punya temen kok cablak
Wednesday, April 11, 2012 1:13:33 PM
paling menyebalkan punya temen cablak, di depan temen kita ngomong apa dibelakang ngomong beda, dasar gak punya pendirian, sampai kapan dia punya sifat kayak gitu, udah lama yang bilang dia itu begini begitu, tapi buatku selama dia gak menyentuh masalahku aku baik baik aja, kaum hawa emang sukanya bergosip tapi tidak buat aku. aku benci ngegosip, apalagi yang digosipin aku sendiri. sungguh tidak mengenakan. Oh ya temen cablak, diajak curhat gak bisa. Apapun yang diomongin selalu dibeberkan ke orang lain. SUNGGUH SANGAT TIDAK SOPAN BLASS....rasanya pengen ngejitek jidatnya. Tapi cukup sekali ini aja punya temen cablak kayak gitu. Udah bosen, liat mukanya aja aku males bangeeettt.
Kasian temen-temenku yang udah jadi korbannya, apa dia gak mikir apa akibatnya suka ngegosip, ngejelek-jelekin orang lain, ngomong sesuka hati, gak dipikir apa temene sakit hati, becanda itu ada BATASNYA OON.....
Orange resek, gara-gara dia aku jadi ngegosipin dia, tapi bukan gosip ding ini asli sifatnya. Dasar manusia gak punya otak, ngoceh mulu. Sebel tau dengernya, yang dibicarain gak ada faedahnya. Orang kayak gini perlu nih dikerjain, tapi apa ya....belum dapat ide konyol buat ngerjain dia. Biar orang yang percaya sama dia kebuka matanya dia itu manusia seperti apa...sampah.
huft....capek juga marah-marah lewat tulisan hahaha...
Sebenarnya hatiku sedang sedih tak karuan, tapi aku tak kuasa untuk bicarain ini. Terlalu sulit untuk dikatakan, terlalu perih untuk dirasakan. Oh Tuhan tolonglah aku....
hanya itu kalimat yang sering kuucapkan karena aku tidak tau harus bagaimana lagi, menghadapi hidupku yang detik ini dan esok yang aku sendiri ragu untuk melakukannya. Oh Tuhan .... beri aku petunjuk aku harus apa....
sejak umur lima tahun, ibuku sudah tiada meninggalkanku dengan kenangan-kenangan indah bersamanya. Kesepian sering kurasakan meski aku punya ayah dan dua orang kakak tapi aku tak pernah menceritakan kepedihanku, aku jadi orang yang tertutup dan tak pernah berbagi cerita apapun ke siapapun, lalu ketika masa kecilku harus pindah rumah dan ikut orang tua baru aku punya sedikit tawa untuk kubagi dengan tetanggaku yang harus kuakui cukup ganteng hehehehe,...aku tertarik padanya karena dia selalu membuatku bahagia, dia suka mencandaiku, dia tak suka aku menangis dia selalu ada disampingku untuk menghiburku yang sedang sedih,,,ya dia adalah cowok yang bernama Hery, masih saudara kata kakakku, aku suka mandi bareng di sungai yang kebetulan ada di belakang rumahnya. Kita sering jail bareng, tapi saat di sekolah dia sering melindungiku dari gangguan anak-anak yang lain, kita sudah seperti adik kakak, tapi sayang tak berapa lama orang tuaku bercerai, ya ayahku menceraikan ibu tiriku, entahlah saat perasaanku malah antara bahagia dan sedih, bahagia karena akhirnya ayah bercerai karena sesungguhnya ibu tiri tidak ada yang baik, itu adalah kenyataan bukan hanya sinetron. Dan aku sedih karena aku harus berpisah dari kawan-kawanku yang sangat kusayangi karena merekalah yang bisa membuatku kembali tertawa dan tersenyum bahagia. ya pada akhirnya aku harus berpisah hiks...sedih kalau inget waktu itu. Tapi jadi seneng kalo inget senyum sinis ibu tiriku tiada lagi.
