A Journey To Inner Life

Reflection

KEINDAHAN

Setiap manusia pernah mengalami momen kekaguman, yakni saat ketikadirinya menyadari dan merasakan keindahan di hadapannya. Itulah saat di manadirinya terpesona akan segala yang ia jumpai. Sedikit cerita, beberapa waktu laluselepas masa pembinaan di Seminarium Internum CM, saya bersama konfrater lainnya mendaki G. Panderman dengan ketinggian 2000 m dpl. Kami berangkat pukulsembilan malam dan baru tiba sekitar jam setengah dua belas malam di puncak.Selama pendakian boleh dikatakan tidak ada hal yang menarik untuk diperhatikan,selain semuanya serba gelap, saya juga lebih fokus dalam mengatur nafas saya.Setibanya di puncak pun yang saya temui adalah kelelahan dan kedinginan yangmenyelimuti tubuh saya, tak ada hal lain yang ingin saya lakukan kecuali tidur setelahtenda didirikan.

Keesokan harinya di pagi yang begitu cerah dan sejuk di atas gunung sayaterbangun oleh kicauan burung-burung. Pikir saya, “Ah, indahnya pagi ini.” Saya punmulai beranjak dari tenda dan keluar untuk melihat suasana pagi di atas Panderman.Tidak saya sangka betapa indah pagi hari di puncak Panderman ini. Angin sejuk berhembus semilir menerpa wajah saya yang kusut dan lebih dari itu hangatnya sinar mentari pagi seakan-akan memberi semangat baru dalam diri ini. Dalam segalakekaguman itulah saya baru menyadari betapa indahnya semuanya itu. Saya takjubdengan segala keindahan hidup ini.

Sepulang dari pendakian itu, memang kelelahan secara fisik tak lagi dapatdikelabui namun demikian hati ini entah mengapa justru begitu bersemangat, seakan-akan menemukan kekuatan baru untuk menapaki kehidupan. Dalam benak saya, mungkin inilah kekuatan yang Tuhan berikan lewat keindahan kehidupan.

Merenungkan kembali kisah pendakian itu membuka pemahaman saya yanglebih luas akan keindahan. Diam dan hening menjadi yang pertama dalam memahamikeindahan karena dalam keheningan itulah saya justru dipertemukan dengannya.Pertemuan dengan keindahan inilah yang kemudian melahirkan rasa kagum dan terpesona akan segala hal yang saya jumpai. Dalam merasakan itu semua saya kemudian menyadari betapa keindahan itu nampak dalam proses kehidupan ini.Pendek kata, ketika saya mengalami apa itu keindahan sebenarnya saya mengalami pula kehidupan ini. Kehidupan itu indah.



Lebih dari itu, proses kehidupan manusia (mungkin lebih tepat demikian)merupakan pula suatu keindahan, dari kelahiran hingga kematiannya semuanya indah.Hal ini mengingatkan saya akan berbagai syair dalam mazmur yang rupa-rupanyamengenangkan keindahan proses kehidupan manusia ini. Mazmur-mazmur itumengidungkan sekaligus mengisahkan proses kehidupan manusia secara jujur yangmenuturkan segala suka dan duka dalam hidup ini, kecemasan dan harapan didalamnya. Dan, bahwa kemudian semuanya itu dibawa di hadapan Allah Sang Pencipta kehidupan ini.

Keindahan pada akhirnya mengarahkan manusia pada Tuhan. Sebab,melaluinya manusia diajak untuk menyadari bahwa ada kekuatan Tuhan yangmenghidupkan. Untuk itulah maka manusia ketika mengalami keindahan, iasenantiasa bersyukur kepada Tuhan karena kehidupan yang Ia berikan atas dirinya.Itulah yang sungguh menyemangati manusia bahkan di saat sulit sekalipun, sebab dalam hidup senantiasa ada harapan baru. Betapa mulia nama-Mu, ya Tuhan!

Keutamaan Kemiskinan dalam Nrimo Ing Pandum

Write a comment

New comments have been disabled for this post.

June 2012
M T W T F S S
May 2012July 2012
1 2 3
4 5 6 7 8 9 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30