Kenapa Saya & Anda Tertarik Supranatural??????
Thursday, 14. February 2008, 07:51:28
Buat share aja....
Waktu itu hari minggu , sekitar tahun 95. Saat itu aku berusia 20 an tahun, aku kerja dan tinggal di kota Malang, Jawa Timur.
Di pagi hari yang cerah, tersirat kabar yang menyedihkan, ada seorang anak dari anak kembar yang hilang karena terpeleset di Kali Brantas. Anak tersebut belum ditemukan begitu menurut kabar tersebut. Rumahku tidak jauh dari Kali Brantas sekitar 500m, aku segera bergegas ke arah lokasi anak yang hilang tersebut..
Di lokasi kejadian, tampak kali Brantas yang sedang mengering dikarenakan musim kemarau dijejali oleh banyak warga. Para warga berkerumun, ingin tahu nasib anak yang hilang tersebut. Banyak warga yang berteriak, menangis histeris, atau diam, mungkin berdoa dalam hati agar anak tersebut ditemukan dan masih sempat mendapatkan pertolongan. Di lokasi itu bagian paling dalam kali brantas, hanya ada satu orang yang mencoba mencari anak tersebut. Berulang kali dia menyelam ke dalam air dan sesaat timbul kembali untuk mencari anak yang hilang di sungai Brantas itu.
Berdasarkan naluri kemanusiaan dan berbekal kursus renang yang aku miliki, aku segera menanggalkan pakaian dan bercelana pendek. Aku melompat dari kejauhan dan menuju tempat yang diperkirakan anak tersebut kelihatan terakhir kali. Aku sempat berpikir, andaikan dia bisa ketemu mungkin nyawanya tertolong karena berselang jarak 10 menit dengan waktu dia tenggelam.
Aku menyelam dan mencoba meraba” dasar sungai tersebut, tapi tiap aku menyelam ada tenaga yang dahsyat dari dalam sungai mencoba menolak aku dan membawa diriku kembali ke permukaan. Berulang kali aku mencoba menyelam, hanya rasa pedih di mata dan sesaknya napas yang akhirnya kudapatkan. Anehnya kali Brantas hari itu baunya terasa sangat busuk sekali tidak seperti hari-hari biasanya, seperti bau nanah dan darah, amis dan membikin rasa mual di perut. Aku berdiam di permukaan sungai, diam… nggak ngerti lagi apa yang bisa aku lakukan. Apakah sudah suratan takdir anak itu meninggal di kali ini???? Atau diminta oleh penunggu sungai??????
********
Aku sangat akrab dengan kali Brantas ini. Di tempat ini ketika aku berumur 7-8 tahunan aku sering mandi di sungai ini. Waktu itu aku belum bisa berenang, hanya berbekal dengan ban dalam bekas truk. Suatu waktu ketika aku sedang mengapung di atas ban, ada seorang anak nakal yang mendorongku hingga ketengah… aku nggak bisa melawan arus sungai, akhirnya aku hanyut terbawa arus sungai yang kuat. Sampailah aku hanyut ke tempat yang dinamakan perlompatan. Kali itu mengecil dari selebar 20-25 Meter menjadi hanya 1 Meter, karena di pinggirnya terdapat cadas atau batu yang besar, tempat warga kampung menyeberang ke kampung sebelahnya. Badanku terlompat di tengah derasnya sungai, dan terhisap dalam palung sungai tersebut. Anehnya aku bisa melihat keindahan dalam sumur itu, airnya jernih sekali, di dalam sumur dihiasi lumut yang bentuknya indah sekali, dan terasa sinar matahari seaakan menerangi di dalam air itu. Aku diam selama beberapa menit di situ, rasanya dingin, sejuk, damai dan sangat tenang. Tapi tiba-tiba ada tenaga besar yang mendorongku sehingga aku muncul di permukaan. Aku belum mati nih… itu yang ada dalam pikiranku. Begitu aku menyembul dipermukaan, tangan warga kampung langsung menyambarku, dipegangnya kedua kakiku dan dijungkirnya aku hingga kepalaku ada di bawah, kemudian digoncang-goncangnya aku agar air keluar dari mulutku. Tapi yang kuingat, tak sempat air masuk dalam mulutku. Itu kejadian yang aneh…. Aku tidak bisa berenang saat itu, tapi aku bisa selamat dari musibah tersebut. Allah yang telah menyelamatkan diriku dan mungkin dengan perantaraan yang lain.
************
Peristiwa itu timbul dan terlintas lagi dalam pikiranku. Ketika aku masih berada di sungai tempat anak tersebut hilang. Sekitar 30 menit aku diam, bingung, tak ada yang dapat kuperbuat. Teriakan dari warga kampung akhirnya menyadarkanku.
Akhirnya aku tersadar, anak itu tak bisa tertolong lagi. Hilang di kali brantas yang kelihatan tenang dan sangat dangkal. Akhirnya aku kembali ke rumah, diikuti tatapan sedih warga di pinggir sungai tersebut.
Selang beberapa jam kemudian aku berada di situ. Tak ada tanda-tanda kehidupan dari anak tersebut. Warga berdoa dan yang lain mencoba bermusyawarah, akhirnya dapat mufakat, yaitu memanggil orang pintar yang mempunyai mani air (mustika air), untuk memukan jenasah anak tersebut. Aku nggak tahu apa itu mani air.
Dua jam kemudian, orang pintar tersebut datang. Ada satu rombongan terdiri dari 4 orang pria. Mereka berdoa dahulu, sebelum mencebur sungai. Dengan bergegas dan berbagi tugas, mereka terjun dan memetakan sungai itu, ketika satu kali peta dan mereka menyusuri bagian dangkal sungai tempat aku berdiam diri tadi pagi, salah satu dari mereka kakinya merasa terganjal oleh sesuatu, segera dia merunduk dan mengangkat sesuatu (dalam penglihatanku seperti pohon pisang), seketika warga yang ikut menyaksikan acara tersebut berteriak-histeris. Ternyata itu adalah jasad anak itu. Segera dibawanya jasad itu ke rumah duka.
Seketika itu beredar banyak cerita misteri akibat kejadian itu. Sebelum kejadian itu, sang ibu bermimpi di datangi orang tua, yang kemudian membawa salah satu anaknya.
Aku cuma berpikir, andaikan aku punya mani air (mustika air) seperti orang-orang pintar tersebut pasti nyawa anak itu bisa diselamatkan. Aku mencoba mencari tahu, apa itu supranatural?????
Selang beberapa saat, tetanggaku datang bercerita tentang Kali Brantas. Suatu waktu dia bermimpi, ada suara yang mengatakan agar warga di sekitar sungai Brantas agar segera menyingkir, karena Nyi Roro Kidul pengusa laut Selatan akan mempunyai hajat. Dalam Suaranya mengatakan ingin membawakan oleh-oleh buat sang penguasa. Diomongkannya mimpi itu, kebeberapa tetangga, ada beberapa yang percaya tapi banyak juga yang tidak mempercayai mimpi tersebut. Malam harinya, warga dikagetkan dengan suara gemuruh dari arah hulu, banjir bandang. Warga berusaha menyingkir, dan melihat dari tempat yang aman. Banyak rumah yang tersapu banjir, ada beberapa warga yang terkurung di dalamnya. Ada satu keluarga terdiri dari tiga anak yang masih kecil-kecil yang ditinggal ayah dan ibunya untuk menonton wayang kulit. Sementara anak-anaknya tertidur dan terkunci dari luar. Hanyutlah rumah itu.
Tiba-tiba di antara suara derasnya air tampak suara gemuruh teriakan yang datang dari hulu….. sumbernya dari teriakan warga yang takjub akan suatu fenomena. Di tengah kali tersebut tampak seekor ular naga yang besar terbawa air dengan matanya yang mengeluarkan sinar sebesar lampu strongking (kalau sekarang sekitar lampu 200 Watt berwarna merah). Degan gagahnya dia tengadahkan kepala di antara kayu-kayu dan puing-puing kehancuran akibat banjir bandang tersebut.
Sekali lagi…. Aku makin tertarik dengan Supranatural…
Waktu itu hari minggu , sekitar tahun 95. Saat itu aku berusia 20 an tahun, aku kerja dan tinggal di kota Malang, Jawa Timur.
Di pagi hari yang cerah, tersirat kabar yang menyedihkan, ada seorang anak dari anak kembar yang hilang karena terpeleset di Kali Brantas. Anak tersebut belum ditemukan begitu menurut kabar tersebut. Rumahku tidak jauh dari Kali Brantas sekitar 500m, aku segera bergegas ke arah lokasi anak yang hilang tersebut..
Di lokasi kejadian, tampak kali Brantas yang sedang mengering dikarenakan musim kemarau dijejali oleh banyak warga. Para warga berkerumun, ingin tahu nasib anak yang hilang tersebut. Banyak warga yang berteriak, menangis histeris, atau diam, mungkin berdoa dalam hati agar anak tersebut ditemukan dan masih sempat mendapatkan pertolongan. Di lokasi itu bagian paling dalam kali brantas, hanya ada satu orang yang mencoba mencari anak tersebut. Berulang kali dia menyelam ke dalam air dan sesaat timbul kembali untuk mencari anak yang hilang di sungai Brantas itu.
Berdasarkan naluri kemanusiaan dan berbekal kursus renang yang aku miliki, aku segera menanggalkan pakaian dan bercelana pendek. Aku melompat dari kejauhan dan menuju tempat yang diperkirakan anak tersebut kelihatan terakhir kali. Aku sempat berpikir, andaikan dia bisa ketemu mungkin nyawanya tertolong karena berselang jarak 10 menit dengan waktu dia tenggelam.
Aku menyelam dan mencoba meraba” dasar sungai tersebut, tapi tiap aku menyelam ada tenaga yang dahsyat dari dalam sungai mencoba menolak aku dan membawa diriku kembali ke permukaan. Berulang kali aku mencoba menyelam, hanya rasa pedih di mata dan sesaknya napas yang akhirnya kudapatkan. Anehnya kali Brantas hari itu baunya terasa sangat busuk sekali tidak seperti hari-hari biasanya, seperti bau nanah dan darah, amis dan membikin rasa mual di perut. Aku berdiam di permukaan sungai, diam… nggak ngerti lagi apa yang bisa aku lakukan. Apakah sudah suratan takdir anak itu meninggal di kali ini???? Atau diminta oleh penunggu sungai??????
********
Aku sangat akrab dengan kali Brantas ini. Di tempat ini ketika aku berumur 7-8 tahunan aku sering mandi di sungai ini. Waktu itu aku belum bisa berenang, hanya berbekal dengan ban dalam bekas truk. Suatu waktu ketika aku sedang mengapung di atas ban, ada seorang anak nakal yang mendorongku hingga ketengah… aku nggak bisa melawan arus sungai, akhirnya aku hanyut terbawa arus sungai yang kuat. Sampailah aku hanyut ke tempat yang dinamakan perlompatan. Kali itu mengecil dari selebar 20-25 Meter menjadi hanya 1 Meter, karena di pinggirnya terdapat cadas atau batu yang besar, tempat warga kampung menyeberang ke kampung sebelahnya. Badanku terlompat di tengah derasnya sungai, dan terhisap dalam palung sungai tersebut. Anehnya aku bisa melihat keindahan dalam sumur itu, airnya jernih sekali, di dalam sumur dihiasi lumut yang bentuknya indah sekali, dan terasa sinar matahari seaakan menerangi di dalam air itu. Aku diam selama beberapa menit di situ, rasanya dingin, sejuk, damai dan sangat tenang. Tapi tiba-tiba ada tenaga besar yang mendorongku sehingga aku muncul di permukaan. Aku belum mati nih… itu yang ada dalam pikiranku. Begitu aku menyembul dipermukaan, tangan warga kampung langsung menyambarku, dipegangnya kedua kakiku dan dijungkirnya aku hingga kepalaku ada di bawah, kemudian digoncang-goncangnya aku agar air keluar dari mulutku. Tapi yang kuingat, tak sempat air masuk dalam mulutku. Itu kejadian yang aneh…. Aku tidak bisa berenang saat itu, tapi aku bisa selamat dari musibah tersebut. Allah yang telah menyelamatkan diriku dan mungkin dengan perantaraan yang lain.
************
Peristiwa itu timbul dan terlintas lagi dalam pikiranku. Ketika aku masih berada di sungai tempat anak tersebut hilang. Sekitar 30 menit aku diam, bingung, tak ada yang dapat kuperbuat. Teriakan dari warga kampung akhirnya menyadarkanku.
Akhirnya aku tersadar, anak itu tak bisa tertolong lagi. Hilang di kali brantas yang kelihatan tenang dan sangat dangkal. Akhirnya aku kembali ke rumah, diikuti tatapan sedih warga di pinggir sungai tersebut.
Selang beberapa jam kemudian aku berada di situ. Tak ada tanda-tanda kehidupan dari anak tersebut. Warga berdoa dan yang lain mencoba bermusyawarah, akhirnya dapat mufakat, yaitu memanggil orang pintar yang mempunyai mani air (mustika air), untuk memukan jenasah anak tersebut. Aku nggak tahu apa itu mani air.
Dua jam kemudian, orang pintar tersebut datang. Ada satu rombongan terdiri dari 4 orang pria. Mereka berdoa dahulu, sebelum mencebur sungai. Dengan bergegas dan berbagi tugas, mereka terjun dan memetakan sungai itu, ketika satu kali peta dan mereka menyusuri bagian dangkal sungai tempat aku berdiam diri tadi pagi, salah satu dari mereka kakinya merasa terganjal oleh sesuatu, segera dia merunduk dan mengangkat sesuatu (dalam penglihatanku seperti pohon pisang), seketika warga yang ikut menyaksikan acara tersebut berteriak-histeris. Ternyata itu adalah jasad anak itu. Segera dibawanya jasad itu ke rumah duka.
Seketika itu beredar banyak cerita misteri akibat kejadian itu. Sebelum kejadian itu, sang ibu bermimpi di datangi orang tua, yang kemudian membawa salah satu anaknya.
Aku cuma berpikir, andaikan aku punya mani air (mustika air) seperti orang-orang pintar tersebut pasti nyawa anak itu bisa diselamatkan. Aku mencoba mencari tahu, apa itu supranatural?????
Selang beberapa saat, tetanggaku datang bercerita tentang Kali Brantas. Suatu waktu dia bermimpi, ada suara yang mengatakan agar warga di sekitar sungai Brantas agar segera menyingkir, karena Nyi Roro Kidul pengusa laut Selatan akan mempunyai hajat. Dalam Suaranya mengatakan ingin membawakan oleh-oleh buat sang penguasa. Diomongkannya mimpi itu, kebeberapa tetangga, ada beberapa yang percaya tapi banyak juga yang tidak mempercayai mimpi tersebut. Malam harinya, warga dikagetkan dengan suara gemuruh dari arah hulu, banjir bandang. Warga berusaha menyingkir, dan melihat dari tempat yang aman. Banyak rumah yang tersapu banjir, ada beberapa warga yang terkurung di dalamnya. Ada satu keluarga terdiri dari tiga anak yang masih kecil-kecil yang ditinggal ayah dan ibunya untuk menonton wayang kulit. Sementara anak-anaknya tertidur dan terkunci dari luar. Hanyutlah rumah itu.
