adjnahari Blog'S

semoga semua mahluk,hidup berbahagia

Subscribe to RSS feed

Semangat

aku lahir dari semangat:cry:

aku tumbuh karena makan semangat:banana: coffee


aku mencintai sumber semangat
aku menikahi sumber semangat:love: flirt

aku berhasil karena semangat
aku berkembang dari semangat
up rolleyes cool
aku membenci yang tak semangat:bomb: scared

aku bijaksana dari semangat
jiwaku adalah semangat
yes cheers

akhirnya aku mati karena semangat
akulah si manusia semangat
semangat, semangat, semangat!!!!angel furious wizard Jadilah seprti yang selalu hidup selalu memberi semangat:irked:

5 Kekuatan Jahat yang harus di Hentikan

1. Tidak menambah dan mengembangkan terus kesadaran badan; tapi hendaknya diubah supaya kita mengembangkan dan meyakinkan diri pada Kesadaran Jiwa (Soul Consciousness).
Kita bukanlah badan, kita bukanlah benda, melainkan Jiwa atau Cahaya yaitu cahaya Spiritual.
Saya adalah cahaya Spiritual, saya adalah putra Tuhan, BAPAK YANG MAHA TINGGI (Supreme Father). Dengan menanam keyakinan-keyakinan ini setiap saat, orang akan pulih pada kekuatan, kepercayaan, keberanian dan hidup sehat, fisik maupun mental; air muka anda adalah cermin dari keadaan jiwa.

2. Serakah diubah menjadi Peramah, murah hati dan dermawan. Barangsiapa yang mempraktekkan hidup murah hati, ramah dan cinta kasih, ia dapat mengurangi keserakahannya. Kurangnya kondisi serakah akan meringankan hidupnya, bebannya dan tubuhnya memungkinkan melihat Cahaya. Orang-orang Orang-orang yang serakah beban hidupnya sangat berat. Diberati oleh keserakahan ia berkelakuan jahat dan menjauhi pada pelajaran-pelajaran Meditasi. Timbul salah paham, kemudian muncul dalam hidupnya yaitu :

3. Kemarahan atau Kebencian. Ini adalah sifat yang kejam dan amat buruk. Marah dan benci tanda dari kekecewaan hidup. Tiada ber-Pengetahuan. Untuk mengubah sifat-sifat marah ini kita harus memperoleh Pengetahuan Benar, kita harus banyak belajar Diam, yaitu Meditasi. Karena Diam akan memberi kita kekuatan, ketenangan, pikiran stabil dan pikiran akan mengeluarkan Sinar dan menerangi kegelapannya.

4. Kemilikan atau ‘ikatan memiliki’ membuat orang merasa takut akan kehilangan, ia dipengaruhi oleh rasa sedih dan duka. Ia takut kehilangan harta benda, pusaka dan kedudukannya. Perasaan ini timbul karena ia mempunyai perasaan kemilikan (attachment). Barangsiapa yang memiliki, ia pasti akan kehilangan. Pertama, pasti kehilangan dirinya dan kedua, kehilangan barangnya.
Artinya : Kehilangan diri = kehilangan kesadaran jiwa.
Kehilangan barang = kehilangan ketenangan pikirannya.
Ini berarti ia mengalami “double lost”.
Maka anda harus tidak memiliki (not to attach) semua yang dekat pada anda, itu hanya titipan, milik dunia. Anda harus pelihara baik-baik, pergunakan seperlunya untuk kemanfaatan bersama, keuntungan saudara-saudara kita, tetapi jangan di-’miliki’, dicengkeram, supaya anda tidak dicengkeram olehnya.

5. Kesombongan adalah bentuk ego. Sudah diterangkan pada bagian pertama, dunia kita ini ‘suhu’nya sudah sedemikian tinggi sebab oleh ego manusia. Ego membuat kita harus mengalami tekanan darah tinggi, tegang, tertekan perasaan dan hilang akal sehat. Orang harus meninggalkan ego yang tidak aga gunanya dan sangat tidak bermanfaat. Ego tidak membuat manusia lebih pintar, malahan membuat kita kehilangan akal sehat, kehilangan kasih sayang, menghilangkan sifat-sifat kemanusiaan dan hidup secara kejam.
Lima Kejahatan (Five vices) harus cepat dihentikan dan jangan sampai terus berulang kali diperbuat. Untuk menghentikan lima Kejahatan kita harus mengubah sikap mental dan reaksi hidup.
Ada tiga tipe manusia, yaitu :
- Insensible (orang yang tidak berpengertian, hidupnya hanya berperasaan saja).
- Wise (orang yang suka berpikir, menimbang).
- Clever (orang pandai).

