HIDUP PENUH CINTA - DO NOT ESCAPE

WARNAI HIDUP INI - RUN SILENT RUN DEEP

Subscribe to RSS feed

I AM STILL IN JOGJA ..............the fourth series of my trips during the leave ...........FEEL THE ATMOSPHERE OF THE VILLAGE

Suasana pedesaan......bagaimana mengatakan yang sebenarnya, mencoba merangkum kaliman untuk menggambarkan perasaan hati, perasaan jiwa atau if you can get what i mean , When I so quiet and serene was in a place called the village in one district at the province of JOGJAKARTA.

Let me show you the atmosphere.............



sungguh terasa sejuk jiwa ini ketika pagi hari tercium bau rumput yang dibasahi embun, angin dari pegunungan yang tertiup perlahan melintasi setiap celah udara, hijaunya sawah bagaikan membersihan pandangan dari huruk pikuk kota,.....so beautiful, if you are here , you would feel the same thing , peace ,serene and pride that you'e in the world, so the God will smile when you said " thank God for this atmosphere "


let me show you the village market......


in the village


the kitchenthe village track this is very fun & exciting......

AKU MASIH DI JOGJA ..............Third series story of my trip during the leave.....................STILL IN JOGJAKARTA )

There might be interesting to see in this city although my time is limited . I am trying to furnish my memory with the content of this city .

Using the public transport (fully air conditioning) called "Jogja Trans" with only three thousand rupiah equal with thirty cent dollar, I can enjoying the city atmosphere, interaction with the peoples,




like stop and go but deep, that is what I felt,




.........after walk around in Kotagede and continue to Mesjid Kauman (Kauman mosque)



In this city there is no problem to search out a place to eat , with prices can be adjusted to the ability of our pockets



The kingdom of jogja own is older than the age of the Republic of Indonesia , so many historic places here






the story of my journey will be continued in my blog posts next ...keep stay in my blog

AKU KE JOGJA LAGI..........Second series story of my trip during the leave

All there are limits , including cost and time, pleasure should be limited to an impression in.
Semua memang dibatasi oleh waktu, sehingga melancong di kota solo terasa sangat singkat (memang singkat) tetapi memang kesenangan harus terbatas untuk menciptakan kesan yang dalam.

Next day, the trip continues to the city of Jogjakarta.
Mengikuti saran dari penjaga hotel saya mencoba naik kereta api shuttle Prambanan Expres atau sering disebut juga Pramex menuju Jogja dari stasiun Purwosari.
Saya agak surprise ketika tiba di stasiun kecil Purwosari, kebersihan dan kerapihan stasiun ini boleh diacungkan jempol , disini tidak tampak orang merokok atapun membuang sampah sembarangan, apalagi ketika berada didalam kereta Pramex, bersih dan tertib tanpa ada pedagang asongan liar ataupun perokok.

This is the atmosphere of Purwosari station and in Prambanan express train which recorded in my camera.









JOGJAKARTA is the place which always made me want to get back there, even though I have repeatedly visited the this place. Jogjakarta province governed by a monarch who is also governor who rule over several districts and towns, but many people call Yogyakarta alone to this province.

Tempat yang menurut saya tidak banyak berubah baik suasananya ataupun orang-orangnya, malioboro tetap seperti itu, alun-alun masih saja ramai, makanan juga masih sama, kampong-kampung juga tetap ramah, begitulah Jogja yang selalu merindu dijiwaku.
Kali ini kamera saya mencoba memberikan gambaran apa yang saya lihat dan sukai di kota ini.
This time my camera trying to show what I see and interesting in this town .

Start from the Main Road Jalan Malioboro,
that is one city jogya trade mark, almost everybody who visit Jogja that came to this street, they would be good for expenditure, a stylized nor tempting , its very pleasant here , whether it was during the day or night ,

Jalan Malioboro.







Yes, every motion in this place became interesting to be enjoyed, at least for myself,








Malioboro street like never sleep, anytime and every passed this road is always life.







The specific atmosphere when I rest in the " Angkringan " for a cup of kopi joss (the drinking of unique coffee given coals of fire )or ginger milk, ginger tea and " nasi kucing " or " gorengan ". I feel very homely atmosphere that almost no limit social status




Jogja is never ending,....yes I said, every city corner are asking to see, My eyes will see whether the same as your eyes and my feet would be equal steppin as your feet .......come to Jogja.

.......my story will be continue in another blog.