Tiba-tiba di antara suara derasnya air tampak suara gemuruh teriakan yang datang dari hulu….. sumbernya dari teriakan warga yang takjub akan suatu fenomena. Di tengah kali tersebut tampak seekor ular naga yang besar terbawa air dengan matanya yang mengeluarkan sinar sebesar lampu strongking (kalau sekarang sekitar lampu 200 Watt berwarna merah). Degan gagahnya dia tengadahkan kepala di antara kayu-kayu dan puing-puing kehancuran akibat banjir bandang tersebut.
Sekali lagi…. Aku makin tertarik dengan Supranatural…
Sebuah pandangan
source: pendekar_muda (kaskus.us)
Sebelum memulai tulisan ini sebelumnya saya tekankan, bahwa saya memisahkan antara terminologi paranormal dan konsultan suprantural. Dibawah ini saya jelaskan makna dari pemisahan terminologi tersebut;
Paranormal, adalah sesorang yang memiliki kemampuan untuk mengenal dan menyelami dan memanfaatkan segala sesuatu yang bersumber, atau berkaitan dengan metafisika atau suprantural.
Konsultan Supranatural, adalah sesorang yang profesinya bergerak dalam pelayanan masalah metafisika atau supranatural.
Bila kita melihat fenomena perkembangan bisnis dunia suprantural ini di banyak media massa sekarang ini teramat pesat. Apalagi di media-media tertentu iklan-iklan yang berkaitan dengan konsultan supranatural ada sampai yang diulang-ulang atau mengambil 2 – 3 halaman sekaligus. Kemudian mungkin akhirnya sebagian dari kita timbul pertanyaan, apakah supranutal ini boleh untuk di bisniskan atau tidak? Jawaban atas pertanyaan ini saya kembalikan kepada masing-masing individu, tetapi mari tidak ada salahnya menyimak pandangan saya ini.
Konsultan Supranatural adalah Bisnis Jasa
Seperti layaknya profesi konsultan lainnya seperti konsultan IT, Keuangan, Manajemen, Hukum dan lain-lain adalah suatu bentuk bisnis berbasis jasa pelayanan keahlian tertentu. Mengapa kita memerlukan para konsultan ini?
Ada 3 jawaban pokok atas pertanyaan ini;
1.Karena mereka memang ahli dan menguasai di bidangnya.
2.Karena mereka memang sudah accountable dan credible di bidang yang mereka layani.
Sehingga layanan mereka bisa dipertanggungjawabkan.
3.Karena mereka menjual waktu mereka untuk melayani kebutuhan kita.
4.Obyektifitas
Misal saya ambil contoh dalam bidang hukum. Saya pribadi adalah seorang sarjana hukum dan cukup menguasai permasalahan hukum tetapi ada 3 alasan kenapa saya tetap menggunakan jasa konsultan hukum untuk membereskan permasalahan saya dalam bidang hukum;
1.Saya tahu hukum tetapi bukan praktisi hukum, karena itu ada kisi-kisi hukum yang lebih diketahui mereka yang sehari-harinya memang berpraktek hukum.
2.Mereka yang sehari-hari berpraktek hukum untuk umum, mempunyai kredibilitas yang harus dipertanggungjawabkan kepada public, karena itu mereka akan mengambil keputusan-keputusan hukum yang terbaik saya yang tidak harus betanggungjawab pada siapa-siapa.
3.Saya belum tentu punya waktu untuk mengurusi hal-hal hukum karena itu bukan profesi saya. Saya dibayar orang lain untuk mengerjakan hal-hal yang berbeda karena itu saya membayar waktu orang lain untuk mengerjakan masalah hukum saya.
4.Obyektifitas dari konsultan hukum akan jauh lebih baik daripada saya yang menangani sendiri dikarenakan sentiment pribadi atau subyektifitas saya akn ikut terlibat di dalamnya.
Atas dasar yang sama seperti saya sebutkan diatas, maka saya juga menggunakan jasa layanan konsultan supranatural untuk menyelesaikan urusan supranatural saya.
Nilai Dari Layanan Supranatural
Bicara masalah tarif yang dikenakan untuk layanan supranatural adalah sangat sama seperti layanan konsultasi lainnya. Sekali lagi saya analogikan dengan bisnis konsultan hukum. Dalam pemberian layanan hukum, selain layanan berupa dokumen, persidangan, dan lainnya mereka juga menangani konsultasi wicara. Misal saya menelpon pengacara saya untuk mendapatkan nasehat hukum lewat HP saya, itu bukanlah pembicaraan yang gratis melainkan saya harus membayar (dengan Dollar US) setiap menit yang saya habiskan selama pembicaraan tersebut. Artinya pada bisnis konsultasi supranatural dapa juga berlaku hal yang serupa.
Ada beberapa aspek yang menyebabkan timbulnya nilai dari layanan tersebut;
1.Kerumitan dari permasalahan yang ditangani.
2.Waktu yang diperlukan untuk penyelesaian.
3.Biaya yang dikeluarkan konsultan untuk menangani permasalahn tersebut termasuk di dalamnya penilaian alat yang digunakan.
4.Brand equity (Ekuitas Merek).
Dalam penjabarannya adalah sebagai berikut;
1.Main rumit suatu masalah maka keahlian yang digunakan juga makin memerlukan keahlian yang lebih besar, ini tentu saja berpengaruh pada besar kecilnya nilai jasa. Makin rumit makin besar nilainya.
2.Makin lama penyelesaian suatu masalah berarti makin lama waktu yang terbuang untuk klien yang bersangkutan sehingga layanan untuk pihak lainnya jadi ikut tertunda dan ini juga mempengaruhi besar kecilnya nilai jasa.
3.Biaya yang dikeluarkan untuk menyelesaikan suatu masalah jelas adalah di luar tanggung jawab konsultan, karena konsultan hanya menjual keahliannya. Jika dalam prakteknya konsultan harus mengeluarkan biaya tertentu, maka itu harus ditagihakan kembali kepada klien pengguna jasa.
4.Ekuitas merek ini sangat berkaitan dengan kredibilitas dari konsultan tersebut. Makin dikenal konsultan tersebut oleh publik maka makin besar pula tanggung jawab-nya terhadap public. Dalam hal ini setiap keahlian yang bisa dipertanggungjawabkan kepada public yang lebih besar makan akan makin besar pula nilainya.
Karena hal-hal di atas sebaiknya para pengguna jasa konsultan supranatural dapat memahami mengapa nilai dari masing-masing konsultan berbeda-beda, ada yang mahal sekali ada juga yang bahkan hampir gratis. Nah biasanya yang hampir gratis ini lebih dikarenakan ada nilai-nilai tertentu yang ditanamkan oleh si konsultan seperti nilai persahabatan dan persaudaraan. Sebagai analaogi anda pakai jasa Price Waterhouse Coopers untuk konsultasi keuangan akan jauh lebih mahal dibandingkan pakai jasa Haryono dan teman.
Bisnis Layanan Supranatural di Masa Depan
Di masa depan layanan supranatural Indonesia akan jauh lebih berat. Selain tantangan dari pandangan masyarakat yang miring tentang segalah hal yang berbau klenik ditambah lagi dengan banyaknya muncul konsultan supranatural palsu atau asli tetapi karbitan. Karena itu ada beberapa hal yang harus dipersiapkan oleh masyarakat supranatural Indonesia untuk menghadapi tantangan ini.
Hal2 tersebut adalah;
1.Meningkatkan kredibilitas supranatural di Indonesia
Caranya bisa dilakukan dengan memberikan seleksi yang ketat bagi mereka yang terjun dalam bisnis supranatural ini untuk mencegah adanya ahli-ahli palsu atau yang karbitan yang akhirnya malah merusak kredibilitas Supranatural di Indonesia. Selain itu para ahli supranatural di Indonesia juga harus mampu memberikan layanan yang sesuai janji jangan “over promise under delivered” sehingga menimbulkan ketidakpuasan konsumen. Akan jauh lebih baik jika si konsultan bersangkuta memberikan layanan sesuai spesialisasinya jangan jadi “Paranaormal Palugada” (aPa Lu minta Gua Ada) akhirnya malah gara-gara ngejar bisnis kepuasan konsumen tidak terpenuhi.
2.Menjadi penjual jasa keahlian bukan ilmu atau barang.
Dalam bisnis konsultan IT banyak terjadi hal seperti ini, begitu klien datang dengan masalah mereka si konsultan menawarkan klien untuk menggunakan aplikasi/software dimana mereka menjadi reseller-nya, pada akhirnya kadang kerap terjadi masalah si klien tidak terpecahkan malah akhirnya investasi sia2 di bidang IT. Begitu juga di dunia supranatural, begitu klien datang dengan masalahnya terkadang bukannya diobversasi dulu masalahnya malah ditawarin ilmu macam2 atau jimat tertentu dengan mahar yang bervariasi. Akhirnya bukan masalah klien yang teratasi malah klien merasa tertipu karena sudah memberi mahar tetapi masalahnya tida teratasi.
Kuncinya ada di emotional experience, klien yang datang dengan masalah ditanggapi akan merasa delighted sekalipun masalah mereka belum terpecahkan. Terkadang yang penting bagi konsumen adalah “didengarkan”.
3.Meningkatkan professional-isme dari para konsultan supranatural.
Banyak dari pelaku konsultan supranatural bersikap tidak professional dalam menangani masalah klien. Sikap tersebut tercermin misalnya;
a.Mengacuhkan konsumen karena merasa dirinya paranormal hebat dan dibutuhkan orang banyak.
b.Tidak mengembangkan keilmuan supranaturalnya, jadinya ilmunya mandeg.
c.Lebih mementingkan materi dibandingkan layanan.
d. Bersikap segalanya bisa padahal tidak ada manusia yang sempurna.
4.Mengembangkan pasar suprantural dari individual menuju pasar korporat.
Sudah saatnya kaum supernatural di Indonesia mampu tidak hanya menangani permasalahan individual tetapi juga mampu menangani masalah korporat atau perusahaan besar. Untuk itu kaum suparantural di Indonesia harus mengathui persisnya kebutuhan suprantural yang dibutuhkan oleh korporat sehingga akhirnya dapat memberikan layanan yang terbaik.
Sebagai ilustrasi sebuah perusaan Nasional Indonesia yang termasuk dalam ukuran terbesar dengan inisial SM (sengaja saya samarkan) menggunakan jasa konsultan supranatural dari Cina untuk memberikan nasehat atas hal-hal sebagai berikut;
a.Lokasi pendirian tempat usaha baru, bentuk gedung, warna, dan sebagainya.
b.Nama anak perusahaan yang baru.
c.Logo perusahaan.
d.Bahkan di perusahaan tersebut mempunyai kalender tersendiri yang digunakan internal. Dimana di kalender tersebut sudah diberi tanda hari-hari dimana boleh melakukan meeting, pendirian usaha baru, peluncuran produk baru, dan hari-hari sial buat perusahaan sesuai dengan nasehat konsultan supranatural tersebut.
e.Dan banyak lagi jasa lainnya yang tidak bisa disebutkan disini.
Yang menyedihkan bagi saya kenpa mereka harus menggunakan jasa konsultan supranarural asing? Dimana para konsultan supranatural Indonesia?
Sekiranya itu saja yang ingin saya sampaikan. Dari lubuk hati yang paling dalam saya memohon maaf bila ada kesalahan kata2 atau menyinggung pihak dalam penulisan saya, sesungguhnya itu bukan maksud saya.
source: pendekar_muda (kaskus.us)
By Yudi Prayitno, # 24. April 2008, 06:36:35
(dari berbagai sumber)
Ilmu Gaib Aliran Islam Kejawen bersumber dari alkulturasi (penggabungan) budaya jawa dan nilai-nilai agama islam. Ciri khas aliran ini adalah doa-doa yang diawali basmalah dan dilanjutkan kalimat bahasa jawa, kemudian diakhiri dengan dua kalimat sahadad. Aliran Islam Jawa tumbuh syubur di desa-desa yang kental dengan kegiatan keagamaan (pesantren yang masih tradisional).
Awal mula aliran ini adalah budaya masyarakat jawa sebelum islam datang yang memang menyukai kegiatan mistik dan melakukan ritual untuk mendapatkan kemampuan suparantural. Para pengembang ajaran islam di Pulau Jawa (Wali Songo) tidak menolak tradisi jawa tersebut, melainkan memanfaatkannya sebagi senjata dakwah.
Para Wali menyusun ilmu-ilmu Gaib dengan tatacara lelaku yang lebih islami, misalnya puasa, wirid mantra bahasa campuran arab-jawa yang intinya adalah do'a kepada Allah. Mungkin alasan mengapa tidak disusun mantra yang seluruhnya berbahasa Arab adalah agar orang jawa tidak merasa asing dengan ajaran-ajaran yang baru mereka kenal.
Di Indonesia, khususnya orang jawa, pasti mengenal Sunan Kali Jaga (Raden Said). Beliau inilah yang paling banyak mewarnai paham islam-kejawen yang dianut orang-orang jawa saat ini. Sunan Kali jaga menjadikan kesenian dan budaya sebagai kendaraan dakwahnya. Salah satu kendaran Sunan Kali Jaga dalam penyebaran ajarannya adalah melalu tembang / kidung. Kidung-kidung yang diciptakannya mengandung ajaran ketuhanan dan tasawuf yang sangat berharga. Ajaran islam yang luwes dan menerima berbagai perbedaan.
Bahkan Sunan Kali Jaga juga menciptakan satu kidung "Rumeksa Ing Wengi" yang menurut saya bisa disebut sebagai Ilmu Gaib atau Ilmu Supranatural, karena ternyata orang yang mengamalkan kidung ini memiliki berbagai kemampuan supranatural.
Konsep Aliran Islam Kejawen
Setiap perilaku manusia akan menimbulkan bekas pada jiwa maupun badan seseorang. Perilaku-perilaku tertentu yang khas akan menimbulkan bekas yang sangat dasyat sehingga seseorang bisa melakukan sesuatu yang melebihi kemampuan manusia biasa. Perilaku tertentu ini disebut dengan tirakat, ritual, atau olah rohani. Tirakat bisa diartikan sebagai syarat yang harus dipenuhi untuk mendapatkan suatu ilmu.
Penabungan Energi.
