Skip navigation.

KEBIJAKSANAAN SANG "TINOV" (motivator)

Sukses dalam kehidupan bukan semata harta melimpah. Namun diperlukan pengolahan jiwa. Blog yang akan menyajikan filosofi kehidupan negri cina. Mengungkap ketenangan batin, kebahagiaan, ketentraman, dan kesejahteraan hidup.

Cara Pandang Terhadap Beban

Bukan berat Beban yang membuat kita stress, tetapi lamanya kita memikul beban tersebut.

Pada saat memberikan kuliah manajemen stress, Stephen Covery mengangkat segelas air dan bertanya kepada para siswanya :
" Seberapa berat menurut anda kira segelas air ini?"
para siswa menjawab mulai dari 200gr sampai 500gr. " Ini bukanlah masalah berat absolutnya, tapi tergantung berapa lama anda memegangnya." kata Covery.
"jika saya memegangnya selama 1 menit, tidak ada masalah. Jika saya memegangnya selama 1 jam, lengan kanan saya akan sakit. Dan jika saya memegangnya selama 1 hari penuh, mungkin anda harus memanggilkan ambulans untuk saya. Beratnya sebenarnya sama, tapi semakin lama saya memegangnya, maka bebannya akan semakin berat."
"jika kita membawa beban kita terus menerus, lambat laun kita tidak mampu membawanya lagi. Beban itu akan meningkat beratnya." lanjut Covery. "Apa yang harus kita lakukan adalah meletakkan gelas tersebut, istirahat sejenak sebelum menggangkatnya lagi."
kita harus meninggalkan beban kita secara periodik, agar kita dapat lebih segar dan mampu membawanya lagi.
Apapun beban yang ada dipundak anda hari ini, coba tinggalkan sejenak jika bisa. Setelah beristirahat nanti dapat diambil lagi.
Hidup ini singkat, jadi cobalah menikmatinya dan memanfaatkannya...!! Hal terindah dan terbaik di dunia ini tak dapat dilihat, atau disentuh, tapi dapat dirasakan jauh di relung hati kita dan anda.
(tinov. Sth)

IBU DENGAN SATU MATA

Ibuku hanya memiliki satu mata. Aku membencinya sungguh memalukan. Ia menjadi juru masak di sekolah, untuk membiayai keluarga. Suatu hari ketika aku masih SD, ibuku datang. Aku sangat malu. Mengapa ia lakukan ini? Aku memandangnya dengan penuh kebencian dan melarikan diri. Keesokan harinya di sekolah

"Ibumu hanya punya satu mata?!?! Ieeeeee, jerit seorang temanku. Aku berharap ibuku lenyap dari muka bumi. Ujarku pada ibu, "Bu, mengapa Ibu tidak punya satu mata lainnya? Kalau Ibu hanya ingin membuatku ditertawakan, lebih baik Ibu mati saja !!" ibuku tidak menyahut.
Aku merasa agak tidak enak, tapi pada saat yang bersamaan, lega rasanya sudah mengungkapkan apa yang ingin sekali ku katakan selama ini. Mungkin karena Ibu tidak menghukumku, tapi aku tak berpikir sama sekali bahwa perasaanya sangat terluka karenaku.
Malam itu...
Aku memandangnya sejenak, dan kemudian berlalu. Akibat perkataanku tadi, hatiku tertusuk. Walaupun begitu, aku membenci ibuku yang sedang menangis dengan satu matanya. Jadi aku berkata pada diriku sendiri bahwa aku akan tumbuh dewasa dan menjadi orang yang sukses.
Kemudian aku belajar tekun. Kutinggalkan ibuku dan pergi ke Singapura untuk menuntut ilmu.
Lalu aku pun menikah. Aku membeli rumah, kemudian akupun memiliki anak.
Kini aku hidup dengan bahagia sebagai seorang yang sukses. Aku menyukai tempat tinggalku karena tidak membuatku teringat akan ibuku.
Kebahagian ini bertambah terus dan terus, ketika...
Apa?! Siapa ini?! Itu ibuku. Masih dengan satu matanya. Seakan-akan langit runtuh menimpaku. Bahkan anak-anakku berlari ketakutan, ngeri melihat mata ibuku. Kataku, "siapa kamu?! Aku tak kenal dirimu."
Untuk membuatnya lebih dramatis, aku berteriak padanya, "Berani-beraninya kamu datang ke sini dan menakuti anak-anakku!"
"KELUAR DARI SINI! SEKARANG!!"
Ibuku hanya menjawab perlahan, "oh, maaf, sepertinya saya salah alamat," dan Iapun pergi.
Untung saja ia tidak mengenaliku. Aku sungguh lega.
Aku tidak peduli lagi. Akupun menjadi sangat lega.
Suatu hari, sepucuk surat undangan reuni sekolah tiba di rumahkt di Singapura.
Aku berbohong pada istriku bahwa aku ada urusan kantor. Akupun pergi ke sana .. Setelah reuni, aku mampir ke gubuk tua, yang dulu ku sebut rumah .. Hanya ingin tahu saja. Di sana, kutemukan Ibuku tergeletak dilantai yang dingin. Namun aku tak meneteskan air mata sedikitpun. Ada selembar kertas di tangannya. Sepucuk surat untukku.

