a place I called home

Hati Manusia

Manusia di ibaratkan Padi dan Rumput

Rumput liar bisa tumbuh di mana saja, di lahan subur atau di lahan kering. Rumput liar tidak perlu perawatan dan pemeliharaan, ia akan tumbuh dengan sendirinya. Ketika hujan turun ia akan semakin subur, ketika tidak ada hujan pun ia akan tetap tumbuh dengan sendirinya.
Berbeda dengan padi, padi tidak bisa tumbuh dengan sendirinya. Lahan yang akan ditanami padi harus di olah terlebih dahulu. Tanahnya dibuat gembur dan diberi pengairan sehingga bisa ditanami padi. Tidak cukup sampai di situ padi yang sudah ditanam harus dipelihara dari serangan hama dan rumput liar. Di jaga dari burung-burung pemakan biji, tikus dan hewan lain yang akan merusak padi. Di beri pupuk dan anti hama dengan teratur, agar padi tumbuh dengan baik. Meskipun sudah seperti itu, ketika padi dipanen tetap saja akan ada hama dan rumput liar yang akan ikut terpanen.
Kita sebagai petani tidak boleh menyerah apalagi putus asa, jika lahan kosong dibiarkan begitu saja maka akan tumbuh rumput liar.

Begitu pun hati manusia...

Keburukan atau kejahatan di hati manusia tidak perlu di pelajari, ia akan ada dan tumbuh dengan sendirinya.
Sedangkan kebaikan ditanamkan di hati manusia sejak ia mulai belajar berbicara. di olah dan di beri pendidikan, di isi nasihat-nasihat tentang kebaikan. Tapi ketika manusia melakukan suatu perbuatan baik, akan ada sifat hati yang buruk yang ikut menyertainya. Seperti riya, iri, sombong dan lain-lain.
Tetapi kita jangan putus asa dalam melakukan kebaikan karena hal itu. Jika hati di biarkan kosong dan tidak di isi dengan kebaikan-kebaikan, maka dengan sendirinya akan timbul keburukan dan sifat jahat.

mine Pictures, Images and Photos

Ibu..Seberapa Berharga ( Part IV )

Write a comment

New comments have been disabled for this post.