Maharaja Tunggal Dewa
Saturday, 11. October 2008, 06:18:48
Pengertian Maharaja Tunggal Dewa :
source: Dimas (PengQ)
Maharaja Tunggal Dewa ini diturunkan untuk seorang putra Mahkota ketika akan menjadi Raja, dan diharapkan ketika menjadi raja dia bisa memimpin dengan baik dan benar, serta membuat rakyatnya sejahtera dan makmur serta adil dalam menyikapi setiap masalah.
Maharaja artinya adalah Seorang raja yg dipilih untuk meneruskan pemerintahan keluarganya, agar rakyat yg dipimpinnya merasa aman dan sejahtera.
Tunggal Itu artinya satu,atau individual,karena sebagai seorang pemimpin yg baik seseorang harus mampu menyelesaikan suatu masalah sendiri dan memberikan keputusan yg adil dan tidak memihak.
Dewa artinya Tuhan, dewata, karena setiap insan manusia di ciptakan Oleh Tuhan yang maha Esa.
dengan mengerti makna Maharaja Tunggal Dewa di harapkan seseorang mampu menjadi manusia yg baik di mata Tuhan, dan Alam semesta,serta mampu menyayangi setiap makhluk ciptaan Tuhan.
Sebagai manusia yg sudah tidak lagi mengalami monarki atau sistem kerajaan Maharaja Tunggal Dewa di ajarkan untuk setiap insan manusia. Dalam kehidupan sehari hari maharaja tunggal dewa mengajarkan keseimbangan alam semesta antara manusia,alam dan sang pencipta.
Menjaga Keseimbangan Alam
Menghormati setiap Makhluk Hidup Ciptaan Sang Pencipta dengan cara saling menjaga hubungan antara manusia,hewan dan tumbuhan. Setiap makhluk Ciptaan Sang Hyang Widhi,Mempunyai tugas dalam kehidupannya dan segala makhluk sudah di takdirkan untuk hidup saling berdampingan.
Apabila manusia sudah lupa akan alam dan tidak menghormati setiap makhluk Ciptaan Nya,maka sudah di Pastikan Kehancuran dari peradaban manusia itu sendiri.
Sesama manusia yg saling menghormati akan menimbulkan rasa persahabatan dan juga rasa saling melindungi,begitu juga apabila di sama kan dengan tumbuhan,menjaga tumbuhan dan juga hewan hewan agar tidak punah.
sama dengan menjaga rantai makanan,apabila rantai makanan telah hilang salah satu bagian kehidupannya,maka sudah di pastikan akan menimbulkan ketidak seimbangan jumlah makhluk hidup.
Contoh ideologi nyamuk....
nyamuk jantan berada di tumbuhan yg makanannya mengambil dari sari sari tumbuhan hijau dedaunan, dan betinanya sebelum menetaskan telur, maka harus mencari makan, makanan sang betina, diambil dari darah manusia atau pun hewan di sekitarnya. Saat nyamuk menggigit manusia, dia akan menghisap sebagian kecil dari darah yg berada di dalam tubuh manusia.Nyamuk ini akan menetaskan jentik yg akan lahir 4 hari kemudian... tugas nyamuk adalah sebagai makanan dari cicak atau pun kodok,yang nantinya bakal di makan oleh hewan yg lebih besar lagi.... seperti siklus hidup rantai makanan.
Sebagai manusia yg telah di berikan akal dan pikiran sudah seharusnya menjaga alam sekitarnya.Dengan saling menghormati,dan menjaga akan membantu pelestarian serta mengikuti ajaran sang Pencipta yaitu Tuhan sang Maha Pengasih.
Matahari
Matahari sebagai sumber kehidupan, Maha Besar sang Pencipta menciptakan sang surya.Sang surya ini berjasa bagi kehidupan manusia,hewan tumbuhan dan alam semesta. Walau bagian dari Bima sakti, itulah tugas matahari bersinar hingga akhir jaman.
Manusia harus bisa mengambil unsur sang surya sebagai sumber penghidupan, di kala hujan dia bersinar,di kala terik dia bersinar, coba bayangin kalo ga ada matahari, dunia pasti bakalan gelap,ga bakal ada oksigen,soalnya ga ada yg mengikat asam di uadara yg bisa mengikat air menjadi udara,fa bakal ada tumbuhan yg tumbuh,ga bakal ada makhluk hidup, karena ga ada matahari,karena air habis...
Sebagai seorang insan manusia, adalah suatu hak kehidupan untuk berbuat baik bagi sesama dan alam sekitarnya.dan mencontoh kebaikan kebaikan alam.
Semakin majunya cara berpikir manusia,semua orang lupa bahwa sangat berjasanya sang Alam.
Kebaikan sang matahari ini adalah contoh bagi seorang raja untuk mampu menghidupi rakyatnya, atau membantu manusia dan makhluk ciptaannya, walau pun terkadang tugasnya berat, namun itu adalah tanggung jawab yg harus di pikul di pundaknya bagi seorang maharaja.
“kependak nyata ing juguhan manungso”
Sebagai seorang ksatria
1. selalu berkata benar
2. tidak takut pada apapun
3. patuh kepada perintah agama
4. patuh kepada perintah orang tua
5. selalu melihat ke bawah
6. dilarang untuk memperlihatkan kemampuan kepada orang lain kecuali terpaksa
7. mengikuti perintah Negara
8. Mencintai sesama makhluk ciptaan Gusti
9. Menyadari Kodrat Manusia
10. berpikir jernih dalam setiap keadaan.
Lelaku Ing Sendiko
1.Tidak boleh terlihat oleh siapapun
2.menjaga dengan cara yg tidak terlihat
3.bergerak tanpa terlihat
4.hanya melayani Gusti Panguasaning Urip
5.Berbohong untuk menutupi jati diri
6.tidak meninggal jejak saat bekerja
lelaku ing sendiko adalah sebuah ajaran rahasia untuk menjaga setiap insan manusia , orang yg menjalankan lelaku ini hanya bertugas untuk menjaga setiap makhluk ciptaan Gusti Allah.Satria yg tidak terlihat Satria tanpa pamrih berbudi hanya untuk kepentingan orang banyak. Biasa Para Satria ini tidak pernah menetap pada satu daerah tapi selalu berpindah pindah.Mereka mempunyai banyak pekerjaan untuk menutupi jatidirinya , Bersaudara di bawah satu panji atau bendera.
Lelaku Ing Sedyo
1.Melayani dan menjalankan Perintah Gusti Allah
2.Melindungi dan Mengayomi masyarakat
3.Mengajarkan Kebaikan Kebaikan
4.Hidup Tanpa Pamrih
Lelaku Ing sedyo adalah sebuah ajaran rahasia untuk melindungi dan mejaga setiap manusia di masyarakat berbeda dengan lelaku ing sendiko lelaku ini lebih kepada memperlihatkan jati diri dan memberikan ajaran ajaran kebaikan. Hidup Tanpa Pamrih kepada sang Pencipta .
“Bersembunyi di tempat terang bersinar di tempat yg gelap”