Karena setiap perilaku akan menimbulkan bekas pada seseorang maka ada suatu konsep yang khas dari ilmu Gaib Aliran Islam Jawa yaitu Penabungan Energi. Jika badan fisik anda memerlukan pengisian 3 kali sehari melalui makan agar anda tetap bisa beraktivitas dengan baik, begitu juga untuk memperoleh kekuatan supranatural, Anda perlu mengisi energi. Hanya saja dalam Ilmu Gaib pengisian energi cukup dilakukan satu kali untuk seumur hidup. Penabungan energi ini dapat dilakukan dengan cara bermacam-macam tergantung jenis ilmu yang ingin dikuasai. Cara-cara penabunganenergi lazim disebut Tirakat.
Tirakat.
Aliran Islam Kejawen mengenal tirakat (syarat mendapatkan ilmu) yang kadang dianggap kontroversial oleh kalangan tertentu. Tirakat tersebut bisa berupa bacaan doa. wirid tertentu, mantra, pantangan, puasa atau penggabungan dari kelima unsur tersebut. Ada puasa yang disebut patigeni (tidak makan, minum, tidur dan tidak boleh kena cahaya), nglowong, ngebleng dan lain-lain. Biasanya beratnya tirakat sesuai dengan tingkat kesaktian suatu ilmu. Seseorang harus banyak melakukan kebajikan dan menjaga bersihnya hati ketika sedang melakukan tirakat.
Khodam.
Setiap Ilmu Gaib memiliki khodam. Khodam adalah mahluk ghaib yang menjadi "roh" suatu ilmu. Khodam itu akan selalu mengikuti pemilik ilmu. Khodam disebut juga Qorin, ialah mahluk ghaib yang tidak berjenis kelamin artinya bukan pria dan bukan wanita, tapi juga bukan banci. Dia memang diciptakan semacam itu oleh Allah dan dia juga tidak berhasrat kepada manusia. Hal ini berbeda dengan Jin yang selain berhasrat kepada kaum jin sendiri kadang juga ada yang "suka" pada manusia.
Macam-macam Ilmu Aliran Islam Kejawen
Berikut adalah klasifikasi ilmu gaib berdasarkan fungsinya menurut saya. Mungkin orang lain membuat klasifikasi yang berbeda dengan klasifikasi menurut saya. Hal tersebut bukan masalah karena memang tidak ada rumusan baku tentang klasifikasi ilmu Gaib.
1. Ilmu kanuragan.
Ilmu kanuragan adalah ilmu yang berfungsi untuk bela diri secara supranatural. Ilmu ini mencakup kemampuan bertahan (kebal) terhadap serangan dan kemampuan untuk menyerang dengan kekuatan yang luar biasa. Contohnya ilmu Asma' Malaikat, Hizib Kekuatan Batin, Sahadad Pamungkas dll.
2. Ilmu Kawibawaan dan Ilmu Pengasihan
Inilah ilmu supranatural yang fungsinya mempengaruhi kejiwaan dan perasaan orang lain. lmu Kewibaan dimanfaatkan untuk menambah daya kepemimpinan dan menguatkan kata-kata yang diucapkan. Orang yang menguasai Ilmu Kewibawaan dengan sempurna akan disegani masyarakat dan tidak satupun orang yang mampu melawan perintahnya apalagi berdebat. Bisa dikatakan bila Anda memiliki ilmu ini Anda akan mudah mempengaruhi dan membuat orang lain nurut perintah Anda tanpa berpikir panjang.Sedangkan Ilmu Pengasihan atau ilmu pelet adalah ilmu yang berkaitan dengan masalah cinta, yakni membuat hati seseorang yang Anda tuju menjadi simpati dan sayang. Ilmu ini banyak dimanfaatkan pemuda untuk membuat pujaan hati jatuh cinta padanya. Ilmu ini juga dapat dimanfaatkan untuk membuat lawan yang berhati keras menjadi kawan yang mudah diajak berunding dan memulangkan orang yang minggat.
3. Ilmu Trawangan dan Ngrogosukmo
Jika Anda ingin tahu banyak hal dan bisa melihat kemana-mana tanpa keluar rumah, maka kuasailah ilmu trawangan. Ilmu trawangan berfungsi untuk menajamkan mata batin hingga dapat menangkap isyarat yang halus, melihat jarak jauh, tembus pandang dan lain-lain. Sedangkan Ilmu Ngrogosukmo adalah kelanjutan dari Ilmu Trawagan. Dalam ilmu trawangan hanya mata batin saja yang berkeliaran kemana-mana, sedangkan jika sudah menguasai ilmu ngrogosukmo seseorang bisa melepaskan roh untuk melakukan perjalanan kemanapun dia mau. Baik Ilmu Trawangan maupaun Ngrogosukmo adalah ilmu yang tergolong sulit dipelajari karena membutuhkan keteguhan dan kebersihan hati. Biasanya hanya dikuasi oleh orang yang sudah tua dan sudah tenang jiwanya.
4. Ilmu Khodam
Seseorang disebut menguasai ilmu khodam bila orang yang tersebut bisa berkomunikasi secara aktif dengan khodam yang dimiliki. Khodam adalah makhluk pendamping yang selalu mengikuti tuannya dan bersedia melakukan perintah-perintah tuannya. Khodam sesungguhnya berbeda dengan Jin / Setan, meskipun sama-sama berbadan ghaib. Khodam tidak bernafsu dan tidak berjenis kelamin.
5. Ilmu Permainan (Atraksi)
Ada ilmu supranatural yang hanya bisa digunakan untuk pertunjukan di panggung. Sepintas ilmu ini mirip dengan ilmu kanuragan karena bisa memperlihatkan kekebalan tubuh terhadap benda tajam, minyak panas dan air keras. Namun ilmu ini tidak bisa digunakan untuk bertarung pada keadaan sesungguhnya. Contoh yang sering kita lihat adalah ilmunya para pemain Debus.
6. Ilmu Kesehatan
Masuk dalam kelompok ini adalah ilmu gurah (membersihkan saluran pernafasan), Ilmu-ilmu pengobatan, ilmu kuat seks, dan ilmu-ilmu supranatural lain yang berhubungan dengan fungsi bilologis tubuh manusia.
By Yudi Prayitno, # 6. May 2008, 05:19:17
Niyatku mung aweh wikan
Kabatinan akeh lire
Lan gawat ka liwat-liwat
Mulo dipun prayitno*.... (*kayaknya kenal...)
Ojo keliru pamilihmu
Lamun mardi kebatinan
Saya akhiri pembicaraan ini
Saya hanya ingin memberi tahu
Kabatinan banyak macamnya
Dan bisa sangat membahayakan
Maka itu berhati-hatilah
Jangan sampai kamu salah pilih
Kalau ingin belajar kebatinan
Tembang ini menggambarkan nasihat seorang tua – (pinisepuh) kepada mereka yang ingin mempelajari kabatinan atau kejawen. Kiranya perlu dipahami bahwa tujuan hakiki dari kejawen adalah mendapatkan ilmu sejati untuk mencapai hidup sejati, dan berada dalam keadaan harmonis hubungan antara kawula dan Gusti (jumbuhing kawula Gusti)/pendekatan kepada Yang Maha Kuasa secara total.
Keadaan spiritual ini bisa dicapai oleh setiap orang yang percaya kepada Tuhan, yang mempunyai moral yang baik dan jujur, beberapa laku harus dipraktekkan dengan kesadaran dan ketetapan hati yang mantap.Pencari dan penghayat ilmu sejati diwajibkan untuk melakukan sesuatu yang berguna bagi semua orang melalui rasa hati dan tindakannya. Cipta, rasa, karsa dan karya harus baik, benar, suci dan ditujukan untuk mamayu hayuning bawono. Ati suci jumbuhing Kawulo Gusti – hati suci itu adalah hubungan yang serasi antara Kawulo dan Gusti, tidak perlu diragukan bahwasanya kejawen merupakan aset dari orang Jawa tradisional yang mengandung nilai-nilai universal. Pandangan kejawen bisa memberikan sumbangan kepada perdamaian dan kemakmuran dunia.
By Yudi Prayitno, # 6. May 2008, 05:20:23
------------------------------------------------------------------------
Weton adalah peringatan hari lahir seseorang yang terjadi setiap 35 hari sekali. Untuk orang Jawa tradisional mengetahui wetonnya itu penting dan harus diingat kapan wetonnya itu, dengan mengetahui tanggal, bulan, tahun kelahiran seseorang bisa ditentukan hari wetonnya.
1. Pada saat weton biasanya akan dibuat semacam sesaji sederhana yang berupa secawan bubur merah putih dan satu gelas air hangat. Pemberian ini adalah untuk saudara-saudara halus, dengan mengatakan: ini untuk semua saudara halusku, aku selalu ingat kamu, mengenali kamu, maka itu bantulah dan jagalah aku. Sesaji sederhana ini juga untuk mengingatkan dan bersyukur kepada ibu dan ayah, karena melalui merekalah kamu dilahirkan dan hidup di dunia ini. Selanjutnya untuk mengingat dan menghormati para leluhur dab yang paling penting untuk mengingat dan memuji Sang Pencipta Hiduo, Tuhan Yang Maha Kuasa.
Cara yang lengkapuntuk meyebut saudara-saudara halus tersebut adalah : Mar marti, kakang kawah, adi ari-ari, getih puser sedulur papat, kalimo pancer .
- Bantulah saya (katakan apa keperluanmu)
- Jagalah saya pada waktu saya tidur
Sebaliknya kamu menyebut nama mereka dengan lengkap sehingga kamu menjadi biasa dengan mereka (jumbuh) misalnya untuk beberapa bulan. Sesudah itu kamu boleh memanggil mereka semua : saudara halusku.
By Yudi Prayitno, # 6. May 2008, 05:21:58
Alam pikiran orang Jawa merumuskan kehidupan manusia berada dalam dua kosmos (alam) yaitu makrokosmos dan mikrokosmos.
Makrokosmos dalam pikiran orang Jawa adalah sikap dan pandangan hidup terhadap alam semesta, yang mengandung kekuatan-kekuatan supranatural (adikodrati). Tujuan utama dalam hidup adalah mencari serta menciptakan keselarasan atau keseimbangan antara kehidupan makrokosmos dan mikrokosmos.
Dalam makrokosmos: pusat alam semesta adalah Tuhan. Alam semesta memiliki kirarki yang ditujukan dengan adanya jenjang alam kehidupan dan adanya tingkatan dunia yang semakin sempurna (dunia atas – dunia manusia - dunia bawah). Alam semesta terdiri dari empat arah utama ditambah satu pusat yaitu Tuhan yang mempersatukan dan memberi keseimbangan.
Sikap dan pandangan terhadap dunia nyata (mikrokosmos) adalah tercermin pada kehidupan manusia dengan lingkungannya, susunan manusia dalam masyarakat, tata kehidupan manusai sehari-hari dan segala sesuatu yang nampak oleh mata. Dalam menghadapi kehidupan manusia yang baik dan benar didunia inii tergantung pada kekuatan batin dan jiwanya.
Bagi orang Jawa dahulu, pusat dunia ini ada pada pimpinan atau raja dan keraton, Tuhan adalah pusat makrokosmos sedangkan raja dianggap perwujudan wakil Tuhan di dunia, sehingga dalam dirinya terdapat keseimbangan berbagai kekuatan dari dua alam. Jadi raja dipandang sebagai pusat komunitas di dunia seperti halnya raja menjadi mikrokosmos dari wakil Tuhan dengan keraton sebagi tempat kediaman raja. Keraton merupakan pusat keramat kerajaan dan bersemayamnya raja karena rajapun dianggap merupakan sumber kekuatan-kekuatan kosmis yang mengalir ke daerah kedaulatannya dan membawa ketentraman, keadilan dan kesuburan wilayah.
Hal hal diatas merupakan gambaran umum tentang alam pikiran serta sikap dan pandangan hidup yang dimiliki oleh orang Jawa pada jaman kerajaan. Alam pikiran ini telah berakar kuat dan menjadi landasan falsafah dari segala perwujudan yang ada dalam tata kehidupan orang Jawa.
By Yudi Prayitno, # 6. May 2008, 05:23:04
------------------------------------------------------------------------
Ana kidung rumekso ing wengi
Teguh hayu luputa ing lara
luputa bilahi kabeh
jim setan datan purun
paneluhan tan ana wani
niwah panggawe ala
gunaning wong luput
geni atemahan tirta
maling adoh tan ana ngarah ing mami
guna duduk pan sirno
Sakehing lara pan samya bali
Sakeh ngama pan sami mirunda
Welas asih pandulune
Sakehing braja luput
Kadi kapuk tibaning wesi
Sakehing wisa tawa
Sato galak tutut
Kayu aeng lemah sangar
Songing landhak guwaning
Wong lemah miring
Myang pakiponing merak
Pagupakaning warak sakalir
Nadyan arca myang segara asat
Temahan rahayu kabeh
Apan sarira ayu
Ingideran kang widadari
Rineksa malaekat
Lan sagung pra rasul
Pinayungan ing Hyang Suksma
Ati Adam utekku baginda Esis
Pangucapku ya Musa
Napasku nabi Ngisa linuwih
Nabi Yakup pamiryarsaningwang
Dawud suwaraku mangke
Nabi brahim nyawaku
Nabi Sleman kasekten mami
Nabi Yusuf rupeng wang
Edris ing rambutku
Baginda Ngali kuliting wang
Abubakar getih daging Ngumar singgih
Balung baginda ngusman
Sumsumingsun Patimah linuwih
Siti aminah bayuning angga
Ayup ing ususku mangke
Nabi Nuh ing jejantung
Nabi Yunus ing otot mami
Netraku ya Muhamad
Pamuluku Rasul
Pinayungan Adam Kawa
Sampun pepak sakathahe para nabi
Dadya sarira tunggal
Terjemahan dalam bahasa indonesia:
Ada kidung rumekso ing wengi. Yang menjadikan kuat selamat terbebas
dari semua penyakit. Terbebas dari segala petaka. Jin dan setanpun
tidak mau. Segala jenis sihir tidak berani. Apalagi perbuatan jahat.
guna-guna tersingkir. Api menjadi air. Pencuripun menjauh dariku.
Segala bahaya akan lenyap.
Semua penyakit pulang ketempat asalnya. Semua hama menyingkir dengan pandangan kasih. Semua senjata tidak mengena. Bagaikan kapuk jatuh dibesi. Segenap racun menjadi tawar. Binatang buas menjadi jinak. Pohon ajaib, tanah angker, lubang landak, gua orang, tanah miring dan sarang merak.
Kandangnya semua badak. Meski batu dan laut mengering. Pada akhirnya semua slamat. Sebab badannya selamat dikelilingi oleh bidadari, yang dijaga oleh malaikat, dan semua rasul dalam lindungan Tuhan. Hatiku Adam dan otakku nabi Sis. Ucapanku adalah nabi Musa.