Type manusia kesatu : Ia berbuat salah, kemudian diulangi dan diulangi lagi, tidak menggunakan pikiran untuk mengubahnya. Ini dinamakan insensible person, orang yang hanya bergantung pada perasaan dan kurang berakal.
Type kedua : Satu kali ia berbuat salah, ia tidak akan mengulanginya dan berkeputusan untuk mengubahnya. Ini orang yang cerdas, berakal dan dinamakan Wise Man.
Type ketiga : Ia cepat melihat dan cepat mengubah pikirannya sehingga mencegah dirinya berbuat salah. Ini orang yang bijaksana, pandai dan dinamakan a Clever Man.

Ada Tetesan Setelah Tetesan Terakhir

Pasar malam dibuka di sebuah kota . Penduduk menyambutnya dengan gembira. Berbagai macam permainan, stand makanan dan pertunjukan diadakan. Salah satu yang paling istimewa adalah atraksi manusia kuat.
Begitu banyak orang setiap malam menyaksikan unjuk kekuatan otot manusia kuat ini.
Manusia kuat ini mampu melengkungkan baja tebal hanya dengan tangan telanjang. Tinjunya dapat menghancurkan batu bata tebal hingga berkeping-keping.
Ia mengalahkan semua pria di kota itu dalam lomba panco. Namun setiap kali menutup pertunjukkannya ia hanya memeras sebuah jeruk dengan genggamannya. Ia memeras jeruk tersebut hingga ke tetes terakhir.
‘Hingga tetes terakhir’, pikirnya.
Manusia kuat lalu menantang para penonton: ‘Hadiah yang besar kami sediakan kepada barang siapa yang bisa memeras hingga keluar satu tetes saja air jeruk dari buah jeruk ini!’
Kemudian naiklah seorang lelaki, seorang yang atletis, ke atas panggung. Tangannya kekar. Ia memeras dan memeras… dan menekan sisa jeruk… tapi tak setetespun air jeruk keluar. Sepertinya seluruh isi jeruk itu sudah terperas habis. Ia gagal. Beberapa pria kuat lainnya turut mencoba, tapi tak ada yang berhasil. Manusia kuat itu tersenyum-senyum sambil berkata : ‘Aku berikan satu kesempatan terakhir, siapa yang mau mencoba?’
Seorang wanita kurus setengah baya mengacungkan tangan dan meminta agar ia boleh mencoba. ‘Tentu saja boleh nyonya. Mari naik ke panggung.’ Walau dibayangi kegelian di hatinya, manusia kuat itu membimbing wanita itu naik ke atas pentas. Beberapa orang tergelak-gelak mengolok-olok wanita itu. Pria kuat lainnya saja gagal meneteskan setetes air dari potongan jeruk itu apalagi ibu kurus tua ini. Itulah yang ada di pikiran penonton.
Wanita itu lalu mengambil jeruk dan menggenggamnya. Semakin banyak penonton yang menertawakannya. Lalu wanita itu mencoba memegang sisa jeruk itu dengan penuh konsentrasi. Ia memegang sebelah pinggirnya, mengarahkan ampas jeruk ke arah tengah, demikian terus ia ulangi dengan sisi jeruk yang lain. Ia terus menekan serta memijit jeruk itu, hingga akhirnya memeras… dan ‘ting!’ setetes air jeruk muncul terperas dan jatuh di atas meja panggung.
Penonton terdiam terperangah. Lalu cemoohan segera berubah menjadi tepuk tangan riuh.
Manusia kuat lalu memeluk wanita kurus itu, katanya, ‘Nyonya, aku sudah melakukan pertunjukkan semacam ini ratusan kali. Dan, banyak orang pernah mencobanya agar bisa membawa pulang hadiah uang yang aku tawarkan, tapi mereka semua gagal. Hanya Anda satu-satunya yang berhasil memenangkan hadiah itu.
Boleh aku tahu, bagaimana Anda bisa melakukan hal itu?’
‘Begini,’ jawab wanita itu, ‘Aku adalah seorang janda yang ditinggal mati suamiku. Aku harus bekerja keras untuk mencari nafkah bagi hidup kelima anakku.
Jika engkau memiliki tanggungan beban seperti itu, engkau akan mengetahui bahwa selalu ada tetesan air walau itu di padang gurun sekalipun. Engkau juga akan mengetahui jalan untuk menemukan tetesan itu. Jika hanya memeras setetes air jeruk dari ampas yang engkau buat, bukanlah hal yang sulit bagiku’.
Selalu ada tetesan setelah tetesan terakhir. Aku telah ratusan kali mengalami jalan buntu untuk semua masalah serta kebutuhan yang keluargaku perlukan.
Namun hingga saat ini aku selalu menerima tetes berkat untuk hidup keluargaku. Aku percaya Tuhanku hidup dan aku percaya tetesan berkat-Nya tidak pernah kering, walau mata jasmaniku melihat semuanya telah kering. Aku punya alasan untuk menerima jalan keluar dari masalahku. Saat aku mencari, aku menerimanya karena ada pribadi yang mengasihiku.
‘Bila Anda memiliki alasan yang cukup kuat, Anda akan menemukan jalannya’, demikian kata seorang bijak.
Seringkali kita tak kuat melakukan sesuatu karena tak memiliki alasan yang cukup kuat untuk menerima hal tersebut.