" Anakku.. Kurasa hidupku sudah cukup panjang.. Dan.. Aku tidak akan pergi ke singapura lagi..
Namun apakah berlebihan jika aku ingin kau menjengukku sesekali? Aku sangat merindukanmu. Tapi kuputuskan aku tidak pergi ke sekolah. Demi kau.. Dan aku minta maaf karena hanya membuatmu malu dengan satu mataku.
Kau tahu, ketika kau masih sangat kecil, kau mengalami kecelakaan dan kehilangan satu matamu. Sebagai seorang ibu, aku tak tahan melihatmu tumbuh hanya dengan satu mata. Maka aku berikan mataku untukmu. Aku sangat bangga padamu yang telah melihat seluruh dunia untukku, dengan mata itu. Aku tak pernah marah atas semua kelakuanmu.
Ketika kau marah padaku.. Aku hanya membatin sendiri, "Itu karena ia mencintaiku" anakku ! Oh, anakku!" .........

Ingatlah bahwa kebaikan yang anda nikmati itu adalah karena kebaikan orang lain secara langsung maupun tidak. Berhentilah sejenak dan renungi hidup Anda!
Bersyukurlah atas apa yang Anda miliki sekarang dibandingkan apa yang tidak dimiliki oleh jutaan orang lain! Luangkan waktu untuk mendoakan Ibu mu......

Krisis Universal

Apa pun yang Lucifer pernah miliki, betapa agung pun dia tadinya, itu tidak cukup. Dia ingin lebih hebat. Maka dimulailah "rahasia kedurhakaan" itu (2 Tes 2:7), asal mulanya dosa di alam semesta milik Tuhan. Asal mulanya kejahatan pada ciptaan yang sempurna ini tetap tinggal sebagai misteri, oleh karena memang tidak ada alasan untuk itu. Apabila hal itu dapat dijelaskan, maka hal itu dapat dibenarkan. Itu berawal dari langkah kecil yang Setan ambil di dalam menikmati satu emosi dan keinginan tertentu. Konflik emosi di dalam hati lucifer, bersama dengan penyalahgunaan kebebasan yang Tuhan telah berikan, telah menghasilkan sebuah pertikaian semesta, sebuah pemberontakan yang bertumbuh besar menantang Tuhan yang mana penderitaan dan kematian telah memberi akibat kepada para ciptaan yang tak terhitung jumlahnya. Pada saat ini masing-masing kita sedang hidup dengan akibat-akibat pertikaian itu.
Tetapi jangan putus asa. Yesus datang untuk membawa penyelesaian yang adil dan benar terhadap masalah-masalah yang telah menyebabkan krisis di alam semesta ini.

