POLIGAMI YUUK!?
Friday, September 10, 2010 2:24:39 AM
POLIGAMI DALAM ISLAMMenjawab pertanyaan teman...
Menanggapi pernyataan saudara..
Mengumbar Syahwat
Syahwat adalah fitrah manusia. Tidak bersifat buruk, juga tidak bersifat baik. Netral. Bergantung kepada orang yang memiliki dan melakukannya. Karena itu, syahwat tidak boleh dimatikan. Karena ini adalah sifat bawaan yang menjadikan manusia menjadi bersifat seperti manusia. Bukan malaikat yang tanpa syahwat.
Syahwat adalah dorongan nafsu biologis manusia dalam diri manusia yang menyebabkan ia tertarik kepada lawan jenisnya. Seorang lelaki tertarik kepada wanita. Dan sebaliknya. Itu normal.
Tetapi ada juga yang tertarik kepada sesama jenis. Lelaki tertarik kepada lelaki, dan wanita tertarik kepada wanita. Yang ini tidak normal, meskipun dorongan itu juga disebut syahwat. Hal ini pernah terjadi pada umat Nabi Luth as. Mereka banyak yang mempraktekkan homoseks, yaitu hubungan sesama lelaki. Praktek semacam ini adalah perbuatan yang melampaui batas. Sebagaimana yang disebutkan dalam al Qur’an bahwasanya Allah SWT melarang perbuatan itu. Larangan Allah SWT itu bukan untuk kepentingan siapa-siapa. Semua itu adalah untuk kepentingan orang yang bersangkutan, karena segala perbuatan yang melawan fitrah pastilah akan menimbulkan masalah, cepat atau lambat.
Mengatasi Syahwat dengan Syahwat
Bagaimanakah cara mengatasi dorongan syahwat yang menggebu?
Dalam sejarah kemanusiaan, kita melihat ada banyak cara yang bisa dilakukan. Diantaranya, ada yang berusaha mematikan syahwatnya dengan cara tidak nikah dan lantas menyibukkan diri dengan ritual-ritual peribadatan yang keras, yang diharapkan bisa melupakan dorongan syahwatnya.
Ada juga yang justru mengumbar syahwatnya dengan cara berpoligami atau pun poliandri (secara legal). Tapi ada juga yang dalam bentuk selingkuh atau berzina secara sembunyi-sembunyi.
Pada dasarnya, syahwat atau libido adalah butuh penyaluran. Jika tidak, maka ia akan mengganggu secara fisik maupun psikis. Namun, jika disalurkan dengan cara yang tidak benar, malah akan menimbulkan masalah yang lebih besar.
Maka, menikah (beristri/bersuami) itu adalah cara yang legal dan halal untuk menyalurkan hasrat seksual kita. Akan tetapi, hati-hati jika kemudian kita terjebak di dalamnya, berburu kenikmatan untuk memuaskan syahwat seksual kita dengan cara mengumpulkan istri sebanyak-banyaknya. Yakinlah bahwa yang namanya kepuasan tidak pernah berhenti, yang bakal muncul justru mencari kepuasan yang lebih tinggi lagi dan lebih tinggi lagi.
Karena itu, keliru jika kita mencoba mengatasi desakan syahwat dengan cara mengumbar syahwat agar tercapai kepuasan yang kita inginkan. Dan karenanya pula, tidak akan pernah Anda jumpai satu ayat pun dalam al Qur’an yang membolehkan poligami karena alasan syahwat.
Menundukkan Pandangan
“Daripada berbuat zina, lebih baik berpoligami.” Seringkali kita mendengar alasan itu diucapkan oleh orang yang berpoligami. Kenapa poligami selalu dikaitkan dengan perzinaan dan perselingkuhan? Padahal, Allah SWT mengibaratkan istri adalah pakaian bagi suami, dan suami adalah pakaian dari istri. Sedangkan nafsu digambarkan sebagai dorongan yang halus yang bersifat fitrah, bukan menggebu-gebu dan tidak terkendali seperti syahwat alias dorongan seks yang menyimpang dan sekedar fisikal.
Di ayat lain, Allah mengumpamakan istri sebagai sawah/ladang bagi suami, tempat bercocok tanam. Dan Allah SWT membolehkan mendatanginya atau menggarapnya sesuai kemauan suami, tentunya dengan cara-cara yang baik pula.
Ketika dorongan nafsu yang kuat itu datang, Allah SWT memerintahkan untuk menundukkan pandangan, memelihara kemaluan, dan menjaga kesuciannya kepada orang-orang yang masih sendirian alias belum beristri. Dan menyalurkannya kepada istri/suami kita sendiri jika sudah menikah. Ngono..!
Poligami Ala Rosulullah saw
Perlu dipahami dulu bahwasanya Rosulullah saw diutus oleh Allah SWT sebagai ‘rohmatan lil ‘aalamiin’; memberi contoh keteladanan akhlaq yang mulia kepada seluruh umat manusia; melindungi dan mengangkat martabat kaum wanita, anak-anak yatim, para budak, dan kaum tertindas lainnya; seruan untuk berumah tangga; dan mencontohkan wahyu yang diturunkan agar bisa diteladani secara nyata, menjadi jelas maknanya.
Dengan pemahaman secara holistik seperti itu, kita akan bisa memahami praktek poligami Rosulullah saw secara proporsional. Tak cuplikno siji-siji..
-
Siti Khodijah binti Khuwailid
Dinikahi nabi Muhammad saw sebelum beliau menjadi Rosul saat berusia 25 tahun. Ketika itu Siti Khodijah sudah janda, berusia 40 tahun. Sampeyan ngono gelem?
