Catatan si ”PoEzZ”

Subscribe to RSS feed

Sticky post

Ga ada judul_______________☻☻☻

Aku adalah anak ketiga dari 4 bersaudara panggil saja aku Delima, Dahlia adalah kakak pertamaku, Dominiq kakak ke 2 dan terakhir adalah Angga, anak lelaki satu – satunya.

***

Keluargaku biasa-biasa saja di bilang harmonis juga tidak, aku sering melihat orangtuaku bertengkar semejak aku kecil. Aku juga terbiasa diperlakukan berbeda dengan kakak-kakakku, ahh… bila aku harus mengingat itu semua sakit rasanya hati ini.
Aku pertama kali bersekolah di Sekolahan Islam, setiap hari aku selalu berjalan kaki untuk mencapai Sekolahan itu sampai dengan aku lulus. Masuk SMP aku juga bersekolah ditempat yang sama sampai kenaikan kelas II aku berhenti sekolah.
Ibuku bilang beliau akan memindahkan aku kesekolah yang lebih bagus, tapi ternyata aku tak pernah merasakan bersekolah lagi selama-lamanya.
Entah kenapa ayahku yang tadinya berkerja malah memutuskan untuk berhenti padahal beliau masih mempunyai anak-anaknya yang masih membutuhkan uang banyak.

Semenjak aku berhenti bersekolah, saat itu juga kami pindah kerumah peninggalan Nenek dari Ibu, aku memutuskan melanjutkan sekolah di SMP yang disediakan pemerintah secara gratis tapi sebenarnya tidak gratis juga.
Di usiaku yang masih ABG karena belum genap 17thn, aku sudah merasakan bagaimana susahnya mencari uang, dari bekerja di toko sembako, kerja jadi pembantu rumah tangga plus kerja sebagai pengasuh baby.
Itu semua aku lakukan karena orangtuaku sudah tidak memberikan aku uang lagi.

Di usiaku yang 17, kakak pertamaku Dahlia menikah. Yah, berkurang sedikit beban tanggungan dikeluarga kami, mungkin itu yang orangtua kami fakir.
Kehidupan keluarga kami tidak ada peningkatan sama sekali, ayahku semakin malas bekerja walaupun sudah diberi jalan lewat kenalannya. Aku sebenarnya benci dengan orangtuaku, banyak orangtua dikampung kerja mati-matian untuk membiayai anaknya sekolah tapi tidak demikian dengan orangtuaku, mereka masih diberikan badan yang sehat tapi tidak ada sedikitpun rasa ingin memberikan kehidupan yang layak pada anak-anaknya.

Keluarga kami semakin berantakan setelah perselingkuhan Ibuku di ketahui oleh Ayah. Ayah sangat marah dan mengamuk dirumah sampai ingin membunuh Ibuku, kami yang berada dirumah tidak luput dari amukannya. Tapi entah kenapa Ayahku masih tidak mau menceraikan Ibu padahal Ibu pun sudah benci dengan Ayah.
Ibu berdalih perselingkuhan itu terjadi karena kebutuhan ekonomi yang tidak bisa dipenuhi oleh ayah, tapi sampai sekarang pun ayah tetap tidak berubah !!!

Orangtuaku pergi dari Jakarta untuk memulai semuanya dari awal, dan Aku juga Dominiq diberikan tanggung jawab mengurus Angga. Dan kebutuhan Angga juga di bebani kepada kami. Huff, apa itu bukan orang tua yang egois ??!!
Sedang aku sekarang hanya bekerja di Caffe dan Dominiq bekerja di Warung makan, pendapatan kami tak seberapa apalagi sekarang Dominiq juga telah menikah.

Aku ingin sekali mencari pekerjaan yang lebih baik, tapi niatku selalu terhalang karena aku tak mempunyai ijazah, aku bekerja di Caffe sekarang ini saja sudah bersyukur karena aku diberi pekerjaan ini oleh seorang kenalan tanpa ijazah.
Sempat aku terperosok jatuh dalam jurang hitam karena kebutuhan ekonimiku tak bisa terpenuhi, tapi Alhamdulilah aku segera tersadar dan sampai detik ini tak menyentuh dunia itu lagi semoga selamanya.

