Skip navigation.

exploreopera

| Help

Sign up | Help

*********************************************************


Seorang pengusaha sukses terjatuh di kamar mandi dan akhirnya stroke, sudah 7 malam dirawat di RS di ruang ICU. Di saat orang-orang terlelap dalam mimpi malam, dalam dunia roh seorang Malaikat menghampiri si pengusaha yang terbaring tak berdaya.

Malaikat memulai pembicaraan, "Kalau dalam waktu 24 jam ada 50 orang
berdoa buat kesembuhanmu, maka kau akan hidup dan sebaliknya jika dalam 24 jam jumlah yang aku tetapkan belum terpenuhi, itu artinya kau akan meninggal dunia!"

"Kalau hanya mencari 50 orang, itu mah gampang ..." kata si pengusaha
ini dengan yakinnya.

Setelah itu Malaikat pun pergi dan berjanji akan datang 1 jam sebelum
batas waktu yang sudah disepakati.

Tepat pukul 23:00, Malaikat kembali mengunjunginya; dengan antusiasnya si pengusaha bertanya, "Apakah besok pagi aku sudah pulih? Pastilah banyak yang berdoa buat aku, jumlah karyawan yang aku punya lebih dari 2000 orang, jadi kalau hanya mencari 50 orang yang berdoa pasti bukan persoalan yang sulit."

Dengan lembut si Malaikat berkata, "Anakku, aku sudah berkeliling
mencari suara hati yang berdoa buatmu tapi sampai saat ini baru 3 orang
yang berdoa buatmu, sementara waktumu tinggal 60 menit lagi, rasanya
mustahil kalau dalam waktu dekat ini ada 50 orang yang berdoa buat
kesembuhanmu. "

Tanpa menunggu reaksi dari si pengusaha, si Malaikat menunjukkan layar
besar berupa TV, siapa saja dari 3 orang yang berdoa buat kesembuhannya. Di layar
itu terlihat wajah duka dari sang istri, di sebelahnya ada 2 orang anak
kecil, putra-putrinya yang berdoa dengan khusuk dan tampak ada tetesan
air mata di pipi mereka.

Kata Malaikat, "Aku akan memberitahukanmu, kenapa Tuhan rindu
memberikanmu kesempatan kedua - itu karena doa istrimu yang tidak
putus-putus berharap akan kesembuhanmu. "

Kembali terlihat di mana sang istri sedang berdoa jam 2:00 subuh,
"Tuhan, aku tahu kalau selama hidupnya suamiku bukanlah suami atau ayah yang
baik! Aku tau dia sudah mengkhianati pernikahan kami, aku tau dia tidak
jujur dalam bisnisnya, dan kalaupun dia memberikan sumbangan, itu hanya untuk popularitas saja untuk menutupi perbuatannya yang tidak benar di hadapan-Mu.

Tapi Tuhan, tolong pandang anak-anak yang telah Engkau titipkan pada
kami, mereka masih membutuhkan seorang ayah dan hamba tidak mampu membesarkan mereka seorang diri." Dan setelah itu istrinya berhenti berkata-kata tapi air matanya semakin deras mengalir di pipinya yang kelihatan tirus karena kurang istirahat.

Melihat peristiwa itu, tanpa terasa, air mata mengalir di pipi pengusaha
ini . . . timbul penyesalan bahwa selama ini dia bukanlah suami yang
baik dan ayah yang menjadi contoh bagi anak-anaknya, dan malam ini dia
baru menyadari betapa besar cinta istri dan anak-anak padanya.

Waktu terus bergulir, waktu yang dia miliki hanya 10 menit lagi, melihat
waktu yang makin sempit semakin menangislah si pengusaha ini, penyesalan yang luar biasa tapi waktunya sudah terlambat! Tidak mungkin dalam waktu 10 menit ada yang berdoa 47 orang!

Dengan setengah bergumam dia bertanya, "Apakah di antara karyawanku,
kerabatku, teman bisnisku, teman organisasiku tidak ada yang berdoa
buatku?"

Jawab si Malaikat, "Ada beberapa yang berdoa buatmu tapi mereka tidak
tulus, bahkan ada yang mensyukuri penyakit yang kau derita saat ini, itu
semua karena selama ini kamu arogan, egois dan bukanlah atasan yang
baik, bahkan kau tega memecat karyawan yang tidak bersalah."

Si pengusaha tertunduk lemah, dan pasrah kalau malam ini adalah malam
yang terakhir buat dia, tapi dia minta waktu sesaat untuk melihat anak
dan si istri yang setia menjaganya sepanjang malam.

Air matanya tambah deras, ketika melihat anaknya yang sulung tertidur di kursi rumah sakit dan si istri yang kelihatan lelah juga tertidur di kursi sambil memangku si bungsu.

Ketika waktu menunjukkan pukul 24:00, tiba-tiba si Malaikat berkata,
"Anakku, Tuhan melihat air matamu dan penyesalanmu! ! Kau tidak jadi
meninggal, karena ada 47 orang yang berdoa buatmu tepat jam 24:00."

Dengan terheran-heran dan tidak percaya,si pengusaha bertanya siapakah
yang 47 orang itu. Sambil tersenyum si Malaikat menunjukkan suatu tempat yang pernah dia kunjungi bulan lalu.

"Bukankah itu Panti Asuhan?" kata si pengusaha pelan.

