Saturday, November 27, 2010 11:04:14 AM
aku semakin renta
tak banyak yang telah kupunya
namun aku percaya
lalu aku tiada kuatir lagi
karena jalanMu pasti berujung bahagia:love:
Sunday, September 13, 2009 6:08:55 PM
Lebaran adalah sebutan untuk Idul Fitri,hari kemenangan umat Islam menundukan musuhnya yg paling besar,hawa nafsu. Adalah benar bila lebaran harus dirayakan,tetapi tidak dengan tradisi yg sekarang biasa kita lakukan. Yang utama adalah cermin bahwa kita telah menang adalah kita tidak boleh lagi menuruti hawa nafsu kita untuk merayakan lebaran,rayakanlah lebaran dgn keikhlasan. Memang sulit untuk merubah yg sudah jadi kebiasaan, tapi bukan menjadi mustahil,percayalah. Aku akan mulai dari keluargaku,lebaran kali ini anak-anakku akan aku berikan pengertian bahwa daripada beli yg tdk karuan,lebih baik uangnya dibelikan baju dan alat2 perlengkapan sekolahnya. Klo biasanya lebaran kita habiskan uang untuk sekedar hiburan,lebaran kali ini aku akan memberikannya kepada orang yg membutuhkan. Kebiasan mudik adalah sebuah kesalahan kebijaksanaan pemerintah pada masa lalu.Mudik lebaran terlahir karena urbanisasi besar2an pada masa dimana lowongan kerja terfokus pada kota besar seperti Jakarta,sehingga orang2 desa rela menjadi gelandangan sekalipun asal bisa mencari uang dikota.Untuk merubah kebiasaan mudik lebaran bagi yg sudah terlanjur kerja jauh dari kampungnya sekarang bisa dengan memanfaatkan handphone untuk bersilaturahmi dengan keluarga di kampung,sehingga tak ada lagi arus mudik yg begitu besar yg banyak menghabiskan dana mubazir,belum lagi efek dari keadaan lalulintas,kecelakaan lah,tuslah semau gue,kejahatan di terminal,dll. Semoga ada politikal will dari pemerintah sekarang untuk merubah tradisi ini,merubah tradisi demi kemajuan Islam,karena dikota-kota besar seperti Jakarta,puasa mungkin sudah menjadi no.13,orang lebih mementingkan mudiknya. Semoga Allah memberi taufiq dan hidayahnya kepada kita yg muslim. amin.
Nino_Jakarta Hp. 0857.1136.4707
Wednesday, September 9, 2009 5:02:56 PM
Senin malam,9 September '09. Hari 17.Ramadhan 1430 H. Malam ini aku teringat Ibu. Ibu yg dulu melahirkan aku,ibu yg dulu merawat aku,ibu yg dulu memjaga dan membesarkanku. Rabbigfirli waliwalidayya warhamhumma kama rabbayani shaghira...
Sedang apa Ibu?Ah....kasihan dia,sering sampai larut malam ia masih menyiapkan bahan makanan dan sayuran untuk di buat dagangan esok hari,kadang sampai duduk tertidur karena terlampau ngantuk.Ibu yg seharusnya sudah beristirahat dan hidup santai menikmati sisa hidupnya masih harus berjuang mencari makan sehari-hari,maafkan aku Ibu.... Aku cuma bisa begini Bu, aku tak bisa membalas budimu. Maafkan aku ya bu.... Aku tahu dosaku terlalu besar tapi janganlah engkau tidak memaafkan aku Bu. Bu....Ramadhan ini aku berpuasa Bu...Ibu pasti senang mendengarnya kan? mudah-mudahan bisa merubah perilaku aku,terutama terhadap Ibu.. Bu....aku takut Bu,jika ibu tak sanggup memaafkan kesalahan ku...kasihanilah aku Bu... Bu....................... Ijinkan aku untuk mencium telapak kakimu lebaran ini. Mencium dan memelukmu, basahi tubuhmu dgn airmata penyesalanku, aku ingin bisikan bahwa aku sekarang menyayangimu. Ibu....aku akan tunjukkan bahwa aku adalah Nino yg baru.
Nino, Jakarta hp. 085711364707
Tuesday, June 2, 2009 12:10:50 PM
Ku jelajahi waktu yg telah kutempuh,semakin lama semakin jauh,semakin lama semakin hilang dari ingatanku.
Sore ini Pademangan Barat dilanda pasang air laut, banjir karenanya jalan disini. Aku teringat masa kecilku, kala itu tubuhku sedang demam tinggi sementara rumah nenekku, dimana aku tinggal, terendam banjir setinggi lutut. Sementara nenekku sibuk karena banjir, aku menahan demam dengan tubuh menggigil, seperti tadi pagi.
Itulah batas ingatanku.