beer chef idea

8 Kekuatan Sang Jiwa

1. Kekuatan Toleransi. Merupakan kekuatan dalam mengatasi pengaruh situasi negatif, termasuk mampu untuk tidak melakukan reaksi, bahkan dalam pikiran sekalipun. Jika seseorang melakukan penghinaan, celaan atau kemarahan, seseorang terus merasa damai dengan kekuatan ini. Dan atas Kesadaran Jiwa, seseorang tetap memberikan toleransi dalam bentuk kasih.


2. Kekuatan menghadapi rintangan. Melalui Meditasi dapat membuat pikiran menjadi jernih, sehingga dapat merasakan sifat alamai sang jiwa, yaitu Kedamain. Dengan ini seseorang akan menjadi tidak terikat pada kesadaran fisik. Dengan kekuatan ini seseoang dapat melihat sesuatu yang negatif menjadi suatu yang positif dengan mencermati, menghayati dan menyadari hal-hal tersebut.


3. Kekuatan Keluwesan. Kekuatan yang dapat menyelamatkan seseorang dari setiap pertentangan dan membuat ia mampu membentuk dan menyesuaikan diri terhadap situasi di lingkungannya. Seseoran diharapkan tidak menimbulkan pertentangan dalam situasi apapun, menolak siapapun, sebaliknya ia harus mampu mengubah hubungan atau keadaan negatif itu melalui pikiran positif.


4. Kekuatan Bekerjasama. dimana kekuatan ini yang memerlukan kesadaran jiwa, karena pada saat apapun seseorang mampu memandang semua orang sebagai saudara dari satu keluarga universal dan kekuatan ini memberikan rasa persatuan kerohanian. Kerjasama yang dihasilkannya, akan membentuk satu keluarga global yang harmonis dan bersatu padu.

5. Memelihara Kebenaran. Kemahiran meningkatkan nilai-nilai hidup dalam diri dan menghilhami orang lain melakuan hal yang sama. Ibaratkan Seorang ahli Permata, mampu mampu membedakan Permata yang palsu dengan yang sesungguhnya. Maka seseorang haruslah mampu memelihara pikiran yang bermanfaat/positif dan membuang pikiran yang sia-sia/negatif.

6. Membuat Keputusan yang tepat. adalah kekuatan yang memungkinkan seseorang mengambil keputusan secara jelas, cepat, tepat, dan tidak berat sebelah. Untuk seseorang harus mampu memberadakan dirinya berada luar pengaruh situasi ataupun emosi., tidak mudah terpengaruh akan pendapat orang lain, dan terpenting mempunyai pengetahuan tentang yang benar dan salah. Meditasi akan menumbuhkan kekuatan ini dengan menjernihkan Budhi, pikiran, Hati serta meditasi menumbuhkembangkan pengetahuan yang sejati.

7. Pengendalian Mental. Kekuatan yang dipakai untuk kesadaran Jiwa, menjadikan seseorang berpelaku tanpa diikuti beban pada pikiran. Dengan bebasnya Mental dari pikiran yang negatif menjauhkan seseorang dari kelelahan, kelemahan baik itu mental ataupun fisik.


8. Pengendalian Panca Indra, Seseorang dapat menghindari kelelahan mental dan menghemat energi yang sia-sia dari mental dengan sewaktu-waktu menarik diri atau dengan membuat jeda-jeda di antara pikiran-pikiran untuk kembali pada keadaan damai dalam batin sewaktu sedang melakukan tugas/kegiatan yang melelahkan.\ bigsmile whistle furious bigeyes
February 2012
M T W T F S S
January 2012March 2012
1 2 3 4 5
6 7 8 9 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29