggaan.”
Malaikat : “Luar biasa, ENGKAU jenius TUHAN. ENGKAU memikirkan segala sesuatunya, wanita ciptaanMU ini akan sungguh menakjubkan!”
Tuhan : “Ya pastii…! Wanita ini akan mempunyai kekuatan mempesona laki-laki. Dia dapat mengatasi beban bahkan melebihi laki-laki. Dia mampu menyimpan kebahagiaan dan pendapatnya sendiri. Dia mampu tersenyum bahkan saat hatinya menjerit. Mampu menyanyi saat menangis, menangis saat terharu, bahkan tertawa saat ketakutan. Dia berkorban demi orang yang dicintainya. Mampu berdiri melawan ketidakadilan.Dia tidak menolak kalau melihat yang lebih baik. Dia menerjunkan dirinya untuk keluarganya. Dia membawa temannya yang sakit untuk berobat. CINTANYA TANPA SYARAT. Dia menangis saat melihat anaknya adalah pemenang. Dia girang dan bersorak saat melihat kawannya tertawa. Dia begitu bahagia mendengar kelahiran. Hatinya begitu sedih mendengar berita sakit dan kematian. Tetapi dia selalu punya kekuatan untuk mengatasi hidup. Dia tahu bahwa sebuah ciuman dan pelukan dapat menyembuhkan luka.

->>Hanya ada satu hal yang kurang dari wanita, DIA LUPA BETAPA BERHARGANYA DIRINYA…

brrenskirtsun Pictures, Images and Photos

Hati Manusia

Manusia di ibaratkan Padi dan Rumput

Rumput liar bisa tumbuh di mana saja, di lahan subur atau di lahan kering. Rumput liar tidak perlu perawatan dan pemeliharaan, ia akan tumbuh dengan sendirinya. Ketika hujan turun ia akan semakin subur, ketika tidak ada hujan pun ia akan tetap tumbuh dengan sendirinya.
Berbeda dengan padi, padi tidak bisa tumbuh dengan sendirinya. Lahan yang akan ditanami padi harus di olah terlebih dahulu. Tanahnya dibuat gembur dan diberi pengairan sehingga bisa ditanami padi. Tidak cukup sampai di situ padi yang sudah ditanam harus dipelihara dari serangan hama dan rumput liar. Di jaga dari burung-burung pemakan biji, tikus dan hewan lain yang akan merusak padi. Di beri pupuk dan anti hama dengan teratur, agar padi tumbuh dengan baik. Meskipun sudah seperti itu, ketika padi dipanen tetap saja akan ada hama dan rumput liar yang akan ikut terpanen.
Kita sebagai petani tidak boleh menyerah apalagi putus asa, jika lahan kosong dibiarkan begitu saja maka akan tumbuh rumput liar.

Begitu pun hati manusia...

Keburukan atau kejahatan di hati manusia tidak perlu di pelajari, ia akan ada dan tumbuh dengan sendirinya.
Sedangkan kebaikan ditanamkan di hati manusia sejak ia mulai belajar berbicara. di olah dan di beri pendidikan, di isi nasihat-nasihat tentang kebaikan. Tapi ketika manusia melakukan suatu perbuatan baik, akan ada sifat hati yang buruk yang ikut menyertainya. Seperti riya, iri, sombong dan lain-lain.
Tetapi kita jangan putus asa dalam melakukan kebaikan karena hal itu. Jika hati di biarkan kosong dan tidak di isi dengan kebaikan-kebaikan, maka dengan sendirinya akan timbul keburukan dan sifat jahat.

mine Pictures, Images and Photos