DISINI KUTUANGKAN SEMUA CORETANKU

Subscribe to RSS feed

TANGISAN BAHAGIA BUKAN AIR MATA BUAYA

Aku mengisahkan tangis
Tangisan yang terindah
Bukan air mata buaya
Karna cinta yang bersemi
Kau berikan semua
kisah cerita indahnya
Dan bukan rekayasa


Kau berikan tawa
Canda ria yang menaburkan bahagia
Dan itu nyata
Aku terbuka kaupun terbuka
Kita saling mengisi
dan melewati hari dengan saling memahami
Dan itu sungguh ada

Aku semakin mengenalmu
Begitu pula denganmu
Aku mengerti kamu
Begitu pula dirimu
Tidak ada kata kura-kura dalam perahu


Kita melangkah seiring
Melewati jalan yang kita tuju
Seirama alunan melodi cinta
Karena kita saling suka

SIAPA DIA

Serupa tapi tak sama
Mirip tapi beda
ketika kubertemu denganya
Bagai pinang berbelah dua

Aku bagai berdiri di depan cermin
Aku bagai melihat sosok bayangku sendiri
Semua tak ada beda sedikit pun
Apa yang dapat membedakan????


Aku bertanya dalam hati
Apa semua ini mimpi
Aku berhadapan dengan orang yang serupa
Siapa dia aku juga masih belum mengenalnya



Bumi yang basah karena diguyur hujan yang deras, ku berteduh di bawah teras pertokoan dipinggir jalan, dunia makin gelap karena awan yang semakin menghitam padahal hari masih siang. matahari terasa takut menampakkan diri karena cambuk petir dengan amarah yang dasyat menghantam dunia. "ZEDOAR" petir menggelegar, aku menutup kedua telinga dengan telapak tanganku. mampus deh aku hari ini, bisa-bisa mati di sambar petir nih. walah apa jadinya kalau aku mati sia-sia karena petir wah ngak mantep amat berita utamanya nanti. Dibalik kabut yang semakin menebal terlihat sepintas bayangan wanita yang aku rasa usianya sebaya denganku, dengan mengibas-ngibaskan baju yang terkena siraman hujan walau sudah mneggunakan payung tetap juga masih basah karena terlalu derasnya hujan.

Rambut yang terurai sama panjangnya dengan rambutku, ketika ia mengangkat wajah yang lembut itu, seketika aku terkejut melihat hal yang tak pernah aku lihat, Apakah ini mimpi atau nyata, Siapa dia sungguhkan manusia atau hanya bayangn ilusinasiku saja, "ZEDOAR" kembali lagi cambuk petir menghantam, kami berdua terkejut serentak, teriakan yang memekik terjadih "AHHHHHHHHHHH"
Ya Allah....... apa ini.... dengar suara petir, aku sekarang seperti berdiri didepan cermin. mau bertanya enggan takut salah, mau menyapa malu tar di bilang sok dekat, alah makkkk harus gimana.....

Dari atas sampai bawah benar2 sama siapa dia, benar kami bagai pinang terbelah dua, dalam suara hati ku terus berucap"SIAPA DIA" kok sama, aku menutup mata sekejap , ketika aku masih memejamkan mata mudah-mudahan hanya ilusinasi sebab mama hanya memiliki aku... wah kemana arah pemikiranku.... ngak mungkin aku memiliki adek atau kakak, akukan anak tunggal kemudian kubuka kembali apakah masih ada ya bayangan tadi? itu yang ada dalam benakku


BERSAMBUNG

AKU HIDUP SEBATANG KARA

Indahnya langit yang membentang
Indahnya angkasa dihiasi ribuan bintang
indahnya senyuman rembulan malam, tapi hatiku pilu, hatiku beku, dimalam yang seindah ini hati yang merana masih juga sama. disini kududuk menyendiri, jauh dari keramaian, pikiranku melayang keawang-awang. andai aku sama seperti mereka, meniti hari begitu indahnya, betapa bahagia jiwa dan raga ini. Aku hanya hidup sebatang kara, tanpa sanak saudara, aku mencoba menghidupi diri dari dunia kotor anak jalanan.

Aku yang hidup di bawah kolong jembatan, ingin merasakan sama seperti kalian, dimana bisa hidup dengan layak semua serba kecukupan, tapi apalah daya garis kehidupan begini adanya. Dimalam penyambutan pergantian tahun, semua bersorak sangat indahnya.. kegembiraan tertulis dimana-mana. Hanya aku..... anak jalanan sebatangkara, yang tidak tahu bagai mana akan menghadapi hari esok... akankah masih bisa makan.........? akankah masih bisa hidup.......?
Andai saja orang tuaku masih ada pasti tak begini jadinya. Aku mungkin anak Bangsa...... tapi apakah ada yang mau peduli pada diri yang hina ini......... aku berjalan terbopoh-bopoh.... goyah tanpa ada tongkat ditangan....... apakah ada orang yang mau peduli. bertahu-tahun ku hidup sendiri, dingin,panas tak ada yang mau tahu. Kalian yang hanya bisa memandangi tubuh yang hina ini, dengan pikiran jijik, hanya itu dalam pikiran kalian. kalian ngak bisa merasakan bagaimana penderitaan yang aku alami, sakit, tragis,hina kotor, semua ada padaku, seorang anak jalanan sebatangkara yang masih hidup ditengah-tangah bumi yang terindah.

Aku masih memandangi langit yang membentang, dimana ratusan bahkan mungkin ribuan kembang api yang menebarkan pesona keindahan, menunjukkan kebahagian disetiap insan...... tapi dalam benakku masih sama, malah lebih diselimuti ketakutan, takut akan menghadapi kekejaman hidup di hari esok. Tapi aku takkan menyerah, terserah dunia mau berkata apa adanya tentangku disana..... aku yakin disetiap titian jalanku Tuhan pasti bersamaku.

BANGKIT

Aku berada di kehampaan
Yang hidup tanpa cahaya
Gelap dan sunyi yang ada
Tragis kisah lama
Yang tak mungkin dapat terlupa

Aku coba tuk memandang kesana
Yang jauh dari jangkauan
Apakah masih ada kehidupan
Yang senantiasa menerima kehadiran
Aku sebagai mahluk Tuhan
Yang telah menerima kegagalan

Aku ingin beranjak lagi dari awal
Memulai semua kehidupan
Ku akan pendam dalam-dalam
Semua masalah dan kenangan silam

SALAM KENAL DARIKU

AKu yang baru mengenal akan dunia ini
AKu yang baru menatap Indahnya alam ini
Aku yang mungkin dapat tersenyum disini
Aku yang mungkin akan menatap dan melangkah disini


Aku mencari apa yang ingin aku cari
Aku melangkah dimana jalan ini tersedia dan aku siap tuk melewati
Aku menatapa dengan langkah yang pasti
Dan aku tersenyum dengan keiklasan hati



SALAM KENAL DARI MIA