(tinov, sth)

Doktrin Penebusan

Ketika dibawa kerumah sakit, peternak tua itu sedang sakit, buta, dan sekarat. Sementara dia di sana, cucu perempuanya datang setiap hari dan menbaca sesuatu untuk dia; kakek menikmati suara nan lembut dari anak itu. Suatu hari cucunya tersebut menemukan didalam kamar itu sebuah Alkitab yang ditinggaljan oleh seorang sahabat. Tanpa ada maksud tertentu, dia membuka kitab 1 Yohanes 1 dan mulai membaca. Orang tua itu mendengar dengan penuh perhatian, dan ketika dia mendengar kata-kata "dan darah Yesus, Anak-Nya itu, menyucikan kata dari segala dosa," dia menghentikan anak perempuan itu.
"sebentar,"ujarnya, "apakah kata-kata itu memang ada?"
"iya kakek, itulah yang tertulis."
"bisakah engkau membacanya sekali lagi?"
"Dan darah Yesus, Anak-Nya itu, menyucikan kita dari segala dosa."
suasana hening sejenak; kemudian kakek itu bertanya, "apakah kamu yakin bahwa kata-kata itu ada didalam buku itu?"
"iya, kakek, saya yakin!"
"Tolong, tuntun tangan kakek dan letakkan jari kakek di ayat itu dan bacakan sekali lagi." ketika, anak perempuan itu melakukanya, air mata menetes dari kedua mata orang tua yang sudah buta itu, dan suaranya terdengar berbicara terbata-bata tetapi dengan keyakinan yang besar.
"cucuku... Apabila ada orang yang bertanya kepadamu bagaimana kakek meninggal, tolong katakan kepada mereka bahwa kakek meninggal... Sudah di sucikan."

apa yang ditunjukan oleh kisah ini adalah bahwa doktrin penebusan bukanlah sebuah teori keselamatan yang abstrak; melainkan, itu adalah kuasa Allah yang menyelamatkan di dalam kehidupan orang2 yang jatuh dan berdosa.
Apakah penebusan itu? Secara umum, dapat dikatakan bahwa kata penebusan menunjuk kepada diangkatnya segala penghalang untuk bersekutu dengan Tuhan. Apakah penebusan itu? Secara umum dapat dikatakan bahwa penebusan berarti disingkirkannya suatu rintangan untuk bersekutu dengan Allah. Dalam satu hal, penebusan itu sama dengan perdamaian, tetapi termasuk juga gagasan tentang Expiation (pembayaran utang dosa).
Manfaat penebusan yang sepenuhnya dinikmati oleh mereka yang, setelah terjamah oleh roh kudus, menerima tawaran keselamatan dari Allah di dalam Kristus sebagai satu2nya sarana pengampunan dan pendamaian yang istimewa. Hati mereka dikuasai oleh kasih dan rasa syukur kepada Tuhan dan Kristus atas pengorbanan-Nya yang tidak terbatas ini.
Oleh karena itu, adalah pengharapan kita yang sungguh bahwa pada hari ini, sementara Anda mempelajari makna dari korban penggantian Kristus, Anda akan terdorong kepada komitmen yang lebih besar terhadap seorang yang telah sangat menderita bagi kita, sehingga apakah Anda hidup atau mati, seperti peternak tua itu Anda dapat menghadapinya dalam kedamaian.

(tinov. Sth)

MEMANCING BULAN DI SUMUR

Suatu malam, seorang cerdik, James, pergi untuk mengambil air di sumur. Ia terkejut ketika melihat ke dalam sumur, ia menemukan bulan tenggelam di dalam sumur yang bersinar. "Ya ampun, kasihan sekali! Bulan yang indah telah jatuh ke dalam sumur!" Ia pun segera mengambil alat pancingnya dan mengaitkannya dengan sebuah tali dan timba. Ia memasukkanny ke dalam sumur dan memancing bulan.

Setelah beberapa saat lamanya ia memancing bulan, James sangat senang ketika merasa ada sesuatu yang tersangkut di kailnya. Ia berpikir bahwa itu pastilah bulan. Ia menariknya dengan sekuat tenaga. Karena ia menariknya terlalu kuat, talinya pun putus. James lantas terjatuh di tanah. Ketika ia terjatuh, ia melihat bulan kembali di langit yang tinggi. Ia menghela nafasnya sambil kegirangan, "Aha, akhirnya bulan itu kembali ketempatnya! Sungguh pekerjaan yang hebat!"