Sejak usia aku belum genap 17thn, Ibuku selalu menyuruh aku untuk menikah sampai-sampai aku ingin dijodohin dengan kakek-kakek dan juga om-om bukan hanyak aku saja tapi Dominiq juga diperlakukan sama seperti itu.
Entah kenapa Ibuku seperti itu, apa kami adalah beban buat beliau ??!!


Ah… semoga Aku selalu dilindungi oleh-Nya, dan tak akan terjatuh dilembah hitam kembali.










Ada yang mau kasih saran, bagusnya judul apa ya ?? smile

Sticky post

Cintaku Tertinggal di Kota Jogja

Pertama aku mengenalnya lewat sebuah pasilitas Chatting di Internet. Aku mengenalnya dengan nama Doniv, beberapa bulan berteman denganya akhirnya aku tau bahwa itu bukan nama aslinya..
Tapi aku tidak terlalu mempermasahkan itu karna dari pertama terjun di Internet ( cie bahasanya terjun ) aku sadar semuanya pasti tidak ada yang asli. Tapi aku tetap dengan kepolosan ku, aku tak pernah mengada – mengada tentang semua hal yang ada pada diriku, inilah aku !!!
Oh iya aku lupa memperkenalkan diriku, aku adalah Oprator salah satu Warnet di bilangan Jakarta Timur, namaku Ita.
Ternyata kepolosan aku membuat Doniv tertarik dan mengagumiku.


Doniv : aku suka dengan semua yang ada di kamu, kamu anaknya asik and ngomongnya apadanya.
Girl : thx, aku jadi malu he he he
Doniv: aku sebenarnya suka cewe kayak kamu


Deg… saat itu juga aku tidak bisa berkata apa – apa, karna aku memang suka dia tapi aku berusaha untuk menyembunyikanya karna aku tau dia sudah memiliki kekasih yang bersamanya sejak masih SMA.
Oh iya, Aku lupa cerita saat aku mengenalnya, status dia adalah seorang Mahasiswa di salah satu Perguruan Tinggi di kota Gudeg.

Hampir setiap hari dia luangkan waktu untuk Online denganku, sebelum kuliah atau setelah pulang kuliah. Aku juga sempat mengenal pacarnya yang bernama Icha di sela – sela kami Chatting, dia gadis yang baik dan sangat ramah. Saat itu juga aku sudah lupa bahwa aku tertarik dengan Doniv..
Sampai suatu hari dia Online dan ingin curhat denganku.

Doniv : aku dah putus sama icha
Girl : kapan ?!
Doniv : semalam, dia yang mutusin aku…
Girl : ko bisa ?!
Doniv : katanya aku terlalu baik untuk dia..Emang sih, ada yang pernah liat dia jalan dengan cowo lain..
Girl : jadi maksud kamu dia selingkuh ??
Doniv : Maybe…



Setelah hari itu perbincangan kita bukan hanya lewat media Internet, tapi juga Handphone.
Hal yang tak terduga pun terjadi, dia menyatakan cinta padaku…
Doniv bilang sebenarnya sudah sejak lama ingin menyatakan cintanya, tapi dia takut aku beranggapan bahwa dia hanya jadikan aku pelarian, karna dia belum terlalu lama putus dengan Icha “tapi dia salah karna aku ga pernah berfikir jelek tentangnya”. Aku memutuskan untuk menerimanya walau aku tau hubungan ini akan sulit untuk di jalankan karna kami berbeda kota dan hanya bisa bertemu lewat dunia Maya.

Hubungan yang kami jalani semakin lama semakin indah perbedaan itu tidak kami jadikan halangan untuk tetap menjalin hubungan asmara. Sampai akhirnya kami memutuskan untuk bertemu setelah dia mendapat libur dari Kampusnya.
Aku masih ingat sekali saat pertama kali bertemua denganya, dia memakai jaket biru dan celana jins, aku mengenalinya walau wajahnya masih tertutup helm karna saat itu dia mengendarai motor. Pertemuan yang sangat indah dan manis sekali, saat itu aku di perkenalkan dengan keluarganya di Jakarta.
Tapi dia harus segera pulang ke Jogja karna libur kuliahnya hanya sebentar, yah… perpisahan yang menyisakan tangis buatku karna ntah kapan lagi aku akan bertemau dengannya.