Nafasku nabi Isa yang teramat mulia. Nabi Yakup pendenganranku. Nabi Daud menjadi suaraku. Nabi Ibrahim sebagai nyawaku. Nabi sulaiman
menjadi kesaktianku. Nabi Yusuf menjadi rupaku. Nabi Idris menjadi
rupaku. Ali sebagai kulitku. Abubakar darahku dan Umar dagingku.
Sedangkan Usman sebagai tulangku.
Sumsumku adalah Fatimah yang amat mulia. Siti fatimah sebagai
kekuatan badanku. Nanti nabi Ayub ada didalam ususku. Nabi Nuh
didalam jantungku. Nabi Yunus didalam otakku. Mataku ialah Nabi
Muhamad. Air mukaku rasul dalam lindungan Adam dan Hawa. Maka
lengkaplah semua rasul, yang menjadi satu badan.
By Yudi Prayitno, # 6. May 2008, 05:24:40
Bait yang utama dari KRIW itu sangat dikenal karena berisi mantra tolak balak, sedangkan bait selanjutnya yang berjumlah delapan jarang dinyanyikan karena dianggap terlalu panjang.
Laku kidung ini mengingatkan manusia agar mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa, sehingga terhindar dari kutukan dan malapetaka yang lebih dahsyat. Dengan demikian kita dituntut untuk senantiasa berbakti, beriman dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Sedangkan fungsi kidung secara eksplisit tersurat dalam kalimat kidung itu, yang antara lain; Penolak balak di malam hari, seperti teluh, santet, duduk, ngama, maling, penggawe ala dan semua malapetaka. Pembebas semua benda . Pemyembuh penyakit, termasuk gila. Pembebas pageblug. Pemercepat jodoh bagi perawan tua. Menang dalam perang . Memperlancar cita-cita luhur dan mulia.
By Yudi Prayitno, # 6. May 2008, 05:26:14
------------------------------------------------------------------------
Puasa dan tapa adalah dua hal yang sangat penting bagi peningkatan spiritual seseorang. Disemua ajaran agama biasanya disebutkan tentang puasa ini dengan berbagai versi yang berbeda.
Menurut sudut pandang spiritual metafisik, puasa mempunyai efek yang sangat baik dan besar terhadap tubuh dan fikiran. Puasa dengan cara supranatural mengubah sistem molekul tubuh fisik dan eterik dan menaikkan vibrasi/getarannya sehingga membuat tubuh lebih sensitif terhadap energi/kekuatan supranatural sekaligus mencoba membangkitkan kemampuan indera keenam seseorang. Apabila seseorang telah terbiasa melakukan puasa, getaran tubuh fisik dan eteriknya akan meningkat sehingga seluruh racun,energi negatif dan makhluk eterik negatif yang ada didalam tubuhnya akan keluar dan tubuhnya akan menjadi bersih. Setelah tubuhnya bersih maka roh-roh suci pun akan datang padanya dan menyatu dengan dirinya membantu kehidupan nya dalam segala hal.
Didalam peradaban/tradisi pendalaman spiritual ala kejawen, seorang penghayat kejawen biasa melakukan puasa dengan hitungan hari tertentu (biasanya berkaitan dengan kalender jawa). Hal tersebut dilakukan untuk menaikkan kekuatan dan kemampuan spiritual metafisik mereka dan untuk memperkuat hubungan mereka dengan saudara kembar gaib mereka yang biasa disebut SADULUR PAPAT KALIMA PANCER.
apapun nama dan pelaksanaan puasa, bila puasa dilakukan dengan niat yang tulus, maka tak mungkin akan membuat manusia yang melakoninya celaka. Bahkan medis mampu membuktikan betapa puasa memberikan efek yang baik bagi tubuh, terutama untuk mengistirahatkan oragan-oragan pencernaan.
Intinya adalah ketika seseorang berpuasa dengan ikhlas, maka orang tersebut akan terbersihkan tubuh fisik dan eteriknya dari segala macam kotoran. Ada suatu konsep spiritual yang berbunyi “matikanlah dirimu sebelum engkau mati”, arti dari konsep tersebut kurang lebih kalau kita sering ‘menyiksa’ tubuh maka jiwa kita akan menjadi kuat. Karena yang hidup adalah jiwa, raga akan musnah suatu saat nanti. Itulah sedikit konsep spiritual jawa yang banyak dikenal. Para penghayat kejawen telah ‘menemukan’ metode-metode untuk membangkitkan spirit kita agar kita menjadi manusia yang kuat jiwanya dan luas alam pemikirannya, salah satunya yaitu dengan menemukan puasa-puasa dengan tradisi kejawen. Atas dasar konsep ‘antal maut qoblal maut’ diatas puasa-puasa ini ditemukan dan tidak lupa peran serta para ghaib, arwah leluhur serta roh-roh suci yang membantu membimbing mereka dalam peningkatan spiritualnya.
Macam-macam puasa ala Kejawen :
1.Mutih
Dalam puasa mutih ini seseorang tdk boleh makan apa-apa kecuali hanya nasi putih dan air putih saja. Nasi putihnya pun tdk boleh ditambah apa-apa lagi (seperti gula, garam dll.) jadi betul-betul hanya nasi putih dan air puih saja. Sebelum melakukan puasa mutih ini, biasanya seorang pelaku puasa harus mandi keramas dulu sebelumnya dan membaca mantra ini : “niat ingsun mutih, mutihaken awak kang reged, putih kaya bocah mentas lahirdipun ijabahi gusti allah.”
2.Ngeruh
Dalam melakoni puasa ini seseorang hanya boleh memakan sayuran / buah-buahan saja. Tidak diperbolehkan makan daging, ikan, telur dsb.
3.Ngebleng
Puasa Ngebleng adalah menghentikan segala aktifitas normal sehari-hari. Seseorang yang melakoni puasa Ngebleng tidak boleh makan, minum, keluar dari rumah/kamar, atau melakukan aktifitas seksual. Waktu tidur-pun harus dikurangi. Biasanya seseorang yang melakukan puasa Ngebleng tidak boleh keluar dari kamarnya selama sehari semalam (24 jam). Pada saat menjelang malam hari tidak boleh ada satu lampu atau cahaya-pun yang menerangi kamar tersebut. Kamarnya harus gelap gulita tanpa ada cahaya sedikitpun. Dalam melakoni puasa ini diperbolehkan keluar kamar hanya untuk buang air saja.
4.Pati geni
Puasa Patigeni hampir sama dengan puasa Ngebleng. Perbedaanya ialah tidak boleh keluar kamar dengan alasan apapun, tidak boleh tidur sama sekali. Biasanya puasa ini dilakukan sehari semalam, ada juga yang melakukannya 3 hari, 7 hari dst. Jika seseorang yang melakukan puasa Patigeni ingin buang air maka, harus dilakukan didalam kamar (dengan memakai pispot atau yang lainnya). Ini adalah mantra puasa patigeni : “niat ingsun patigeni, amateni hawa panas ing badan ingsun, amateni genine napsu angkara murka krana Allah taala”.
5.Ngelowong
Puasa ini lebih mudah dibanding puasa-puasa diatas Seseorang yang melakoni puasa Ngelowong dilarang makan dan minum dalam kurun waktu tertentu. Hanya diperbolehkan tidur 3 jam saja (dalam 24 jam). Diperbolehkan keluar rumah.
6.Ngrowot
Puasa ini adalah puasa yang lengkap dilakukan dari subuh sampai maghrib. Saat sahur seseorang yang melakukan puasa Ngrowot ini hanya boleh makan buah-buahan itu saja! Diperbolehkan untuk memakan buah lebih dari satu tetapi hanya boleh satu jenis yang sama, misalnya pisang 3 buah saja. Dalam puasa ini diperbolehkan untuk tidur.
7.Nganyep
Puasa ini adalah puasa yang hanya memperbolehkan memakan yang tidak ada rasanya. Hampir sama dengan Mutih , perbedaanya makanannya lebih beragam asal dengan ketentuan tidak mempunyai rasa.
8.Ngidang
Hanya diperbolehkan memakan dedaunan saja, dan air putih saja. Selain daripada itu tidak diperbolehkan.
9.Ngepel
Ngepel berarti satu kepal penuh. Puasa ini mengharuskan seseorang untuk memakan dalam sehari satu kepal nasi saja. Terkadang diperbolehkan sampai dua atau tiga kepal nasi sehari.
10.Ngasrep
Hanya diperbolehkan makan dan minum yang tidak ada rasanya, minumnya hanya diperbolehkan 3 kali saja sehari.
11.Senin-kamis
Puasa ini dilakukan hanya pada hari senin dan kamis saja seperti namanya. Puasa ini identik dengan agama islam. Karena memang Rasulullah SAW menganjurkannya.
12.Wungon
Puasa ini adalah puasa pamungkas, tidak boleh makan, minum dan tidur selama 24 jam.
13.Tapa Jejeg
Tidak duduk selama 12 jam
14.Lelono
Melakukan perjalanan (jalan kaki) dari jam 12 malam sampai jam 3 subuh (waktu ini dipergunakan sebagai waktu instropeksi diri).
15.Kungkum
Kungkum merupakan tapa yang sangat unik. Banyak para pelaku spiritual merasakan sensasi yang dahsyat dalam melakukan tapa ini. Tatacara tapa Kungkum adalah sebagai beikut :
a) Masuk kedalam air dengan tanpa pakaian selembar-pun dengan posisi bersila (duduk) didalam air dengan kedalaman air se tinggi leher.
b)Biasanya dilakukan dipertemuan dua buah sungai
c)Menghadap melawan arus air
d)Memilih tempat yang baik, arus tidak terlalu deras dan tidak terlalu banyak lumpur didasar sungai
e)Lingkungan harus sepi, usahakan tidak ada seorang manusiapun disana
f) Dilaksanakan mulai jam 12 malam (terkadang boleh dari jam 10 keatas) dan dilakukan lebih dari tiga jam (walau ada juga yang memperbolehkan pengikutnya kungkum hanya 15 menit).
g)Tidak boleh tertidur selama Kungkum
h)Tidak boleh banyak bergerak
i)Sebelum masuk ke sungai disarankan untuk melakukan ritual pembersihan (mandi dulu)
j)Pada saat akan masuk air baca mantra ini :
“ Putih-putih mripatku Sayidina Kilir, Ireng-ireng mripatku Sunan Kali Jaga, Telenging mripatku Kanjeng Nabi Muhammad.”
k)Pada saat masuk air, mata harus tertutup dan tangan disilangkan di dada
l)Nafas teratur
m)Kungkum dilakukan selama 7 malam biasanya
16.Ngalong
Tapa ini juga begitu unik. Tapa ini dilakuakn dengan posisi tubuh kepala dibawah dan kaki diatas (sungsang). Pada tahap tertentu tapa ini dilakukan dengan kaki yang menggantung di dahan pohon dan posisi kepala di bawah (seperti kalong/kelelawar). Pada saat menggantung dilarang banyak bergerak. Secara fisik bagi yang melakoni tapa ini melatih keteraturan nafas. Biasanya puasa ini dibarengi dengan puasa Ngrowot.
17.Ngeluwang
Tapa Ngeluwang adalah tapa paling menakutkan bagi orang-orang awam dan membutuhkan keberanian yang sangat besar. Tapa Ngeluwang disebut-sebut sebagai cara untuk mendapatkan daya penglihatan gaib dan menghilangkan sesuatu. Tapa Ngeluwang adalah tapa dengan dikubur di suatu pekuburan atau tempat yang sangat sepi. Setelah seseorang selesai dari tapa ini, biasanya keluar dari kubur maka akan melihat hal-hal yang mengerikan (seperti arwah gentayangan, jin dlsb). Sebelum masuk kekubur, disarankan baca mantra ini :
“ Niat ingsun Ngelowong, anutupi badan kang bolong siro mara siro mati, kang ganggu maang jiwa insun, lebur kaya dene banyu krana Allah Ta’ala.”
Dalam melakoni puasa-puasa diatas, bagi pemula sangatlah berat jika belum terbiasa. Oleh karena itu disini akan dibekali dengan ilmu lambung karang. Ilmu ini berfungsi untuk menahan lapar dan dahaga. Dengan kata lain ilmu ini dapat sangat membantu bagi oarang-orang yang masih ragu-ragu dalam melakoni puasa-puasa diatas. Selain praktis dan mudah dipelajari, sebenarnya ilmu lambung karang ini berbeda dengan ilmu-ilmu lain yang kebanykan harus ditebus/dimahari dengan puasa. Selain itu syarat atau cara mengamalkannyapun sangat mudah, yaitu :
1.Mandi keramas/jinabat untuk membersihkan diri dari segala macam kekotor
2.Menjaga hawa nafsu.
3.Baca mantra lambung karang ini sebanyak 7 kali setelah shalat wajib 5 waktu,
yaitu :
Bismillahirrahamanirrahim
Cempla cempli gedhene
Wetengku saciplukan bajang
Gorokanku sak dami aking
Kapan ingsun nuruti budine
Aluamah kudu amangan wareg
Ngungakna mekkah madinah
Wareg tanpa mangan
Kapan ingsun nuruti budine
Aluamah kudu angombe
Ngungakna segara kidul
Wareg tanpa angombe
Laailahaillallah Muhammad Rasulullah
Selain melakoni puasa-puasa diatas masyarakat kejawen juga melakukan puasa-puasa yang diajarkan oleh agama islam, seperti puasa ramadhan, senin kamis, puasa 3 hari pada saat bulan purnama, puasa Nabi Daud AS dll. Inti dari semua lakon mereka tujuannya hanya satu yaitu mendekatkan diri dengan Allah SWT agar diterima iman serta islam mereka.
By Yudi Prayitno, # 6. May 2008, 05:28:06
Neptu hari dan Pasaran
Dalam melakukan hajat perkawinan, mendirikan rumah, bepergian dan sebagainya. Kebanyakan orang jawa dahulu, mendasarkan atas hari yang berjumlah 7(senin-minggu) dan pasaran yang jumlahnya ada 5, tiap hari tentu ada rangkapannya pasaran, jelasnya : tiap hari tentu jatuh pada pasaran tertentu.
Masing-masing hari dan pasaran mempunyai ”neptu ”, yaitu ”nilai” dengan angkanya sendiri-sendiri sebagai berikut :
Nama hari = Neptu ( nilai )
1. Ahad = 5
2. Senen = 4
3. Selasa = 3
4. Rabu = 7
5. Kamis = 8
6. Jum’at = 6
7. Sabtu = 9
Nama Pasaran Neptu (nilai )
1. Legi = 5
2. Paing = 9
3. Pon = 7
4. Wage = 4
5. Kliwon = 8
Neptu hari atau pasaran kelahiran untuk perkawinan
Hari dan pasaran dari kelahiran dua calon temanten yaitu anak perempuan dan anak lelaki masing-masing dijumlahkan dahulu, kemudian masing masing dibuang (dikurangi) sembilan.
