GET BEHIND KENNY AND PLAYERS
Tuesday, March 20, 2012 10:23:17 AM

Apakah hal hal itu sudah cukup menjelaskan akan terciptanya Liverpool yang lebih tangguh di masa datang?? Mungkin susah dibilang Iya! Inti sebenarnya lebih dari itu. Walau bagaimanapun Piala Carling yang menyudahi puasa gelar selama enam tahun patut dimaknai dan dipercaya sebagai awal yang kecil dari hal hal besar yang akan dihadirkan King Kenny. Terlepas dari seburuk apapun penilaian orang mengenai Piala Carling itu sendiri. The Reds memang masih saja dilanda inkonsistensi di lapangan. Menang hari ini tidak menjamin Steven Gerrard cs akan mengulanginya di pertandingan selanjutnya atau main hebat dan menang melawan sesama tim besar tapi tumbang ditangan tim guram. Sampai sampai teman saya menjuluki Liverpool sebagai YOYO dan katanya tak adasa tupun klub besar setahu dia yang hobi naik turun tangga seperti The Reds. Jujur saya menyimpan amarah di hati waktu itu:mad:
Lebih menjengkelkan ketika dia membandingkan Anfield Gank denagan tim kesukaannya.Gelombang protes dari para fans yang tak sabar dengan performa klub idola wajar diterima seorang manager tim sepakbola. Tak terkecuali King Kenny. Banyak sudah yang mengkritik kebijakan, mencaci, menyudutkan bahkan meminta sang raja mundur dari kursi panas manager Thr Reds. Tekanan itu biasa. Namun bisa direspon lain olehnya. Masih ingat bukan cerita saat Kenny Dalglish masih menjadi player manager di tahun 1990? Meski berhasil memepersembahkan gelar liga di akhir musim namun The King memutuskan menyudahi pekerjaannya di Melwood dengan alasan sudah tak kuat lagi menghadapi tekanan dalam menahkodai Liverpool. Bukankah setelah Kenny hengkang The Reds menjadi tidak stabil? Tak pernah lagi juara dan hanya meramaikan persaingan, kewalahan menghadapi para rival,dan kurang beruntung sampai sekarang?? Bahkan Kenny sempat berlabuh di Ewood Park melatih Blackburn Rovers dan membawa mereka menjadi nomor satu di Inggris pada 1993/94??? Banyak Liverpudlian geleng kepala waktu itu. Soal King Kenny saya percaya 100% padanya. Jangan sampai dia berhenti kembali hanya karena mulut para fanas karbitan yang tidak tahu bagaimana mendukung Liverpool yang sebenarnya.
Sekarang waktunya bicara soal kenyataan di lapangan. Di luar turnamen Liverpool hanya meraih 3 poin di liga dalam empat pertandingan terakhir. MU, Arsenal dan Sunderland sukses mempermalukan Suarez cs. Bahkan Arsenal pulalah yang memeatahkan rekor tak terkalahkan Liverpool di Anfield sepanjang musim ini. Rumit bin njelimet. Situasi tak kunjung berubah semenjak lepas natal dan tahun baru. The Reds susah skali menang dan mengoleksi poin poin penting tiap pekannya. Apa yang salah??? Liverpool rata rata selalu sukses mengusai bola 50% tiap laga, mereka juga tercatat sebagai tim paling tidak beruntung dengan mistar gawang. Total 39 tendanagan membentur tiang dan The Reds ada di urutan kedua seantero Eropa dalam hal ini.
