WAWASAN DUNIA HARAPAN
Monday, 29. June 2009, 03:14:01
Tak ada seorang pun tahu dengan pasti usia alam semesta ini sudah berapa abad, dan entah sejak kapan manusia berusaha mengerti siapa yang menciptakan jagad raya dengan segala isinya ? Pikiran manusia tidak akan pernah mampu menyibak misteri yg tersamar dibalik kehidupan ini kecuali seorang. ialah Yesus. Hanya Dia satu-satunya manusia yang jiwaNya berakal-budi, Yesus adalah manusia pertama yang melihat, mengerti tentang "kebenaran" dan menyatakan, bahwa DiriNya adalah "jalan, dan kebenaran dan hidup" (Yoh 14:6). Ketika menjalani sebagai manusia jasmani dan hidup di tengah "dunia nyata" sama seperti manusia yang lain, Dia memperkenalkan dan menunjukkan apa yang ada di "dunia harapan" yang disediakan oleh Allah bagi manusia yang mau bersahabat, berelasi, berteman, berkomunikasi denganNya dalam "doa" dan "perbuatan".
"Dunia harapan" yang dijanjikan oleh Yesus tidak berada di balik liang kubur, tetapi sudah dapat dialami dan dirasakan mulai dari kehidupan di "dunia nyata" dalam komunitas yang dijiwai dengan "kasih" di setiap perbuatan. "Dunia harapan" tampak nyata ketika seseorang masuk ke alam "iman" teristimewa ketika kita "berdoa". Pada saat seseorang mengalami kesesakan, kesusahan, kegelapan serta merasa sendiri tiada satupun bantuan atau pertolongan, ketika itulah seseorang masuk ke "dunia harapan" merendahkan diri dan "berdoa" mohon pertolongan. Ketika kita merasa sudah tidak mampu berbuat, tak berdaya lagi, di saat itulah pentingnya "komunikasi batin" dengan Allah, hanya Dia yang sanggup menyelesaikan segala persoalan kita tepat dapa waktunnya. Allah sangat merindukan manusia mau berpihak kepadaNya sebab yang akan diberikan oleh Allah jauh lebih besar daripada yang diberikan oleh dunia manapun, dan Dia menyediakan Diri menjadi tumpuan harapan bagi segenap umatNya.
"Dunia harapan" yang dijanjikan oleh Yesus tidak berada di balik liang kubur, tetapi sudah dapat dialami dan dirasakan mulai dari kehidupan di "dunia nyata" dalam komunitas yang dijiwai dengan "kasih" di setiap perbuatan. "Dunia harapan" tampak nyata ketika seseorang masuk ke alam "iman" teristimewa ketika kita "berdoa". Pada saat seseorang mengalami kesesakan, kesusahan, kegelapan serta merasa sendiri tiada satupun bantuan atau pertolongan, ketika itulah seseorang masuk ke "dunia harapan" merendahkan diri dan "berdoa" mohon pertolongan. Ketika kita merasa sudah tidak mampu berbuat, tak berdaya lagi, di saat itulah pentingnya "komunikasi batin" dengan Allah, hanya Dia yang sanggup menyelesaikan segala persoalan kita tepat dapa waktunnya. Allah sangat merindukan manusia mau berpihak kepadaNya sebab yang akan diberikan oleh Allah jauh lebih besar daripada yang diberikan oleh dunia manapun, dan Dia menyediakan Diri menjadi tumpuan harapan bagi segenap umatNya.














How to use Quote function: