Wednesday, October 28, 2009 6:08:35 AM
Hanya Allah yang tahu

Perkiraan akan datangnya kiamat pada 2012 telah banyak dibahas di berbagai media. Faktanya, perkiraan tersebut sebenarnya merupakan fenomena alami berupa aktivitas maksimal matahari yang rutin terjadi secara berkala setiap 11 tahun sekali.
Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Adi Sadewo Salatun menyebutkan, dalam ilmu sains, fenomena seperti ini dikatakan sebagai kiamat scientific.
“Kita mengenal dua kiamat. Satu adalah kiamat reliji yang diyakini setiap umat sesuai dengan kepercayaannya masing-masing. Yang kedua adalah kiamat scientific,” kata Adi saat ditemui di kantornya, Senin (9/11/2009).
“Secara sederhana, para astronom menggambarkannya sebagai aktivitas kekuatan gravitasi matahari yang sangat kuat dan setiap 11 tahun sekali perilakunya meningkat. Saat tarik menarik gravitasi demikian kuat dan tidak tertahankan lagi, hal ini akan menyebabkan ledakan hidrogen,”
kata Adi.
Secara sederhana, Adi menyebutkan bahwa ketika mengalami aktivitas maksimal, matahari mengeluarkan radiasi yang bisa mempengaruhi Bumi. Saat gravitasinya melemah, matahari akan mengembang dan Bumi bisa masuk ke dalam apinya.
Dampak yang ditimbulkan berpengaruh besar terhadap Bumi. Sebagai contoh, saat terakhir kali terjadi, fenomena ini menyebabkan orbit satelit bergeser. Ketika itu satelit palapa berubah letaknya. Pun dengan satelit-satelit milik negara lain. Satelit Ardios milik Jepang bahkan mati total. Hal ini tentunya mempengaruhi komunikasi masyarakat di Bumi.
Pada kasus yang cukup ekstrim hal ini akan mengganggu transmisi listrik di Bumi yang menyebabkan gardu PLN meledak dan mati listrik
.
“Tugas Lapan adalah memberitahukan hal ini kepada operator telekomunikasi, PLN dan masyarakat lainnya menjelang terjadinya fenomena tersebut,” kata Adi.
Namun menurut Adi, sejauh pengamatan Lapan hingga saat ini yang terlihat hanya aktifitas matahari yang wajar, belum ada gejala yang perlu ditakutkan
.
“Saat matahari akan melakukan aktivitas maksimal, mulai sekarang bisa terdeteksi bagaimana perilakunya,” tandasnya. (Adtysai)
Tuesday, October 27, 2009 11:49:42 PM
Profesor muda indonesia

Nelson Tansu meraih gelar Profesor di bidang Electrical Engineering di Amerika sebelum berusia 30 tahun. Karena last name-nya mirip nama Jepang, banyak petinggi Jepang yang mengajaknya "pulang ke Jepang" untuk membangun Jepang. Tapi Prof. Tansu mengatakan kalau dia adalah pemegang paspor hijau berlogo Garuda Pancasila. Namun demikian, ia belum mau pulang ke Indonesia.
Kenapa?
Nelson Tansu lahir di Medan , 20 October 1977:). Lulusan terbaik dari SMA Sutomo 1 Medan;) . Pernah menjadi finalis team Indonesia di Olimpiade Fisika. Meraih gelar Sarjana dari Wisconsin University pada bidang Applied Mathematics, Electrical Engineering and Physics (AMEP) yang ditempuhnya hanya dalam 2 tahun 9 bulan, dan dengan predikat Summa Cum Laude. Kemudian meraih gelar Master pada bidang yang sama, dan meraih gelar Doktor (Ph.D) di bidang Electrical Engineering pada usia 26 tahun. Ia mengaku orang tuanya hanya membiayai-nya hingga sarjana saja. Selebihnya, ia dapat dari beasiswa hingga meraih gelar Doktorat. Dia juga merupakan orang Indonesia pertama yang menjadi Profesor di Lehigh University tempatnya bekerja sekarang.