Ia merasa sangat bahagia dan mengatakan kepada siapa saja dengan bangga tanpa menyadari bahwa apa yang telah ia lakukan sebenarnya sia-sia.


"Dengan melakukan pekerjaan yang sia-sia dan tidak berguna, tidak akan mendapatkan penghargaan apa-apa"
(tinov. Sth)

Orang Bodoh Membeli Sepatu

Dahulu kala, di sebuah kota kecil, hiduplah seorang pria bodoh. Pada suatu hari ia ingin membeli sepasang sepatu baru. Pertama-tama ia mengukurnya dgn penggaris lalu menulis ukurannya. Kemudian ia bergegas pergi ke toko sepatu itu, tapi dia meninggalkan catatannya.

Ketika sampai ia merogoh kantongnya tapi tidak menemukan catatannya. Lantas ia meminta maaf, "maaf, aku telah meninggalkan ukurannya di rmh dan tidak tau ukurannya. Aku akan mengambilnya sebentar". Lantas ia bergegas pergi secepat kakinya berlari.

Ia kembali kerumah, menemukannya, dan kembali ke toko. Akan tetapi, tetap saja kembali kesana memakan waktu dan toko sepatu itu sudah tutup. Ia sudah bersusah-susah untuk kembali ke rumah, tapi ia tidak mendapatkan apa-apa dan ia pun tidak mendapatkan sepatunya.

Kemudian seseorang bertanya padanya,
"Apakah kamu tadi membeli sepatu untuk dirimu sendiri atau untuk orang lain?"
"Untuk diriku sendiri, tentunya," jawab pria itu.
"lalu, mengapa kamu tidak mencoba sepatu itu sendiri?"


"Manfaatkan waktu semaksimal mungkin karena waktu tidak dapat kembali lagi"
(tinov. Sth)

EMBER YANG RETAK

Seorang pembawa air di cina memiliki sebuah ember yang besar. Masing2 di gantung pada ujung tongkat yang ia taruh di lehernya. Salah satu embernya retak, sedangkan pot satunya masih dalam keadaan bagus dan selalu penuh dengan air. Pada akhir perjalanan yang panjang dari sungai ke rumah, pot yang retak itu hanya tinggal terisi setengah.

Hal ini berlangsung setia hari selama dua tahun. Pembawa air itu hanya membawa satu setengah ember air. Tentu saja, ember yang masih bagus itu sangat bangga dengan apa yang telah ia lakukan. Kerja yang sempurna. Akan tetapi, ember yang retak itu merasa malu karena ketidaksempurnaanya. Ia merasa sangat sedih karena ia hanya bisa membawa setengah ember air selama tugasnya.

Setelah dua tahun, ia merasa gagal. Suatu hari di pinggir sungai, ia berbicara kepada si pembawa air, "Aku merasa malu dengan diriku, retak yang ada pada badanku telah membuat air tumpah selama perjalanan kerumah."

Si Pembawa air itu berkata, "Apakah kamu tidak menyadari bahwa banyak bunga yang ada di jalanmu, tapi tidak di jalan ember yang satunya?"

Si Pembawa air berkata lagi, "Itu karena aku selalu menyadari kerusakanmu, maka aku menanam bibit bunga di sepanjang jalanmu. Setiap hari ketika kita kembali, kamu telah menyiraminya. Selama dua tahun ini aku sudah bisa memetik bunga-bunga yang indah itu untuk menghiasi meja. Tanpa dirimu dengan badan yang retak itu, tidak akan ada bunga-bunga yang indah yang menghiasi rumahku."


"Setiap orang memiliki sisi yang unik yang dapat membuat hidup menjadi lebih menarik dan bermanfaat"
(tinov. Sth)

Pencarian Hidup Dengan "YESUS".

HIDUP ADALAH PERUBAHAN

Berubah dan bertumbuh di dalam Yesus adalah kesuksesan hidup. Dengan segala kerendahan hati, mari kita serahkan hidup ini hanya untuk Yesus. Hanya karna DIAlah yang dapat merubah hidup anda menjadi lebih berarti.

SALLOM
December 2009
M T W T F S S
November 2009January 2010
1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30 31