Thursday, November 18, 2010 4:25:41 AM
Wah opera community tampilannya makin keren, bravo opera......
Saturday, October 23, 2010 7:43:35 PM
realita, hidup, kisah, hadiah
Realita 1
Andaikan anda sedang naik di dalam sebuah transportasi umum, karena tidak mendapat tempat duduk, anda berdiri. Suasana cukup ramai meskipun masih ada tempat untuk bergeser sedikit. Anda tidak menyadari kalau handphone anda terjatuh.
Ada penumpang lain yang melihatnya, memungutnya dan langsung mengembalikan kepada anda, "Pak,handphone anda barusan terjatuh, ini Pak" kata orang tersebut seraya memberikan handphone milik anda.
Apa yang akan anda lakukan kepada orang tersebut ?
Mungkin anda akan mengucapkan terima kasih dan berlalu begitu saja.
Realita 2
Pada realita kedua ini, dengan kisah yang sama namun orang yang melihat handphone anda jatuh dan memungutnya tidak langsung memberikan kepada anda. Hingga tiba saat sampai tujuan dan hendak turun anda baru menyadari handpone anda hilang.
Kemudian orang yang memungut handphone anda mengembalikannya dengan berkata "Pak,handphone anda barusan terjatuh, ini Pak"
Apa yang akan anda lakukan kepada orang tersebut ?
Mungkin anda akan mengucapkan terima kasih juga, namun rasa terima kasih yang anda berikan akan lebih besar dari pada rasa terima kasih yang anda berikan pada realita 1 (orang yang langsung memberikan tanpa kita merasa kehilangan). Setelah itu mungkin kita langsung turun.
Realita 3
Beralih pada realita ketiga, dengan kisah yang sama pula, disini anda menyadari bahwa handphone anda sudah tidak ada pada tempatnya (terjatuh) saat anda sudah turun dari transportasi umum tersebut. Anda pastinya panik dan mungkin segera menelepon ke nomor handphone yang terjatuh dengan harapan ada orang baik yang menemukan dan bersedia mengembalikan pada anda.
Orang yang sejak tadi menemukan handphone anda (namum tidak langsung memberikan kepada anda) menjawab telepon anda "Halo, selamat siang, Pak, saya pemilik handphone yang ada pada bapak ini...." mencoba bersikap manis dengan harapan orang tersebut berbaik hati mengembalikan handphone anda.
Orang tersebut menjawab "Oh, ini milik bapak ya, Oke nanti saya turun di tempat "A", nanti bapak ambil disini saja ya"
Dengan serta merta anda langsung menuju tempat "A" menemui "orang baik" tersebut. Orang tersebut memberikan handphone anda.
Apa yang akan anda lakukan kepada orang tersebut ?
Satu hal yang pasti, anda akan mengucapkan terima kasih, dan pastinya lebih besar dari rasa terima kasih anda saat situasi pada realita 2 Bahkan bukan tidak mungkin anda memberikan hadiah kecil pada orang tersebut.
Realita 4
Terakhir, mari anda simak realita keempat. Dengan kisah yang sama dengan realita ketiga namun saat anda coba menelepon tidak diangkat/dijawab, sampai akhirnya anda tiba dirumah.
Malam harinya, anda mencoba mengirim SMS : "Bapak/Ibu yang budiman, saya adalah pemilik handphone yang ada pada bapak/ibu sekarang. Saya sangat mengharapkan kebaikan hati bapak/ibu untuk dapat mengembalikan handphone ini kepada saya. Saya akan memberikan imbalan sepantasnya." SMS pun dikirim mengingat betapa banyak data penting dan banyak nomor telepon teman yang ada pada handphone tersebut namun tidak ada balasan. Anda putus asa.
Hingga akhirnya beberapa hari kemudian, orang yang menemukan handphone anda menjawab SMS anda, dan mengajak ketemuan untuk mengembalikan handphone tersebut.
Tenteunya Anda senang sekali dan segera menemui orang tersebut, sesampai di tempat yang ditentukan handphone pun dikembalikan.
Apa yang akan anda lakukan kepada orang tersebut ?
Anda pasti akan mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada orang tersebut, dan memenuhi janji anda untuk memberikan imbalan (yang pastinya lebih berharga dibandingkan pada realita ketiga).
PESAN MORAL DARI KISAH DIATAS
Apa yang anda dapatkan dari empat realita diatas ?
Kempat kisah diatas, anda sama-sama kehilangan handphone dan ada orang yang menemukannya.
Realita 1
Orang yang menemukan dan langsung mengembalikan pada anda. Anda ucapan terima kasih dan berlalu begitu saja.
Realita 2
Orang yang menemukannya dan mengembalikan pada anda saat anda akan turun. Anda ucapkan terima kasih dengan lebih besar nilainya.
Realita 3
Orang yang menemukannya dan mengembalikan pada anda setelah anda menyadari kehilangan. Anda ucapkan terima kasih ditambah dengan sedikit imbalan.
