Tak Pernah Terbaca
Monday, 5. May 2008, 17:57:42
Malam ini aku memikirkanmu.
Walau sebenarnya tak berani ku memikirkanmu.
Namun terlanjur kumemikirkanmu.
Hingga tulisanku pun terbaca.
Deras tangis membasahi tinta penaku.
Melunturkan sebaris tulisanku.
Seakan telah tahu,
Kelak takdir melunturkanmu.
Perlahan tangis melunturkan tuliskanku.
Satu per satu hingga tak dapat terbaca lagi.
Dan inilah puisiku,
Yang tak pernah terbaca olehmu.








Anonymous # 8. May 2008, 11:40
Siapa bilang aku 'dak mbaca puisimu! Hehehe... :D
Moga-moga nggak luntur terus-terusan...
Tengkyuuu...dan mampir di blog-ku Born Javanese