"Benar anakku, kau pernah memberi bantuan bagi mereka beberapa bulan yang lalu, walau aku tahu tujuanmu saat itu hanya untuk mencari popularitas saja dan untuk menarik perhatian pemerintah dan investor luar negeri."

"Tadi pagi, salah seorang anak panti asuhan tersebut membaca di koran
kalau seorang pengusaha terkena stroke dan sudah 7 hari di ICU, setelah
melihat gambar di koran dan yakin kalau pria yang sedang koma adalah
kamu, pria yang pernah menolong mereka dan akhirnya anak-anak panti
asuhan sepakat berdoa buat kesembuhanmu. "

**********************

Doa sangat besar kuasanya, tak jarang kita malas, tidak punya waktu,
tidak terbeban untuk berdoa bagi orang lain.

Ketika kita mengingat seorang sahabat lama/keluarga, kita pikir itu
hanya kebetulan saja padahal seharusnya kita berdoa bagi dia, mungkin
saja pada saat kita mengingatnya dia dalam keadaan butuh dukungan doa
dari orang-orang yang mengasihi dia.

Disaat kita berdoa bagi orang lain, kita akan mendapatkan kekuatan baru dan kita bisa melihat kemuliaan Tuhan dari peristiwa yang terjadi.
Source : TCI , Hendry R.

Kenapa Saya & Anda Tertarik Supranatural??????****************************************************

Comments

avatar
Cerita yg menyentuh..andai jika ada yg berdoa tulus buatku?

By Uchiha7828, # 15. March 2008, 04:11:35

avatar
Skenario

Hidup kita penuh dengan skenario. Ya, skenario indah dari Sang Pembuat Skenario.

Hidup kita adalah skenario panjang yang penuh kejutan dan misteri. Terkadang jika kita merenung sejenak dan me-review kembali benang-benang kehidupan kita di masa lalu dan masa kini, kita dapat menemukan sebuah jalinan dan korelasi yang indah di antaranya.

Kenapa dulu kita harus mengalami sebuah kejadian?

Setelah kita review saat ini sering kita temukan jawabannya kemudian.

Terkadang kejadian itu begitu menyakitkan bagi kita, tapi ketika hari-hari telah berlalu dan jawaban atas kejadian itu terungkap justru kita akan merasa sangat bersyukur mengalami kejadian itu.

Terkadang, sesuatu yang kita kira baik untuk kita belum tentu baik untuk kita di mata Allah, dan sebaliknya sesuatu yang menurut kita tidak baik untuk kita belum tentu tidak baik untuk kita menurut Allah. Jadi, apapun yang diberikan kepada kita adalah yang terbaik, bukan menurut ukuran kita, tapi menurut ukuran Allah.

Seorang teman pernah berkata kepadaku bahwa hidup ini adalah seperti sebuah sekolah dengan Allah sebagai pembuat kurikulumnya. Sebuah pelajaran tidak akan diberikan kepada kita jika Sang Pembuat Kurikulum memutuskan kita belum siap untuk menerimanya. Mungkin, dengan berpikir seperti itu akan membuat kita lebih tenang dan tawakal. Seperti kisah temanku yang kemarin harus kehilangan bayinya. Setelah kejadian itu berlalu, dia berkata kepadaku bahwa mungkin masih banyak hal yang menjadi amanahnya dan harus segera diselesaikan, salah satunya kuliahnya yang sudah molor setahun dan masih banyak mata kuliah yang harus diambil. Ya, semua pasti ada hikmahnya. dan pasti ada jalannya.

Hmm, aku hanya berkomentar seperti kata temanku, sebuah pelajaran tidak akan diberikan jika kita belum siap menerimanya jadi kalau sekarang sebuah pelajaran diberikan, Sang Pembuat Kurikulum mungkin menganggap kita sudah pantas untuk menerimanya.

Satu tambahan lagi, yang pasti ketika sebuah pelajaran datang pada kita, Allah juga sudah menyiapkan bekal untuk kita agar bisa melalui pelajaran itu. Jangan takut dan resah jika sesuatu yang sangat kita harapkan belum dikabulkan, terus berdoa dan berikhtiar, sambil menunggu "pelajaranâ" itu siap kita dapatkan.

Pelajaran kedua, seringkali kita menyepelekan nikmat yang diberikan oleh Allah dan pada setiap kejadian buruk yang kita alami pasti masih ada yang bisa kita syukuri.

Kesehatan, bisa melihat, bisa mendengar, terlahir sebagai anak normal adalah nikmat yang sangat besar. Nikmat, tidak harus berupa harta benda, materi, atau berbentuk fisik. Seseorang berkata harta manusia itu ada 3, makanan yang jika sudah kita makan akan jadi kotoran, benda-benda yang jika sudah kita pakai akan usang, dan sedekah yang akan jadi simpanan kita di akhirat. Jangan takut untuk sedekah dan menghabiskan uang kita untuk membantu orang lain karena siapa yang meringankan beban saudaranya di dunia maka Allah akan meringankan bebannya di dunia dan akhirat. (kayaknya justru ini simpanan harta kita yang terbesar ya??).

Sungkem, salim buat para pembaca.
Yudi

By Yudi Prayitno, # 19. March 2008, 15:54:46

Write a comment

Comment
(BBcode and HTML is turned off for anonymous user comments.)

Please type this security code : 726550

Smilies