Chambre Nareswarie ^^

magnifique tulisanna

Apa kata kita tentang realita

Pernahkah kau membaca dan melihat kejadian yang telah terjadi di negeri kita...
Pernahkah kau menggumam arti ini..
Pernahkah kau mencari tahu arti makna ini..
Pernahkah kau pahami apa yang salah dari kelakuan ini..
Pernahkah kau merasa bertanggung Jawab akan semua yang telah terjadi...
Sumbangsihkan kata-kita akan relayty yang ada...

Mendiknas : Siswa SMK Bisa lahirkan Karya Inovatif
Jumat, 22 Mei 2009


Menteri Pendidikan Nasional (Mendinas) Bambang Sudibyo mengatakan, siswa sekolah menengah kejuruan (SMK) kini mampu melahirkan karya-karya kreatif dan inovatif yang dibutuhkan dunia industri dan bermanfaat bagi masyarakat.

"Ternyata perkembangan siswa SMK itu cepat sekali dan sangat membanggakan," kata Mendiknas di Jakarta, Jumat, saat membuka ajang Lomba Kompetensi Siswa (LKS) ke XVII dan Pameran Kreasi SMK 2009 di arena Pekan Raya Jakarta yang berlangsung pada 21-24 Mei.

Ia mengatakan, karya SMK memang layak dipamerkan sebab karya unggulan tersebut nantinya akan menjadi bagian dari pengembangan ekonomi nasional. "Kita ingin betul-betul menjadikan SMK sebagai bagian dari pengembangan ekonomi kita," katanya.

Keberhasilan tersebut, kata Mendiknas, juga merupakan keberhasilan Depdiknas dalam melaksanakan rencana strategis yang menetapkan perbandingan jumlah SMK lebih besar dibandingkan SMA.

Mendiknas mengatakan, keberhasilan itu bukan saja dari segi jumlah SMK yang hampir mengejar jumlah SMA dengan perbandingan SMK dan SMA 47:53 persen. Namun seiring dengan perubahan rasio dengan target meningkatkan mutu pendidikan kejuruan sudah pula memperlihatkan hasil positif.

LKS SMK menjadi salah satu instrumen pencitraan untuk pencapaian peningkatan akses dan pemerataan serta peningkatan mutu pendidikan, katanya.

Mendiknas mengharapkan kompetisi ini mampu mendorong generasi muda untuk menyiapkan diri agar berkiprah di arena kompetisi tingkat Asia melalui Asian Skill Competition (ASC) dan di tingkat international melalui World Skill Competition (WSC). Ajang LKS diikuti 1700 siswa SMK dari 33 provinsi.


MELIHAT KOMENTAR INI BAGAIMANAKHA MENURUT ANDA ?
MENURUT SAYA...


Keberhasilan pemerintah dalam memajukan pendidikan kejuruan amatlah berhasil. Terbukti dengan tumbuhnya jumlah smk yang hampir mengejar jumlah smu yakni 47 : 53 persen. Saya sangat setuju dengan manajemen pendidikan ini, karena dengan begitu masyarakat Indonesia yang diharapkan memiliki tenaga kerja yang cukup produktif di mata internasional dan dapat ikut bersaing dengan negara lain bisa dipenuhi.

Dengan ditingkatkatkan kesiapan kualitas Sumber Daya Manusia(SDM) . Yang jalurnya pun juga harus dipersiapkan melalui sistem pendidikan yang disesuaikan untuk mampu mengatasi kebutuhan sumber daya manusia. Angka pengangguran di Indonesia cenderung bertambah setiap tahunnya. Hal ini karena jumlah angkatan kerja lulus pada setiap tahunnya tidak bisa terserap habis di tahun tersebut.

Nah peningkatan sumber daya manusia ini tentunya dapat ditingkatkan salah satunya pada pendidikan SMK. Karena diharapkan dapat menghasilkan generasi yang siap kerja dan terlatih. Melalui penataan ulang sistem pendidikan dan pelatihan kejuruan agar menjadi sistem pendidikan dan pelatihan yang fleksibel, dengan pola pembelajarannya yang berbasis kompetensi. Selain itu, juga untuk menata ulang bidang keahlian yang lebih menekankan pada kebutuhan pasar.