Rosulullah saw menikahi Khodijah karena kebaikan dan kemuliaan akhlaq beliau, bukan karena kecantikannya. Selama berumah tangga dengan Khodijah, Rosulullah tidak berpoligami meskipun bisa dan sangat memenuhi syarat untuk itu. -
Saudah binti Zam’ah
Dinikahi Rosulullah saw setelah Khodijah wafat. Ia ditinggal mati suaminya, Sakran ibn Amr. Sakran dan Saudah adalah sahabat Rosul yang ikut hijrah ke Madinah.Rosulullah kasihan karena Saudah hidup sebatangkara dan dikucilkan keluarganya yang kafir akibat ia masuk Islam. -
Aisyah binti Abu Bakar
Adalah anak sahabat Rosulullah saw, Abu Bakar. Dialah sahabat Rosulullah yang paling terpercaya dan sangat berjasa sejak awal perjuangan Islam. Mereka bersama-sama melewati saat-saat yang sangat kritis dan berbahaya. Kholifah pertama sesudah Rosulullah wafat adalah Abu Bakar. Maka, salah satu motif pernikahan dengan Aisyah adalah mengikat persaudaraan lebih erat dengan Abu Bakar, agar lebih kukuh dalam perjuangan. -
Hafshah binti Umar bin Khoththab
Sama dengan Aisyah, Hafshah adalah anak sahabat dekat Rosulullah saw, yaitu Umar, Kholifah kedua yang menggantikan Abu Bakar. Rosulullah mengikat kekeluargaan lebih erat dengan Umar dengan cara menikahi anaknya. -
Zaenab binti Khuzaimah
Ia adalah janda beberapa kali sebelum menikah dengan Rosulullah saw. Suaminya yang terakhir adalah Ubaidah ibn Harits yang gugur di perang Badr membela Islam. Kemudian Rosulullah menikahinya. Zaenab dikenal sebagai wanita yang sangat welas asih kepada orang-orang miskin. Rosulullah sangat menghargai kemuliaan hatinya itu. Delapan bulan setelah dinikahi, Zaenab meninggal dunia. -
Hindun binti Umayyah
Ia dikenal juga sebagai Ummu Salamah. Suami sebelumnya adalah Abu Salamah. Wanita ini dinikahi Rosulullah setelah ditinggal mati suaminya yang gugur di perang Uhud. Ia memiliki empat orang anak: Zaenab, Salam, Umar, dan Durrah. Hindun dikenal sebagai pejuang wanita di Medan Perang Uhud. -
Juwairiyah binti Harits
Juwairiyah adalah tawanan perang. Ia berasal dari bani Musthaliq. Pada zaman itu, seorang tawanan perang tidak memiliki harga di hadapan tentara yang menawannya. Maka Rosulullah memberikan pelajaran kepada tentara Islam untuk menghargai mereka yang menjadi tawanan perang, terutama para wanita. Rosulullah meminangnya menjadi istri yang dihormati kaum Muslimin. -
Zaenab binti Jahsyi
Zaenab adalah sepupu Rosulullah saw. Ia dinikahkan oleh Rosul dengan anak angkatnya yang bernama Zaid bin Haritsah. Padahal, semula Zaid itu adalah budak. Tapi begitulah Rosulullah mengangkat derajatnya, menjadi anak angkatnya. Bahkan dinikahkan dengan sepupu beliau. Akan tetapi, mereka tidak cocok dan akhirnya Zaenab diceraikan oleh Zaid. Rosul kasihan kepada Zaenab dan akhirnya menikahinya. Pernikahan itu sekaligus menjadi dasar penerapan hukum bahwa menikahi bekas istri anak angkat itu diperbolehkan dalam Islam. -
Roihanah binti Zaid
Awalnya, ia adalah budak Rosulullah. Ada juga yang mengatakan ia adalah tawanan perang. Ia berasal dari bani Quraizhah. Rosulullah memerdekakannya dan menikahinya. Motifnya adalah mengangkat martabat wanita dan menghapus perbudakan. -
Ramlah binti abu Sufyan
Dikenal dengan nama Ummu Habibah, karena anaknya bernama Habibah. Suaminya semula adalah Ubaidah ibn Jahsyi. Mereka berdua termasuk sahabat yang berhijrah ke Habasyah. Akan tetapi, tak lama kemudian suaminya berpindah keyakinan dengan masuk Kristen. Maka, bercerailah keduanya.
Ummu Habibah bertahan pada keyakinan Islamnya. Padahal keluarganya pun adalah penentang-penentang Islam. Rosulullah sangat menghargainya, kemudian beliau meminangnya menjadi istri untuk menguatkan imannya. -
Shofiyyah binti Huyay
Shofiyah adalah tawanan perang. Ia anak pembesar Yahudi di Khaibar, yang ditawan oleh seorang tentara Islam bernama Dahiyyah. Rosulullah membebaskannya dengan cara menebusnya. Lantas dipinangnya untuk menjadi istri beliau. Selain memberikan pelajaran bagaimana menghargai seorang tawanan perang, beliau juga berusaha untuk menghilangkan kebencian yang bersifat rasisme antar umat Islam dengan orang-orang Yahudi. -
Maemunah binti Harits
Pernikahan Rosulullah dengan Maemunah terjadi pada saat Umroh kedua beliau, yaitu Umrotul Qodha. Maemunah adalah keponakan Abbas, dan sudah menjanda ditinggal mati suaminya. Ia seorang wanita yang berakhlaq mulia sehingga Siti Aisyah pun pernah memujinya sebagai wanita yang paling bertaqwa di antara para istri Rosulullah. Pernikahan Rosul dengan Maemunah juga dilandasi rasa terima kasih kepada kaum Maemunah yang berbondong-bondong masuk Islam.
Begitulah salah satu cara Rosulullah saw menghargai seseorang atau kelompok tertentu dalam rangka syiar Islam. Semua dirangkul sebagai sahabat, sebagai saudara, dan sebagai keluarga dengan cara menikahinya. Sampai kemudian Allah SWT mencukupkan jumlah istri-istri beliau. Dan Allah SWT mengangkat mengangkat seluruh istri Rosulullah sebagai ibunya umat Islam, yang tidak boleh dinikahi oleh siapapun setelah wafatnya beliau. Ngono..!
Uraian singkat, semoga bermanfaat.
Sumber: "Poligami Yuuk!?"









1 2 Next »
Thejavoe™Edysyahputra # Friday, September 10, 2010 2:05:16 PM
Unregistered user # Friday, September 10, 2010 3:43:00 PM
Mas Kaji QuadratMaslych # Friday, September 10, 2010 10:14:40 PM
Unregistered user # Saturday, September 11, 2010 7:34:07 AM
Wemphy SAFANOWemphy # Saturday, September 11, 2010 1:51:42 PM
Mas Kaji QuadratMaslych # Saturday, September 11, 2010 10:38:17 PM
Tidak ada ayat dalam al Qur'an yang secara eksplisit menerangkan berapa usia minimal diperbolehkannya menikah. Tapi secara implisit disinggung dalam QS. An Nisa': 5-6.
