Semua resah hati manusiamu
Untuk membagi kisah atas nama cinta.
Derai air mata di setiap sujudmu
Seperti tidak pernah cukup untuk menjagaku.
Jangan butakan hati menjadi cinta yang semu.
Cinta yang semu...
Kau hembuskan ayat-ayat cinta untukku.
Di sela doa dan lama-lama malam yang sunyi.
Ampun yang engkau pinta dalam semua
Keraguan yang telah meliputi jiwamu.
Semoga akan membawa cintamu
Pada diriku dalam jalan dan ridho-Nya.
Jangan butakan hati menjadi cinta yang semu.
Cinta yang semu...
Kau hembuskan ayat-ayat cinta untukku.
Di tengah terik matahari dan dinginnya malam.
Kau panjatkan ayat-ayat cinta pada-Nya.
Melindungi dan menjaga kisah cinta kita.
Kau hembuskan ayat-ayat cinta untukku.
Di tengah terik matahari dan dinginnya malam.
*****
Cuma satu komentar, liriknya deep dan touchy banget. Kalau ada orang yang bisa dicintai oleh "seseorang" seperti yang diceritakan dalam lirik ini, maka berarti dia adalah orang yang sangat beruntung. Kenapa? Soalnya dia udah dicintai dengan tulus... Ugh... bikin jealous aja...
Omong2 tentang lagu, tahu nggak? Ney tuh tipikal orang yang jaraaaaang banget bersenandung. Alasannya? Umm... menurut ney kalau kita ikut2an nyanyi cuma bakal ngeganggu irama musiknya aja.
"HEGH???"
Hush! Gak usah terpana gtuh... Knapa? Aneh, ya? Emang. Hahaha.
"Lah, terus kalau ada lagu yang enak, gimana cara mengapresiasinya?"
Tetep bisa kog. Orang tetap bisa mengapresiasi sebuah lagu meskipun tidak menyanyikannya. Menurut ney, sebagai audience kita bisa jadi "penikmat" atau "penyimak" lagu.
Seorang "penyimak" akan melahap semua lirik lagunya dan kemudian bisa melantunkan nyaris kata perkata. "Penyimak" biasanya akan memperhatikan makna dari lirik lagu tersebut lalu mencocokkannya dengan kisah hidupnya sendiri. Bila ia menemukan banyak kesesuaian di antaranya keduanya, maka akan semakin kuat pula ikatan emosional yang terjalin antara pelantun lagu-lirik-dan dirinya. Karena alasan inilah seorang "penyimak" cenderung akan memiliki penyanyi favorit tertentu berdasarkan kepiawaiannya dalam menciptakan lagu dengan lirik yang mengena atau indah.
Sementara itu seorang "penikmat" lagu tidak terlalu ambil pusing dengan lirik lagunya. "Penikmat" akan 'meresapi' alunan melodi dan irama sebuah lagu, bukan 'memikirkan' makna liriknya. Karena tidak pernah menghapal lirik lagunya, seorang penikmat akan jarang menyenandungkan sebuah lagu. Penikmat adalah seorang pendengar sejati. Komentar yang paling sering dilontarkan seorang penikmat misalnya adalah "Hey, nada lagu ini enak ya... Siapa yah penyanyinya? or apa sih judul lagunya?"
Well, ini cuma teori aja. But sejauh ini ney lebih menganggap diri sebagai seorang "penikmat" lagu. Cukup mendengarkan dan resapi, tidak perlu melantunkan atau menyenandungkannya. Istilahnya menyanyi dengan hati, bukan dalam hati. Nah loh bingung. Hehehe.