***

Sebulan, dua bulan, tiga bulan, hubungan kita masih tetap berjalan dan baik – baik saja, sampai pada hari itu. Seseoarang menyapaku, dia mengucapkan salam kenal dan memberitau namanya Cindy. Dia bercerita bahwa dia adalah salah satu teman Kampus Doniv tapi berbeda Fakultas.
ya… awal perkenalan ya nice denganya, kami lumayan sering ngobrol di Chattingan sampe akhirnya dia jujur denganku, sebenarnya dia suka dengan Doniv “Seperti di sambar petir aku tercengang membaca pernyataanya”.

BUZZ
Cindy : kamu marah ya ma ndy.. ?! Maafin ndy ya, ndy Cuma pengen kamu tau perasaan ndy yang sebenarnya sama Doniv.
Girl : Eh.. iya… engga ko ga marah, aku malah seneng kamu mau jujur..
Cindy : sebenarnya kemaren ndy nembak doniv
Girl : what ??!!!
Cindy : iya… tapi tenang aja ko doniv ga nerima ndy dia malah marah – marah, dia bilang kenapa ndy tega ma kamu padahal ndy kenal kamu tapi ndy nembak cwonya..ndy janji ga akan mencoba untuk deketin Doniv lagi… percaya ma ndy ya…
Girl : owh… gtu ya (aku dah ga bisa mikir and ga ngerti harus ngetik apa, rasanya kacau bgt otak ini)
Cindy : sekali lagi maafin ndy ya… ndy janji nti ndy minta maaf sama Doniv soal kejadian kemaren.. skrng ndy mau off dlu ada kelas.. Bye….
Girl : bye…..


Itu lah awal mula sebuah masalah datang, kenapa Doniv ga cerita soal ini, kenapa aku harus tau dari mulut cewe yang nembak cowo aku ?!!!
Pertanyaan itu selalu menghantui aku, sampe akhirnya aku berbicara dengan Doniv dan dia hanya bilang “ aku ga mau kamu salah faham and sedih. Aku takut kamu marah sama aku”, sebenrnya aku ga puas dengan pembelaan dia, tapi aku berusaha untuk tetap percaya dengan Doniv dan melupakan masalah itu. Aku juga tetap menjalin pertemanan dengan Cindy entah kenapa aku tidak bisa membencinya walau aku tau dia menyukai seseorang yang aku sayangi.


***


Menjelang hari Natal aku mendapat libur dari Bos karna dia akan merayakan Natal bersama keluarganya. Aku memutuskan menghabiskan liburan untuk menemui Doniv di Jogja, aku sengaja tidak memberitahunya karna aku ingin memberinya kejutan, rencanya aku akan menemunya di Kampus.
Aku pergi menggunakan Kereta Api Ekonomi ( sekalian ngirit gitu ) dari Stasiun Jatinegara, aku mengambil pemberangkatan yang malam karna ingin sampai sana pagi. Perjalanan yang sungguh melelahkan membuat pinggang sakit dan juga tubuh bau keringet karna saat itu kereta sangat penuh sesak, 12 jam perjalanan akhirnya aku sampai juga di Stasiun Lempuyangan jam 9 pagi. Aku memutuskan untuk menghubungi seorang teman yang kostnya tidak jauh dri Stasiun karna aku ingin numpang mandi dan beristirahat sejenak. Aku sibuk memencat tombol Handphone mencari – cari nama seorang cewe, “ nih dia Tina “ aku langsung menekan tombol hijau yang tak berapa lama langsung tersambung.