"Dan janganlah kamu serahkan kepada orang-orang yang belum sempurna akalnya, harta (mereka yang ada dalam kekuasaanmu) yang dijadikan Allah sebagai pokok kehidupan. Berilah mereka belanja dan pakaian (dari hasil harta itu) dan ucapkanlah kepada mereka kata-kata yang baik. Dan ujilah anak yatim itu sampai mereka cukup umur untuk kawin. Kemudian jika menurut pendapatmu mereka telah cerdas (pandai memelihara harta), maka serahkanlah kepada mereka harta-hartanya."
Kenapa? Ada masalah dalam otak Anda?
Pernikahan ini juga menjadi dasar (batas minimal) diperbolehkannya kita menikahi seorang perempuan, yaitu manakala akalnya sudah sempurna, sudah baligh. Serta melihat apakah sudah pantas untuk menikah atau belum.
Pantasnya usia berapa? Jawabannya relatif.
Kalau di Indonesia, minimal 19 tahun untuk si laki-laki, dan 17 tahun untuk si perempuan (bener gak ya?). Tanya aja pegawai KUA! Hehe..
Kalau saya bilang, nenek saya menikah umur 14 tahun, apakah Anda percaya?
Kalau saya bilang siswa SD kelas 4 atau 5 sekarang besarnya sama dengan siswa kelas 1 zaman kakakku dulu, apakah Anda percaya? Aku gak akan maksa Anda untuk percaya..
Mengenai usia 'Aisyah ketika dinikahi nabi Muhammad saw di atas, saya jawabnya spontan, teringat penjelasan singkat dari guru saya dulu waktu kecil. Tepatnya dipinang dulu (entah dalam usia 6 atau 9 tahun) dan dinikahi usia 12 atau 13 tahun. Begitu penjelasan guru saya waktu itu.
Tapi kalau ditelusuri sejarahnya dengan mencocokkan kesesuaian sejarah dari beberapa moment, 'Aisyah berusia REMAJA. This! Gak ada masalah.
http://www.acehforum.or.id/archive/index.php/t-9535.html
atau di sini
http://indonesia.faithfreedom.org/forum/fakta-sejarah-perkawinan-nabi-muhammad-saw-aisha-t6934/
Mas Kaji QuadratMaslych # Saturday, September 11, 2010 10:44:38 PM
http://www.konseling.net/info_hot/maria_ozawa.htm
Unregistered user # Sunday, September 12, 2010 3:16:07 AM
Mas Kaji QuadratMaslych # Sunday, September 12, 2010 1:08:00 PM
Sudah baca posting di atas?
Anda tahu Bilal bin Robbah?
Siapa yang memerdekakan Bilal sebagai budak Umayyah?
Ya. Abu Bakar As Shiddiq menebusnya dengan harga yang sangat tinggi, 100 koin emas, kemudian beliau memerdekakannya. Bilal termasuk Assabiquunal Awwaluun (Orang-orang yang pertama kali masuk Islam).
Anda tahu Umar bin Khoththob?
Sebelum masuk Islam (karena mendengar keindahan ayat-ayat al Qur'an yang dibacakan adik beliau), beliau pernah mengubur hidup-hidup anak beliau yang berumur sekitar 6 atau 7 tahun karena mengetahui bahwa anaknya itu adalah seorang perempuan, yang ketakutan saat diajak/dilatih menunggang kuda. Istri beliau menyembunyikan jenis kelamin anaknya dari lahir dan mengatakan kepada Umar bahwa anaknya adalah laki-laki, karena memang pada masa itu jika melahirkan anak perempuan, maka akan dikucilkan/jadi bahan ejekan. Sebaliknya, jika melahirkan anak laki-laki, maka itu adalah sebuah kebanggaan besar.
Itulah zaman Jahiliyyah (kebodohan) sebelum datangnya Islam. Zaman Jahiliyyah bukan berarti orang-orang Arab pada masa itu bodoh-bodoh. Bukan. Mereka cerdas-cerdas, ahli sejarah, ahli ekonomi, ahli sastra, dll. Tapi mereka tidak bisa mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari, tidak punya moral, berwatak keras, hukum rimba berlaku, yang kuat menang, yang lemah jadi budak, 'bojomu bojoku', bahkan ketemu wanita di jalan langsung dizinai di tempat juga ada. Allah SWT menyebut mereka dalam al Qur'an sebagai "Asyaddu Qoswah" (berwatak sangat keras, akhlak bejat, tidak bermoral).
Islam datang untuk mengangkat harkat dan martabat manusia, kasih sayang, saling menghormati, mengangkat harkat dan martabat wanita, menghapus perbudakan, dst.
Pada awal-awal kedatangan Islam, di antara para sahabat nabi juga ada yang punya budak, tapi bukan berarti disiksa seperti halnya Bilal yang disiksa Umayyah. Di antara para sabahat nabi juga ada yang masih minum khomr sebelum dipertegas dengan turunnya ayat-ayat yang mengharamkan khomr.
Terlepas dari itu, jika Anda menjumpai ada orang (baik Muslim maupun Non-Muslim) yang berakhlak buruk, apakah Anda akan mengaitkannya dengan agama? Apakah Anda akan menyalahkan agamanya? Yang bermasalah agamanya atau orangnya? Semua kembali kepada pribadi dan pemahaman masing-masing tentang agamanya itu.
Lantas, kenapa harus kita menjelek-jelekkan mereka (jika benar mereka sudah jelek)? Kalau mereka ternyata baik gimana? Kita sendiri yang kena.
Jika Anda suka memberi, maka Anda akan diberi. Jika Anda suka menolong, maka Anda akan ditolong. Kenapa gak berfikir yang baik-baik dan menerapkannya dalam kehidupan pribadi kita? Begitu sulitkah untuk berfikir positif?
Terkadang saya ngiris membaca blog-blog atau buku-buku seperti itu. Walaupun buku tersebut ditulis oleh seorang Professor/Doktor, tapi isinya memicu permusuhan, ya ignore aja. Beres kan?
