SydO

Don't worry be happy

Subscribe to RSS feed

Hikmah dari masa kecilku

Aku ingat teman kecilku dulu,Uun yg merayakan natal.
Malam menjelang natal uun selalu bersiap-siap pergi ke gereja,tentu saja dg pakaian barunya.Aku tanya memang mau ngapain malam2 ke gereja.Dia menjelaskan bla-bla-bla.Sampai pernah aku bilang boleh ikut nggak,pengen lihat aja.Wah dg antusias uun blg oh boleh,boleh kok.Tetapi pd saat aku di rumah, sambil tiduran aku bermain dg pikiranku.Eh nanti di dlm gereja aku cuma ngeliatin uun dan yg lainnya nyanyi,nonton drama.Ah gk seru.Akhirnya aku gk jd ikut.Saking akrabnya dg uun,aku hapal 1-2 lagu natal yg dinyanyikan oleh chica koeswoyo,dalam kaset milik uun. Pengalaman lainnya saat kecilku yg bersentuhan dg beda agama adalah aku pernah baca "buku cerita nabi-nabi" punya yosia.Sebuah buku tebal dg gambar-gambar yg bagus.Di dalamnya menceritakan riwayat para nabi, mulai dari adam hingga nabi isa.Lagi-lagi setelah selesai membaca buku itu aku berpikir,kok cerita para nabinya gk ada nabi Muhammad SAW.Belakangan aku tahu ternyata itu "pegangannya" agama yg dipeluk yosia.Aku tdk tahu apa agama yosia,yg jelas bukan agama yg diakui pemerintah.Setidaknya menurut aku yg masih duduk di bangku SD saat itu.Ada hal-hal tertentu yg tidak sengaja kutemukan.Misalnya ketika aku mau main di rumah uun.Saat itu ada pedagang sayur yg sedang menawarkan daging babi.Aku penasaran ingin tahu bagaimana warnanya.Ternyata warnanya merah.Lalu langkahku terhenti ketika akan masuk ke rumah uun.Aku mendengar ibu uun sedang ngobrol,dia bilang,"Nih harus kayak saya bu.Suami saya malah yg ikut agama saya.Jangan mau kalah." Ternyata pengalaman yg tertanam dlm memoryku sangat besar hikmahnya.Aku diberi kecerdasan hati untuk tidak terpengaruh.Aku benar2 beruntung saat itu diberi kekuatan hati oleh ALLAH.
Kini hikmahnya sangat nampak.Dalam masalah sosial aku berusaha baik pd yg beda agama dgku,
tetapi urusan aqidah terutama tauhid aku tidak mau kompromi.Aku termasuk yg tidak setuju kalau ada yg dg yakinnya mengatakan semua agama sama.Selama mereka tidak"mengganggu" aqidahku,aku tetap bisa bergaul dg mereka.

Read more...