Misalnya :
Kelahiran anak perempuan adalah hari Jumat (neptu 6) wage (neptu 4) jumlah 10, dibuang 9 sisa 1
Sedangkan kelahiran anak laki-laki ahad (neptu 5) legi (neptu 5) jumlah 10 dikurangi 9 sisa 1.
Menurut perhitungan dan berdasarkan sisa diatas maka perhitungan seperti dibawah ini:
Apabila sisa:
1 dan 4 : banyak celakanya
1 dan 5 :bisa
1 dan 6 : jauh sandang pangannya
1 dan 7 : banyak musuh
1 dan 8 : sengsara
1 dan 9 : menjadi perlindungan
2 dan 2 : selamat, banyak rejekinya
2 dan 3 : salah seorang cepat wafat
2 dan 4 : banyak godanya
2 dan 5 : banyak celakanya
2 dan 6 : cepat kaya
2 dan 7 : anaknya banyak yang mati
2 dan 8 : dekat rejekinya
2 dan 9 : banyak rejekinya
3 dan 3 : melarat
3 dan 4 : banyak celakanya
3 dan 5 : cepat berpisah
3 dan 6 : mandapat kebahagiaan
3 dan 7 : banyak celakanya
3 dan 8 : salah seorang cepat wafat
3 dan 9 : banyak rejeki
4 dan 4 : sering sakit
4 dan 5 : banyak godanya
4 dan 6 : banyak rejekinya
4 dan 7 : melarat
4 dan 8 : banyak halangannya
4 dan 9 : salah seorang kalah
5 dan 5 : tulus kebahagiaannya
5 dan 6 : dekat rejekinya
5 dan 7 : tulus sandang pangannya
5 dan 8 : banyak bahayanya
5 dan 9 : dekat sandang pangannya
6 dan 6 : besar celakanya
6 dan 7 : rukun
6 dan 8 : banyak musuh
6 dan 9 : sengsara
7 dan 7 : dihukum oleh istrinya
7 dan 8 : celaka karena diri sendiri
7 dan 9 : tulus perkawinannya
8 dan 8 : dikasihi orang
8 dan 9 : banyak celakanya
9 dan 9 : liar rejekinya
Neptu hari dan pasaran dari kelahiran calon mempelai laki-laki dan perempuan, ditambah neptu pasaran hari perkawinan dan tanggal (bulan Jawa) semuanya dijumlahkan kemudian dikurangi/ dibuang masing tiga, apabila masih sisa :
1 = berarti tidak baik, lekas berpisah hidup atau mati
2 = berarti baik, hidup rukun, sentosa dan dihormati
3 = berarti tidak baik, rumah tangganya hancur berantakan dan kedua-duanya bisa mati.
Neptu hari dan pasaran dari kelahiran calon mempelai laki-laki dan perempuan, dijumlah kemudian dikurangi / dibuang empat-empat apabila sisanya :
1 = Getho, jarang anaknya,
2 = Gembi, banyak anak,
3 = Sri banyak rejeki,
4 = Punggel, salah satu akan mati
Hari kelahiran mempelai laki-laki dan mempelai wanita, apabila :
Ahad dan Ahad, sering sakit
Ahad dan Senin, banyak sakit
Ahad dan Selasa, miskin
Ahad dan Rebo, selamat
Ahad dan Kamis, cekcok
Ahad dan Jumat, selama
Ahad dan Sabtu, miskin
Senen dan Senen, tidak baik
Senen dan Selasa, selamat
Senen dan Rebo, anaknya perempuan
Senen dan Kamis, disayangi
Senen dan Jumat, selamat
Senen dan Sabtu, direstui
Selasa dan Selasa, tidak baik
Selasa dan Rebo, kaya
Selasa dan Kamis, kaya
Selasa dan Jumat, bercerai
Selasa dan Sabtu, sering sakit
Rebo dan Rebo, tidak baik
Rebo dan Kamis, selamat
Rebo dan Jumat, selamat
Rebo dan Sabtu, baik
Kamis dan Kamis, selamat
Kamis dan Jumat, selamat
Kamis dan Sabtu, celaka
Jumat dan Jumat, miskin
Jumat dan Sabtu celaka
Sabtu dan Sabtu, tidak baik
Memilih Saat Ijab, Ijab kabul yang unik
Dalam perkawinan Dra. Pharmasi Endang Ontorini Udaya dengan Sutrisno Sukro di Sala, ayah penggantin putri Bpk. Samsuharya Udaya telah memilih saat ijab kabul secara unik, yaitu pada malam Ahad Legi (27 Mei 73) jam 2.30 pagi.
Ketetapan itu didasarkan saat lahirnya temanten putri. Segala waktunya berjalan baik, lancar dan selamat.
Mungkin hal tersebut suatu ajaran : kalau tidak memakai perhitungan, pakailah hari kelahiran untuk hal-hal yang penting pindah rumah dsb.
Hari yang membawa kelahirannya selamat, demikian pulalah untuk hal lain-lain dalam hidupnya.
By Yudi Prayitno, # 6. May 2008, 05:30:41
(baik buruknya bulan untuk mantu):
1. Bulan Jw. Suro : Bertengkar dan menemui kerusakan (jangan dipakai)
2. Bulan Jw. Sapar : kekurangan, banyak hutang (boleh dipakai)
3. Bulan Jw Mulud : lemah, mati salah seorang (jangan dipakai)
4. Bulan jw. Bakdamulud : diomongkan jelek (boleh dipakai)
5. Bulan Jw. Bakdajumadilawal : sering kehilangan, banyak musuh (boleh dipakai)
6. Bulan Jw. Jumadilakhir : kaya akan mas dan perak
7. Bulan Rejeb : banyak kawan selamat
8. Bulan Jw. Ruwah : selamat
9. Bulan puasa : banyak bencananya (jangan dipakai)
10. Bulan Jw. Syawal : sedikit rejekinya, banyak hutang (boleh dipakai)
11. Bulan Jw. Dulkaidah : kekurangan, sakit-sakitan, bertengkar dengan teman (jangan dipakai)
12. Bulan Jw. Besar : senang dan selamat
BULAN TANPA ANGGARA KASIH
Hari anggara kasih adalah selasa kliwon, disebut hari angker sebab hari itu adalah permulaan masa wuku. Menurut adat Jawa malamnya (senin malam menghadap) anggara kasih orang bersemedi, mengumpulkna kekuatan batin untuk kesaktian dan kejayaan. Siang harinya (selasa kliwon) memelihara, membersihkan pusaka wesi aji, empu mulai membikin keris dalam majemur wayang.
Bulan – bulan anggoro kasih tidak digunakan untuk mati, hajat-hajat lainnya dan apa saja yang diangggap penting.
Adapun bulan-bulan tanpa anggara kasih adalah:
1. dalam tahun Alib bulan 2 : Jumadilakhir dan besar
2. dalam tahun ehe bulanl 2 dan : jumadilakhir
3. dalam tahun jimawal bulan 2 : Suro dan rejeb
4. dalam tahun Je bulan 2 : Sapar
5. dalam tahun Dal bulan 2 : yaitu sapar dan puasa
6. dalam tahun Be bulan 2 : mulud dan syawan
7. dalam tahun wawu bulan 2 : Bakdomulud/syawal
8. dalam tahuin Jimakir bulan 2 : Jumadilawal dan Dulkaidkah
SAAT TATAL
Saat tatal dibawah ini untuk memilih waktu yang baik untuk mantu juga untuk pindah rumah, berpergian jauh dan memulai apa saja yang dianggap penting.
Kerentuan saat itu jatuh pada pasaran (tidak pada harinya ) :
1. pasaran legi : mulai jam 06.00 nasehet.mulai jam 08.24 Rejeki : mulai jam 25.36 rejeki mulai dri jam 10 48 selamat, mulai jam 13.12 pangkalan atau (halangan) mulai jam 15.36 pacak wesi
2. pasaran pahing : mulai jam 06.00 rejeki, jam 08.24 selamat, jam 10.48 pangkalan, jam 13.12 pacak wesi, jam 15.36 nasehat.
3. pasaran pon : mulai jam 06.00 selamat, jam 08.24 pangkalan, jam 10.48 pacak wesi, jam 13.12 nasehat, jam 15.36 rejeki
4. pasaran wage mulai jam 06.00 pangkalan, jam 08.24 pacak wesi, jam 13.12 nasehat jam 15.36 selamat.
5. pasaran kliwon, mulai jam 06.00 pacak wesi, jam 08.24 nasehat, jam 10.48 rejeki, jam 13-12 selamat jam 13.36 pangkalan.
HARI PASARAN UNTUK PERKAWINAN
Neptu dan hari pasaran dijumlah kemudian dikurangi/dibuang enam-enam apabila tersisa:
1 jatuh, mati, (tidak baik) asalnya bumi
2 jatuh, jodoh (baik) asalnya jodoh dengan langit
3 jatuh , selamat atau baik asalnya barat
4 jatuh, cerai atau tidak baik asalnya timur
5 jatuh, prihatin (tidak baik) asalnya selatan
6 jatuh, mati besan (tidak baik) asalnya utara
By Yudi Prayitno, # 6. May 2008, 05:34:37
filosofi orang Jawa lama yang memiliki pandangan bahwa jika seseorang ingin kesempurnaan dalam hidupnya, maka dia harus memiliki 5 (lima) hal.
Kelima hal tersebut adalah sebagai berikut :
1. Peksi (burung)
Di jaman dahulu, orang Jawa pasti miliki burung sebagai peliharaan. Burung yang biasanya dipelihara adalah burung perkutut karena suaranya yang merdu. Jadi, manusia diharapkan memiliki suara yang bagus. Dalam artian, ketika berbicara, manusia harus tahu tata karma, adat, dan berbicara tidak dengan suara yang sombong atau memegahkan diri.
2. Wanita
Wanita disini bukan berarti bahwa untuk sempurna, manusia harus memiliki istri yang cantik atau bahkan harus memiliki banyak istri. Akan tetapi yang dimaksud dalam filosofi tersebut adalah wanita dalam arti kiasan. Wanita identik dengan cinta kasih dan kelembutan. Jadi, dalam hidupnya manusia hendaknya memiliki rasa cinta kasih dan kelembutan, tidak disertai dengan nafsu amarah dan angkara murka.
3. Keris
Keris merupakan salah satu hal yang wajib bagi orang jaman dahulu. Keris digunakan sebagai senjata untuk mempertahankan diri. Tetapi bukan berarti untuk sempurna sesorang harus mempunyai senjata, melainkan memiliki kewaspadaan.
4. Turangga (kuda)
Kuda merupakan sarana transportasi favorit jaman dahulu. Namun, bukan berarti untuk menjadi sempurna seseorang harus mempunyai kendaraan yang mewah di jaman modern ini. Kuda merupakan simbol pengendalian (karena jika orang menaiki kuda maka dia akan memegang tali kendali). Jadi, jika ingin sempurna, manusia harus bisa mengendalikan semua nafsu yang menguasai dirinya. Intinya adalah pengendalian diri.
5. Wisma (rumah)
Rumah yang dimaksud disini bukan merupakan rumah mewah ataupun rumah yang banyak. Namun, perlambang rumah disini memiliki maksud untuk mengingatkan kembali bahwa manusia akan kembali kerumah atau asal manusia,yaitu kepada Sang Pencipta. Wong urip kuwi ming mampir ngombe (hidup manusia itu hanya mampir minum) hidup itu cuman sebentar seperti halnya orang yang bertamu/mampir untuk minum menghilangkan rasa haus dan akhirnya kan kembali ke Sang Pencipta.
By Yudi Prayitno, # 6. May 2008, 05:36:37
Bicara Kejawen pasti tak bisa lepas dari Ramalan Jayabaya....
Ini syairnya..... (Peace)
Syair Jayabaya
Jayabaya's Words
Besuk yen wis ana kreta tanpa jaran.
Kelak jika sudah ada kereta tanpa kuda.
One day there will be a cart without a horse.
Tanah Jawa kalungan wesi.
Tanah Jawa berkalung besi.
The island of Java will wear a necklace of iron.
Prahu mlaku ing dhuwur awang-awang.
Perahu berlayar di ruang angkasa.
There will be a boat flying in the sky.
Kali ilang kedhunge.
Sungai kehilangan lubuk.
The river will loose its current.
Pasar ilang kumandhang.
Pasar kehilangan suara.
There will be markets without crowds.
Iku tandha yen tekane jaman Jayabaya wis cedhak.
Itulah pertanda jaman Jayabaya telah mendekat.
These are the signs that the Jayabaya era is coming.
Bumi saya suwe saya mengkeret.
Bumi semakin lama semakin mengerut.
The earth will shrink.
Sekilan bumi dipajeki.
Sejengkal tanah dikenai pajak.
Every inch of land will be taxed.
Jaran doyan mangan sambel.
Kuda suka makan sambal.
Horses will devour chili sauce.
Wong wadon nganggo pakeyan lanang.
Orang perempuan berpakaian lelaki.
Women will dress in men?s clothes.
Iku tandhane yen wong bakal nemoni wolak-waliking jaman.
Itu pertanda orang akan mengalami jaman berbolak-balik.
These are signs that the people is facing the era of turning upside down.
Akeh janji ora ditetepi.
Banyak janji tidak ditepati.
Many promises unkept.
Akeh wong wani nglanggar sumpahe dhewe.
Banyak orang berani melanggar sumpah sendiri.
Many break their oath.
Manungsa padha seneng nyalah.
Orang-orang saling lempar kesalahan.
People will tend to blame on each other.
Ora ngendahake hukum Allah.
Tak peduli akan hukum Allah.
They will ignore God?s law.
Barang jahat diangkat-angkat.
Yang jahat dijunjung-junjung.
Evil things will be lifted up.
Barang suci dibenci.
Yang suci (justru) dibenci.
Holy things will be despised.
Akeh manungsa mung ngutamakke dhuwit.
Banyak orang hanya mementingkan uang.
Many people will become fixated on money.
Lali kamanungsan.
Lupa jati kemanusiaan.
Ignoring humanity.
Lali kabecikan.
Lupa hikmah kebaikan.
Forgetting kindness.
Lali sanak lali kadang.
Lupa sanak lupa saudara.
Abandoning their families.
Akeh bapa lali anak.
Banyak ayah lupa anak.
Fathers will abandon their children.
Akeh anak wani nglawan ibu.
Banyak anak berani melawan ibu.
Children will be disrespectful to their mothers.
Nantang bapa.
Menantang ayah.
And battle against their fathers.
Sedulur padha cidra.
Saudara dan saudara saling khianat.
Siblings will collide violently.
Kulawarga padha curiga.
Keluarga saling curiga.
Family members will be suspicious of each other.
Kanca dadi mungsuh.
Kawan menjadi lawan.
Friends become enemies.
Akeh manungsa lali asale.
Banyak orang lupa asal-usul.
People will forget their roots.
Ukuman Ratu ora adil.
Hukuman Raja tidak adil
The ruler?s judgements will be unjust.
