RUANG IMAJENASI TANPA BATAS

Menembus kepekaan batin

Tersalip Do'a


:habibah

Hamba tak dapat sembunyi tepat seperti getar yang tak pernah kau sentuh itu
hamba tepat mencari lewat mata yang kasap meraba dengan kerisauan tak tertata. Tetap meraba dahaga yang tak terwakili.
Jika paduka berkenan, hamba menuju kesana dalam cemarut nyalak tak berujung pangkal.

Pernahkah sinar hamba tak penuh karena paduka jauh, hingga melengkung-lengkung mengikuti permukaan bumi yang cembung
Hingga hilang saat pancaranmu datang mengenai rindu yang tak pantas kusandang.
Duh..., jiwa.
Jika jalan tak tertunjuk; tak bermakna mengapa kau sanggup_kan hamba menempuh terjal dan badai
Apakah kesanggupan adalah keterpasungan untuk lurus menempuh keluh?
Atau tulus mengeluh meski tak tersentuh?

Hamba telah membuat luka-luka yang metaforik, yang tak sanggup dilafalkan kata
Apakah paduka telah mejelma makna sebap maknapun telah terkotomi oleh kehausan; saat hamba merasa sebagai hamba yang hiba
bukankah jalan yang terang adalah ketika hamba bukan apa-apa
sebap butiran debu itu kotoran yang harus dibasuh
Izinkan aku tetap mencuri makna seperti getar yang tak pernah kau sentuh itu.
Hingga hamba tepat menyintai kembali tiap untai misteri sebagai mana keindahan.
Tetap dan tak meraba dan hanya kesediaan menyentuh tiap luka.

sebait sajak yang pulang74 wasiat oleh Rahmat Thq Sukmana pada 16 April 2012

Write a comment

New comments have been disabled for this post.

June 2012
M T W T F S S
May 2012July 2012
1 2 3
4 5 6 7 8 9 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30