SMK masa depan diharapkan menjadi tempat pelayanan jasa dan produksi, tempat pendidikan dan pelatihan tingkat lanjutan yang setara dengan program diploma. Pesertanya bisa berasal dari semua anggota masyarakat yang berminat, baik sebagai pencari kerja, maupun para siswa tamatan SMU, SLTP, SD, dan semua pekerja di dunia usaha/industri.

Diadakannya Lomba Kompetensi Siswa (LKS) ke XVII dan Pameran Kreasi SMK 2009 di arena Pekan Raya Jakarta yang berlangsung pada 21-24 Mei.

Membuktikan bahwa siswa SMK pun bisa mengembangkan karya yang inovatif. Dengan begitu menunjukkan bahwa Indonesia telah maju selangkah, seperti yang diharapkan sebelumnya. Dan diharapkan pula dapat berkembang layaknya yang didambakan kedepan


Nasib Industri Tekstil Kian Terancam
Kamis, 12 Maret 2009 | 15:01 WIB


TEMPO Interaktif, Surakarta: Nasib industri tekstil diperkirakan akan semakin terancam menyusul merosotnya permintaan produk tekstil dari luar negeri. Menurut Wakil Ketua Asosiasi Pertekstilan Indonesia Jawa Tengah, Djoko Santosa, menurunnya permintaan tekstil diakibatkan oleh banyaknya pabrik garmen di luar negeri yang mulai gulung tikar.

“Untuk triwulan kedua tahun ini diperkirakan permintaan tekstil dari luar negeri turun hingga 35 persen,” kata Djoko Santosa. Pada awalnya pengusaha tekstil di Jawa Tengah lebih memilih untuk mengekspor kain grey atau blacu yang masih merupakan produk kain setengah jadi.

“Keuntungannya cukup besar,” ucapnya. Kain tersebut lantas diolah menjadi pakaian jadi oleh pengusaha garmen di luar negeri. Menurut dia, tutupnya pabrik garmen di luar negeri merupakan tamparan yang keras bagi para pengusaha tekstil di dalam negeri.

Akibat menurunnya permintaan tekstil tersebut, dirinya memperkirakaan gelombang pemutusan hubungan kerja masih akan terus terjadi. “Terutama dari sektor tekstil,” katanya. Hanya saja dirinya belum bisa memperkirakan seberapa besar gelombang pemutusan hubungan kerja yang bakal terjadi.

Sementara itu, nasib para pengusaha garmen masih lebih cukup baik karena permintaan dari luar negeri hingga saat ini masih cukup stabil. “Para produsen masih bisa beroperasi secara penuh,” ungkapnya. Namun, meski begitu keuntungan penjualan tekstil sangat minim.



MELIHAT KOMENTAR INI BAGAIMANAKHA MENURUT ANDA ? MENURUT SAYA...


Terkait dengan pertumbuhan tekstil di Indonesia pada kuartal pertaman, yang telah ,menunjukkan angaka kemerosotan dibandingkan angka pertumbuhan di tahun 2008. Dimana menunjukkan perkembangan yang baik.

Faktor dari luar, sangat mempengaruhi pertumbuhan ini. Dimana pada saat ini pesanan dari luar terhadap tekstil Indonesia sangatlah menurun. Hingga sangat memukul produsen tekstil dari Indonesia. Tetapi menghadapi kenyataan ini , Indonesia tidak boleh terus tinggal diam. Pemerintah harus menerapkan langkah – langkah untuk mengatasi hal ini. Seperti lebih selektif dalam pengadaan impor barang. Seperti yang telah kita ketahui produk China kebanyakan telah membanjiri pasara tekstil Indonesia.

Didukung pula dengan minat pasar Indonesia yang lebih cenderung menggandrungi barang Impor. Maka semakin terjatuhlah barang tekstil dalam negri. Apalagi dimata masyarakat barang impor jauh lebih murah didukung dengan mutu yang baik. Sehingga bila pada kenyataannya sendiri harganya sama, tapi apa salah nya bila membeli merk luar yang dapat menaikkan gengsi.