“ Assalamualaikum, Na dah bangun lom? “
“ Waalaikum salam.. eh kamu ta, udah ko, ada apa tumben telfon ”
“ He he he.. iya nih Na, caci maki aja gw Na emang gw temen yang nyusahin loe “
“ lah ada apaan sih Ta “ (nada suara Tina sudah mulai bingung)
“ He he he, gw di jogja Na… jemput gw donk di stasiun lempuyangan… “
“ What, kamu ko kesini ga bilang – bilang si, kebiasaan dech “ (memang dulu aku juga sempet ke jogja pas pertungan Tina, aku bilang denganya bahwa aku tidak bisa hadir tapi tau- tau udah di depan rumahnya)
“ he he he “
“ y owes , aku kesana sek.. kamu tunggu ya di depan “
“ okeh bos, loe emang temen gw yang paling… paling baeeee.. Muaccch “
“ huh dasar, y awes ya assalamualaikum “
“ tut… tut… tut… “

15 menit aku menunggu di depan Stasiun, akhirnya Tina datang juga dengan mengendarai motor, ya rata – rata masyarakat di jogja menggunakan motor sebagai kendaraan untuk melakukan rutinitas – rutinitasnya.

“ Na……… (aku langsung cipika cipiki denganya) pa kabar jenk “
“ baik ko, kamu sendiri pa kabar Ta “
“ ya kayak yang kamu liat sekarang, masih tetep sama kyk dulu he he he. Oh iya gimana kabar Mas mu? “
“ dia baik – baik aja ko tapi sekarang lagi kerja “
“ owh.. “
“ y awes, yukk kita ke Kostan.. kamu pasti cape banget dah pengen meluruskan badan “
“ he he he.. tau aja loe jenk… yukk ah “

Tina langsung menStarter motornya dan kami pun berlalu meninggalkan stasiun menuju Kostannya, 15 menit perjalanan aku Cuma diam memperhatikan jalan – jalan yang kami lewati tanpa terasa aku sudah di depan Kostan Tina dan motor pun langsung di parkir di halaman.

“ yukkk Ta masuk.. ko malah bengong “
“ eh…. Iya he he he”

“ Ta, kamu mau langsung istirahat apa mau mandi dulu “
“ aku mandi dulu aja dech Na biar seger lagian badan dah lengket banget “
“ ya udah sana, masih inget kan arah kamar mandinya he he he “
“ huh ga usah ngeledek dech Na “ (aku berlalu meninggalkan Tina)

Hampir 30 menit aku mandi akhirnya aku kembali kekamar Tina, memang kamar mandi di sana ga di dalam tapi adanya di luar, bikin takut kalau harus terpaksa bangun malam untuk pipis atau pup.
Wih, ternyata aku sudah di sediakan bubur ayam. Tanpa basa basi aku langsung memakan dan menghabiskannya kebetulan perutku sudah keroncongan dari tadi di stasiun, sambil memasukan sesuap demi sesuap bubur itu aku berbicara dengan Tina “ na loe mang sahabat gw yang paling tau gw, ngerti aja loe gw laper langsung di sediain bubur ayam “ Tina hanya tersenyum melihat tikah aku yang kalo begini udah kayak anak kecil “ udah abisin buburnya terus pelan – pelan makanya tuh teh angetnya jangan lupa di minum”.
Aku sudah selesai makan dan mulai mendekati Tina yang ada di teras depan.

“ loe lagi pain Na “
“ ah engga… Cuma lagi baca majalah, kamu ga instirahat? “
“ Ga ah, gw mau ngobrol ma loe “
“ oh iya, kamu ada perlu apa ke jogja “ (Tina menatapku dengan penuh tanda Tanya)
“ aku tersenyum “ (sambil tatapanku ku alihkan ke halaman yang di tanami bunga – bunga)
“ Owh… cowo ya ?! “ (tetap menyelidik)
“ gitu dech “
Na, gw nanti mau ke Kampus nemuin dia, gw mau kasih kejutan ke dia soalnya gwa ga kasih tau kalo lagi libur and dateng ke jogja, sejak gw berangkat kesini gw ga hubungin dia, sampe sekarang dia juga ga hubungin gw!! Kenapa ya Na perasaan gw ga enak, gw kayak na langsung ke Kampusnya aja ya Na.
“ tapi kan…… “
Aku langsung meninggalkan Tina yang masih bingung melihat sikapku, aku langsung mengambil tas “ Na, gw jalan ya…… “ aku berlalu meninggalkan Tina dan segera memberhentikan Taxi yang lewat “pak, tolong antarkan saya ke Kampun Atmajaya”.
Di dalam Taxi aku mencoba menghubungi Doniv tapi telphone ku tidak di angkat – angkat (apa dia sedang ada kelas) Aku masih berusaha menghubunginya sampe akhirnya dia menjawab juga.

