TIDUR ITU IBADAH
Wednesday, September 1, 2010 2:22:29 PM
Di bulan Ramadhan saat ini, kita sering mendengar ada sebagian da’i yang menyampaikan bahwa tidur orang yang berpuasa adalah ibadah. Bahkan dikatakan ini adalah sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sehingga dengan penyampaian semacam ini, orang-orang pun akhirnya bermalas-malasan di bulan Ramadhan bahkan mereka lebih senang tidur daripada melakukan amalan karena termotivasi dengan hadits tersebut. Dalam tulisan yang singkat, kami akan mendudukkan permasalahan ini karena ada yang salah kaprah dengan maksud yang disampaikan dalam hadits tadi. Semoga Allah memudahkan dan menolong urusan setiap hamba-Nya dalam kebaikan.
Derajat Hadits Sebenarnya
Hadits yang dimaksudkan,
نَوْمُ الصَّائِمِ عِبَادَةٌ ، وَصُمْتُهُ تَسْبِيْحٌ ، وَدُعَاؤُهُ مُسْتَجَابٌ ، وَعَمَلُهُ مُضَاعَفٌ
“Tidurnya orang yang berpuasa adalah ibadah. Diamnya adalah tasbih. Do’anya adalah do’a yang mustajab. Pahala amalannya pun akan dilipatgandakan.”
Perowi hadits ini adalah ‘Abdullah bin Aufi. Hadits ini dibawakan oleh Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman 3/1437. Dalam hadits ini terdapat Ma’ruf bin Hasan dan dia adalah perowi yang dho’if (lemah). Juga dalam hadits ini terdapat Sulaiman bin ‘Amr yang lebih dho’if dari Ma’ruf bin Hasan.
Dalam riwayat lain, perowinya adalah ‘Abdullah bin ‘Amr. Haditsnya dibawakan oleh Al ‘Iroqi dalam Takhrijul Ihya’ (1/310) dengan sanad hadits yang dho’if (lemah).
Kesimpulan: Hadits ini adalah hadits yang dho’if. Syaikh Al Albani dalam Silsilah Adh Dho’ifah no. 4696 mengatakan bahwa hadits ini adalah hadits yang dho’if (lemah).
Tidur yang Bernilai Ibadah yang Sebenarnya
Setelah kita menyaksikan bahwa hadits yang mengatakan “tidur orang yang berpuasa adalah ibadah” termasuk hadits yang dho’if (lemah), sebenarnya maknanya bisa kita bawa ke makna yang benar.
Sebagaimana para ulama biasa menjelaskan suatu kaedah bahwa setiap amalan yang statusnya mubah (seperti makan, tidur dan berhubungan suami istri) bisa mendapatkan pahala dan bernilai ibadah apabila diniatkan untuk melakukan ibadah. Sebagaimana An Nawawi dalam Syarh Muslim (6/16) mengatakan,
أَنَّ الْمُبَاح إِذَا قَصَدَ بِهِ وَجْه اللَّه تَعَالَى صَارَ طَاعَة ، وَيُثَاب عَلَيْهِ
“Sesungguhnya perbuatan mubah, jika dimaksudkan dengannya untuk mengharapkan wajah Allah Ta’ala, maka dia akan berubah menjadi suatu ketaatan dan akan mendapatkan balasan (ganjaran).”
Jadi tidur yang bernilai ibadah jika tidurnya adalah demikian.
Ibnu Rajab pun menerangkan hal yang sama, “Jika makan dan minum diniatkan untuk menguatkan badan agar kuat ketika melaksanakan shalat dan berpuasa, maka seperti inilah yang akan bernilai pahala. Sebagaimana pula apabila seseorang berniat dengan tidurnya di malam dan siang harinya agar kuat dalam beramal, maka tidur seperti ini bernilai ibadah.” (Latho-if Al Ma’arif, 279-280)
Intinya, semuanya adalah tergantung niat. Jika niat tidurnya hanya malas-malasan sehingga tidurnya bisa seharian dari pagi hingga sore, maka tidur seperti ini adalah tidur yang sia-sia. Namun jika tidurnya adalah tidur dengan niat agar kuat dalam melakukan shalat malam dan kuat melakukan amalan lainnya, tidur seperti inilah yang bernilai ibadah.
Jadi ingatlah “innamal a’malu bin niyaat”, setiap amalan tergantung dari niatnya.
Semoga Allah menganugerahi setiap langkah kita di bulan Ramadhan penuh keberkahan. Segala puji bagi Allah yang dengan segala nikmatnya, segala kebaikan menjadi sempurna. Wa shallallahu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala aalihi wa shohbihi wa sallam, wal hamdu lillahi robbil ‘alamin.
