***********************************
Sunday, 1. June 2008, 08:30:01
Source: Syekh Akhmad Ibnu Athaillah
“Adalah mungkin Allah memperlihatkan kepada Anda perihal kegaiban alam malakut, dan menutup bagi anda, rahasia-rahasia para hamba.”
Di antara sifat kemaha halusan Allah (Al-Lathif), menjadikan rahasia-rahasia sebagian orang atas sebagian yang lainnya menjadi tersembunyi. Karena hal itu merupakan urusan Allah dengan hamba-hamba-Nya. Hanya Allah sendiri yang mengetahui secara pasti rahasia-rahasia hamba dan segala makhluk ciptaan-Nya. Apabila Allah membuka semua rahasia ciptaan-Nya, maka rusaklah tatanan alam semesta yang sedemikian indah memiliki keseimbangan yang sempurna, juga rusaklah manusia dan makhluk-makhluk lainnya.
Allah dengan kesempurnaan sifat-sifat-Nya terus memelihara para hamba-Nya agar tidak tersesat dan tergelincir ke dalam kemusrikan dan kesesatan.
Ketika Seseorang dapat mengetahui Rahasia Manusia
“Barangsiapa yang mampu melihat rahasia-rahasia manusia, sedang ia sendiri tidak bersikap seperti yang dirahmatkan oleh Allah kepadanya, maka rahasia yang diketahuinya akan menjadi fitnah baginya, dan menjadi sebab datangnya bahaya bagi dirinya sendiri.”
Orang yang dapat mengetahui rahasia-rahasia orang lain, sementara ia tidak bisa berakhlak dengan penuh kasih sayang sebagaimana sayangnya Allah kepada hamba-Nya. Yaitu, mau memaafkan orang-orang yang salah dan berdosa, menghalalkan kezaliman orang lain dan memaafkan orang-orang Bodoh, serta berlaku baik dan penuh kasih sayang kepada semua hamba Allah, maka pengetahuannya terhadap rahasia orang lain itu, hanyalah akan menjadi fitnah baginya. Ia akan merasa ujub dan sombong, merasa hebat karena bisa mengetahui rahasia orang lain.Sikap yang demikian itu sangat berbahaya dan merupakan fitnah yang sangat besar yang mengantarkan pada kebinasaan dan kehancuran dirinya.
Rasulullah bersabda:
“Tidaklah rahmat itu dicabut, kecuali dari hati orang yang celaka.”
Di dalam hadist Abdullah bin Amr bin Ash ra. Yang diriwayatkan dari Rasulullah saw., bahwa beliau bersabda:
Artinya:
“Orang-orang yang pengasih itu dikasihi Allah Yang Maha Pengasih. Kasihanilah makhluk yang ada di bumi, tentu Anda akan dikasihi oleh yang ada di langit.”
Diriwayatkan bahwa Nabi Ibrahim as, pernah tergerak dalam hati kecilnya seolah-olah ia sangat belas kasih terhadap makhluk, maka diangkatlah ia oleh Allah kesuatu tempat untuk dapat melihat penduduk bumi dan segala perbuatan mereka. Ketika ia melihat berbagai macam perbuatan hamba-hamba Allah, ia berdo’a:
Ya allah binasakanlah mereka orang-orang yang durhaka itu.”
Lalu Allah menjawab dalam firman-Nya:
“Aku lebih mengasihi hambaku daripada Anda, hai Ibrahim. Turunlah Anda hai Ibrahim dari tempat yang mulia itu, sebab mereka mungkin akan segera bertobat dan kembali kepada-Ku.”
Sahabat ali bin Abi Thalib ra., menerangkan sabda Nabi Muhammad saw.
“Ketika Allah swt memperlihatkan kepada Nabi Ibrahim as. Kekuasaan-Nya di langit dan di bumi, tiba-tiba Nabi Ibrahim as. Melihat penduduk bumi sedang berbuat maksiat, serta merta Nabi Ibrahim berkata, binasalah orang-orang itu.” Mendengar ucapan Nabi Ibrahim itu, Allah swt. Mengingatkan Nabi Ibrahim: “Wahai Ibrahim, setiap ucapan Anda selalu terkabul atau mustajab, maka janganlah Anda gunakan untuk membinasakan manusia. Mereka adalah hamba-hambaKu. Sebab perbuatan mereka itu ada beberapa kemungkinan:
Mungkin mereka akan bertobat, lalu Aku ampuni mereka,
Atau Aku lahirkan dari mereka keturunan yang baik-baik
Yang selalu bertasbih pada-Ku, atau mereka itu sadar dan kembali kepada-Ku
Dan tergantunglah hal itu kepada-Ku
Aku mengampuni mereka atau menghukum mereka itu.”
Bahkan menurut sebagian pendapat:
ada yang mengatakan bahwa sebab Nabi Ibrahim, diperintah menyembelih anaknya itu karena kejamnya terhadap orang-orang yang berbuat maksiat, dan sangat kecil rasa sayangnya terhadap mereka yang berbuat dosa.
Disebutkan dalam sebagian tafsir, bahwa tiap malam, Nabi Ibrahim as, dinaikkan ke langit (mi’raj), sebagaimana firman Allah swt.:
“Dan demikianlah Kami perlihatkan kepada Ibrahim tanda-tanda keagungan (Kami yang terdapat) di langit dan bumi dan (Kami memperlihatkannya) agar dia termasuk orang yang yakin.”
(QS. Al-An”am: 75)
Pada suatu malam ia dimi’rajkan itulah, Nabi Ibrahim melihat orang-orang yang melakukan dosa yang sangat keji, seketika Ibrahim berdo’a:
Ya Allah, orang-orang yang berdosa itu, mereka tidak tahu diuntung, makan dan minum rezeki dari-Mu, berjalan dibumi-Mu, tetapi mereka dibinasakan. Kemudian Nabi Ibrahim melihat orang-orang yang berdosa lagi, lalu ia berdo’a kepada Allah sebagaimana do’a tersebut dan merekapun dibinasakan. Hingga ketika Nabi Ibrahim memohon akan kehancuran hamba Allah yang berdosa, terdengar seruan agar Ibrahim menahan doa’nya itu. Bagaimana jadinya kalau hamba Allah yang begitu berdosa, dihancurkan, dihancurkan dan dihancurkan lagi.”
Ketika Ibrahim kembali turun ke bumi, ia bermimpi mendapatkan perintah Allah agar menyembelih putra tercintanya. Sebagaimana firman Allah swt.:
“Wahai anakku, seseungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!”
Ia menjawab:
“Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu: Insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar.”
(QS. Ash-Shaffat: 102)
Menulis dengan diiringi ‘hujan’
Diselingi berita miris..., Smoga Allah meredam bencana-bencana yang akan terjadi
Doa dari hamba kecil yang tidak berarti…..
Smoga Duniaku ini selalu diliputi perdamaian, ketenangan, kebahagiaan, kesehatan dan kekayaan hati,
Dijauhkan dari perpecahan, Gejolak, dan Bencana-bencana
Subhanaanaka yaa Laa ilaaha illaa anta alghoust-alghoust kholishnaa minan naari yaa robb
Amiin……. Ya robbal alamin