Sisa-sisa kejayaan PT. Timah

Tadi sempat menyaksikan berita liputan6 siang SCTV mengenai peninggalan aset-aset Pt.timah di manggar Belitung.Yang nampak adalah benar-benar sisa! Bangunan-bangunannya tinggal puing-puing yg makin ditumbuhi semak belukar. Aku jd ingat waktu th.93an ikut bang andi ( kakakku yg sudah jadi orang belitung ).
Ikut karena sedang jadi penganggur.Berharap di belitung bisa dapat pekerjaan sekalian bernostalgia saat SD-SMP bermukim di tanjung pandan.
Baru sehari di rumah bang andi ( desa dukong ),aku bergegas mengayuh sepeda ke pilang( perumahan karyawan pt.timah kelas 3 )tempat aku menghabiskan masa SD.Tak sedikit pun aku merasa asing dg jalan yg kulewati.Malah yg muncul perasaan antusias akan melihat kampung masa kecilku dan bertemu teman-teman SD dulu.Begitu masuk wilayah perumahan yg pertama kulihat adalah SD tempatku sekolah,dulu namanya SD UPT Bel V Tanjung Pandan.Yg aku dengar SD itu jd sekolah negri.Tak jauh dari sekolah itu mulai nampak rumah-rumah yg masih berdiri. Aku merasakan suasana dingin begitu satu persatu rumah itu aku lalui.Kayuhan sepeda kuperlambat karena ingin melihat detail yg aku lihat.Tidak sehidup dulu suasananya.Semak belukar pun ada di mana-mana.Tidak sebersih dan seapik dulu.Tiba di depan rumahku dulu yg tepat di depan masjid pilang,aku berhenti memandanginya.Warna dan bentuknya tidak berubah.Juga tumbuhan yg dulu ditanam ayahku.Tentu sudah berkali-kali berbuah,pohon mangga,rambai,jambu air.Pohon bakau yg merupakan salah tanam pun masih ada di halaman depan rumah itu.Aku tersenyum mengenang semuanya.Tetap saja aku merasakan ada yg hilang.Aku memandang ke arah jalan lurus dari tempat aku tertegun di depan rumah masa laluku.Semak belukar tumbuh di kanan-kiri jalan.Aku terus melaju,makin kulihat matinya tempat ini.Beberapa rumah yg aku tahu dulunya adalah tetanggaku,teman-temanku,hanya tinggal lantai semen saja.Ya ampun kok jd begini.Kehangatan yg dulu aku alami tak bersisa lagi.Lebih lagi ketika aku menyaksikan di satu rumah sedang dipreteli atap sengnya oleh beberapa pria,yg ternyata mereka adalah teman-teman SDku dulu.Mereka pun masih ingat aku dan menyapaku dg hangat dg teriakan dari atas atap.Ketika aku tanya lagi ngapain,kok pd dibongkar,mereka jawab dg santai, "Biaselaah...". Yang artinya bisalah.Biasa?Aku terheran-heran menyaksikan ulah teman2ku itu.Ya ampun kok jd begini?? Pd akhirnya aku mendengar cerita dari teman2 yg lain juga dari bang andi,bahwa sejak para pendatang meninggalkan desa itu karena pt.timah bangkrut( begitu istilah mereka ),anak-anak muda mulai memreteli rumah2 komplek.Biasanya dibuat rumah kembali di tempat tinggal barunya,di tanah2 yg baru mereka buka.Begitu banyak rumah yg jd korban.Bahkan di perumahan kelas 1 pun,di tanjung pendam köndisinya hampir sama.Walau masih banyak yg selamat dan beralih fungsi jadi villa-villa.Saat itu aku sempat melihat papan nama masing-masing villa dg nama bunga-bunga.Tadi di wisatanet.com aku melihat salah satu bangunan besar di komplek tanjung pendam dijadikan museum dg keterangan dibangun sebagai museum pemda.Ini menggelitik sekali.Karena sebenarnya bangunan itu pada masa jayanya timah adalah sebagai rumah dinas kepala unit produksi dan keluarganya.Nah saat aku ke tanjung pendam itu(masih menyambung yg td),bangunan itu jadi villa bougenfill.Yg menurut kabar tempat menginap kalau ada artis datang ke belitung.Tanjung Pendam adalah saksi bisu keberadaan pejabat dan orang-orang kaya
yg kebanyakan adalah para pendatang di era keemasan pt.timah.Dulu dari pantai tg.pendam aku bisa melihat kapal keruk beraksi di lepas pantainya.Sempat pula aku memasuki area TP,tempat hiruk pikuk para karyawan timah bekerja.Kebetulan saat itu satpam penjaganya aku kenal dan dia adalah bawahan ayahku ketika masih menjabat sebagai kepala keamanan produksi wilayah tanjung pandan.Aku melihat besi tua di mana-mana.Kata pak satpam kalau tidak dijaga akan dicuri utk dijual. Aku beruntung masih akrab dg wilayah-wilayahnya walau kukunjungi dg bersepeda.Begitu miris melihat bangunan2 peninggalan Pt.Timah itu.Demikian pula Kantor pusat dg wismaria 1nya di jalan utama tg.pandan.Juga wismria 2 atau MPB.Telihat kumuh.Sekali lagi Gambaran yg aku sampaikan ini adalah pengalamanku
ketika ke belitung th.93an.Tentu harapanku belitung sekarang jauh lebih baik.Walau teman dan kakaku bilang gitu-gitu aja.Masih tetap susah cari kerja.Kepönakan2ku masih suka contact melalui hp,juga temanku.Mudah2an aku bisa berkunjung lagi ke belitung suatu hari nanti
June 2012
S M T W T F S
May 2012July 2012
1 2
3 4 5 6 7 8 9
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30