Rujukan:
1. As Silsilah Adh Dho’ifah, Muhammad Nashiruddin Al Albani, Maktabah Al Ma’arif Riyadh, Asy Syamilah
2. Latho-if Al Ma’arif fil Mawaasim Al ‘Aam minal Wazho-if, Ibnu Rajab Al Hambali, Al Maktab Al Islamiy
3. Syarh Muslim, Abu Zakaria Yahya bin Syarf An Nawawi, Mawqi’ Al Islam, Asy Syamilah
4. http://www.dorar.net/enc/hadith/نوم الصائم /pt
***
Diselesaikan pada waktu ifthor, 2 Ramadhan 1430 H
Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal
Artikel www.rumaysho.com
Seperti itulah kajiannya berdasarkan sanadnya. Namun terlepas dari shohih/dho'ifnya, yang lebih penting lagi adalah isinya/bahasa yang digunakan. Banyak juga hadits yang bersifat SINDIRAN untuk kita cerna. Hadits tersebut TIDAK menyuruh kita, umat Islam, untuk bermalas-malasan. Tapi justru sebaliknya, kita disuruh untuk memperbanyak amal kebaikan pada bulan Ramadhan. Di awal hadits, kita disindir dengan kalimat: "Tidurmu adalah ibadah". Kalau tidur saja ibadah, apalagi digunakan untuk mencari nafkah (halal), membaca al Qur'an, dan melakukan amalan-amalan lain yang bermanfaat. Tentunya nilai ibadahnya luar bisa/besar pahalanya.
Jadi, bukan berarti puasa dijadikan alasan untuk bermalas-malasan. Tiduuuuuuur melulu seperti aku (walaupun itu bernilai ibadah). Ha ha ha ha..









Mas Kaji QuadratMaslych # Wednesday, September 1, 2010 2:25:47 PM
joansaputrijoanz-2010 # Tuesday, September 7, 2010 9:17:06 PM
joansaputrijoanz-2010 # Tuesday, September 7, 2010 9:17:07 PM
Mas Kaji QuadratMaslych # Wednesday, September 8, 2010 4:46:46 AM
joansaputrijoanz-2010 # Wednesday, September 8, 2010 6:35:13 AM
Mas Kaji QuadratMaslych # Wednesday, September 8, 2010 10:32:56 AM
Wemphy SAFANOWemphy # Thursday, September 9, 2010 2:45:29 PM
Mas Kaji QuadratMaslych # Friday, September 10, 2010 11:51:12 PM
Contoh: Mayit itu...
Dimandikan, disholati, dikafani, dan dikuburkan.
Yang betul disholati atau disholatkan?
Wemphy SAFANOWemphy # Saturday, September 11, 2010 1:10:36 AM
Mas Kaji QuadratMaslych # Sunday, September 12, 2010 1:20:24 PM
Wemphy SAFANOWemphy # Sunday, September 12, 2010 5:07:56 PM
Wemphy SAFANOWemphy # Sunday, September 12, 2010 5:08:23 PM
joansaputrijoanz-2010 # Monday, September 13, 2010 5:49:01 AM
Mas Kaji QuadratMaslych # Monday, September 13, 2010 2:10:06 PM
joansaputrijoanz-2010 # Wednesday, September 15, 2010 4:45:52 AM
Wemphy SAFANOWemphy # Wednesday, September 15, 2010 4:55:07 AM
Mas Kaji QuadratMaslych # Wednesday, September 15, 2010 9:31:29 AM
joansaputrijoanz-2010 # Thursday, September 16, 2010 3:10:02 AM
Mas Kaji QuadratMaslych # Thursday, September 16, 2010 3:17:56 AM
joansaputrijoanz-2010 # Thursday, September 16, 2010 4:02:22 AM
Mas Kaji QuadratMaslych # Thursday, September 16, 2010 4:36:29 AM
joansaputrijoanz-2010 # Thursday, September 16, 2010 5:11:49 AM
Mas Kaji QuadratMaslych # Friday, September 17, 2010 2:05:08 AM
joansaputrijoanz-2010 # Saturday, September 18, 2010 3:56:50 PM
joansaputrijoanz-2010 # Saturday, September 18, 2010 3:57:58 PM
Mas Kaji QuadratMaslych # Sunday, September 19, 2010 5:48:01 AM
joansaputrijoanz-2010 # Sunday, September 19, 2010 2:33:03 PM
Mas Kaji QuadratMaslych # Sunday, September 19, 2010 4:50:04 PM
joansaputrijoanz-2010 # Monday, September 20, 2010 2:50:43 AM