“ hallo yank, kamu lagi di mana “ (pertanyaan aku menyelidik)
“ aku lagi di kampus, mangnya kenapa beb?! “
“ ah gpp Cuma Tanya aja ko, kamu sama sapa aja, oh iya pulang jam berapa?? “
“ biasa aku sama anak – anak lagi kumpul di kantin, aku nanti balik jam 2 “
“ oh ya udah nati kalo balik hati – hati ya yank, bye… Muacch.. “
“ ok…. “
“ tut…tut…tut…”

Ternyata dia masih lama berada di kampus, aku punya waktu banyak untuk berbincang dengannya. “ pak masih lama ya sampainya” aku sambil memencat tombol HP mengetik sebuah SMS untuk Tina “ ah engga ko Mba, 10 menit lagi “. Aku terus memperhatikan sepanjang jalan – jalan yang aku lewati (kebiasaan yang selalu aku lakukan kalo dalam perjalanan), eeemmmmm…. Aku nyaman berada di kota ini.
Sampai akhirnya tiba juga aku di depan Kampus Atmajaya, aku tersenyum menatap ke gerbang itu. Aku memberikan uang kepada supir Taxi itu
“ kembaliannya buat bapak aja” aku kembali tersenyum kepada supir itu
“ makasih ya Mba “ dan aku pun bergegas memasuki gerbang Kampus itu.

Karna aku tidak tau di mana lokasi Kantinya aku bertanya pada salah satu Mahasiswa di sana.
“ permisi Mba, boleh Tanya, di sebelah mana ya kantinya “
“ oh… Mba lurus aja nanti ketemu taman nah di dekat taman ko kantinya “
“ makasih ya “ (aku pun tersenyum sambil berlalu pergi)

Aku sudah sampai kantin tapi kenapa Doniv ga ada, kemana dia.
Uh… dia bikin aku strez saja, masa aku harus muter – muter kampus untuk mencarinya bisa – bisa kaki ku langsung lumpuh karna aku meggunakan sandal yang berHak lumayan tinggi. Tiba – tiba ibu penjaga kantin itu bertanya padaku

“ cari apa Mba “
“ (aku tersentak kaget) itu Bu, saya lagi cari orang “
“ Oh… siapa Mba kali aja ibu kenal dan bisa Bantu “
“ namanya Doniv Bu….”
“ owh… tadi emang dia di sini sama temen – temannya Mba, tapi dah pergi 10 menit yang lalu “
“ kira – kira mereka kemana ya Bu…. “
“ mereka biasanya pada nongkrong di kost belakang kampus Mba. Coba aja cari ke belakang.. tuh lewat situ ” ( ibu itu sambil menunjuk ke arah Gang di samping Kantin)
“ terima kasih ya Bu…”

Aku menyusuri Gang itu, Aku mengamati tempat kost yang berjejer itu kira – kira mereka di mana karna aku tidak melihat orang satu pun juga, sampai akhirnya aku menemui seorang lelaki..

" permisi mas... "
" iya ada apa mbak ?? "
" Maaf kenal doniv engga, kata penjaga kantin dia suka nongkrong di kost belakang sini, tapi saya tidak tau di kost mana "
" Owh, doniv anak Fakultas hukum ya mba "
" Iya... "
" Dia biasa main d kost cindy, tuh kostnya mba "
" Hah, owh.. iya makasih ya mas "

Aku bingung bercampur marah,aku berjalan mendekati pintu itu dan membukanya secara perlahan, Hah… aku terkejut melihat pemandangan yang ada di depan mataku Doniv….. cindy…..!!! mereka sedang bercumbu dan teman – temannya yang lain sedang mengkonsumsi minuman keras juga narkoba.

