Mata Elang
Monday, March 1, 2010 1:36:47 AM
Matanya beradu pandang dengan mataku. Aih, indah nian mata belok itu. Tapi, mengapa di balik mata indah itu terdapat tirai hati besi ? Ada hasrat untuk memakan teman, bahkan elang pun tak tega mengoyak bangkai temannya. Tapi, bagiku dia tetap Mata Elang. Dia bukan bangsa indian yang bernamakan alam ataupun binatang.
Di kebun nanas ada kolam ikan serta parit yang mengitari sawah. Burung pipit pemakan bulir padi menjadi pemandangan yang lazim kala itu. Daun serta buah melinjo kering kerap rontok ketika diterpa angin. Buah melinjo enak dijadikan emping sedangkan daunnya dapat dibuat sayur pecel. Angsa- angsa menyusuri kebun nanas dan anak-anak berlarian untuk menghindari gigitan unggas bermoncong panjang itu. Pada siang hari ketika matahari di atas kepala seekor kupu-kupu raja hinggap pada pohon palem. Dengan sayap hitam dan lingkaran putih yang indah di tengahnya rasa penat yang memandangnya pun berkurang. Tidak disangka, kepakan sayapnya di satu area dapat menjadi pertanda adanya tornado di area lain. Butterfly effect sebutan yang diberikan oleh ilmuan meteorologi. Ah, selama kupu-kupu masih hinggap pada daun atau bunga seakan-akan alam ini masih harmoni. Bukankah kupu-kupu membantu penyerbukan ? Serbuk sari sang gamet jantan akan membuahi kepala putik si gamet betina. Tanaman melalui bunganya akan terus tumbuh mengganti yang telah layu. Dalam al-qur'an dikiaskan binatang yang baik akan makan makanan yang baik. Kupu-kupu yang indah pun makanannya berupa sari bunga.
Untuk versi bahasa Inggris silakan klik http://alfaoceania.blogspot.com/2010/07/eagle-eye.html
Di kebun nanas ada kolam ikan serta parit yang mengitari sawah. Burung pipit pemakan bulir padi menjadi pemandangan yang lazim kala itu. Daun serta buah melinjo kering kerap rontok ketika diterpa angin. Buah melinjo enak dijadikan emping sedangkan daunnya dapat dibuat sayur pecel. Angsa- angsa menyusuri kebun nanas dan anak-anak berlarian untuk menghindari gigitan unggas bermoncong panjang itu. Pada siang hari ketika matahari di atas kepala seekor kupu-kupu raja hinggap pada pohon palem. Dengan sayap hitam dan lingkaran putih yang indah di tengahnya rasa penat yang memandangnya pun berkurang. Tidak disangka, kepakan sayapnya di satu area dapat menjadi pertanda adanya tornado di area lain. Butterfly effect sebutan yang diberikan oleh ilmuan meteorologi. Ah, selama kupu-kupu masih hinggap pada daun atau bunga seakan-akan alam ini masih harmoni. Bukankah kupu-kupu membantu penyerbukan ? Serbuk sari sang gamet jantan akan membuahi kepala putik si gamet betina. Tanaman melalui bunganya akan terus tumbuh mengganti yang telah layu. Dalam al-qur'an dikiaskan binatang yang baik akan makan makanan yang baik. Kupu-kupu yang indah pun makanannya berupa sari bunga.
Untuk versi bahasa Inggris silakan klik http://alfaoceania.blogspot.com/2010/07/eagle-eye.html












