Monday, March 31, 2008 11:08:35 AM
Ar rohmaan..
'Allamal qur'an..
Kholaqol insaan..
'allamahul bayaan..
Asy syamsu wal qomaru bihusbaan..
Wan najmu was sajaru yasjudaan..
Was samaa a rofa'aha wawa do'al miizan..
Alla tatghow fil miizan..
Wa aqimul wazna bil qisthi wa laa tukhsirul miizaan..
Sunday, March 9, 2008 9:28:06 AM
Jadi dari hasil konsultasi dengan pakar cabe di opera indonesia (Ir. Senthir), ana putuskan untuk kembali singsingkan lengan baju guna menanam cabe di samping gubuk ana.
Udah mulai 1 tahun yg lalu sejak ana mengontrak gubuk ini, ana sudah berangan angan memiliki pohon cabe. Dah pernah disemai, eh dia ga mau nongol. Mungkin dia malu? Tp kenapa? Ana ga mandang fisik nya kok..
Tp sudahlah, yg lalu biarlah berlalu. Dengan jurus sakti dari ki senthir, ana akan coba kembali merayunya agar mau hidup berdampingan dengan gubuk ana. Mulainya kapan ya? InsyaAllah besok.
Wednesday, March 5, 2008 4:24:10 PM

hafalan ana macet di al-hadid 18, sisa 11 ayat terasa berat banget. Ya Allah.. Apa karna tangan, kaki, lisan, mata, pendengaran dan hati hamba sering bermaksiat kepadaMu ya Robbi? Ampunkan hamba yaa ghoffar.. Yaa muqollibal qulub, tsabbit qulbi 'ala diinika. Dan jadikan hamba faham akan agama ini ya rahmaan..
Tuesday, March 4, 2008 3:00:30 AM
Menurut kalian blog ana ni dah bener pa belum sih?
Monday, March 3, 2008 10:36:11 AM
Bismillah..
Dalam shohieh Bukhori dan Muslim, dari Abu Hurairah ra, bahwa Rasulullah SAW bersabda: "Barang siapa yg beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah dia mengatakan yg baik atau diam saja".
At Tirmidzi menyebutkan dengan sanad yg shohieh dari Rasulullah Saw, bahwa beliau bersabda: "Termasuk kebaikan Islam seseorang yaitu (bila) dia meninggalkan apa apa yg tidak berguna baginya".
Dalam hadits Anas ra yg marfu', Rasulullah Saw bersabda: "Tidak akan istiqomah iman seorang hamba sehingga hatinya beristiqomah (lebih dahulu), dan hati nya tidak akan istiqomah sehingga lidahnya beristiqomah (lebih dahulu)".
Sahabat Mu'adz bin Jabal ra pernah bertanya kepada Rasulullah Saw tentang amal apa yg dapat memasukkannya kedalam surga dan menjauhkannya dari api neraka. Lalu Rasulullah Saw memberitahukan tentang pokok, tiang dan puncak yg paling tinggi dari amal tersebut, setelah itu beliau bersabda: "Bagaimana kalau aku beritahu pada kalian inti dari semua itu?', dia berkata: 'ya, wahai Rasulullah'. Lalu Rasulullah memegang lidah beliau sendiri kemudian bersabda: "jagalah olehmu yg satu ini", maka Muadz berkata: 'adakah kita disiksa disebabkan apa yg kita ucapkan?', beliau menjawab: "ibumu kehilangan engkau ya muadz (ungkapan), tidakkah yg dapat menyungkurkan banyak manusia di atas wajah mereka (ke neraka) kecuali hasil (ucapan) lidah lidah mereka?" HR. Turmudzi, hasan shohieh.
Dan yg mengherankan, bahwa banyak orang yg merasa mudah dalam menjaga dirinya dari makanan yg haram, perbuatan aniaya, zina, mencuri, minum khamr, serta melihat pada apa yg diharamkan dsb, namun sangat sulit dalam mengawasi gerak lidahnya. ?? Kenapa ya?
Monday, March 3, 2008 2:44:40 AM
Bismillah.. Dalam kitab Ash-Shahihain dari Abu Bakr radhiyallahu 'anhu, dia berkata: Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam bersabda: "Maukah kalian aku kabarkan tentang dosa-dosa besar yg paling besar?" Kami menjawab: "Tentu, wahai Rasulullah." Beliau berkata: "perbuatan menyekutukan Allah dan durhaka kepada kedua orang tua." Dan beliau (saat itu) dalam keadaan bersandar, kemudian duduk, lalu berkata: "ketahuilah... dan ucapan dusta, ketahuilah... dan persaksian dusta." Terus menerus beliau mengulang-ulanginya hingga kami mengatakan: 'seandainya beliau berhenti, (karena rasa kasihan kepada beliau dan rasa benci terhadap apa yang mengejutkan dan membuat Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam marah).
Begitu besarnya dosa berkata dusta, padahal subhanallah.. betapa mudahnya hal itu kita lakukan. Bahkan karena seringnya berdusta, otak kita semakin terlatih untuk mencari alasan dusta yg mutakhir untuk menghindari suatu masalah.
Ada satu tips untuk meredam salah satu dari dosa besar tersebut. Berusahalah untuk Istiqomah di jalan Allah. kalau memang kita telah berada di atas kebenaran, maka tidak ada sesuatu pun yg harus kita tutupi dengan dusta.
Barokallahu fiikum.