Realita 4
Orang menemukannya, menyimpanya beberapa hari, setelah itu baru mengembalikannya kepada anda. Anda pun ucapkan terima kasih dan memberikan imbalan yang lebih besar nilainya.
ADA HAL YANG ANEH DISINI.
Cermati 4 kisah diatas, manakah yang paling baik ?
Tentunya orang yang menemukan pada Realita 1, benar ?
Namun ironisnya, dialah yang mendapatkan reward paling sedikit dari 4 Realita diatas.
Realita 4 seharusnya menjadi orang yang paling tidak baik, karena saat setelah menemukannya dan bahkan dihubungi pun tidak menjawab, kemudian menyimpannya beberapa hari, dalam hal ini mungkin saja orang tersebut telah memanfaatkan handphone tersebut selama itu. Namun, ternyata dia adalah orang yang anda berikan reward paling besar.
APA YANG SEBENARNYA TERJADI DISINI ?
Anda memberikan reward kepada keempat orang tersebut secara tulus, tapi orang yang seharusnya lebih baik dan lebih pantas mendapatkan banyak, anda berikan lebih sedikit.
KENAPA BISA BEGITU ?
Hanya karena rasa kehilangan yang dialami semakin bertambah di setiap Realita 1 - 4
Realita 1
Anda belum merasa kehilangan karena belum menyadari handphone anda jatuh, dan anda mendapatkannya kembali.
Realita 2
Bersamaan dangan anda menyadari kehilangan dan hendak turun, anda mendapatkannya kembali handphone anda.
Realita 3
Anda merasakan kehilangan, namun tidak lama anda lega karena yang menemukan bersedia mengembalikan pada anda.
Realita 4
Anda sangat merasa kehilangan dan menjadi panik karena pentingnya handphone tersebut, sehingga anda menjanjikan untuk memberi reward pada orang yang menemukan asal handphone tersebut kembali pada anda.
K E S I M P U L A N
Saat ini, adakah sesuatu yang kurang kita syukuri ?
Apakah itu berupa handphone, kendaraan, rumah, teman-teman, kesempatan, atau apapun itu.
Apa yang terjadi jika salah satu saja, apapun itu yang merasa menjadi milik kita hilang dari genggaman kita ?
Pastilah rasa kehilangan yang sangat luar biasa.
Saat itulah, kita baru dapat mensyukuri segala sesuatu yang telah hilang tersebut.
Namun, apakah kita perlu merasakan kehilangan terlebih dahulu agar dapat bersyukur, seharusnya tidak.
Syukurilah segala yang kita miliki, termasuk hidup kita, selagi masih ada. Jangan kita menyesali karena tidak bersyukur ketika itu telah lenyap dari diri kita.
Jangan pernah mengeluh dengan hal yang belum diperoleh. Bahagialah dengan segala hal yang telah diperoleh.
Hiduplah saat ini.
Sesungguhnya, hidup ini berisikan banyak kebahagiaan, bila kita mampu memandang dari sudut yang benar.
Saturday, October 23, 2010 7:39:34 PM
alam, hidup, perjalanan, setelah mati.mati
...
Allah Swt berfirman: “Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barang siapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.” (QS. Al-Imran:185)
Rasulullah Saw telah mengingatkan dalam sabdanya, “Barangsiapa yang lambat amalnya, tidak akan dipercepat oleh nasabnya.”
Saudaraku, siapa yang tau kapan, dimana, bagaimana, sedang apa, kita menemui tamu yang pasti menjumpai kita, yang mengajak menghadap Allah SWT.
Orang yang cerdik dan pandai adalah yang senantiasa mengingat kematian dalam waktu-waktu yang ia lalui kemudian melakukan persiapan persiapan untuk menghadapinya.
Amalkan ilmu, sampaikan walau satu ayat, salah satu amalan yang terus mengalir walau seseorang sudah mati adalah ilmu yang bermanfaat.
Begitulah hendaknya engkau nasehati dirimu setiap hari karena engkau tidak menyangka mati itu dekat kepadamu bahkan engkau mengira engkau mungkin hidup lima puluh tahun lagi, Kemudian engkau menyuruh dirimu berbuat taat, sudah pasti dirimu tidak akan patuh kepadamu dan pasti ia akan menolak dan merasa berat untuk mengerjakan ketaatan.
Apa yang terjadi setelah mati ?
yang akan ikut mengantar mayat ada tiga hal yaitu:
1. Keluarga
2. Hartanya
3. Amalnya
Ada dua yang kembali dan satu akan tinggal bersamanya yaitu;
1. Keluarga dan Hartanya akan kembali
2. Sementara Amalnya akan tinggal bersamanya.
Maka ketika Roh Meninggalkan Jasad.