Pondok Pesantren dikatakan sebagai sarang teroris, intel-intel dari Australia berdatangan dengan dalih mau belajar agama. Apa yang mereka dapat? Suasana damai, aman, tentram, nyaman, belajar agama, belajar saling membantu dan saling menghormati, kebersamaan, dan penerapan akhlaqul karimah sebagai pokok dari perilaku manusia. Pulanglah dengan tangan kosong wahai para intel! Intel inside.
Mungkin saja ada pondok pesantren yang dijadikan sebagai tempat merakit bom. Tapi berapa? 1 dari sekian ratus pondok pesantren yang ada di Indonesia. Contoh: 1 jelek, 9 baik. Mana yang Anda lihat? Jeleknya atau baiknya?
Kalau 1 baik, 9 jelek. Mana yang Anda lihat?
Sedikit cerita semoga dapat menggugah jiwa:
Dalam sebuah riwayat, para sahabat nabi gaduh karena mereka mencium bau busuk yang menyengat di hidung mereka. Kemudian mereka mencari-cari asal bau busuk itu. Maka, didapatilah bangkai tikus sebagai sumbernya. Bahkan ada sahabat yang sempat mencaci maki bangkai itu (badhok geblok, tikus...! tikus..! Ambumu..!) Kemudian Rosulullah saw mendekatinya dan memperhatikan bangkai tikus itu. Apa yang Rosul katakan? "Oh, giginya putih." Masya Allah, luar biasa akhlaq beliau!
Maaf, kalau saya banyak omong.
Maaf kalau ada kata yang menyinggung. Saya cuma orang bodoh yang belum ngerti apa-apa. Saya juga tidak mengundang Anda ke sini untuk berdebat. Jika ingin berdebat, tolong jangan di sini! Karena saya tidak suka berdebat, sukanya menonton aja.
[26] [25] [24] [23] [22] [21] [20] [19] [18] [17] [16] [15] [14] [13] [12] [11] [10] [9[ [8] [7] [6] [5] [4] [3] [2] [1]
Kalau tidak berkenan/sudah lihat, gak apa-apa. Semoga bisa bermanfaat untuk orang lain.
Wemphy SAFANOWemphy # Sunday, September 12, 2010 5:04:03 PM
Maslych sipp...!! cara ngomonge koyo boloku dewe surya kelabu
endi anonime...??
Mas Kaji QuadratMaslych # Sunday, September 12, 2010 11:11:20 PM
Unregistered user # Monday, September 13, 2010 3:25:01 AM
Wemphy SAFANOWemphy # Monday, September 13, 2010 4:29:53 AM
golek link sing gede
Mas Kaji QuadratMaslych # Monday, September 13, 2010 12:42:03 PM
Mike Tyson = M.Abd.Aziz
"MARIA AL-QABTIYYA: Dia awalnya adalah orang yang membantu menangani permasalahan di rumah Rasullullah yang dikirim oleh Raja Mesir. Dia sempat melahirkan seorang anak yang diberi nama Ibrahim. Ibrahim akhirnya meninggal pada umur 18 bulan. Tiga tahun setelah menikah, Nabi SAW meninggal dunia, dan Maria akhirnya meninggal 5 tahun kemudian, tahun 16 A.H. Waktu itu, Umar bin Khatab yang menjadi Imam sholat Jenazahnya, dan kemudian dimakamkan di Al-Baqi."
Budak = Pembantu rumah tangga (beda dengan budak pada masa Jahiliyyah sebelum datangnya Islam).
Begitu rendahkah harga diri seorang pembantu rumah tangga di mata Anda?
Salahkah Wemphy jika punya pembantu rumah tangga?
Salahkah bupati jika punya sopir pribadi?
Salahkah presiden jika punya tukang kebun?
QS.16 (An Nahl):
"Surat ini terdiri atas 128 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah. Surat ini dinamakan An Nahl yang berarti lebah karena di dalamnya, terdapat firman Allah s.w.t. ayat 68 yang artinya : "Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah." Lebah adalah makhluk Allah yang banyak memberi manfaat dan kenikmatan kepada manusia. Ada persamaan antara madu yang dihasilkan oleh lebah dengan Al Quranul Karim. Madu berasal dari bermacam-macam sari bunga dan dia menjadi obat bagi bermacam-macam penyakit manusia (lihat ayat 69). Sedang Al Quran mengandung inti sari dari kitab-kitab yang telah diturunkan kepada Nabi-nabi zaman dahulu ditambah dengan ajaran-ajaran yang diperlukan oleh semua bangsa sepanjang masa untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat. (Lihat surat (10) Yunus ayat 57 dan surat (17) Al Isra' ayat 82). Surat ini dinamakan pula "An Ni'am" artinya nikmat-nikmat, karena di dalamnya Allah menyebutkan berbagai macam nikmat untuk hamba-hamba-Nya.
Pokok-pokok isinya :
1. Keimanan:
Kepastian adanya hari kiamat; keesaan Allah; kekuasaan-Nya dan kesempurnaan ilmu-Nya serta dalil-dalilnya; pertanggungan jawab manusia kepada Allah terhadap segala apa yang telah dikerjakannya.
2. Hukum-hukum:
Beberapa hukum tentang makanan dan minuman yang diharamkan dan yang dihalalkan; kebolehan memakai perhiasan-perhiasan yang berasal dari dalam laut seperti merjan dan mutiara; dibolehkan memakan makanan yang diharamkan dalam keadaan terpaksa; kulit dan bulu binatang dari hewan yang halal dimakan; kewajiban memenuhi perjanjian dan larangan mempermainkan sumpah; larangan membuat-buat hukum yang tak ada dasarnya; perintah membaca isti'aadzah (a'uudzubillahi minasyaithaanirrajiim = aku berlindung kepada Allah dari syaitan yang terkutuk); larangan membalas siksa melebihi siksaan yang diterima.
3. Kisah-kisah:
Nabi Ibrahim a.s.
4. Lain-lain:
Asal kejadian manusia; madu adalah untuk kesehatan manusia; nasib pemimpin-pemimpin palsu di hari kiamat; pandangan orang Arab zaman Jahiliyah terhadap anak perempuan; ajaran moral di dalam Islam; pedoman da'wah dalam Islam."