Mereka kaget melihat kedatanganku secara tiba – tiba, Doniv dan Cindy pun langsung merapikan pakaian mereka, Doniv mencoba meraih tanganku tapi dia telat karna aku sudah berpaling darinya dan berlari meninggalkan
pemandangan yang memuakan itu, aku meninggalkan kampus itu dengan berlinangan air mata.
Aku memutuskan untuk kembali ke Kostan Tina berpamitan dan pulang ke Jakarta, di dalam perjalanan Doniv berulang kali telphone, tapi aku membiarkan saja, dia pun berusaha menarik perhatian aku dengan SMS yg di kirim terus menerus tapi aku mengacuhkan SMS itu, aku muak dan jijik melihat kejadian tadi.

Aku sampai di Kostan Tina, ternayata dia sedang pergi. Tina meninggalkan sebuah memo di depan pintu kamarnya memberi tau kalau kunci pintu kamarnya di titipkan kepada Ibu Kost. Aku segera ke Rumah induk dan meminta kunci kamarnya, tidak terlalu bertele – tele karna Ibu kost sudah mengenal aku.

Sampai di dalam kamar Tina, aku mengambil baju kotor juga peralatan mandi yang tadi aku gunakan, semuanya aku masukan kedalam tas.
Aku pergi meninggalkan Kostan Tina.
Aku menyetop Taxi dan berlalu ke Stasiun Lempuyangan, aku mengetik SMS ke Tina yang berisi “ Ucapan terima kasih dan maaf karna harus pulang buru – buru”,15 menit menit perjalanan aku sudah sampai di depan Stasiun. Aku bergegas karna kereta akan berangkat dan mudah – mudahan aku masih bisa mendapatkan tiket.

Aku pergi ke Loket penjualan tiket untuk menanyakan, dan aku beruntung karna masih tersisa 1 tiket, aku segera masuk ke dalam Stasiun dan aku terkejut ternyata Doniv sudah ada di situ, dia menungguku dia tau inilah tempat tujuan terakhirku.
“ Ta, please dengering penjelasan aku dulu “
(Aku tetap berjalan mencari gerbong yang akan aku diami sepanjang perjalanan Jogja – Jakarta)
“ Ta, please “ (Doniv menarik tanganku)
“ Lepasin, udah ga ada gunanya penjelasan kamu “
“ Ta, tadi aku khilaf….. “
“ Udahlah Niv, semua penjelasan kamu ga akan merubah apa yang aku lihat tadi, kamu tau! aku bela – belain ke sini untuk ketemu kamu karna aku mau buat kejutan, tapi ternyata aku yang terkejut “ (aku menepis tangan Doniv)


Aku sudah menemukan gerbong yang aku cari – cari, aku menaiki tangga itu. Doniv masih terus berteriak meminta maaf, kereta pun berjalan secara perlahan tapi pasti.




perlahan kau hilang dari pelupuk mata
berlalu pergi meninggalkan duka
pelan tapi pasti aku akan melupakanmu
seperti kereta ini yang meninggalkan stasiun secara perlahan
namun pasti akan sampai di tempat tujuan

Sticky post

Prahara Remaja

“Ayo Om, dingin – dingin gini enak kita ngamar”, Dinda mengerlingkan matanya.
“ Duh, meni gelis pisan si Eneng ini, masih sekolah ya Neng”.
“ Ah.. si Om, emang kenapa kalo saya masih sekolah”.
“ Engga Neng… masih sempit dong”.

***

Mobil melaju sangat pelan menuju sebuah losmen di bilangan Jakarta Pusat.
Malam yang dingin di laluin dengan geliat desahan dua sejoli yang sedang memadu kasih, hanya demi beberapa lembar uang dan sebuah hasrat yang haus akan belaian seorang wanita muda.