AKU KE KOTA SOLO - First series story of my trip during the leave

Solo, the city in Central Java (the first day and the second day of my trip)

When a sense of boredom and saturated appear , and soon I asked to leave of work and travelled to Central Java and the Solo city my first , this is what I can tell you in this town

Memecahkan kejenuhan kerja yang memuncak adalah dengan mengambil cuti. Kali ini saya sengaja mencoba langsung ke kota Solo, tempat yang sangat jarang saya singgahi, mungkin lebih banyak hanya sebatas melewati saja tanpa mencoba tinggal.
Menempuh perjalanan Jakarta Solo menggunakan kereta api Argo Dwipangga pagi cukup menyenangkan apalagi saat tiba disolo sinar matahari masih memberikan cahaya untuk mata saya menikmati suasana sore di kota ini , sehingga saya putuskan untuk naik becak dari stasion Solo Balapan menuju tempat penginapan.

Kesan pertama saya akan kota Solo adalah cukup bersih dan bersahabat, apalagi saya mendapatkan pengemudi becak yang ramah sehingga saya bisa mendapatkan informasi tentang kota ini langsung dari orang yang setiap hari berinteraksi dengan kotanya.












Hampir dua puluh menit becak membawa saya sampai di penginapan dipertigaan Baron, dan menurunkan saya disebuah hotel melati yang baru dan cukup bersih, sesuai dengan apa yang diinformasikan dalam website.
Keramahan penerimaan cukup standar hotel melati dan minuman selamat datang berupa teh manis hangat cukup menyegarkan tenggorokan .

Dari jendela hotel saya dapat menikmati sedikit pemadangnan jalan raya Rajiman tepatnya dipertigaan Baron, lalulalang motor dan mobil beradu cepat atau becak yang tanpa ragu berjalan perlahan disisi jalan, kadang ada pula terlihat beberapa orang menyeberebang jalan ada yang mudah ada pula yang ragu-ragu, disudut kanan dari arah jendela tampak ada sebuah warung yang sedang ramai dikunjungi, beberapoa becak dan motor tampak diparkir tidak teratur, suara gelak tawa sesekali terdengar, sedangkan diseberang jalan tampak sebuah warung makan yang sedang berbenah tutup berbarengan dengan makin rendahnya matahari menuju ufuk barat.

Berlalunya senja yang berbarengan dengan gerimis mengiringi cahaya malam yang mulai muncul dan disapa langsung oleh lampu penerangan dijalan raya serta dikombinasikan dengan lampu kendaraan yang melintas, sesmentara disisi kiri kanan dihiasi lampu rumah yang beragam sinarnya, sementara itu perut telah memberikan sinyalnya tanda energi mulai berkurang dan harus segera dipulihkan.
Atas saran penjaga hotel dan atas rayuan pengemudi becak dibawalah tubuh ini menuju tempat kuliner malam yang dibanggakan oleh warga solo yaitu GALABO singkatan dari Gladak Langen Bogan.
Beruntung saya berkunjung ke tempat ini tidak datang pada hari libur atau week end sehingga tidak terlalu padat dan ditambah dengan hujan yang belum lama berhenti sehingga memudahkan untuk mencari tempat duduk dan memilih makanan, sementara disalah satu sudut paling ujung terdengar sekelompok pemusik jalanan yang melantunkan lagu sesuai dengan permintaan pengunjung atau bisa juga pengunjung sendiri yang menyyanyikan lagi.





Second day in Solo City visit Kampung Laweyan, as centre of batik industry.
Kali ini matahari sepenuhnya bersinar sepenuhnya sehingga keringat cepat sekali keluar bersamaan dengan langkah kaki menuju kampung laweyan yang cuma berjarak kira-kira dua puluh menitan berjalan kaki, Kampung Laweyan merupakan salah satu pusat industri batik tua di kota ini dan langkah kakiku kali ini sengaja untuk mengetahui apa saja yang ada dikampung ini.



Next visit is corners of Solo city .
Dari kampung Laweyan perjalanan dilanjutkan menuju arah jalan slamet riadi yang merupakan jalan terlebar di kota ini, disisi jalan tampak city walk yang memanjang disepanjang jalan ini,



.......I am just follow my steps to find a corner of Solo city

I can't get into the Royal Palace of Solo kingdom, in friday the palace is closed for public.



its really exciting but fun to walk around the outside of palace,





Like seems to race with time and the footsteps, a journey to be continued towards the market named Klewer , the market is centre sales of garment, exspecially the Batik cloth.
Menurut penuturan para pedagang, mereka banyak menyuplai ke Jakarta atau kota besar lainnya.