Thesis Doktorat-nya mendapat award sebagai "The 2003 Harold A. Peterson Best ECE Research Paper Award" mengalahkan 300 thesis Doktorat lainnya. Secara total, ia sudah menerima 11 scientific award di tingkat internasional, sudah mempublikasikan lebih 80 karya di berbagai journal internasional dan saat ini adalah visiting professor di 18 perguruan tinggi dan institusi riset. Ia juga aktif diundang sebagai pembicara di berbagai even internasional di Amerika, Kanada, Eropa dan Asia .
Karena namanya mirip dengan bekas Perdana Menteri Turki, Tansu Ciller, dan juga mirip nama Jepang, Tansu, maka pihak Turki dan Jepang banyak yang mencoba memgajaknya untuk "pulang". Tapi dia selalu menjelaskan kalau dia adalah orang Indonesia . Hingga kini ia tetap memegang paspor hijau berlogo Garuda Pancasila dan tidak menjadi warga negara Amerika Serikat. Ia cinta Indonesia katanya. Tetapi, melihat atmosfir riset yang sangat mendukung di Amerika , ia menyatakan belum mau pulang dan bekerja di Indonesia . Bukan apa-apa, harus kita akui bahwa Indonesia terlalu kecil untuk ilmuwan sekaliber Prof. Nelson Tansu.
Ia juga menyatakan bahwa di Amerika, ilmuwan dan dosen adalah profesi yang sangat dihormati di masyarakat. Ia tidak melihat hal demikian di Indonesia . Ia menyatatakan bahwa penghargaan bagi ilmuwan dan dosen di Indonesia adalah rendah. Lihat saja penghasilan yang didapat dari kampus. Tidak cukup untuk membiayai keluarga si peneliti/dosen. Akibatnya, seorang dosen harus mengambil pekerjaan lain, sebagai konsultan di sektor swasta, mengajar di banyak perguruan tinggi, dan sebagianya. Dengan demikian, seorang dosen tidak punya waktu lagi untuk melakkukan riset dan membuat publikasi ilmiah. Bagaimana perguruan tinggi Indonesia bisa dikenal di luar negeri jika tidak pernah menghasilkan publikasi ilmiah secara internasional?
Prof. Tansu juga menjelaskan kalau di US atau Singapore , gaji seorang profesor adalah 18-30 kali lipat lebih dari gaji professor di Indonesia . Sementara, biaya hidup di Indonesia cuma lebih murah 3 kali saja. Maka itu, ia mengatakan adalah sangat wajar jika seorang profesor lebih memilih untuk tidak bekerja di Indonesia . Panggilan seorang profesor atau dosen adalah untuk meneliti dan membuat publikasi ilmiah, tapi bagaimana mungkin bisa ia lakukan jika ia sendiri sibuk "cari makan".
Monday, February 23, 2009 2:03:27 PM
Will Dajjal come from Khurasan?
Terhadap munculnya fitnah Dajjal, manusia terpecah menjadi tiga kelompok besar :
PERTAMA: Mereka beriman dan yakin dengan semua yang dijanjikan oleh Rasulullah tentang Dajjal, sifatnya dan kemunculannya. Mereka memahami sebagaimana yang dipahami oleh para sahabat dan jumhur ulama dengan mengkompromikan semua riwayat yang ada. Kesimpulannya, Dajjal adalah manusia keturunan Adam yang diberi sebagian keluarbiasaan yang menjadi hak Allah.
KEDUA: Mereka yang terkena fitnah syubhat dan virus rasionalisme dalam memahami nubuat, mereka melakukan takwil sekaligus ta'thil (penihilan) terhadap hakekat Dajjal yang sesungguhnya. Kelompok sekuler dan liberal juga masuk di dalamnya. Kesimpulannya adalah bahwa Dajjal hanyalah simbol kejahatan, lambang kezaliman dan jaman yang telah rusak. Dajjal bukan manusia.