QS.16:14
"Dan Dia-lah, Allah yang menundukkan lautan (untukmu), agar kamu dapat memakan daripadanya daging yang segar (ikan), dan kamu mengeluarkan dari lautan itu perhiasan yang kamu pakai; dan kamu melihat bahtera berlayar padanya, dan supaya kamu mencari (keuntungan) dari karunia-Nya, dan supaya kamu bersyukur."
QS.16:15
"Dan Dia menancapkan gunung-gunung di bumi supaya bumi itu tidak goncang bersama kamu, (dan Dia menciptakan) sungai-sungai dan jalan-jalan agar kamu mendapat petunjuk,"
QS.16:16
"dan (Dia ciptakan) tanda-tanda (penunjuk jalan). Dan dengan bintang-bintang itulah mereka mendapat petunjuk."
QS.16:17
"Maka apakah (Allah) yang menciptakan itu sama dengan yang tidak dapat menciptakan (apa-apa)? Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran."
QS.16:17. Ayat ini tidak menjelaskan tentang pembantu.
Al Qur'an diturunkan ke BUMI secara berangsur-angsur selama 22 tahun, 2 bulan, 22 hari. Ada Asbabun Nuzul (sebab-sebab turunnya) ayat. Ada peristiwa/hal yang mendasarinya.
Contoh: Peristiwa 'operasi' dada Rosulullah saw oleh malaikat Jibril dengan media air zam-zam yang diceritakan dalam Surah al Insyiroh. Sifat-sifat jelek yang ada di dada beliau telah disterilkan oleh malaikat Jibril, sampai malaikat Jibril pun memuji kemuliaan akhlaq beliau.
Next, Anda tahu kitab-kitab salaf?
Dari para sahabat -> Tabi'iin -> Tabi'it Taabi'iin -> sampai kepada para Ulama/para Kyai -> Pondok-pondok pesantren.
Alternatif: Dari situ Anda bisa tahu riwayatnya.
Kalau saya cerita Nabi Sulaiman istrinya 1000, apa Anda percaya?
Kalau saya cerita tentang seseorang yang benar-benar menerapkan ilmu agama yang didapatnya dari pondok pesantren dalam kehidupan sehari-harinya, sehingga ia tidak mau (enggan) membunuh nyamuk sekalipun. Apa Anda tidak percaya? Orangnya masih hidup.
Jika dikatakan itu semua cuma dongeng buat nina bobok, baiklah. Tapi itu SANGAT JAUH LEBIH BAIK daripada menceritakan kejelekan orang sebelum tidur.
Sayyidina Ali ra. sebelum tidur selalu menghitung-hitung/menimbang-nimbang berapa kebaikan dan kejelekan yang beliau lakukan pada hari itu.
Seorang sahabat yang dikatakan Rosul sebagai ahli surga diteliti oleh sahabat lainnya, amalan apa gerangan yang telah dilakukannya sehingga Rosulullah mengatakan demikian. Ternyata, ia setiap mau tidur tidak pernah lupa mendo'akan saudara-saudaranya (orang-orang) dengan do'a yang baik-baik.
Maaf, begitu sulitkah anda untuk berfikir positif?
DR.Emoto (Penelitian Ilmiah tentang Air):
Air terpengaruh oleh energi terpadu yang dikirim oleh manusia, struktur kristalnya merupakan refleksi dari komposisi energi dari sekelompok orang. Sehingga repleksi doa
seseorang pada air merupakan energi atau perhatian orang tersebut.
Doa seseorang yang dengan perasaan yang mendalam, tulus dan suci pada air struktur kristalnya terang dan bersih.
Disisi lain walaupun ada banyak orang yang berdoa jika konsentrasi mereka tidak menyatu maka struktur kristal air tidak jelas.
Sebaliknya jika setiap orang doanya khusuk dan menyatu akan ditemukan kristal yang cantik dan bersih seperti seseorang yang dapat melakukan doa dengan penuh perasaan dan mendalam.
Dalam sebuah eksperimen sejumlah air diletakkan di atas meja, lalu ada 17 orang berdiri melingkar sambil berpegangan tangan. Setiap orang dari mereka mengucapkan kata-kata baik seperti rasa kebersamaan, cinta, dan persahabatan.
Hasil pemotretan setelah treatmen diperoleh struktur kristal yang sangat cantik.
PERMASALAHANNYA: 70% DALAM TUBUH KITA ADALAH AIR
Maaf, saya cuma orang bodoh, gak punya cukup ilmu untuk berdebat.
Mas Kaji QuadratMaslych # Monday, September 13, 2010 12:49:06 PM
Unregistered user # Tuesday, September 14, 2010 5:52:24 AM
Mas Kaji QuadratMaslych # Tuesday, September 14, 2010 8:38:42 AM
"Dan Allah melebihkan sebahagian kamu dari sebagian yang lain dalam hal rezki, tetapi orang-orang yang dilebihkan (rezkinya itu) tidak mau memberikan rezki mereka kepada budak-budak yang mereka miliki, agar mereka sama (merasakan) rezki itu. Maka mengapa mereka mengingkari nikmat Allah[832]?."
[832]. Ayat ini salah satu dasar Ukhuwah dan Persamaaan dalam Islam.
Ini salah satu ajaran moral dalam Islam, persamaaan derajat sesama manusia. Apa karena kita kaya lantas merendahkan mereka yang miskin? Tidak. Hakikatnya kita sama. Yang membedakan derajat seseorang di mata Allah swt bukan karena hartanya, bukan karena ketampanan/kecantikannya, bukan karena kepandaiannya, bukan karena..., tapi karena taqwanya.
Kalau orang yang kita hina ternyata lebih taqwa di hadapan Allah gimana? Ah, lagi-lagi kita yang kena.
QS.4:3
"Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yang yatim (bilamana kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi : dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil[265], maka (kawinilah) seorang saja[266], atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya."
[265]. Berlaku adil ialah perlakuan yang adil dalam meladeni isteri seperti pakaian, tempat, giliran dan lain-lain yang bersifat lahiriyah.
[266]. Islam memperbolehkan poligami dengan syarat-syarat tertentu. Sebelum turun ayat ini poligami sudah ada, dan pernah pula dijalankan oleh para Nabi sebelum Nabi Muhammad saw. Ayat ini membatasi poligami sampai empat orang saja.