A sense of want to know more about batik , I am follow my feet step to the village Kauman or kampung Kauman, the village who is also a center of batik home industry, here you see how the process of making batik until ready for sale .




Exhausted but also pleased , walked down the track around kampung Kauman .
Another pictures of Solo city will be find in the Album photos.
Let's go,



GREEN IS BOON ( Down the forest Juanda Bandung)

Hijau adalah anugerah

Menyusuri jalan didalam Hutan Raya Juanda adalah suatu hal yang menantang sekaligus anugerah untuk mereka yang kesehariannya bersendagurau dengan hutan beton kota besar dan yang selalu berimprovisasi dengan kemacetan jalan agar survive sampai ditujuan.
Begitu kaki menapak , maka bau khas daun dan humus sangat terasa, diareal sesi pertama masih ada lalulalang kendaraan, dan keramaian orang yang mengunjungi hutan raya, pada areal sesi selanjutnya adalah keramaian dimana terdapat gua buatan jepang bekas perang dunia kedua, bagi mereka yang tujuannya hanya untuk rekreasi ringan dan tidak untuk berlelahlelah, cukup memutar arah kembali setelah menikmati gua-gua yang ada.



Tetapi bagi yang ingin berpetualang menyusuri hutan raya ini dapat langsung mengikuti jalan yang ada dengan kondisi jalannya cukup baik sebagian besar sudah diberi perkerasan berupa blok beton (concrete block), hanya pejalan kaki harus waspada mengingat hutan alam ini cukup rimbun sehingga kelembaban udara membuat permukaan blockbeton menjadi berlumut dan licin tetapi secara umum jalan tersebut sangat layak. kondisi kontur jalan tidaklah terlalu ekstrim, tidak dijumpai kemiringan yang terjal sehingga tidak terlalu menguras tenaga

Sepanjang perjalanan kita dapat menikmati sekelompok primata (monyet ) yang bercanda mentertawakan kita, kadang mereka dengan penuh selidik memperhatikan para pengunjung, dibeberapa tempat dapat dijumpai warung untuk istirahat, kadang pula bersliweran ojek liar yang juga digunakan pengunjung yang tidak taat aturan, jangan takut merasa kesepian karena banyak sekali orang yang berolah raga jogging ataupun jalan santai.
Jika tidak merasa begitu lelah, kita dapat terus berjalan sampai menjumpai air terjun Maribaya, lama perjalanan kira-kira 2 sampai 3 jam jika berjalan santai,
Sangat mengasikan dan penuh dengan kesan, demikian pendapat mereka yang sudah pernah menyusuri Hutan Raya Juanda ini.






Dari Maribaya jika terasa lelah untuk kembali kelokasi asal yaitu gerbang masuk hutan raya ini, maka berjalanlah ke arah terminal Maribaya, disana banyak angkot yang bisa membawa kita menuju Lembang, perjalanan ke lembang juga cukup indah dan mengasikan, menikmati kebun buah dan sayuran disepanjang perjalanan, tetapi jika anda memaksa untuk kembali ke gerbang utama hutan raya, maka angkot yang ada di terminal maribaya dapat disewa untuk kembali ke tempat semula atau diantar ke terminal Dago dan ongkosnya cukup murah.
Kelelahan menyusuri hutan raya akan terbayar dengan keindahan alam yang ada.
Cobalah.





more pictures will show in photos album

Dancer, Singer & Model..........

PENARI, PENYANYI DAN PERAGA


tidak akan terpisahkan,
apabila naluri dasar muncul dalam gerakan
segala sendi dan kerling bergerak berirama
nada dan suara berlarian membentuk irama
membentuk imajinasi penari
membentuk imajinasi model
membentuk imajinasi penyanyi
membentuk imajinasi penonton
membentuk imajinasi rongga antara mau dan tiru

akankah dipisahkan
ketika mata berinteraksi dengan gemulai
menunduk menggeliat membentuk
meloncat menepis menjorok
mencari sudut arti yang paling digemari
sampai mata dan telinga menangkap makna

jangan dipisahkan
apabila misteri gerak dan wajah menjadi penuh arti
kecantikan menjadi bentuk akhir dari imajinasi
putaran sendi lengan dan kaki adalah naluri
bolamata dan selendang berlomba merayu
suarapun mengajak menyatu dalam angan

