Sunday, January 22, 2012 2:47:48 AM
Jam 6 pagi Januari 2012
3 hari lewat dari ultah pertama pernikahan kita
Tiba-tiba hp berbunyi sms masuk
"Pa cek email, ada kado untuk papa..!!!"
Usai mandi ku buka e-mail
Astaghfirulloh....
Ada sebuah kado yang istimewa darimu
Bahkan terlalu istimewa
Walau kita pernah merencanakannya namun kepastian belum ada
Beberapa e-tiket pergi pulang dari sebuah masakapai..."angkot udara"
Untuk perjalanan kita berdua ya berdua....
Dan aku ajukan cuti kembali untuk awali perjalanan kita
Dan hari itu ku pinjam tas anakku yang no 3 serta ku persiapkan pakaian secukupnya
Sayangkuuu..Kangenku saat itu makin tak tertahan...tuk segera bertemu denganmu
Hmmm....gemetar rasanya mau ketemu "PACAR"ku insyaalloh dunia akhirat..
Usai subuh dengan naik motor, putriku yang no 3 antar ke pull bus DAMRI...
Jam 08.30 WIB pesawat yang ku tumpangi take off menuju Kuala Lumpur
Jam 10.10 waktu Malayasia(09.10 WIB)pesawat landing....
Aaaah....kok gak ada bedanya seperti di Indonesia
Mereka dengan wajah melayunya....Mereka dengan senyum ramahnya khas orang timur
Maklum ini perjalananku pertama ke luar kampung..
Yang beda.....
Depan pintu keluar
Ku lihat perempuan cantik, anggun dengan senyumnya yang tulus
Dengan kameranya yang sejak tadi rupanya sudah menjadi paparazi untukku seorang (ge er)
Alhamdulillah.....
Hmm....indaaahnya hari itu
Meski ku redam getaran hatiku
Kangenku tak tertahan jua
Aku berjumpa denganmu sayangkuuuu
Ku genggam erat tanganmu dan kau cium tanganku
Ku cium pipimu....
Dan
Di situ juga terkuak arti sebuah persahabatan
Syada Ahmad...terima kasih telah hantar jemput bidadariku
Sahabatmu yang pernah berjuang bersama tuk hadapi "horor"nya emak
Sahabatku yang hanya ku kenal lewat jejaring sosial...
Telah menungguku, menjemputku dan menemani jalan-jalan kita di kampung halaman mereka
Amirul Izran dan Nur Azliza Ahmad...terima kasih tuk kalian
Hmm....tak terbayangkan sebelumnya...
Denganmu sambil genggam tanganmu kita berjalan di negeri orang
Usai berkeliling Kuala Lumpur dan berfoto-foto bersama sahabat kita
Ahh..saatnya istirahat..
"Maafin bunda ya pa..bisanya cuman hotel murahan"..
Oh sayangkuuu...maafin papa...harusnya itu ucapanku ...
Bagiku kamar itu menjadi istana sang ratu dan sang pangeran memadu kasih
Sambil kau gamit tanganku..
Malam itu kita telusuri jalanan yang padat di Bukit Bintang...
Hmm...inilah rasanya pacaran dalam sebuah perkawinan..
Sejuk...tenang...haru dan tentunya mesra..
Sayangkuuu...
Perjalanan ini masih akan berlanjut
Terima kasih sayangku udah ajak papa jalan-jalan..