Ada masalah dengan otak Anda?
Ira PuspitaIrapuspita # Tuesday, September 14, 2010 9:01:36 AM
Cihui! Maslych membahas masalah yang paling bikin aku gregetan nih. Sayangnya gak ada yang bisa digunakan untuk membantai Maslych, kecuali kalo Banowatinya masih ada sih!
So far you already made good point, Maslych, let see, how far this will go.
Persoalan pernikahan Rasullulah memang menjadi salah satu bom molotov yang dilemparkan non muslim ke Muslim. Mereka selalu berupaya merusak citra Nabi Muhammad, SAW dengan membangun citra negatif tentang beliau, terutama karena bukan hanya non Muslim yang menganggap masalah pernikahan ini adalah cacat Muhammad, SAW yang terbesar, tapi banyak sekali muslim yang merasakan hal yang serupa.
Tapi sebagaimana Allah telah memerintahkan manusia untuk menggunakan akal pikiran dalam beragama, atau teladan Ibrahim, As yang meninggalkan semua agama leluhurnya dan mempertanyakannya demi mencari Tuhan yang sesungguhnya atau pesan Rasullulah,SAW untuk mencari ilmu setinggi-tingginya agar dari tidak tahu menjadi tahu; adalah sah-sah saja mencari jawaban atas ketidak mengertian. Pertanyaan anda, apabila dilontarkan dengan tulus untuk membuka ruang pikir seluas-luasnya, adalah tidak mengapa dan sangat kami hargai karena dengan begitu kami jadi mengerti lubang-lubang dalam pengetahuan yang kami miliki yang harus kami tutup dengan ilmu yang lebih mumpuni, dan menurut saya Maslych sudah mencoba memberi jawaban dengan sebaik-baiknya sehingga saya hanya ingin memperjelas saja.
Cobalah kita mundur kemasa lalu dan letakkan kaki anda dalam sepatu manusia pada jaman tersebut, jaman dimana Muhammad, SAW hidup. Pada masa itu perempuan adalah mahluk yang paling teraniaya. Mereka dinikahi untuk memenuhi syahwat pria, untuk dirampas hartanya, untuk jadi mesin pembuat anak, untuk dimiliki sebagai property suaminya. Muhammad, SAW harus memperbaiki itu semua. Ia bertanggung jawab untuk menjadi tauladan bagi umat manusia. Ia harus memberikan batasan boleh dan tidak boleh dari perilaku keseharian manusia.
Dilihat sekilas, pernikahan Muhammad, SAW dengan 10 istrinya, dimasa sekarang sungguh sangat buruk. Tapi pada masa itu hal tersebut sah-sah saja. Malah yang dilakukan Nabi sangat terbatas dibandingkan yang dilakukan oleh pria-pria pada masanya. Selain Aisyah, semua wanita yang Muhammad, SAW nikahi adalah janda, budak dan wanita yang pada masa itu dianggap sangat rendah kelasnya. Dengan menikahi mereka, Muhammad, SAW memberikan contoh kepada manusia wanita-wanita mana saja yang pantas dinikahi, dilindungi dan pantas diberi kehormatan sebagai istri seorang besar seperti Muhammad, SAW. Dengan menikahi mereka Muhammad, SAW memberikan contoh bahwa pernikahan harus dilandaskan oleh niat yang baik dan kemuliaan bagi si wanita, dan bukan syahwat semata, sebagaimana yang banyak terjadi dimasa sekarang ini. Namun manusia jaman sekarang hanya suka mengambil contoh yang enak saja, tidak mau mengambil keseluruhan teladannya. Ini adalah tidak benar dalam Islam, karena seorang muslim harus menjalankan ajaran agamanya secara benar dan keseluruhan, sesuai dengan syariat dan tuntunan moral yang berlaku. Apabila anda melihat ketimpangan pada perilaku muslim dimasa sekarang, maka itu adalah murni keburukan manusia itu secara pribadi, dan bukan Muhammad, SAW dan Al Qur’an yang salah dalam memberikan pedoman.
Lalu tentang Aisyah. Coba perhatikan, atau tanyakan pada orang tua anda, apakah ada perbedaan kecepatan pertumbuhan antara remaja dahulu dan remaja sekarang? Seingat saya dimasa kecil saya dulu, banyak teman-teman saya yang telah matang dengan sempurna sebagai seorang wanita diusia 11 tahun. Mereka telah mencapai usia baligh. Tubuh mereka telah berkembang dengan indahnya hormone mereka telah meningkat ketaraf yang siap menjadi seorang wanita secara seksual. Kedewasaan mereka tumbuh dengan cepat. Namun pada saat ini perempuan berusia 11 tahun bahkan banyak yang belum menstruasi, bersikap dan berpenampilan kekanak-kanakan dan tidak dewasa secara emosi dan perilaku. Sebenarnya apa yang terjadi? Saya percaya kultur membawa pengaruh yang besar yang mengakibatkan hal ini. Orang tua jaman sekarang memperlakukan anak-anaknya tetap sebagai anak-anak bahkan walau mereka telah dewasa. Hal ini menghambat kedewasaan mereka dan membuat merekapun mengalami keterlambatan dalam hal kematangan fisik dan psikis. Ini bukan hal yang buruk tentu saja, saya hanya mencoba menjelaskan bahwa tidak seharusnya melihat pernikahan Muhammad, SAW dan Aisyah hanya dari segi usia saja.
Pada masa itu wanita-wanita biasa dinikahi dan dicampuri diusia yang sangat belia, bahkan sebelum ia haid. Aisyah dikitbah oleh Muhammad, SAW diusia 6 tahun dan Muhammad, SAW memberikan contoh kepada manusia pada jaman itu, bahwa walaupun telah dinikahi atau di kitbah diusia itu, wanita hanya boleh dicampuri setelah ia matang sebagai wanita, yaitu ia telah haid, karena sebelum masa itu, wanita tersebut adalah anak-anak dan harus diperlakukan layaknya anak-anak pula. Tidak ada bukti yang bisa menjelaskan bagaimana penampilan Aisyah di usia 9 tahun, tapi ada hadist yang menceritakan bahwa Aisyah sendiri menyatakan bahwa dirinya telah menjadi wanita yang seutuhnya sebelum pernikahan yang sesungguhnya terjadi antara ia dan Muhammad, SAW.