jangan ditinggalkan
peluklah
dengarlah
rasakanlah


not be seperated
if the basic instincts appear in motion
all joints and gleaming moving rhythmically
composed the imagination of dancers
composed the imagination of models
composed the imagination of audiences
composed the imagination of singers
composed the between cavity imagination and replicated going
voice tone and rhythm of running to composed the form


it would be separated
when the eyes interacts with the body graceful
composed to ward, twist, hop, glide low and stick out
search for the meaning of the most popular triangle corner
till the eyes and ears to grasp the meaning

don't separated
when the mystery of motion and face to be meaningful
beauty into the final shape of the imagination
lap joints and turns of arms and legs is an instinct
eyeball and scarf seduce seducing each other
the voice invite the dream come together
should not be abandoned
hug, embrace
listened
filling it












(all pictures in the "Photos" album

CURUG CIMAHI - CIMAHI WATERFALL


You know exactly Bandung, but you less the Curug Cimahi, Have you ever go there

Naik angkot dari terminal parongpong menuju cimahi, kira-kira perjalanan sepuluh menitan kurang, kita tidak akan menyadari bahwa dibawah jalan tersebut ada air terjun.
Mendekat ke air terjun memerlukan phisik yang sehat, karena harus menuruni jalan yang lumayan curam tetapi jangan kuatir, pihak pengelola membuat jalan tersebut menjadi layak untuk dilalui apalagi ketika kita menuruni jalan tersebut, rasa lelah tidak terasa, kecuali ketika kita kembali arah setelah menikmati air terjun.
Sepanjang track yang dilalui ada tempat dan warung-warung untuk istirahat sehingga bagi yang lelah ketika turun maupun naik kembali dapat berhenti untuk menarik napas ataupun menambah tenaga dengan mengisi perut sambil menikmati air terjun dari kejauhan.

Untuk lebih merasakan nikmatnya perjalanan, sebaiknya menggunakan angkutan umum, selain bisa lebih menyatu dengan suasana alam juga menyatu dengan kondisi sosial budaya setempat.
Jika anda berada terminal Ledeng, segera menyeberang jalan dan carilah angkot berwarna kuning putih yang menuju Parongpong, jika angkot yang ada sudah terisi penuh dan cukup untuk anda masuk maka anda beruntung, tidak memerlukan waktu lama untuk menunggu tetapi jika angkot masih kosong, maka silahkan anda mencari hiburan sendiri sambil menunggu penumpang lain.

Sepanjang perjalanan menuju parongpong , kita bisa menikmati suasana perjalanan yang khas, penumpang yang beragam naik dan turun, hamparan tanaman bunga disisi kiri kanan jalan, rumah makan dengan berbagai gaya arsitektur sampai tangisan anak kecil t dan hembusan asap rokok berbagai merek didalam angkot , belum lagi dicampur aroma bau keringat dikiri kanan kita.

Setelah tiba di terminal Parongpon, cari angkot jurusan Cimahi dan kurang dari sepuluh menit tiba di gerbang pintu masuk Curug Cimahi dan membayar karcis masuk diloket maka sejak dari sini semua suasana didalam angkot tadi akan hilang dan tidak lagi diingat karena dibutuhkan konsentrasi untuk menuruni jalan menuju air terjun.
Selamat mencoba menikmati………………

Beberapa foto air terjun “ Curug Cimahi “ dapat dinimkati dihalaman ini dan dalam album





If you take public transportation from the bus terminal Parongpong to Cimahi, about ten minutes travel less, we will not realize that under the road there is a waterfall.

Close to the falls requires a healthy physical, because they have a pretty steep on the road but do not worry, the management had make this a viable way to go through especially when we are on the roads, fatigue is not felt, except when we return after enjoying the waterfall

Along the pathway through which there are places and cafes to rest for the weary, so when it fell and rose again to pause for breath or adding energy to fill the stomach while enjoying the waterfalls from a distance.

To better feel the pleasure of travelling, we recommend the use of public transport, but may be more integrated with the natural environment is also integrated with the local social and cultural conditions

If your at terminal Ledeng , immediately cross the street and look for public transportation that led white yellow to Parongpong, if public transport is fully charged and enough for you to go then you are lucky, do not require a long time to wait, but if public transport is still empty, so please look for your own entertainment while waiting for other passengers.

All the way to Parongpong, we can enjoy the atmosphere of a typical trip, passengers various ups and downs, the spread of flowering plants on the left side of the road, restaurants with various styles of architecture, the child crying and blowing cigarette smoke different brands in public transportation, not to mention the smell mixed aroma of sweat from the frame to the right of us.

