kebimbanganku

ketika ku berjalan di atas satu tali

Subscribe to RSS feed

Dialog Orang Bijak dan Anak Kecil

Suatu hari seorang laki-laki bijak mengajukan pertanyaan pada seorang anak kecil yang ikut shalat Subuh di masjid bersamanya. Ia ngin sang anak memilih di antara dua hal yang ia ajukan.

Laki-laki itu bertanya, “Wahai anakku, manakah yang lebih utama menurutmu, harta ataukah akal?”

Sang anak menjawab, “Akal, karena akal akan mendatangkan harta sedangkan harta akan menghilangkan akal.”

Laki-laki bijak itu bertanya lagi, “Harta atau keadilan?”

“Keadilan,” jawab sang anak. “Karena harta akan melindungi pemiliknya dari kezaliman di saat keadilan tiada, sehingga dia menjadi tujuan. Ketika keadilan didapatkan maka hara hanyalah perantara saja, bukan tujuan.”

“Lalu bagaimana dengan harta atau kekuasaan? Mana engkau pilih?” tanya laki-laki itu lagi.

“Harta. Karena harta akan menjadi perantaraku untuk menguasai hati apabila aku belanjakan harta itu dalam keadaan kebaikan. Sedangkan kekuasaan terhadap hati itu labih agung. Kekuasan duniawi seringkali menjadikan aku durhaka dan melampaui batas, lalu aku berbuat zalim, sehingga aku kehilangan kekuasaan atas hati, dan orang-orang sekitarku akan mengincar aku,” papar sang anak.

“Bagaimana dengan harta, kekuasaan atau ilmu?” Mana yang engkau pilih?”

“Ilmu. Karena dengan ilmu aku akan mencapai tingkat yang mengungguli harta dan kekuasaan.”

“Baik. Bagaimana dengan harta ataukah teman-teman? Mana yang engkau pilih?”
“Teman-teman!”

“Mengapa?”

“Dengan harta saja aku tidak mampu mendapatkan seluruh keinginanku, tetapi dengan berteman aku akan mendapatkan semua apa yang aku inginkan,” jawab sang anak.

“Harta atau kesehatan?”

“Kesehatan. Karena kesehatan akan mendatangkan harta sedangkan harta secara kesendirian tidak mampu mendatangkan kesehatan.”

“Aku atau kamu?.” tanyanya kembali
“Engkau dan aku. Engkau adalah sungai yang mengalirkan hikmah dan ilmu, sedangkan kami adalah tumbuhan yang minum darinya.”
Orang bijak itu berkata, “Sungguh telah tentram dadaku ini. Semoga Allah SWT melimpahkan berkah padamu. Jagalah hak-hak Allah.”


Sumber: {Andi al-Banna/Oase majalah Sabili/NO 3.Th.XII Agustus 2004}
(My.opera/pophiee2)

Kesedihanku...

Kulalui hariku dengan senyuman..
Walau hatiku terasa getir...
Diam kurasa di antara keramaian..
Tak pernahkah kau tau??hari-hari yang kulalui...
Walauku berjalan diatas tali, tanpa sandaran ataupun pijakan yang seimbang...

Hanya dengan kedua tanganku ini yang mulai ku rentangkan...
Mencoba tuk melangkah, walau ku tau... mungkin ku kan terjatuh atau bahkan terluka...

Apa pedulimu, hingga kau melarangku...
Meski hatiku tersayat sembilu...