KETIGA: Mereka yang meyakini hakekat Dajjal, namun penggambaran mereka tentang Dajjal keluar dari apa yang dipahami oleh jumhur. Mereka menggambarkan Dajjal adalah sosok manusia raksasa bermata satu (ditengah) dengan telinga lancip dan dua tanduk di kepalanya, perutnya membuncit tanpa pakaian dan kuku-kukunya panjang runcing. Dajjal dengan kondisinya yang sangat mengerikan datang ke kota-kota, lalu menghancurkan semua bangunan hingga kota itu rata degan tanah. Namun, benarkah Dajjal akan muncul dengan kondisi seperti itu?.
**
Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam, pencipta langit dan bumi, pengatur seluruh makhluk, bagi-Nya semua bentuk pujian di dunia dan di akherat.
"Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan yang telah menciptakan kalian dari diri yang satu. Daripadanya Allah menciptakan isterinya; dan daripada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan nama-Nya kalian saling meminta satu sama lain. Dan peliharalah hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kalian (An-Nisa': 1).
" Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya: dan janganlah sekali-kali kalian mati melainkan dalam keadaan beragama Islam. (Ali Imran: 104).
*Sesungguhnya sebaik-baik ucapan adalah Kitabullah, dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad saw. Sedang perkara yang paling buruk adalah yang diada-adakan, dan setiap yang diada-adakan dalam dien ini adalah bid'ah, dan setiap bid'ah adalah sesat.
Amma ba'du.
Rasulullah saw bersabda, "Wahai sekalian Manusia! sesungguhnya tidak ada fitnah dimuka bumi ini -semenjak Allah menciptakan keturunan adam {dan tidak ada fitnah sehingga hari kiamat tiba}-yang lebih besar dari fitnah Dajjal, Sesungguhnya allah tidak mengutus seorang Nabi, melainkan telah memperingatkan kaumnya dari fitnah Dajjal" Berbicara tentang fitnah akhir zaman, maka ada satu persoalan yang paling mengusik keingintahuan seseorang. Persoalan itu adalah misteri tentang Dajjal dan hakekat yang sesungguhnya. Membicarakan Dajjal berarti membicarakan keajaiban dan keanehan berbagai peristiwa yang akan terjadi di akhir zaman nanti. Namun dari semua bentuk kajian yang akan kita lakukan, ada satu pertanyaan yang tidak akan pernah terjawab hingga Allah memberikan keputusan "APAKAH KITA TERMASUK GENERASI AKHIR YANG AKAN BERJUMPA DENGAN DAJJAL?" Inilah barangkali persoalan yang paling sensasional dan mengundang banyak tanda tanya. Sebab jika jawabannya "ya" atau "besar kemungkinan", maka ada satu peringatan dari Allah swt tentang persoalan ini, di dalam Al-Qur'an : yang artinya: "Yang mereka nanti-nanti tidak lain hanyalah kedatangan Malaikat kepada mereka (utk mencabut nyawa mereka), atau kedatangan Tuhanmu atau kedatangan sebagian tanda-tanda Tuhanmu. Pada hari datangnya sebagian tanda-tanda Tuhanmu tidaklah bermanfa'at lagi iman seseorang bagi dirinya sendiri yang belum beriman sebelum itu, atau dia belum mengusahakan kebaikan dalam masa imannya. Katakanlah, "Tunggulah olehmu, sesungguhnya kamipun menunggu (pula)."
Sebagian ulama ada yang mengelompokan kemunculan fitnah Dajjal sebagai salah satu batas diterimanya keimanan seseorang, sebagaimana terbitnya matahari dari barat dan munculnya binatang melata dari perut bumi. Sebagian ulama menyebutkan bahwa yang dimaksud dengan sebagian ayat-ayat Rabb-mu adalah terbitnya matahari dari barat, munculnya dabbah dan munculnya Dajjal. Hal itu sebagaimana yang disebutkan dalam sebuah riwayat dari Abu Hurairah, ia berkata, Rasulullah saw bersabda : [/I]
(adtsai)[/I]