Bila diperhatikan, tampaknya masyarakat Indonesia belum memiliki kesadaran yang cukup tinggi terhadap cinta produksi dalam negri. Bahkan sebagian orang berpendapat bahwa kualitas barang nya tidak bagus. Padahal, produk – produk kita juga memilik mutu yang baik. Apabila didalam pasar nya sendiri tidak dapat menerima. Bagaiman dengan pasar luar, yang persingannya sendiri jauh lebih berat.

Disinilah peran pemerintah yang seharusnya bisa menetapkan kebijakan yang dapat mendukung produksi tekstil dalam neggeri. Sehingga tidak akan kalah bersaing dengan yang lain. Pemerintah seharusnya menghambat barang-barang impor untuk masuk ke dalam negeri. Dan mempermudah gerak produksi negeri sendiri. Kemudian mepersiapkan manajemen yang lebih tepat dalam menghadapi suasan ini.

Menurunkan harga tapi tetap memberikan keuntungan bagi para produsen dalam negeri. Tak lupa juga dengan menumbuhkan semangat cinta produk sendiri di benak masyarakat. Seperti memasyarakatkan produksi dalam negeri. Misalnya dari kalangan atas sendiri dalam tampil didepan sebaiknya mengenakan produksi dalam negeri. Namun, ini semua juga tidak bisa tergalakkan bila masyarakat sendiri tidak meresponnya.
Terkait dengan pertumbuhan tekstil di Indonesia pada kuartal pertaman, yang telah ,menunjukkan angaka kemerosotan dibandingkan angka pertumbuhan di tahun 2008.

Dimana menunjukkan perkembangan yang baik. Faktor dari luar, sangat mempengaruhi pertumbuhan ini. Dimana pada saat ini pesanan dari luar terhadap tekstil Indonesia sangatlah menurun. Hingga sangat memukul produsen tekstil dari Indonesia. Tetapi menghadapi kenyataan ini , Indonesia tidak boleh terus tinggal diam.

Pemerintah harus menerapkan langkah – langkah untuk mengatasi hal ini. Seperti lebih selektif dalam pengadaan impor barang. Seperti yang telah kita ketahui produk China kebanyakan telah membanjiri pasara tekstil Indonesia.

Didukung pula dengan minat pasar Indonesia yang lebih cenderung menggandrungi barang Impor. Maka semakin terjatuhlah barang tekstil dalam negri. Apalagi dimata masyarakat barang impor jauh lebih murah didukung dengan mutu yang baik. Sehingga bila pada kenyataannya sendiri harganya sama, tapi apa salah nya bila membeli merk luar yang dapat menaikkan gengsi.

Bila diperhatikan, tampaknya masyarakat Indonesia belum memiliki kesadaran yang cukup tinggi terhadap cinta produksi dalam negri. Bahkan sebagian orang berpendapat bahwa kualitas barang nya tidak bagus. Padahal, produk – produk kita juga memilik mutu yang baik. Apabila didalam pasar nya sendiri tidak dapat menerima. Bagaiman dengan pasar luar, yang persingannya sendiri jauh lebih berat.

Disinilah peran pemerintah yang seharusnya bisa menetapkan kebijakan yang dapat mendukung produksi tekstil dalam neggeri. Sehingga tidak akan kalah bersaing dengan yang lain. Pemerintah seharusnya menghambat barang-barang impor untuk masuk ke dalam negeri. Dan mempermudah gerak produksi negeri sendiri. Kemudian mepersiapkan manajemen yang lebih tepat dalam menghadapi suasan ini.

Menurunkan harga tapi tetap memberikan keuntungan bagi para produsen dalam negeri. Tak lupa juga dengan menumbuhkan semangat cinta produk sendiri di benak masyarakat. Seperti memasyarakatkan produksi dalam negeri. Misalnya dari kalangan atas sendiri dalam tampil didepan sebaiknya mengenakan produksi dalam negeri. Namun, ini semua juga tidak bisa tergalakkan bila masyarakat sendiri tidak meresponnya.

seklumit dunia Akun4P SISI LAIN MEMBUKA RESTAURANT

February 2012
M T W T F S S
January 2012March 2012
1 2 3 4 5
6 7 8 9 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29