Nasib seorang bulu tanah
Monday, April 28, 2008 7:41:29 AM
Lagi lagi kendala selalu datang pada manusia yang mau berkarya,nasib seorang petani yang kadang tidak di sadari ,mereka menimba ilmu dari insinyur pertanian bahkan tidak jarang meluangkan waktunya untuk mengikuti denplot obat pestisida .memperhatikan,menela,ah , membeli memakai,dan menggunakan itulah sang bulu tanah,hasilna alhamdulillah dapat di rasakan tapi tidak jarang sang bulu tanahpun tertipu dengan produk yang di promosikan,dengan dalih murah meriah dan meraih, tapi pada kenyataanya tidak jarang bahwa pestisida tersebut tidak sesuai dengan motonya, lalu siapakah yang harus di salahkan ? Sang promotor atau sang bulu tanah ? Kesemuanya pasti ga ada yang mau di salahkan sebab sang promotor ingin produknya laku dan kalau sudah laku pasti gajina naik sedangkan sang bulu tanah cuma ikut ikutan saja karena mungkin keterbatasan ilmu dalam hal pestisida, petani . . .petani . . .sungguh malang nasibmu ! Kata kata yang pantas mungkin di waktu sang petani mendapatkan cobaan,dia hanya bisa mensyariati tanamanya dia coba mengurus tanamanya dengan sebaikbaiknya,tapi sungguh dia tidak kuasa atas harga yang di kehendakinya,dikala pestisida naik pupuk juga naik sampai 100% tapi harga panen yang tidak seimbang,disitulah kepanikan terjadi pada seorang bulu tanah,.belajar dari hal tersebut itu bukan orang lain yang ngerasain tapi saya sendiri,bahwa memang kehidupan di dunia ini tidak lepas dari ujian,tinggal bagaimana kita menyikapi hal tersebut,dan saya sadari bahwa manusia hanya punya rencana tapi pada akhirnya alloh jua lah yang menentukan,semoga dengan problema di atas saya di jadikan manusia yang tawakal dan ikhtiar yang tanpa batas amin.