From the Parompong bus terminal take the public transport to Cimahi , only take less then ten minutes you will arriving to the gate of “Curug Cimahi “ and pay the ticket, from here all public transport in the atmosphere will be lost and no longer be remembered because it takes concentration to get down the road to the waterfall.
Have a nice to enjoy ... ... ... ... ... ...

Some waterfalls photos "waterfall/Curug Cimahi" can be enjoyed on this page and in the photo album

EXISTENCES

KEHIDUPAN



father worked
mother worked
son worked
daughter worked
son/daughter in law worked
grandchild playing is worked




siapapun dia, kebahagiaan adalah sama
siapapun dia, kebersaaam adalah rasa
tidak ada irihati yang dicipta
cuma naluri untuk tetap hidup adalah diatas segalanya
si dewasa dan bekerja mengandung banyak arti
anak-anak bermain dan bermain adalah juga bekerja

menjalani hidup bersama adalah harmony
menjalani karunia tuhan adalah rasa berterima kasih



whoever they are, happiness is same
whoever they are, togetherness is soul mate
there’s no spitefulness were created
just instinct to survive is above all
the adult and the works, contain many meaning
the grandchild playing is work to make happy the parent and grandparent

living together is harmony
carryout the gift of god is feeling grateful



ayah bekerja
ibu bekerja
anak bekerja
menantu bekerja
cucu main dan bekerja










THIS PLACE


TEMPAT INI
melangkah ketempat ini adalah rasa
teduh menjalar masuk dalam jiwa lewat mata yang bermanja dengan alam
mengikuti aliran darah, Mengisi rongga kosong didalam hati
semakin kaki melangkah, semakin peluh berlomba keluar, semakin menjadi arti
begitu kuat ajakannya, Sehingga aku menjadi-jadi
apakah ketika embun pagi masih menetes didedaunan
apakah ketika matahari kencang bersinar
apakah ketika senja muncul kemilau
bawalah kelembah sampai jiwamu menjadi arti
langkahlah ke puncak hingga jiwamu melambung
disini aku mengerti
disini aku mengukuti
sampai kapan mereka mengerti ketika tuhan menebar surga
sampai kapan mereka menjadi iri ketika sesal muncul mendahului kecewa






THIS PLACE
stepped to this place is a sense of endearment
shade spreading inside the soul, through the eyes of the spoiled with nature
follow the blood flow, fill the empty cavity in the heart
as far as stepping foot , more and more sweat , more and more meaning
so powerful invitation
so I became so
whether when the morning dew drops still dripping on the leaves
whether when the sun shines strong
whether when twilight comes sheen
take it to the valley until your soul becomes the meaning of
step to the top until your soul jump up
Here I see
here I follow
until when they understand when the god of heaven spread
until when they become jealous when sorrow comes ahead of disappointed










from this place
you can see the God smile







dari tempat ini
Tuhan memberikan senyumya







I love you

FASHION SHOW & STYLE IN PUBLIC ROAD

JALAN UMUM JADI AJANG GAYA

Sebuah acara yang cukup bagus telah diperagakan di jalan Dago Bandung untuk mengisi kesibukan pada hari bebas kendaraan bermotor dilaksanakan.
Hampir setiap minggu pagi acara selalu berubah dan kali yang terekam dalam kamera saya adalah fashion show amatiran.


A good show has been demonstrated in the streets of Dago Bandung to fill a car free day. Almost every Sunday morning for the show is always changing and this time my cameras are recorded in an amateur fashion show.


Dengan bermodalkan sepeda tua mereka memamfaatkan jalan umum untuk menunjukan kebolehannya dalam bergaya, dalam bersolek, dalam tersenyum, dalam berpakaian serta dalam kerumunan orang dari berbagai macam kelas.
Ada decak kagum, ada decak iri, ada decak cemooh dan ada decak bangga menyaksikan para amatir ini, tetapi semua berjalan bagaiman dipentas profesioal, tanpa malu, tanpa ragu dan tanpa bayaran.


With their old bikes utilize public roads to show their expertise in style, in the make up, in smiles, in dress and in the crowd of people from different classes.
There amazing click sound, no clicking sound jealous, there click sound ridicule and there click sound proud to have these amateurs, but everything is going as like a professional in stage performance, without shame, without hesitation and without payment .

mau lihat foto-foto lainnya, buka saja album fotonya
more pictures ?, open the photos album