Sunday, 5. October 2008, 09:49:38
Tarian
Sudah kuhitung,
namun rasanya belum cukup untuk aku bercumbu denganmu,
sebab kakiku sudah melepuh,
saat kau paksa aku untuk mendaki pada kerikil tajam itu,
dan ketika kau paksa mengayuh perahu kecilku,
untuk menjemputmu dalam kapal pesiar nan indah itu .
Aku terlalu takut pada sepucuk surat itu,
karena jelas kalimatmu begitu menggairahkanku,
namun apalah arti,
jika dalam cumbuan itu,
kau mengikat kaki dan tanganku,
membungkam mulutku hingga aku tak mampu untuk melumat bibirmu .
Padahal busur itu telah melesatkan anak panahnya,
berdarah,
karena kulihat jelas,
ia telah merobek kulitmu nan indah itu,
lalu mengintip pada hatimu sambil berucap
" aku datang "
hatimu kegirangan,
jantungmu sibuk memperdengarkan nada nada pada lantai itu untuk kita berdansa,
lalu kita berputar dan mabuk pada arus darah yang tersenyum sambil bersiul siul .
Namun,
putaran pada tarian telah lelah,
nikmat kemabukan telah hilang menyisakan sakit,
dan arus pada darah telah diam tanpa siulan,
aku telah beku,
engkau juga telah beku,
kita terlalu sibuk untuk menari,
hingga kita terlupa bahwa ada luka,
saat anak panahku merobek kulitmu nan halus itu.
Kini engkau terkulai,
jalanku pun kini tertatih,
anak panah itu harus kupatahkan,
agar lukamu dapat terobati .
Kini,
kutitipkan ujung panahku dalam tarianmu,
dan kusimpan busur ini dalam senandungku,
karena benar aku telah letih,
dan tak mungkin mampu,
untuk menjemput segala keinginanmu itu .
Thursday, 14. August 2008, 04:21:17
My Daughter
Showing posts 1 -
2 of
15.