Terdengarlah suara “Wahai fulan anak si fulan...Apakah kau yang telah meninggalkan dunia, atau dunia yang meninggalkanmu apakah kau yang telah menumpuk harta kekayaan, atau kekayaan yang telah menumpukmu apakah kau yang telah menumpuk dunia,
atau dunia yang telah menumpukmu, apakah kau yang telah mengubur dunia, atau dunia yang telah menguburmu.”
Ketika Mayat Tergeletak Akan Dimandikan.
Terdengarlah suara “wahai fulan anak si fulan...Mana badanmu yang dahulunya kuat, mengapa kini terkulai lemah mana lisanmu yang dahulunya fasih, mengapa kini bungkam tak bersuara mana telingamu yang dahulunya mendengar, mengapa kini tuli dari
seribu bahasa mana sahabat-sahabatmu yang dahulunya setia, mengapa kini raib tak bersuara”
Ketika Mayat Siap Dikafan.
Terdengarlah suara ”Wahai fulan anak si fulan... Berbahagialah apabila kau bersahabat dengan ridha Allah celakalah apabila kau bersahabat dengan murka Allah Wahai fulan anak si fulan...Kini kau tengah berada dalam sebuah perjalanan nun jauh tanpa bekal kau telah keluar dari rumahmu dan tidak akan kembali selamanya kini kau tengah safar pada sebuah tujuan yang penuh pertanyaan.”
Ketika Mayat Diusung.
Terdengarlah suara “Wahai fulan anak si fulan...Berbahagialah apabila amalmu adalah kebajikan berbahagialah apabila matimu diawali tobat berbahagialah apabila hidupmu penuh dengan taat.”
Ketika Mayat Siap Dishalatkan.
Terdengarlah suara “Wahai fulan anak si fulan...Setiap pekerjaan yang kau lakukan Kelak Kau lihat hasilnya di akhirat apabila baik maka kau akan melihatnya baik apabila buruk, kau akan melihatnya buruk.”
Ketika Mayat Dibaringkan Di Liang Lahat.
Terdengarlah suara ”Wahai fulan anak si fulan…Apa yang telah kau siapkan dari rumahmu yang luas di dunia untuk kehidupan yang penuh gelap gulita di sini, Wahai fulan anak si fulan...Dahulu kau tertawa, kini dalam perutku kau menangis dahulu kau bergembira,kini dalam perutku kau berduka dahulu kau bertutur Kata, Kini dalam perutku Kau bungkam seribu bahasa.”
Ketika Semua Manusia Meninggalkannya Sendirian.
Terdengarlah suara Allah “Wahai Hamba-Ku kini kau tinggal seorang diri tiada teman dan tiada kerabat di sebuah tempat Kecil, sempit dan gelap...Mereka pergi meninggalkanmu seorang diri, padahal karena mereka kau pernah langgar perintahku. hari ini, akan kutunjukan kepadamu kasih sayang-Ku yang akan takjub seisi alam aku akan menyayangimu lebih dari kasih sayang seorang ibu pada anaknya”.
Kepada jiwa-jiwa yang tenang Allah berfirman, “Wahai jiwa yang tenang kembalilah kepada tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya maka masuklah ke dalam jamaah hamba-hamba-Ku dan masuklah ke dalam Jannah-Ku”
Rasulullah SAW. menganjurkan kita untuk senantiasa mengingat mati (maut) dan dalam sebuah hadistnya yang, belau bersabda “wakafa bi almauti wa’idha”, artinya, cukuplah mati itu akan menjadi pelajaran bagimu!
Semoga bermanfaat bagi kita semua, Amiin…..
Wednesday, October 8, 2008 10:32:44 AM
Aku minta pada Allah setangkai bunga segar, Ia beri aku kaktus berduri.
Aku minta pd Allah binatang mungil nan cantik, Ia beri aku ulat berbulu. Aku sempat sedih, protes & kecewa... betapa tidak adilnya ini,
namun kemudian.., kaktus itu berbunga, sangat indah sekali.., dan ulat itu pun tumbuh dan berubah menjadi kupu2 yg teramat cantik.., Itulah jalan Allah, indah pada waktunya !
Allah tidak memberi apa yg kita harapkan, tapi Ia memberi apa yg kita perlukan. Kadang kita sedih, kecewa, terluka, tapi jauh diatas segalanya, Ia sedang merajut yg terbaik untuk kehidupan kita..,
Allahu akbar 3X, semoga kita termasuk dalam golongan orang2 yang pandai bersyukur atas karunia dari ALLAH, amin.
Saturday, June 28, 2008 2:00:56 AM
Orang yang berbuat jahat, walau bencana belum tiba tapi rejeki sudah menjauhi.
Orang yang berbuat baik, walau rejeki belum tiba tapi bencana sudah menjauhi.
Thursday, June 26, 2008 2:45:16 AM
Kedamaian hati datang pada hati yang bebas dari kegelisahan disebabkan karena beban dari semua yang bersifat materi