Butiran – butiran keringat keluar dari tubuhnya yang sudah tergeletak lemah karena melalui malam yang panjang dan sangat menguras tenaga.
“ Sampai kapan aku harus begini”
Aku bergegas berpakaian dan mengambil uang yang sudah berada di meja samping tempat tidur. Besok aku harus melakukan aktifitasnya sebagai pelajar, hari yang sangat melelahkan pagi Sekolah malam hari harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

“ Dinda, kenapa hanya uang ini yang kamu kasih, malas sekali kau ini !! “
“ Maaf Bu, Nda tidak enak badan jadi hanya itu yang Nda dapat..”
“ Dasar pemalas ….. “

Gubraaakkkk… pintu kamar pun tertutup.
Setiap hari peristiwa seperti ini sudah lumrah aku dapatkan, sudah hamper 3 tahun hidupku seperti ini jika uang yang aku beri Ibu anggap sangat sedikit, padahal dengan mengenyampingkan rasa malu aku bekerja seperti itu hanya demi pengakuan (aku anak berbakti).

Kapan kau akan sadar Bu, bahwa aku sangat menyayangimu, aku sangat ingin jadi anak yang kau banggakan walau sebenarnya bukan dengan cara seperti ini.
Aku ingin menjadi seorang Dosen Bu, kapan kau akan mengerti semua ini !!! Air mataku pun jatuh tak tertahankan lagi


Seperti biasanya aku berangkat Sekolah pukul 06 : 30, Pagi yang sangat dingin karena semalam hujan turun sangat deras, penghasilanku semalam tidak terlalu banyak sehingga membuat Ibuku mengamuk tak karuan.

“ Tin.. Tin… suara klakson Andre ”.
“ Pagi sayang… ”. Andre mengecup pipiku.
“ Pagi…. “
“ Kamu kenapa sayang, ko engga semangat gitu jawabnya, kamu engga kangen sama aku”.
“ Aku kangen banget ko sama kamu, yukk jalan nanti kesiangan “. Aku tersenyum pada Andre.

Hanya Andre yang bisa mengerti aku, hanya dia yang bisa menerima aku dengan tulus walau dia tau aku bukan gadis baik – baik pastaskah aku memanggil diriku gadis.
Tadinya aku tidak percaya kalo Andre benar – benar tulus padaku, tapi dia selalu berusaha menyakinkanku dari mulai memberiku bunga, menjemputku setiap hari, sampai menungguku pulang sekolah walau kadang aku sering mengerjai dia.
Dia tetap sabar hingga aku pun luluh, buatku dia adalah pohon yang menyejukan dikala sinar matahari sangat menyengat, dia adalah sebuah gunung es yang selalau memadamkan api jika api dalam diriku mulai berkobar.

“ Sayang…. “.
“ Iya, kenapa …. ?! “. Andre membuyarkan lamunanku.
“ Ko kamu malah ngelamun sih, yang kita engga usah kesekolah yah !! aku kangen banget sama kamu, kita jalan – jalan aja kemana pun kamu mau “.
“ Ya udah aku juga lagi males “.
“ Kamu mau kemana… ?!! “.
“ kita kepantai aja yah… aku kangen kesana “.
“ Ok Tuan Putri … “ Andre mencubit pipiku.

1 jam perjalan untuk sampai kepantai itu, aku pun selalu tersenyum pada Andre sambil menikmati perjalanan ini.
Tanpa di sadari kami sudah sampai, kami pun berjalan ke pinggir pantai dan duduk di batu karang yang terdapat disana. Ombak hari ini tidak terlalu kencang angina pun berhenbus sangat lembut menerpa rambutku yang terurai.

“ Ndre, maafin aku yang engga pernah bisa buat kmu bahagia “
“ Kamu ngomong apa sih yank “. Andre menatap mataku.
“ Aku Cuma ngerasa bakal pergi jauh Ndre, aku dah ga kuat dengan semua ini “. Pandanganku beralih pada ombak yang saling bersahutan, entah kenapa aku sangat takut meninggalkan Andre.
“ Kamu engga akan pergi kemana – mana, kamu akan selalau nemenin hari – hari aku “
Andre mengecup dahiku…

Kami berada di sana sampai sore, aku sangat suka dengan pantai walau kami Cuma menghabiskan waktu dengan berpelukan dan memandang pantai sambil mengobrol tentang hari esok.
Jam sudah menunjukan Pukul 17 : 55, matahari sudah mulai pergi keperaduannya. Itu juga tandanya aku harus segera pulang.
Mobil melaju lumayan kenyang, kami mampir dulu kesebuah Café untuk mengisi perut yang sudah mulai demo. Kami memsesan Nasi Goreng Special dan Jus Jeruk karena itu Menu favoritku dan Andre pun selalu memesan makanan yang sama denganku.