Kenaikan kelas tiga sekolah dasar akhirnya aku dipindah sekolahkan ke sekolah baru. Yang letaknya dekat rumah nenekku, karena ayahku merasa lebih aman jika aku tinggal bersama nenek. Ya nenekku yang baik hati dan tak pernah lelah mengingatkanku untuk makan dan makan. Nenekku yang cerewet tapi selalu kurindukan. Di sekolah baruku, aku merasa asing dan aku kehilangan tawaku, aku jadi anak pendiam lagi. Sebenarnya bukan aku tak kenal mereka karena dulu sebelum pindah bersama ibu tiriku aku punya rumah tak jauh dari sekolah dasar yang baru saja kumasuki, temen-temen TK ku juga banyak yang sekolah disini, tapi aku merindukan Hery yang selalu menungguku di depan pintu untuk mengajakku berangkat bareng. Sekolah sama-sama, makan sama-sama, mandi sama-sama. Kita selalu bersama, tak pernah berpisah. Aku jadi merasa ada yang hilang dalam diriku. Aku ingin selalu berada di dekatnya. Bertengkar dengannya jadi kenangan indah yang sulit dilupakan. Hampir setiap hari aku melamun di pinggir kanal menulis kertas lalu kulipat jadi perahu tiap hujan tiba aku berpikir biarlah aliran air ini membawa ceritaku untukmu....aku merindukanmu.....kawanku.
Saat itu mungkin bagiku belum tahu namanya cinta jadi aku menganggapnya kawan. Kawan karibku.
Temen-temen sekelasku selalu berusahan mengajakku berbicara. Tiga bulan masih terasa berat tanpa Hery bersamaku. Kami selalu bersama dalam tangis tawa tiba-tiba harus berpisah dan tak bisa bertemu lagi. Aku berusaha tetap berprestasi di sekolah nilai-nilaiku selalu lebih unggul dan jadilah aku jadi juara kelas sampai kelas empat sekolah dasar aku dikalahkan oleh cowok yang selama ini tak pernah kuperhatikan, ternyata dia sangat manis. Tapi sangat menyebalkan saat dia menerima hadiah juara pertama dan aku hanya dipanggil juara kedua sungguh aku sangat kecewa, dia tersenyum menang. Aku mulai saat itu berjanji aku akan bersaing dengan cowok itu, aku tak boleh kalah dalam semua bidang pelajaran. Nilai-nilaiku selalu naik turun dengan cowok itu. Cowok yang sombong. Aku lama-lama sebal. Tapi temen-temen sekelas malah menjodoh-jodohkan aku dengan cowok itu. Bahkan ketika aku ulang tahun aku dapat hadial jam tangan pink merk G-Shock yang saat itu lagi ngetrend dan belum ada yang punya. Tiba-tiba dia datang dan pakai jam tangan yang sama denganku cuma beda warna punya dia hitam. Aku pikir pasti dia pengen punyaku. Uh sebell...
Jam istirahat aku selalu duluan karena bisa menebak pertanyaan Pak Guru dengan baik, heheheh...agak sombong dikit ah, lalu saat aku kembali aku lupa tadi jam tangan aku taruh tas, ketika ku buka...bla....ternyata jam tanganku berubah jadi jam tangan cowok yang bentuknya mirip punyaku. Lalu aku berpikir jam tangan seperti ini kan cuma punya satu cowok, yaitu cowok yang aku benci namanya Agus, menyebalkan ternyata jam tangan kami ditukar sama temen-temen pas kita istirahat, kontan saja pas di kelas disorakin ramai-ramai. Aku memang pernah denger kalo temen sebangkunya naksir aku, tapi aku cuekin karena hatiku milik Hery seorang, kawan karibku yang tak pernah lagi kutemui. Lalu aku pergi ke tempatknya mengembalikan jam tangan Agus, dia juga mengembalikan jam tangan kesayanganku hadiah dari kakakku. Tapi entahlah sejak saat itu, dia jadi sering memperhatikanku apa hanya perasaanku yang kepedean tapi temenku yang kebetulan bangkunya paling dekat dengannya, pernah denger dia ngomong kalau aku sangat manis....oh...so sweeet...seandainya aku udah remaja langsung klepek-klepek tapi waktu itu aku hanya anak berumur sepuluh tahun, jadi justru omongan dia itu bikin aku jengkel karena malu dengan temen-temenku, temenku itu bilang ke aku supaya aku nglirik diam-diam ke dia, karena pasti dia akan malu karena ketauan diam-diam memperhatikanku dengan senyum-senyum sendiri.