Akeh pangkat sing jahat lan ganjil.
Banyak pembesar jahat dan ganjil
There will be many peculiar and evil leaders.
Akeh kelakuan sing ganjil.
Banyak ulah-tabiat ganjil
Many will behave strangely.
Wong apik-apik padha kapencil.
Orang yang baik justru tersisih.
Good people will be isolated.
Akeh wong nyambut gawe apik-apik padha krasa isin.
Banyak orang kerja halal justru malu.
Many people will be too embarrassed to do the right things.
Luwih utama ngapusi.
Lebih mengutamakan menipu.
Choosing falsehood instead.
Wegah nyambut gawe.
Malas menunaikan kerja.
Many will be lazy to work.
Kepingin urip mewah.
Inginnya hidup mewah.
Seduced by luxury.
Ngumbar nafsu angkara murka, nggedhekake duraka.
Melepas nafsu angkara murka, memupuk durhaka.
They will take the easy path of crime and deceit.
Wong bener thenger-thenger.
Si benar termangu-mangu.
The honest will be confused.
Wong salah bungah.
Si salah gembira ria.
The dishonest will be joyful.
Wong apik ditampik-tampik.
Si baik ditolak ditampik.
The good will be rejected.
Wong jahat munggah pangkat.
Si jahat naik pangkat.
The evil ones will rise to the top.
Wong agung kasinggung.
Yang mulia dilecehkan
Noble people will be abused.
Wong ala kapuja.
Yang jahat dipuji-puji.
Evil doers will be worshipped.
Wong wadon ilang kawirangane.
Perempuan hilang malu.
Women will become shameless.
Wong lanang ilang kaprawirane.
Laki-laki hilang perwira
Men will loose their courage.
Akeh wong lanang ora duwe bojo.
Banyak laki-laki tak mau beristri.
Men will choose not to get married.
Akeh wong wadon ora setya marang bojone.
Banyak perempuan ingkar pada suami.
Women will be unfaithful to their husbands.
Akeh ibu padha ngedol anake.
Banyak ibu menjual anak.
Mothers will sell their babies.
Akeh wong wadon ngedol awake.
Banyak perempuan menjual diri.
Women will engage in prostitution.
Akeh wong ijol bebojo.
Banyak orang tukar pasangan.
Couples will trade partners.
Wong wadon nunggang jaran.
Perempuan menunggang kuda.
Women will ride horses.
Wong lanang linggih plangki.
Laki-laki naik tandu.
Men will be carried in a stretcher.
Randha seuang loro.
Dua janda harga seuang (Red.: seuang = 8,5 sen).
Two divorcees will be valued at 8,5 cents.
Prawan seaga lima.
Lima perawan lima picis.
A virgin will be valued at 10 cents.
Dhudha pincang laku sembilan uang.
Duda pincang laku sembilan uang.
A crippled widower will be valued at nine uang?s
Akeh wong ngedol ngelmu.
Banyak orang berdagang ilmu.
Many will earn their living by trading their knowledge.
Akeh wong ngaku-aku.
Banyak orang mengaku diri.
Many will claims other?s merits as their own.
Njabane putih njerone dhadhu.
Di luar putih di dalam jingga.
White outwardly but orange inwardly
Ngakune suci, nanging sucine palsu.
Mengaku suci, tapi palsu belaka.
They will proclaim their righteousness despite their sinful ways.
Akeh bujuk akeh lojo.
Banyak tipu banyak muslihat.
Many will use sly and dirty tricks.
Akeh udan salah mangsa.
Banyak hujan salah musim.
Rains will fall in the wrong season.
Akeh prawan tuwa.
Banyak perawan tua.
Many women will remain virgins into their old age.
Akeh randha nglairake anak.
Banyak janda melahirkan bayi.
Many divorcees will give birth.
Akeh jabang bayi lahir nggoleki bapakne.
Banyak anak lahir mencari bapanya.
Newborns will search for their fathers.
Agama akeh sing nantang.
Agama banyak ditentang.
Religions will be attacked.
Prikamanungsan saya ilang.
Perikemanusiaan semakin hilang.
Humanitarianism will no longer have importance.
Omah suci dibenci.
Rumah suci dijauhi.
Holy temples will be hated.
Omah ala saya dipuja.
Rumah maksiat makin dipuja.
They will be more fond of praising evil places.
Wong wadon lacur ing ngendi-endi.
Di mana-mana perempuan lacur
Prostitution will be everywhere.
Akeh laknat.
Banyak kutuk
There will be many worthy of damnation.
Akeh pengkianat.
Banyak pengkhianat.
There will be many betrayals.
Anak mangan bapak.
Anak makan bapak.
Children will be against father.
Sedulur mangan sedulur.
Saudara makan saudara.
Siblings will be against siblings.
Kanca dadi mungsuh.
Kawan menjadi lawan.
Friends will become enemies.
Guru disatru.
Guru dimusuhi.
Guru is treated as an enemy.
Tangga padha curiga.
Tetangga saling curiga.
Neighbours will become suspicious of each other.
Kana-kene saya angkara murka.
Angkara murka semakin menjadi-jadi.
And ruthlessness will be everywhere.
Sing weruh kebubuhan.
Barangsiapa tahu terkena beban.
The eyewitness has to take the responsibility.
Sing ora weruh ketutuh.
Sedang yang tak tahu disalahkan.
The ones who know nothing will be prosecuted.
Besuk yen ana peperangan.
Kelak jika terjadi perang.
One day when there will armagedon.
Teka saka wetan, kulon, kidul lan lor.
Datang dari timur, barat, selatan, dan utara.
In the east, in the west, in the south, and in the north.
Akeh wong becik saya sengsara.
Banyak orang baik makin sengsara.
Good people will suffer more.
Wong jahat saya seneng.
Sedang yang jahat makin bahagia.
Bad people will be happier.
Wektu iku akeh dhandhang diunekake kuntul.
Ketika itu burung gagak dibilang bangau.
When this happens, crow will be said heron.
Wong salah dianggep bener.
Orang salah dipandang benar.
The wrong person will be assumed to be honest.
Pengkhianat nikmat.
Pengkhianat nikmat.
Betrayers will live in the utmost of material comfort.
Durjana saya sempurna.
Durjana semakin sempurna.
The deceitful will decline even further.
Wong jahat munggah pangkat.
Orang jahat naik pangkat.
The evil persons will rise to the top.
Wong lugu kebelenggu.
Orang yang lugu dibelenggu.
The modest will be trapped.
Wong mulya dikunjara.
Orang yang mulia dipenjara.
The noble will be imprisoned.
Sing curang garang.
Yang curang berkuasa.
The fraudulent will be ferocious.
Sing jujur kojur.
Yang jujur sengsara.
The honest will unlucky.
Pedagang akeh sing keplarang.
Pedagang banyak yang tenggelam.
Many merchants will fly in a mess.
Wong main akeh sing ndadi.
Penjudi banyak merajalela.
Gamblers will become more addicted to gambling.
Akeh barang haram.
Banyak barang haram.
Illegal things will be everywhere.
Akeh anak haram.
Banyak anak haram.
Many babies will be born outside of legal marriage.
Wong wadon nglamar wong lanang.
Perempuan melamar laki-laki.
Women will propose marriage.
Wong lanang ngasorake drajate dhewe.
Laki-laki memperhina derajat sendiri.
Men will lower their own status.
Akeh barang-barang mlebu luang.
Banyak barang terbuang-buang.
The merchandise will be left unsold.
Akeh wong kaliren lan wuda.
Banyak orang lapar dan telanjang.
Many people will suffer from starve and stark-naked.
Wong tuku ngglenik sing dodol.
Pembeli membujuk penjual.
Buyers will flatter the sellers.
Sing dodol akal okol.
Si penjual bermain siasat.
Sellers will play tricks and muscles.
Wong golek pangan kaya gabah diinteri.
Mencari rizki ibarat gabah ditampi.
The way people earn a living will be as paddies being sifted.
Sing kebat kliwat.
Siapa tangkas lepas.
Some will go wild out of control.
Sing telah sambat.
Siapa terlanjur menggerutu.
Those who are too far groaning.
Sing gedhe kesasar.
Si besar tersasar.
The ones on the top will get lost.
Sing cilik kepleset.
Si kecil terpeleset.
The ordinary people will slip.
Sing anggak ketunggak.
Si congkak terbentur.
The arrogant ones will be collided.
Sing wedi mati.
Si takut mati.
The fearful ones will not survive.
Sing nekat mbrekat.
Si nekat mendapat berkat.
The risk takers will be successful.
Sing jerih ketindhih.
Si hati kecil tertindih
The ones who are afraid will be crushed.
Sing ngawur makmur.
Yang ngawur makmur
The careless ones will be wealthy.
Sing ngati-ati ngrintih.
Yang berhati-hati merintih.
The careful ones will whine about their suffering.
Sing ngedan keduman.
Yang main gila menerima bagian.
The crazy ones will get their portion.
Sing waras nggagas.
Yang sehat pikiran berpikir.
The ones who are healthy will think wisely.
Wong tani ditaleni.
Si tani diikat.
The farmers will be controlled.
Wong dora ura-ura.
Si bohong menyanyi-nyanyi
Those who are corrupt will sing happily.
Ratu ora netepi janji, musna panguwasane.
Raja ingkar janji, hilang wibawanya.
The rulers do not keep their promises, will lose their power.
Bupati dadi rakyat.
Pegawai tinggi menjadi rakyat.
The leaders will become ordinary persons.
Wong cilik dadi priyayi.
Rakyat kecil jadi priyayi.
The ordinary people will become leaders.
Sing mendele dadi gedhe.
Yang curang jadi besar.
The dishonest persons will rise to the top.
Sing jujur kojur.
Yang jujur celaka.
The honest ones will be unlucky.
Akeh omah ing ndhuwur jaran.
Banyak rumah di punggung kuda.
There will be many houses on horses? back.
Wong mangan wong.
Orang makan sesamanya.
People will attack other people.
Anak lali bapak.
Anak lupa bapa.
Children will ignore their fathers.
Wong tuwa lali tuwane.
Orang tua lupa ketuaan mereka.
The olds forget their oldness.
Pedagang adol barang saya laris.
Jualan pedagang semakin laris.
Merchants will sell out of their merchandise.
Bandhane saya ludhes.
Namun harta mereka makin habis.
Yet, they will lose money.
Akeh wong mati kaliren ing sisihe pangan.
Banyak orang mati lapar di samping makanan.
Many people will die from starvation in prosperous times.
Akeh wong nyekel bandha nanging uripe sangsara.
Banyak orang berharta tapi hidup sengsara.
Many people will have lots of money yet, be unhappy in their live.
Sing edan bisa dandan.
Yang gila bisa bersolek.
The crazy one will be beautifully attired.
Sing bengkong bisa nggalang gedhong.
Si bengkok membangun mahligai.
The insane will be able to build a lavish estate.
Wong waras lan adil uripe nggrantes lan kepencil.
Yang waras dan adil hidup merana dan tersisih.
The ones who are fair and sane will suffer in their lives and will be isolated.
Ana peperangan ing njero.
Terjadi perang di dalam.
There will be internal wars.
Timbul amarga para pangkat akeh sing padha salah paham.
Terjadi karena para pembesar banyak salah faham.
As a result of misunderstandings between those at the top.
Durjana saya ngambra-ambra.
Kejahatan makin merajalela.
The numbers of evil doers will increase sharply.
Penjahat saya tambah.
Penjahat makin banyak.
There will be more criminals.
Wong apik saya sengsara.
Yang baik makin sengsara.
The good people will live in misery.
Akeh wong mati jalaran saka peperangan.
Banyak orang mati karena perang.
There will be many people die in a war.
Kebingungan lan kobongan.
Karena bingung dan kebakaran.
Others will be disoriented, and their property burnt.
Wong bener saya thenger-thenger.
Si benar makin tertegun.
The honest will be confused.
Wong salah saya bungah-bungah.
Si salah makin sorak sorai.
The dishonest will be joyful.
Akeh bandha musna ora karuan lungane.
Akeh pangkat lan drajat pada minggat ora karuan sababe
Banyak harta hilang entah ke mana.
Banyak pangkat dan derajat lenyap entah mengapa.
There will be disappearance of great riches, titles, and jobs.
Akeh barang-barang haram, akeh bocah haram.
Banyak barang haram, banyak anak haram.
There will be many illegal goods.
Bejane sing lali, bejane sing eling.
Beruntunglah si lupa, beruntunglah si sadar.
Good luck for the ignoramus, good luck for anyone who is aware.
Nanging sauntung-untunge sing lali.
Tapi betapapun beruntung si lupa.
Yet, no matter how lucky is the ignoramus.
Isih untung sing waspada.
Masih lebih beruntung si waspada.
It is more lucky for anyone who is alert.
Angkara murka saya ndadi.
Angkara murka semakin menjadi.
Ruthlessness will become worse.
Kana-kene saya bingung.
Di sana-sini makin bingung.
Everywhere the situation will be chaotic.
Pedagang akeh alangane.
Pedagang banyak rintangan.
Doing business will be more difficult.
Akeh buruh nantang juragan.
Banyak buruh melawan majikan.
Workers will challenge their employers.
Juragan dadi umpan.
Majikan menjadi umpan.
The employers will become bait.
Sing suwarane seru oleh pengaruh.
Yang bersuara tinggi mendapat pengaruh.
Those who speak out will be more influential.
Wong pinter diingar-ingar.
Si pandai direcoki.
The wise ones will be ridiculed.
Wong ala diuja.
Si jahat dimanjakan.
The evil ones will be spoiled.
Wong ngerti mangan ati.
Orang yang mengerti makan hati.
The knowledgeable ones will be in much distress.
Bandha dadi memala.
Hartabenda menjadi penyakit
The material comfort will incite crime.
Pangkat dadi pemikat.
Pangkat menjadi pemukau.
Rank and position will become enticing.
Sing sawenang-wenang rumangsa menang.
Yang sewenang-wenang merasa menang
Those who act arbitrarily will feel as if they are the winners.
Sing ngalah rumangsa kabeh salah.
Yang mengalah merasa serba salah.
Those who act wisely will feel as if everything is wrong.
Ana Bupati saka wong sing asor imane.
Ada raja berasal orang beriman rendah.
There will be leaders who are weak in their faith.
Patihe kepala judhi.
Maha menterinya benggol judi
The chief minister is no one but a leader of the gamblers.
Wong sing atine suci dibenci.
Yang berhati suci dibenci
Those who have a holy heart will be rejected.
Wong sing jahat lan pinter jilat saya derajat.
Yang jahat dan pandai menjilat makin kuasa.
Those who are evil, and know how to flatter their boss, will be promoted.
Pemerasan saya ndadra.
Pemerasan merajalela.
Human exploitation will be worse.
Maling lungguh wetenge mblenduk.
Pencuri duduk berperut gendut.
The corpulent thieves will be able to sit back and relax.
