Dialog Orang Bijak dan Anak Kecil
Thursday, January 22, 2009 5:48:30 AM
Laki-laki itu bertanya, “Wahai anakku, manakah yang lebih utama menurutmu, harta ataukah akal?”
Sang anak menjawab, “Akal, karena akal akan mendatangkan harta sedangkan harta akan menghilangkan akal.”
Laki-laki bijak itu bertanya lagi, “Harta atau keadilan?”
“Keadilan,” jawab sang anak. “Karena harta akan melindungi pemiliknya dari kezaliman di saat keadilan tiada, sehingga dia menjadi tujuan. Ketika keadilan didapatkan maka hara hanyalah perantara saja, bukan tujuan.”
“Lalu bagaimana dengan harta atau kekuasaan? Mana engkau pilih?” tanya laki-laki itu lagi.
“Harta. Karena harta akan menjadi perantaraku untuk menguasai hati apabila aku belanjakan harta itu dalam keadaan kebaikan. Sedangkan kekuasaan terhadap hati itu labih agung. Kekuasan duniawi seringkali menjadikan aku durhaka dan melampaui batas, lalu aku berbuat zalim, sehingga aku kehilangan kekuasaan atas hati, dan orang-orang sekitarku akan mengincar aku,” papar sang anak.
“Bagaimana dengan harta, kekuasaan atau ilmu?” Mana yang engkau pilih?”
“Ilmu. Karena dengan ilmu aku akan mencapai tingkat yang mengungguli harta dan kekuasaan.”
“Baik. Bagaimana dengan harta ataukah teman-teman? Mana yang engkau pilih?”
“Teman-teman!”
“Mengapa?”
“Dengan harta saja aku tidak mampu mendapatkan seluruh keinginanku, tetapi dengan berteman aku akan mendapatkan semua apa yang aku inginkan,” jawab sang anak.
“Harta atau kesehatan?”
“Kesehatan. Karena kesehatan akan mendatangkan harta sedangkan harta secara kesendirian tidak mampu mendatangkan kesehatan.”
“Aku atau kamu?.” tanyanya kembali
“Engkau dan aku. Engkau adalah sungai yang mengalirkan hikmah dan ilmu, sedangkan kami adalah tumbuhan yang minum darinya.”
Orang bijak itu berkata, “Sungguh telah tentram dadaku ini. Semoga Allah SWT melimpahkan berkah padamu. Jagalah hak-hak Allah.”
Sumber: {Andi al-Banna/Oase majalah Sabili/NO 3.Th.XII Agustus 2004}
(My.opera/pophiee2)