“ Yang, kapan – kapan kita kesini lagi yah, makanannya sangat enak “. Aku hanya tersenyum padanya.
“ Yukk, dah sore banget nanti Ibu marah – marah sama aku “.

Kami kembali melanjutkan perjalanan, hanya 15 menit perjalanan aku sudah sampai di depan rumah. Andre turun membukankan pintu mobilnya untukku, ya dia membuatku seperti Tuan Putri yang baru turun dari kereta kudanya.
“ Makasih sayang buat hari yang sangat indah ini “. Andre mengecup bibirku.
“ Your welcome honey “.
“ Aku pulang yah sayang, kamu jangan terlalu cape nanti sakit bye…“.Mobil Andre berlalu meninggalkan halaman rumahku, aku bergegas masuk kedalam.

Baru dua langkah dari pintu masuk suara Ibu sudah menggelegar bagai petir.

“ Dinda dari mana saja kau ini, tadi temenmu kemari menanyakan kau !! kau ini tidak sekolah kemana saja seharian ini, PLakkkkk… “ sebuah tamparan mendarat dipipiku.
“ Maaf Bu, Nda pergi sama Andre ke pantai “.
“ kamu ini menjadi malas kalau bergaul sama dia, jangan pernah kau bertemu dengannya lagi”.
“ Tapi Bu, Nda sayang Andre, Nda cinta sama dia “.
“ PLakkkk…. Kau mau melawan lagi sama Ibu “.

Tamparan kedua mendarat lagi kepipiku, aku menangis dan berlari memasuki kamar dan membanting pintu sangat keras.

“ Cengeng sekali kau ini, sudah cepat kau bersih – bersih malam ini kau harus dapat uang yang banyak karena besok Ibu harus bayar arisan “.

Tuhan, sampai kapan aku harus seperti ini, aku sudah tidak sanggup, aku sangat lelah dengan semua ini. Maafkan aku jika jalan yang aku pilih jalan yang sangat kau benci, tapi aku sudah tidak tau lagi harus melakukan apa supaya Ibu tau aku sayang dia, selama ini apa yang aku lakukan karna aku ingin membuatmu bahagia.

Ndre, aku sayang kamu.. selamanya aku engga akan pernah bisa meninggalkan kamu !! kali ini aku udah engga sanggup Ndre, keinginan Ibu yang satu itu tidak bisa aku penuhi karena kamu satu – satunya sandaran aku, I love u honey, the person I wist all the best is you.

Pusara ini masih basah dan bunga – bunga itu masih sangat segar, kenapa kamu tinggalin aku sayang. Kalau saja kamu bilang aku akan bawa kamu pergi meninggalkan semua yang membuatmu sakit dan sedih. Kamu tau sayang, you’re the best with me forever.
Aku tau sekarang pasti kamu sudah bahagia, aku akan selalau merindukanmu.

Andre berpamitan pada Ibu, dia tidak membeci Ibu walau dia sadar beliau yang membuat orang yang di sayangnya pergi untuk selamanya.

Maafin Ibu Nda, selama ini Ibu telah silau oleh harta dan kekayaan.
Maafin Ibu juga karena engga paham dengan cita – cita kamu… sekali lagi maafin Ibu Nda…

Kau membuat Q berantakan..
Kau membuat Q tak karuan..



*singsongdimingguyangbikinmumet
Q hanya berharap, kau terima Q apa adanya… ¤_¤
Sakit hati buanget.. ~_~
Ya Allah, kebangetan banget tuh orang.. T_T
Maaf, Q hanya sedang emosi.. ~_~
Hatinya lagi semeraut.. ~_~



*Ezmozi.tingkat.dewa
Q hanya mencoba menjaga perasaanmu, tapi mengapa rasa curiga yang Q dapat.. ~_~ s.a.k.i.t
June 2012
M T W T F S S
May 2012July 2012
1 2 3
4 5 6 7 8 9 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30