Pitik angrem saduwure pikulan.
Ayam mengeram di atas pikulan.
The hen will hacth eggs in a carrying pole.
Maling wani nantang sing duwe omah.
Pencuri menantang si empunya rumah.
Thieves will not be afraid to challenge the target.
Begal pada ndhugal.
Penyamun semakin kurang ajar.
Robbers will dissent into greater evil.
Rampok padha keplok-keplok.
Perampok semua bersorak-sorai.
Looters will be given applause.
Wong momong mitenah sing diemong.
Si pengasuh memfitnah yang diasuh
People will slander their caregivers.
Wong jaga nyolong sing dijaga.
Si penjaga mencuri yang dijaga.
Guards will steel the very things they are to protect.
Wong njamin njaluk dijamin.
Si penjamin minta dijamin.
Guarantors will ask for collateral.
Akeh wong mendem donga.
Banyak orang mabuk doa.
Many will ask for blessings.
Kana-kene rebutan unggul.
Di mana-mana berebut menang.
Everybody will compete for personal victory.
Angkara murka ngombro-ombro.
Angkara murka menjadi-jadi.
Ruthlessness will be everywhere.
Agama ditantang.
Agama ditantang.
Religions will be questioned.
Akeh wong angkara murka.
Banyak orang angkara murka.
Many people will be greedy for power, wealth and position.
Nggedhekake duraka.
Membesar-besarkan durhaka.
Rebelliousness will increase.
Ukum agama dilanggar.
Hukum agama dilanggar.
Religious law will be broken.
Prikamanungsan di-iles-iles.
Perikemanusiaan diinjak-injak.
Human rights will be violated.
Kasusilan ditinggal.
Tata susila diabaikan
Ethics will left behind.
Akeh wong edan, jahat lan kelangan akal budi.
Banyak orang gila, jahat dan hilang akal budi.
Many will be insane, cruel and immoral.
Wong cilik akeh sing kepencil.
Rakyat kecil banyak tersingkir.
Ordinary people will be segregated.
Amarga dadi korbane si jahat sing jajil.
Karena menjadi kurban si jahat si laknat.
They will become the victims of evil and cruel persons.
Banjur ana Ratu duwe pengaruh lan duwe prajurit.
Lalu datang Raja berpengaruh dan berprajurit.
Then there will come a ruler who is influential.
Lan duwe prajurit.
Dan punya prajurit.
And having armies.
Negarane ambane saprawolon.
Lebar negeri seperdelapan dunia.
The country will measured one-eighth of the world.
Tukang mangan suap saya ndadra.
Pemakan suap semakin merajalela.
The number of people who commit bribery will increase.
Wong jahat ditampa.
Orang jahat diterima.
The evil ones will be accepted.
Wong suci dibenci.
Orang suci dibenci.
The innocent ones will be rejected.
Timah dianggep perak.
Timah dianggap perak.
Tin will be thought to be silver.
Emas diarani tembaga.
Emas dibilang tembaga
Gold will be thought to be copper.
Dandang dikandakake kuntul.
Gagak disebut bangau.
A crow will be thought to be an heron.
Wong dosa sentosa.
Orang berdosa sentausa.
The sinful ones will be safe and live in tranquility.
Wong cilik disalahake.
Rakyat jelata dipersalahkan.
The poor will be blamed.
Wong nganggur kesungkur.
Si penganggur tersungkur.
The unemployed will be rooted up.
Wong sregep krungkep.
Si tekun terjerembab.
The diligent ones will be forced down.
Wong nyengit kesengit.
Orang busuk hati dibenci.
The people will seek revenge against the fiercely violent ones.
Buruh mangluh.
Buruh menangis.
Workers will suffer from overwork.
Wong sugih krasa wedi.
Orang kaya ketakutan.
The rich will feel unsafe.
Wong wedi dadi priyayi.
Orang takut jadi priyayi.
People who belong to the upper class will feel insecure.
Senenge wong jahat.
Berbahagialah si jahat.
Happiness will belong to the evil persons.
Susahe wong cilik.
Bersusahlah rakyat kecil.
Trouble will belong to the poor.
Akeh wong dakwa dinakwa.
Banyak orang saling tuduh.
Many will sue each other.
Tindake manungsa saya kuciwa.
Ulah manusia semakin tercela.
Human behaviour will fall short of moral enlightenment.
Ratu karo Ratu pada rembugan negara endi sing dipilih lan disenengi.
Para raja berunding negeri mana yang dipilih dan disukai.
Leaders will discuss and choose which countries are their favourites and which ones are not.
Hore! Hore!
Hore! Hore!
HurraHurrah!
Wong Jawa kari separo.
Orang Jawa tinggal separo.
The Javanese will remain half.
Landa-Cina kari sejodho.
Belanda-Cina tinggal sepasang.
The Dutch and the Chinese each will remain a pair.
Akeh wong ijir, akeh wong cethil.
Banyak orang kikir, banyak orang bakhil.
Many become stingy.
Sing eman ora keduman.
Si hemat tidak mendapat bagian.
The cautious ones will not get their portion.
Sing keduman ora eman.
Yang mendapat bagian tidak berhemat.
The ones who receive their portion will be prodigal.
Akeh wong mbambung.
Banyak orang berulah dungu.
Stupidity will be everywhere.
Akeh wong limbung.
Banyak orang limbung.
Bewildered persons will be everywhere.
Selot-selote mbesuk wolak-waliking jaman teka.
Lambat-laun datanglah kelak terbaliknya jaman.
One day, yet slowly, the age of turbulence will come.
(Ki Wulung)
By Yudi Prayitno, # 6. May 2008, 05:38:38
Jayabaya adalah salah seorang raja Kediri (1130-57), penerus Airlangga yang paling banyak dikenang, walaupun tentang masa pemerintahannya sendiri tidak banyak diketahui oleh sejarah.
Ketika itulah Empu Sedhah dan Empu Panuluh diperintahnya menyadur Mahabharata Sanskerta ke dalam kakawin Jawa Kuno Bhratayuddha. Empu Panuluh juga menggubah kakawin Gatotkacasraya dan Hariwamsa, sebagai puja-puji persembahannya pada junjungannya Sang Mapanji Jayabhaya Sri Dharmeswara Madhusuddhama Wartamindita itu.
Jaman Kediri, khususnya semasa Kameswara (1115-30) dan Jayabaya (1130-57), memang merupakan jaman mas bagi perkembangan sastra Jawa Kuno. Karena itulah tradisi Jawa mengatakan, bahwa
Raja Jayabaya telah meramalkan tentang masa keruntuhan kerajaannya sendiri, dan sekaligus tentang kebangkitan dan kejayaannya kembali di kelak kemudian hari. Ramalan tentang jatuh-bangunnya ?Negeri Jawa? atau Nusantara.
(Andaikan aku orang Jawa Asli..... sekarang mah banyak... Jawa tapi ora Jawa).... Orang Timur tapi tidak menghormati.mengikuti adat timur....
By Yudi Prayitno, # 6. May 2008, 05:40:30
Secara garis besar konon kisah wayang ramayana itu menunjukan bahwa manusia itu harus bergelut dengan dirinya sendiri terlebih dahulu sebelum mencapai pencerahan atau mendapatkan wahyu. disini penggambaran itu di gambarkan sebagai berikut.
Rama: digambarkan sebagai satria, sang diri atau pancer.
Shinta: digambarkan sebagai wahyu atau pencerahan yang harus dicari atau dicapai.
Rahwana: digambarkan sebagai sang nafsu merah yang mencuri perhatian dan waktu satria sehingga menjauhkan manusia dari pencapaian wahyu. penuh dengan amarah dan nafsu memiliki yang membuat manusia menjauh dari pencapaian.
Sarpakenaka:[/b[ digambarkan sebagai sang nafsu hitam yang digambarkan getol mendukung sang nafsu merah dan merintangi manusia dari pencapaian pencerahan. penuh dengan nafsu kejahatan dan pelampiasan.
Kumbakarna digambarkan sebagai nafsu kuning yang berusaha untuk menggunakan logika dalam berpikir, dan ahirnya walo mengetahui kebenaran tetap teguh membela apa yang dirasa benar. tapi kadang kala justru merintangi pencarian karena merasa perlu menjaga apa yang "menurutnya" benar.
Wibisana dan Hanoman digambarkan sebagai nafsu putih yang terkalahkan dan menyingkir menyeberang jalan untuk bersatu dengan diri pribadi memerangi ke 3 nafsu tersebut.
Jalanya cerita juga jelas dimulai dari pencurian shinta oleh rahwana sebagai bentuk dari pencurian kesadaran manusia oleh emosi dan nafsu merah. dimana sering dalam keadaan kita emosi maka sangat sulit mempertahankan kesadaran. emosi adalah simbol rahwana yang selalu siap nyolong shinta, kesadaran kita.
Kemudian sadarlah sang diri, yang kemudian atas bantuan hanoman mencaris ang shinta yang kemudian bersatu dengan wibisana ketika ebrjalan ke alengka. disini ditunjukan bahwa sang diri harus mendekat dan percaya kepada sifat putih yang ada dalam diri masing masing.
dan terjadilah perang yang kemudian berujung pada kalahnya kumbakarna, sarpakenaka, dan rahwana. kumbakarna kalah dengan tangan dan kaki terpotong, menghadapi nafsu kuning kita harus bisa memotong "angan-angan" yang menjadi lambang kaki tangan kumbakarna.
matinya sarpakenaka karena kerisnya sendiri. disini bisa diberi arti bahwa seharusnya kita menyadari bahwa semua perbuatan jahat itu merusak. dengan menyadari akan keburukan diri. maka kita akan insyaf. keinsyafan sebab mau merenung dan menyadari itu dianggap sebagai keris sarpakenaka.
terahir kita akan berhadapan dengan rahwana yang punya dasa, sepuluh wajah dan kepala. lambang begitu banyak alasan yang kita ungkapkan untuk menunjang pembelaan diri kita. dimana di putus satu akan tumbuh lagi lainya. hanya memutuskan semuanya maka sang rahwana akan gugur. dan shinta sang wahyu kembali ke pangkuan sang diri.
By Yudi Prayitno, # 6. May 2008, 05:43:39
Berdirinya kerajaan Mataram islam memberi warna baru dalam sejarah penanggalan di jawa. Tepatnya ketika pemerintahan Sri Sultan Agung Prabu Anyakrakusuma, ditetapkanlah pemberlakuan Tahun jawa. Adapun sistem penanggalan tahun jawa adalah mengikuti penanggalan hijriah, yaitu berdasarkan perputaran bulan ,atau di sebut komariah. Sistem penanggalan ini disepakati berlaku di seluruh wilayah mataram, yaitu pulau madura dan seluruh jawa (kecuali banten yang bukan kekuasaan mataram). Hari itu jumat legi tanggal 1 muharram 1043 hijriah bertepatan dengan tahun saka 1555, dan tahun 1633 masehi, di tetapkan sebagai awal tahun jawa 1555 (melestarikan peninggalan penanggalan saka).
Ada tiga hal penting dalam pemberlakuan tahun jawa:
1)Mempertahankan kebudayaan asli jawa dengan mewadahi Pakuwon dan sebangsanya yang diperlukan dalam memperingati hari kelahiran orang jawa, mengerti watak dasar manusia dan prediksi peruntungan menurut primbon jawa.
2)Melestarikan kebudayaan hindu yang kaya akan kesusasteraan, kesenian, arsitektur candi dan agama. Hal ini sangat penting karena kebudayaan hindu telah berhasil menghiasi dan memperindah budaya jawa selama berabad-abad sebelumnya.
3)Menyelaraskan kebudayaan jawa dan kebudayaan arab.
Sistem penanggalan tahun jawa yang serupa dengan penanggalan hijriah yaitu Komariah, akan memudahkan masyarakat islam di jawa untuk menjalankan ibadahnya dengan hari-hari suci/besar islam.
Dengan begitu, penanggalan tahun jawa mampu mengakomodasi tiga golongan utama masyarakat jawa ketika itu, yaitu golongan orang jawa kuno (asli), golongan masyarakat hindu, dan golongan islam.
Pada sekitar abad 12, pulau Jawa berada dalam pengaruh 3 aliran yg berbeda, yaitu.. ajaran Hindu, Mokso Jawi dan Islam.
Mokso Jawi sendiri adalah rangkaian ilmu yg pada intinya mengupas tentang kedigdayaan yg bersumber dari para raja lelembut. Simbol dari ajaran ilmu ini kemudian digambarkan sebagai bentuk keris.
Sedangkan Islam telah ada di pulau Jawa sejak abad 9. Ajaran ini dibawa dari kota Misri oleh seorang Waliyullah Kamil bernama Syekh Sanusi dan muridnya bernama Muhammad Al Bakhry. Namun ajaran Islam di pulau Jawa baru masyhur pada abad 13 dan 14, yakni pada zamannya para Wali Songo...
By Yudi Prayitno, # 6. May 2008, 05:45:41
Orang Jawa tradisional percaya eksistensi dari sedulur papat (saudara empat) yang selalu menyertai seseorang dimana saja dan kapan saja, selama orang itu hidup didunia. Mereka memang ditugaskan oleh kekausaan alam untuk selalu dengan setia membantu, mereka tidak tidak punya badan jasmani, tetapi ada baik dan kamu juga harus mempunyai hubungan yang serasi dengan mereka yaitu :
a. Kakang kawah, saudara tua kawah, dia keluar dari gua garba ibu sebelum kamu, tempatnya di timur warnanya putih.
b. Adi ari-ari, adik ari-ari, dia dikeluarkan dari gua garba ibu sesudah kamu, tempatnya di barat warnanya kuning.
c. Getih, darah yang keluar dari gua garba ibu sewaktu melahirkan, tempatnya di selatan warnanya merah
d. Puser, pusar yang dipotong sesudah kelahiranmu, tempatnya di utara warnanya hitam.
Selain sedulur papat diatas, yang lain adalah Kalima Pancer, pancer kelima itulah badan jasmani kamu. Merekalah yang disebut sedulur papat kalimo pancer, mereka ada karena kamu ada. Sementara orang menyebut mereka keblat papat lima tengah, ( empat jurusan yang kelima ada ditengah ). Mereka berlima itu dilahirkan melalui ibu, mereka itu adalah Mar dan Marti, berbentuk udara. Mar adalah udara, yang dihasilkan karena perjuangan ibu saat melahirkan bayi, sedangkan Marti adalah udara yang merupakan rasa ibu sesudah selamat melahirkan si jabang bayi. Secara mistis Mar dan Marti ini warnanya putih dan kuning, kamu bisa meminta bantuan Mar dan Marti hanya sesudah kamu melaksankan tapa brata ( laku spiritul yang sungguh-sungguh )
Quote:
Tingkatkan sembah, menyembah kepada Tuhan Yang Maha Esa yang berarti juga menghormati dan memujaNYA, istilah lainnya ialah Pujabrata. Ada guru laku yang mengatakan bahwa seseorang itu tidak diperkenankan melakukan pujabrata, sebelum melewati tapabrata.