Selalu ada makna yang dalam terkandung dalam setiap tindak tanduk Muhammad, SAW. Perilaku beliau adalah teladan yang harus dikaji dan dipahami esensi kebaikan dan kebijaksanaannya secara menyeluruh, dan bukannya diambil sepotong-sepotong saja hanya untuk diputar balikkan sedemikian rupa. Sesungguhnya setan selalu mencari jalan dari segala penjuru hati manusia untuk menggoyahkan imannya, maka bersikap rendah hatilah dan jangan berargumentasi dengan kesombongan, tapi dengan pikiran yang terbuka pada semua kemungkinan.
Anonim, siapapun anda, apabila ketidak mampuan anda untuk memahami jawaban dari pertanyaan anda bersumber dari prasangka yang terlanjur terbentuk dalam kepala anda, apabila sejak awal, niat anda adalah mendiskreditkan Nabi kami, maka bahkan apabila Muhammad, SAW tidak melakukan poligami dan menikahi Aisyah di usia beliapun, anda tetap akan menemukan sesuatu untuk digunakan sebagai alat mendiskreditkan Nabi kami, sehingga apapun yang kami berikan sebagai jawaban tidak akan berguna untuk dipertimbangkan di pemikiran anda yang telah penuh prasangka. Karena itu sebaiknya, menjauhlah dari kami dan hiduplah dengan keyakinan anda sendiri. Kami tidak melakukan apapun untuk mendiskreditkan agama anda, jadi tidak perlu datang dan menyerang kami. Tapi bila yang ingin anda lakukan adalah mencari Tuhan yang sesungguhnya dengan tulus hati, maka kami akan dengan senang memberikan bantuan yang anda butuhkan untuk menjelaskan tentang apa yang kami pahami.
Maslych, sebaiknya tutup komenmu hanya untuk member opera aja. Berbicara dengan manusia tanpa identitas sangat tidak menyenangkan.
Mas Kaji QuadratMaslych # Tuesday, September 14, 2010 10:33:20 AM
Wa'alaykum salam warohmatullah...
Ir, bahasamu terlalu dukur. Itu untuk mahasiswamu.
http://www.rasoulallah.net/
http://www.rasoulallah.net/v2/document.aspx?lang=indo&doc=90
http://wihans.web.id/kasih-sayang-rasullullah
http://wihans.web.id/kisah-bocah-amerika-yang-masuk-islam-%E2%80%93-nyata-bukan-hoax (mulai dari nol ya Pak..)
http://www.facebook.com/note.php?note_id=127360480644887&id=132310933466366&ref=share
Ira PuspitaIrapuspita # Tuesday, September 14, 2010 11:16:51 AM
Links mu ntar kubukanya ya. Masih banyak comments yang harus kujawab nih. Maklum, orang sibuk!
Mas Kaji QuadratMaslych # Tuesday, September 14, 2010 11:45:33 AM
Unregistered user # Tuesday, September 14, 2010 12:43:55 PM
Mas Kaji QuadratMaslych # Tuesday, September 14, 2010 1:45:23 PM
Unregistered user # Tuesday, September 14, 2010 2:25:41 PM
Mas Kaji QuadratMaslych # Tuesday, September 14, 2010 3:37:27 PM
"...dari pertanyaan dan komen saya mana yang menunjukan bahwa saya mendiskreditkan nabi muhammad saw dan islam???"
Yang menggabung siapa?
Itu satu-satu. Bukti yang pertama dan bukti yang kedua.
Atau perlu dikasih nomor ya? (Ya udah ku kasih nomor)
Yang pertama: Menciptakan image jelek terhadap Rosulullah saw yang menikahi wanita di bawah umur (UU perlindungan anak).
Yang kedua: (Pertanyaan dan)Pernyataan yang memancing emosi bagi yang membacanya. Image negatif kembali Anda ciptakan lagi terhadap kaum Muslimin (tentara Muslim) yang menang dalam berperang kemudian mengambil anak-anak dari tentara lawan, dirawat sampai cukup umur kemudian dinikahi. Itu masih mending. Yang buat 'greget' orang yang membaca ya kata-kata "atau dijadikan budak sex". Alhamdulillah saya tetap santai (Apa gak lihat senyum saya?)
Saya tanya "Belum baca posting di atas?"
Maksudnya biar faham (apa yang Anda tanyakan). Saya ulangi penjelasannya di komen. Eh, belum faham juga. Saya ulangi lagi, eh masih ngeyel lagi dengan dasar ayat-ayat al Qur'an itu sendiri. Sudah saya jawab ayat yang dimaksud menjelaskan tentang apa, eh gak terima. Masih berfikir negatif lagi.
Itu bukan pertanyaan, tapi ngeyel.
Saya juga telah analogikan ke hal lain, seperti: Para sahabat juga ada yang masih minum khomr SE-BE-LUM dipertegas hukumnya bahwa minuman itu haram. Ada gak Muslim zaman sekarang yang masih minum minuman keras? Jawabannya ADA. Itu berarti Muslim yang gak patuh terhadap ayat-ayat Allah swt. Pembahasannya di luar ini.
Seperti halnya kaum Muslimin yang sampai zaman Abu Bakar As Shiddiq masih banyak yang tidak mau mengeluarkan zakat. Sekarang ada gak Muslim yang masih enggan mengeluarkan zakat? Jawabannya ADA. Itu gak masuk dalam pembahasan ini.
Ada gak Muslim yang masih mengucilkan harga diri pembantu rumah tangganya? Jawabannya ADA.
Istilah budak pada zaman itu masih umum, bukan hal yang aneh. Perbudakan sebelum datangnya Islam beda dengan ketika zaman Jahiliyyah. P e l a n - p e l a n.
Ada Mu'allaf (masuk Islam) yang merasa keberatan menjalankan sholat 5 waktu, Rosulullah saw tenang-tenang saja kok, gak apa-apa untuk sementara. Tapi ketika sahabat Nabi, Abu Huroiroh ra. lupa menjalankan sholat sunnah (malam) sekali saja, Rosulullah saw memarahinya. Tingkatannya beda-beda kang.