Kurang beruntungjah?? Bisa jadi bisa juga tidak. Bagaimanapun keberuntungan ada di luar jangkauan manusia. Tak ada yang tahu kapan kita akan beruntung atau kapan bernasib sebaliknya. Kita hanya bisa berusaha atau dengan kata lain mengusahakan keberuntungan kita sendiri namun tetap bukan kita yang berwenang dalam proses "kejadiannya" semua tergantung Yang Di Atas. Ketika saya ikut nonbar di daerah Tangerang beberapa waktu laluseorang kawan nyeletuk soal pertandingan yang baru ditonton " Heran gua kalo liat tim lain bikin golnya kok gampang amat, maennya sinpel dan rapi sementara kita ngurung lawan abis abisan tapi golnya kaga dateng". Jujur kata kata teman saya itu bikin saya bingung. Logikannya kita kesampingkan dulu yang namnya LUCK. Kenny Dalglish sejak mengambil alih kursi pelatih dari Roy Hodgson sudah melakukan berbagai macam perombakan untuk membangun Liverpool yang dia inginkan. Dia mencanangakan kepelatihan yang adil dan merata. Tak ada istilah bintang dan non bintangdalam arti siapapun yang dalam
performa puncak dialah yang
akan diturunkan. Selain itu
pemain pemain yang hatinya
sudah tak lagi di Anfield
dipersilahkan pergi. Fernando
Torres sebagai contoh. Di
samping menjual King Kenny
juga mendatangkan pemain
pemain yang ia perlukan dalam
membantunya. Andy Carroll dan
Luis Suarez dia gaet tidak lama
setelah ia resmi menjadi
manager Liverpool. Lalu
mengawali musim 2011/12
pemain macam Jordan
Henderson, Charlie Adam, Stewart
Downing, dan Jose Enrique dia
undang untuk merapat ke
Anfield. Dampaknya sejauh ini???
Hanya sebiji piala dan terpaku di
posisi ke 7 klasemen
sementara!!! Jelas ada yang salah
di tubuh armada King Kenny
disamping faktor X bernama
Dewi Fortuna.
The Reds sudah terlalu sering
kehilangan poin. Sering kali
berhadapan dengan lawan yang
di atas kertas lebih lemah tapi
hanya bisa berbagi angka. Tiap
kali ada momen krusial yang
harus diwarnai dengan
kemenangan guna tetap "jaga
diri"namun Stevie cs gagal
memanfaatkannya. Jadilah The
Reds kian terpuruk. Tolak ukur
yang paling mencolok di mata
banyak pihak adalah tiadanya
seorang goal getter berkualitas.
Carroll yang dibeli mahal hanya
mampu mencetak tiga gol saja di
liga. Jauh sekali dari harapan.
Sementara konsentrasi Suarez
terganggu karena kasus dan
kontroversi. Dirk Kuyt dan Craig
Bellamy potensial namun tak
didukung kesempatan yang
cukup. Winger seperti Stewart
Downing, Maxi Rodriguez atau
Henderson jelas tak bisa dituntut
karena mereka adalah
pengumpan bukan pencetak gol.
Apalagi hanya mengandalkan
Gerrard. Well, walau seorang
gelandang tapi Gerrard adalah
goalscorer yang tajam. Tapi
tugasnya adalah membantu para
striker mencetak gol, hanya
mengandalkan Sang kapten saja
tentu kesalahan besar. Banyak
pihak menyalahkan King Kenny
karena tak membeli striker pada
transfer window Januari tahun
ini. Meski ditekan tapi King tetap
pada pendiriannya. Ia
menegaskan takkan ada wajah
baru di skuadnya.
Seiring berjalannya waktu
kelihatannya King Kenny begitu
percaya pada para pemainnya.
Bahwa mereka akan melalui
musim ini dengan manis, meski
mereka sering kalah, tak tahu
cara menyerang dan mencetak
gol dengan baik, kurang
beruntung atau apapun itu. Saya
sendiri menyayangkan
keputusan sang manager yang
tidak mendatangkan seorang
striker. Tapi keputusan tetap ada
padanya. Dialah yang tahu harus
melakukan apa karenanya kita
sebagai pendukung yang baik
haruslah memahami King Kenny.
Bahkan kita tidak diharamkan
percaya kita akan lolos ke Liga
Champions musim depan seperti
kata Jose Enrique beberapa
waktu lalu. Walaupun mustahil
mengejar ketinggalan sepuluh
poin dari Arsenal.
Eks manager yang memberi kita
trofi Liga Champions kelima
Rafael Benitez dulu sempat
berujar bahwa guna membentuk
yang bagus diperlukan kerja
keras dan waktu yang lama. Ia
juga sampai mencontohkan
musuh kita MU yang harus
menunggu 20 tahun hanya
untuk menjadi raja di Liga
Primer.
Proyek instan memang sulit
dipercaya tapi ada kok buktinya.
Siapa??? CHELSEA DAN MAN.CITY!
Hufft! Ironis:-/:-/