By Yudi Prayitno, # 6. May 2008, 05:49:15
Ini adalah tapa dari badan jasmani, seperti diketahui badan hanyalah mengikuti perintah batin dan kehendak. Badan itu maunya menyenag-nyenangkan diri, merasa gembira tanpa batas. Mulai hari ini, usahakan supaya badan menuruti kehendak cipta yaitu dengan jalan: bangun pagi hari, mandi, jangan malas lalau sebagai manusia normal bekerjalah. Makanlah makanan yang tidak berlebihan dan tidur secukupnya saja: makan pada waktu lapar, minum pada waktu haus, tidur pada waktu sudah mengantuk, pelajarilah ilmu luhur yang berguna untuk diri sendiri dan orang lain.
Sembah cipta
1. kamu harus melatih pikiranmu kepada kenyataan sejati kawula engenal Gusti.
2. Kamu harus selalu mengerjakan hal-hal yang baik dan benar, kontrollah nafsumu dan taklukan keserakahan. Dengan begitu rasa kamu akan menjadi tajam dan kamu akan mulai melihat kenyataan.
Berlatih cipta sebagai berikut :
1. Lakukan dengan teratur ditengah, ditempat yang sesuai.
2. Konsentrasikan rasa kamu
3. Jangan memaksa ragamu, laksanakan dengan santai saja
4. Kehendahmu jernih, fokuskan kepada itu
5. Biasakanlah melakukan hal ini, sampai kamu merasa bahwa apa yang kamu kerjakan itu adalah sesuatu yang memang harus kamu kerjakan, dan sama sekali tidak menjadi beban
Kini kamu berada dijalan yang menuju ke kenyataan sejati, kamu merasa seolah-olah sepi tidak ingat
By Yudi Prayitno, # 6. May 2008, 05:56:05
Tujuh macam tapa raga, yang perlu dilakukan
a. Tapa mata, mengurangi tidur artinya jangan mengejar pamrih.
b. Tapa telinga, mengurangi nafsu artinya jangan menuruti kehendak jelek.
c. Tapa hidung, mengurangi minum artinya jangan menyalahkan orang lain
d. Tapa bibir, mengurangi makan artinya jangan membicarakan kejelekan orang lain
e. Tapa tangan, jangan mencuri artinya jangan mudah memukul orang
f. Tapa alat seksual, mengurangi bercinta dan jangan berzinah
g. Tapa kaki, mengurangi jalan artinya jangan membuat kesalahan
Tujuh macam tapa jiwa yang perlu dilakukan
a. Tapa raga, rendah hati melaksanakan hanya hal yang baik
b. Tapa hati, bersyukur tidak mencurigai orang lain melakukan hal yang jahat
c. Tapa nafsu, tidak iri kepada sukses orang lain, tidak mengeluh dan sabar pada saat menderita
d. Tapa jiwa, setia tidak bohong, tidak mencampuri urusan orang
e. Tapa rasa, tenang dan kuat dalam panalongso
f. Tapa cahaya, bersifat luhur berpikiran jernih
g. Tapa hidup, waspada dan eling
Berketetapan hati
a. tidak ragu-ragu
b. selalu yakin orang yang kehilangan keyakinan atas kepercayaan diri adalah seperti pusaka yang kehilangan yoninya atau kekuatannya
Menghormati orang lain tanpa memandang jenis kelamin, kedudukan, suku, bangsa, kepercayaan dan agama, semua manusia itu sama : saya adalah kamu ( tat twan asi ). Artinya kalau kamu berbuat baik kepada orang lain, itu juga baik buat kamu, kalau kamu melukai orang lain itu juga melukai dirimu sendiri.
Untuk menghormati para guru" Hikmah & Kejawen di Nusantara tercinta ini
capek copas....
By Yudi Prayitno, # 6. May 2008, 05:59:37
aja turu sore kaki, ana dewa nganglang jagad
jangan tidur sore-sore, ada dewa keliling dunia
nyangking bokor kencanane, Isine donga tetulak
membawa tempayan emas miliknya, yang berisi doa-doa
ya iku bagianipun, wong melek sabar narima
yaitu sudah jatahnyanya, orang terjaga menerima yang menjadi haknya
Istilah Pandangan Hidup Jawa di sini mempergunakan pengertian yang longgar, jadi istilah ini dapat saja diganti dengan istilah-istilah lain yang mempunyai arti yang kurang lebih sama, seperti Filsafat Jawa (Abdulah Ciptoprawiro); Filsafah Kejawen atau istilah lain lagi. Tetapi pandangan hidup Jawa, ini tidaklah identik dengan Aliran Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa atau Islam Abangan atau Mistik Jawa dan lebih-lebih dengan ilmu-ilmu klenik. Sementara itu beberapa istilah lain seperti Agama Jawa atau Agama Jawi (Koentjaraningrat) the religion of jawa (Clifford Geertz) dan lain-lain, itu tidak identik dengan Pandangan Hidup Jawa sekalipun terlihat adanya beberapa segi persamaan.
Pandangan hidup Jawa bukanlah suatu agama, tetapi suatu pandangan hidup dalam arti yang luas, yang meliputi pandangan terhadap Tuhan dan alam semesta ciptaanNYA beserta posisi dan peranan manusia di dalamnya. Ini meliputi pula pandangan terhadap segala aspek kehidupan manusia, termasuk pula pandangan terhadap kebudayaan manusia beserta agama-agama yang ada.
Dengan meminjam istilah Bung Karno dalam pidato lahirnya Pancasila, pandangan hidup di sini adalah sama dengan Weltanschauung, yang dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (1989 : 1010) diberi arti sebagai Sikap terhadap kebudayaan, dunia dan hubungan manusia dengan alam sekitarnya, serta semangat dan pandangan hidup terdapat pada zaman tertentu. Jadi selain jelas bahwa pandangan hidup Jawa itu bukan suatu agama, jelas pula bahwa ia pun tidak identik dengan regiositas Jawa, karena cakupan pengertiannya lebih luas dari pada itu.
Berbeda dengan pendapat sementara pakar yang menyimpulkan bahwa ciri karakteristik regiositas Jawa dan pandangan hidup Jawa bukanlah sinkretisme tetapi suatu semangat yang saya beri nama tantularisme. Saya namakan demikian karena semangat ini bertumpu pada atau memancar dari ajaran Empu Tantular lewat kalimat kakawin Sutasoma :
Bhinneka Tunggal Ika Tan Hana Dharma Mangrwa, bermacam-macam sebutannya, tetapi Tuhan itu satu-tidak ada kebenaran yang mendua. Kalimat Empu Tantular ini jelas tidak hanya menekankan prinsip dan keyakinan tentang Keesaan Tuhan tetapi juga keesaan kebenaran! Disitulah letak semangat tantularisme yang merupakan inti pandangan hidup Jawa. Semangat semacam ini menjiwai dan menyemangati tidak hanya religiositas Jawa saja tetapi juga semua unsur dan aspek kebudayaan Jawa. Sifat karakteristik budaya Jawa yang religius, non doktriner, toleran, akomodatif dan optimistik itu terbentuk secara kokoh diatas fondasi tantularisme ini.
Budaya Jawa dan pandangan hidup Jawa memang telah dan akan selalu mengalami perubahan dan pergeseran sesuai dengan perkembangan jaman. Tetapi sejarah telah membuktikan bahwa perubahan-perubahan itu selama tidak sampai mencabut pandangan hidup Jawa dari akar dan sumber kekuatannya, yaitu tantularisme, yang adalah juga merupakan kristalisai dari proses sejarah yang amat panjang. Disinilah letak kekuatan budaya Jawa yang harus tetap dipertahankan dengan sadar. Semangat tantularisme yang merupakan sumber kekuatan Jawa itu sebenarnya bukan hanya cocok untuk orang Jawa. Ia bersifat universal. Oleh karena itu tantularisme juga merupakan sumbangan yang sebenarnya amat diperlukan oleh umat manusia sekarang ini
Permusuhan dan perang antar etnik; persaingan, kebencian dan kecemburuan antar pemeluk agama yang telah mengorbankan beribu-ribu nyawa manusia yang senantiasa terjadi sampai sekarang ini, semuanya akan dapat diredam oleh semangat tantularisme yang damai, sejuk dan bernafaskan ASIH ING SASAMI. Tantularisme memancarkan cinta kasih kepada sesama, yang juga diajarkan oleh semua agama yang dipeluk oleh orang-orang yang membenci itu! Islam, Kristen, Hindu, Budha, Sikh, dan lain-lain, semuanya mengajarkan cinta kasih kepada sesama; ironisnya sementara ini banyak pemeluknya saling membenci dan bermusuhan! Atas nama agama ???
Pengamatan yang tajam akan dapat melihat bahwa kecenderungan yang paling menonjol dalam budaya Jawa bukanlah kecenderungan sinkretik yang berupa kecenderungan atau semangat untuk membangun suatu sistem kepercayaan (termasuk agama) baru dengan menggabungkan unsur-unsur yang berasal dari sistem-sistem kepercayaan yang telah ada.
Para pengamat yang menyangkal sinkretisme sebagai ciri karektistik pandangan Jawa itu, mencoba mencari istilah-istilah lain yang dianggap lebih tepat, seperti istilah mosaik (Abdulah Ciptoprawir), coalition (Gonda) atau sekedar Percampuran atau Vermenging (Kern) istilah-istilah lain lagi yang juga dipakai oleh sementara pakar sebagai pengganti istilah sinkretisme adalah amalgamtion, blending, fusi atau fusion ( peleburan ) dan lain-lain.
Memang dalam pengamatan sinkretisme bukanlah ciri karaktistik pandangan Jawa, gejala sinkretisme dapat kita temui dimana-mana. Juga dalam berbagai agama yang kita kenal sekarang ini, bahkan dalam A Distionary Of Comparative Religion dinyatakan bahwa hanya sedikit saja agama yang benar-benar bebas dari sinkretisme. Di kalangan masyarakata Jawa, kecenderungan sinkretisme memang ada kecenderungan itu cukup besar, tetapi adalah tidak benar kalau disimpulkan bahwa sinkretisme adalah merupakan ciri karaktistik pandangan hidup Jawa, yang betul-betul merupakan ciri karaktistik menurut penghayatan adalah semangat tantularisme itu.
Istilah tantulisme ini masih baru dan tentunya masih asing bagi para pakar budaya Jawa. Sekalipun istilahnya baru, tetapi sebenarnya tuntalisme adalah semangat yang sudah sejak jaman dahulu tumbuh subur dikalangan masyarakat Jawa. Berbagai istilah alternatif terhadap sinkretisme tersebut bisa dipersepsikan semangat yang terdapat di dalam dan merupakan ciri karetistik pandangan Jawa. Istilah-istilah tersebut terkesan hanya menunjuk pada bentuk dan proses yang terjadi, bukan pada semangat. Istililah-istilah tersebut juga tidak mampu menunjuk secara tegas perbedaan yang mendasar dengan sinkretisme.
Prof. J.H.C Kern telah menuangkan pendapatnya melalui karangannya Over de Vermenging Van Civaisme en Buddhisme op Java, Naar aanleiding van het Oudjavaasch gedicht Sutasoma hanya terpukau pada proses percampuran atau vermenging antar dua agama yang menjadi obyek penelitiannya, yaitu Civaisme (Hindu) dan Buddhisme.
Kebudayaan Jawa sebagai subkultur Kebudayaan Nasional Indonesia, telah mengakar bertahun-tahun menjadi Pandangan Hidup dan Sikap Hidup orang Jawa. Sikap hidup masyarakat Jawa, memiliki identitas dan karakter yang menonjol yang dilandasi dengan nasehat-nasehat nenek moyang sampai turun temurun, hormat kepada sesama serta berbagai perlambang dalam ungkapan Jawa, menjadi jiwa seni dan budaya Jawa.
Dalam ungkapan Crah Agawe Bubrah - Rukun Agawe Santosa (permusuhan membuat perpecahan - kerukunan membuat damai) menghendaki keserasian dan keselarasan dengan pola pikir hidup saling menghormati. Perlambang dan ungkapan-ungkapan halus yang mengandung pendidikan moral, banyak kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari misalnya :
Aja Dumeh = Marasa dirinya lebih
Mulat Sarira, Hangrasa Wani = Mawas diri, instropeksi diri
Mikul duwur, Mendem jero= Menghargai/ menghormati serta menyimpan rahasia orang lain
Ajining diri saka obahing lati = Harga diri tergantung ucapannya
Prinsip pengendalian diri dengan Mulat Sarisa suatu sikap bijaksana untuk selalu berusaha tidak menyakiti perasaan orang lain, serta Aja Dumeh adalah peringatan kepada kita bahwa jangan takabur dan jangan sombong, tidak mementingkan diri sendiri dan lain sebagainya yang masih mempunyai arti yang sangat luas.
Kepercayaan terhadap roh nenek moyang, menyatu dengan kepercayaan terhadap kekuatan alam yang mempunyai pengaruh terhadap kehidupan manusia, menjadi ciri utama bahkan memberi warna khusus dalam kehidupan religiusitas serta adat istiadat masyarakat Jawa. Yaitu : Sinkretisme, Tantularisme dan Kejawen yang bersifat Toleran, Akomodatif serta Optimistik.
Berbagai perlambang dan ungkapan Jawa, merupakan cara penyampaian terselubung yang bermakna Piwulang atau pendidikan moral, karena adanya pertalian budi pekerti dengan kehidupan spiritual, menjadi petunjuk jalan dan arah terhadap kehidupan sejati. Terkemas hampir sempurna dalam seni budaya gamelan dan gending-gending serta kesenian wayang kulit purwa yang perkembanganya mempunyai warna yang unik, yaitu dari akar yang kuat, berpegang pada kepercayaan terhadap roh nenek moyang, kemudian bertambah maju setelah mengenal serta menggabungkan segala bentuk kesenian dari India dan dan kesenian asli Jawa serta menjadi sempurna dengan menambahkan ajaran Islami di pulau Jawa.
Paham mistik yang berpokok Manunggaling Kawula Gusti (persatuan manusia dengan Tuhan) dan Sangkan Paraning Dumadi (asal dan tujuan ciptaan) bersumber pada pengalaman religius. Berawal dari sana, manusia rindu untuk bersatu dengan yang Illahi, ingin menelusuri arus kehidupan sampai ke sumber dan muaranya. Perumusan pengalaman religius Jawa dalam sejarahnya tidak lepas dari pengaruh agama-agama besar seperti Hindu, Budha, Kristen dan Islam beserta dengan mistiknya yang khas, seperti terlihat dalam kitab-kitab Tutur, Kidung dan Suluk.
By Yudi Prayitno, # 7. May 2008, 08:11:36