Dan ternyata memang benar, saat aku tiba-tiba menoleh dia sedang merhatiin aku sambil senyum, wah gak waras ni anak pikirku, dia jadi salting gitu hahahaha...merasa menang. Lalu saat dia dikasih pertanyaan jadi gak konsen, malu abis sukurinn...
Aku juga tidak tahu rasa itu datang darimana dan kapan tiba-tiba ada......saat itu aku kelas enam sekolah dasar ,waktu itu aku akan berbelok arah tak sadar pintu terpisah oleh bidak papan dari kayu tak sengaja tangan kami bersentuhan dan ada aliran cukup deras yang menusuk jantungku...jantungku berdetak cukup keras, nafasku tak beraturan, seperti terkena sengatan listrik, aku tak berani menoleh aku langsung berbalik arah dan menuju pintu yang lain, dan tak disangka tangan yang menyentuhku tadi adalah cowok itu, Agus yang selama ini jadi sainganku. Aku sama sekali tidak mengerti rasa apa ini, saat kami berhadapan jantungku semakin berdegup kencang, aku merasa sangat malu dan kita tak saling sapa selama beberapa hari, sikapku ke dia jadi dingin dan aku merasa ingin jauh-jauh dari dia, jantungku berdebar-debar jika ada dia. Dari jauhpun aku sudah bisa merasakan kehadirannya. Namun parahnya aku saat itu ditunjuk jadi ketua regu putri dalam agenda pramuka di sekolah kami, dan Agus sebagai Ketua regu putra, kami dipisah dari anak buah kami, aku dan agus dalam ruangan sepi cuma berdua. Ya Tuhan jantung aku rasanya mau copot, sungguh aku tak tahan, aku tak berani menatapnya apalagi berbicara padanya. Badanku serasa bergetar. Kami berdua diam tanpa kata, entah apa yang ada di pikirannya. Pikiranku kacau, untunglah saat itu Pak Tegar langsung memanggil kami, ternyata kami diberi waktu sepuluh menit untuk di tes oleh kakak pembina. Aku ingin tau apa perasaanya saat itu. Sejak saat itu aku tak pernah lagi memikirkan tentang Hery, hari-hariku jadi bahagia, aku lebih bersemangat untuk ke sekolah, apalagi kelas kami kebagian dapat tugas tim untuk berlatih memasak dan berkoordinasi. Dan entah kenapa guru sekolahku suka sekali menjodohkan aku dengan Agus dalam sebuah diskusi, tapi kali ini dia harus datang ke rumahku, karena kami akan memasak di tempatku. Saat mencari bahan anak-anak menyuruhku bersama Agus karena dia yang bisa naik motor, kupikir anak-anak memang sengaja ingin membuat kami malu, tentu saja aku tidak mau. Aku di rumah merasa deg-deg an saat Agus mau datang, aku bolak balik memandang cermin, apa aku sudah menarik apa belum hahahah...kayak mau diapelin aja. Aku benar-benar belum menyadari perasaan ini adalah cinta.
Cinta yang tak pernah kami ungkapkan.....
Cinta yang hanya tersimpan dalam hati......
Selamanya......
Cinta yang penuh penyesalan....
Cinta yang tak berani berkorban....
Karena cintaku pada Agus yang membuatku kuat dan tegar menghadapi kehidupanku yang sungguh bagai berjalan di batu kerikil......
Cinta yang menguatkanku,,,,memberiku harapan untuk bahagia disetiap kesakitanku. Cinta yang membuatku bertahan dan kuat berdiri di setiap kuterjatuh. Aku merasa dia selalu ada di setiap nafas hidupku....seandainya kau tahu aku tak pernah berhenti mencintaimu....meski apapun yang terjadi dalam hidupku. Kau adalah cintaku.......yang tak pernah mati. Walaupun kau tak dapat kumiliki tapi bagiku bisa mencintaimu itu sudah cukup membuatku tersenyum, Jika cinta ini ingin kumatikan hatiku justru merasa sakit, jadi biarlah menjadi sebuah taman bunga yang indah di hatiku yang paling dalam yang hanya aku sendiri yang tau. Dimanapun kau berada saat ini disaat usiaku dua puluh lima tahun aku harap kau baik-baik saja dan selalu tersenyum manis.....aku mencintaimu...