That's all. Sudah saya katakan, saya tidak suka berdebat. Saya cuma orang bodoh yang belum bisa apa-apa. Maafkan atas kebodohan saya ini.
Unregistered user # Tuesday, September 14, 2010 3:48:20 PM
Wemphy SAFANOWemphy # Tuesday, September 14, 2010 5:08:59 PM
padahal wes tak alihke di "maria ozawa" lho kok jek ngeyel
maaf saya bukanya ikut-ikut tp buat mas animous disini bukan buat debat, mbok di PM aja lebih afdol kalo kita maki-makian
*belum tahu tuh animous kalo BANOWATI ngamuk....!!!
Wemphy SAFANOWemphy # Tuesday, September 14, 2010 5:14:12 PM
Mas Kaji QuadratMaslych # Tuesday, September 14, 2010 5:52:46 PM
"QS.16:71
Dan Allah melebihkan sebahagian kamu dari sebagian yang lain dalam hal rezki, tetapi orang-orang yang dilebihkan (rezkinya itu) tidak mau memberikan rezki mereka kepada budak-budak yang mereka miliki, agar mereka sama (merasakan) rezki itu. Maka mengapa mereka mengingkari nikmat Allah[832]?."
[832]. AYAT INI SALAH SATU DASAR UKHUWAH DAN PERSAMAAN DALAM ISLAM."
Ayat ini menjelaskan kepada kita bahwasanya orang yang berstatus budak (pembantu) sekalipun, masih memiliki harga diri/derajat dalam pandangan Islam. Ia juga patut dihargai seperti layaknya manusia pada umumnya. Yang pada masa Jahiliyyah, budak adalah status yang sangat hina, tidak memiliki harga diri sama sekali di mata mereka.
Ayat ini adalah gambaran status budak pada masa Jahiliyyah yang tidak diberi upah/gaji, bahkan jadi bulan-bulanan/disiksa tuannya. Ini juga sindiran buat para sahabat yang merasa masih begitu. Dan peringatan buat umat Islam agar tidak membeda-bedakan status, sekaligus peringatan buat seluruh umat manusia agar bisa menghargai sesamanya walaupun beda statusnya. Karena Nabi Muhammad saw adalah sebagai 'rohmatan lil 'aalamiin'. Rohmat bagi seluruh alam..
Lihatlah betapa indahnya..!
Dalam penerjemahan/penafsiran ayat-ayat al Qur'an harus sangat ekstra hati-hati. Harus faham arti bahasa Arab per kata sebagai tulisan dasar al Qur'an, Nahwu-Shorof, Sejarah, Asbabun Nuzul ayat, dan ilmu-ilmu pendukung lainnya.
Pertanyaannya: Kita bisa apa? Seberapa kemampuan kita untuk memahaminya?
Mengutip sepenggal syair Cak Nun: "Baru 'ALIF', sudah tersungkur kaki sendiri."
Saya juga minta maaf apabila ada kata-kata yang menyinggung.
Ira PuspitaIrapuspita # Tuesday, September 14, 2010 10:39:24 PM
Slych, tamumu itu dijelaskan berulang-ulang kog masih gak paham juga sih?
Ira PuspitaIrapuspita # Tuesday, September 14, 2010 10:44:26 PM
Mas Kaji QuadratMaslych # Wednesday, September 15, 2010 3:30:58 AM
Kelebihannya adalah kelemahanku. Kelemahanku adalah kelebihannya. Kelemahanku adalah kelebihanku. Tung!
Ilmu itu.. (Imam Ghozali)
Anda tahu, saya tahu.
Anda tahu, saya tidak tahu.
Anda tidak tahu, saya tahu.
Anda tidak tahu, saya tidak tahu.
Wemphy SAFANOWemphy # Wednesday, September 15, 2010 4:49:40 AM
nyimak sambil belajar
-ira : jurus naganya gimana...??
Mas Kaji QuadratMaslych # Wednesday, September 15, 2010 5:55:14 AM
Keterangan :
A = Bilangan Asli
B = Bilangan Bulat
C = Bilangan Cacah
Q = Bilangan Rasional
I = Bilangan Irasional
R = Bilangan Real
Secara holistik, kita adalah sesama manusia, makhluk Tuhan Sang Pencipta. Hargai mereka walaupun beda keyakinan dengan kita, bahkan yang tidak punya keyakinan. KONTEKS. Jangan salah faham lagi ya!
Wemphy SAFANOWemphy # Wednesday, September 15, 2010 7:22:23 AM
Ira PuspitaIrapuspita # Wednesday, September 15, 2010 11:28:48 AM
It's MeAndrinz # Wednesday, September 15, 2010 3:41:54 PM
Mas Kaji QuadratMaslych # Wednesday, September 15, 2010 5:03:21 PM
Wemphy SAFANOWemphy # Wednesday, September 15, 2010 6:42:47 PM
It's MeAndrinz # Thursday, September 16, 2010 6:49:40 AM
It's MeAndrinz # Thursday, September 16, 2010 7:01:50 AM
Ambil baiknya, buang. . . .
Berbaik sangka lebih bermanfaat daripada berburuk sangka untuk memahami sesuatu.
Nguk ?. . .ndi
Wemphy SAFANOWemphy # Thursday, September 16, 2010 7:59:17 AM
perbuatan yang baik aja masih di sangka buruk
Wemphy SAFANOWemphy # Thursday, September 16, 2010 7:59:22 AM
perbuatan yang baik aja masih di sangka buruk
Mas Kaji QuadratMaslych # Thursday, September 16, 2010 10:08:23 AM
Thejavoe™Edysyahputra # Thursday, September 16, 2010 10:21:07 AM
untung tamune cilych wes ra ono
Thejavoe™Edysyahputra # Thursday, September 16, 2010 10:21:42 AM
untung tamune cilych wes ra ono
Mas Kaji QuadratMaslych # Thursday, September 16, 2010 11:41:20 AM
masyhudatul umamimasyhudah # Sunday, September 26, 2010 6:15:55 AM
hehe
pun lanjutaken
Mas Kaji QuadratMaslych # Sunday, September 26, 2010 1:51:57 PM
Thejavoe™Edysyahputra # Monday, September 27, 2010 8:03:21 AM