Alex Kuple

Musical Journey

Subscribe to RSS feed

Baim Trio Show at Batam Asean Jazz Festival 2009

, , , ...

Sungguh suatu kehormatan bagi Baim Trio untuk tampil mengisi gelaran bergengsi Asean Jazz Festival 2009 di Batam. Meski membawakan lagu-lagu blues dan solo Baim, ternyata malah membuat panitia tertarik untuk mendaulat Baim Trio yang kali ini diperkuat oleh Baim (vokal & gitar), Alex Kuple (bass), dan Rama Moektio (drums) turut meramaikan acara Asean Jazz Festival (AJF) pada tanggal 8 Agustus 2009. Bertempat di pantai Coastarina, AJF digelar dengan 3 panggung yang menampilkan beberapa musisi dan group jazz baik dari Indonesia maupun dari kawasan Asean lain seperti Singapore, Thailand, dan sebagainya. Acara diadakan selama 2 hari yaitu tanggal 7 dan 8 Agustus 2009.
Baim Trio mendapat jatah tampil pada 8 Agustus sekitar pukul 10 malam. Di tengah suasana jazz, Baim Trio tampil dengan ciri khas lagu-lagu blues, pop, dan sedikit jazzy. Tampil menggebrak dengan nomor blues yang cukup panas yaitu "Everyday I Got the Blues" mampu menghantarkan atmosfer blues yang kental kepada para penikmat musik yang hadir. Cukup banyak memang penonton yang berlesehan maupun berdiri menunggu seperti apakah penampilan Baim Trio. Selama ini Baim memang terkenal sebagai pelantun lagu-lagu pop rock. Penonton sepertinya penasaran bagaimanakah penampilan Baim pada sebuah event jazz regional Asean ini. Dan tampaknya penikmat musik sedikit terkesima dengan keahlian Baim dalam memainkan gitar terutama untuk jenis musik blues. Ya mereka akhirnya mengetahui akar dan pondasi karir musik Baim selama ini dalam berkarya, yaitu blues. Selepas lagu pertama, Baim Trio kian membuat bluesy suasana malam itu dengan tembang klasik "Juwita Malam" yang diaransemen blues dan sedikit swing jazz menjelang coda. Tidak ketinggalan pula Baim menyelipkan lagu hits klasik dari band-nya terdahulu yang tidak perlu disebutkan disini, cukup inisialnya saja, A-D-A band, yaitu lagu "Ough!" yang sangat dikenal oleh penonton, juga beberapa nomor solo albumnya. Yang mampu menggelitik penonton dan membuat suasana kian ramai adalah dibawakannya 2 buah tembang lawas yang sangat populer yaitu "Madu dan Racun" serta "Singkong dan Keju" yang diolah menjadi suguhan yang fresh.
Setelah beberapa nomor blues, Baim Trio mengakhiri penampilan dengan sebuah lagu blues yang funky dan menghentak milik Jimi Hendrix yaitu "Wait Till Tomorrow". Penonton terlihat sangat puas dan antusias menikmati suguhan dari Baim Trio kali ini di gelaran AJF 2009. Di penghujung acara malam itu, Baim dan Alex Kuple didaulat untuk kembali naik ke panggung ber-jam session bersama beberapa musisi dari Thailand. Membawakan 2 buah nomor blues yang funky dan traditional blues, jam session ini mampu menambah rasa puas para penikmat musik yang menyaksikan. Terimakasih banyak untuk panitia yang telah mengundang Baim Trio, dan terutama para penikmat musik yang hadir di Batam AJF 2009 ini. Salam blues dan jazz! (Alex Kuple).

Review HUT ke-2 Komunitas Jazz Chic’s 28 Mei 2009

, , ,

Tidak terasa jika penyelenggaraan gathering Komunitas Jazz Chic’s (KJC) sudah berusia 2 tahun bulan Mei 2009 ini. Karena itulah gathering hari Kamis tanggal 28 Mei 2009 sekaligus merupakan perayaan atau syukuran kecil-kecilan. Disebut perayaan kecil-kecilan karena berbeda dengan penyelenggaraan acara Ulang Tahun pertama yang diadakan di auditorium Chic’s Musik yang ber-AC, kali ini acara Ulang Tahun kedua cukup diadakan di pelataran parkir Chic’s Musik seperti biasanya gathering bulanan KJC digelar. Namun antusias penikmat jazz dan pengisi acara yang datang ternyata tetap sangat besar. Hari kamis itu parkiran Chic’s Musik sudah dipadati jazz lovers dari berbagai tempat – terimakasih untuk teknologi internet dan terutama Facebook yang menyebarkan undangan acara KJC ini – sejak pukul 8 malam kurang. Line up penampil sebelum acara dimulai juga tercatat ada 11 group atau penyanyi, sehingga awalnya kami dari pengurus KJC merasa ragu apakah waktunya mencukupi sampai pukul 12 malam. Suasana awal yang ramai membuat kami bersyukur karena musik jazz masih mendapat tempat pada masa sekarang ini, niat kami dari KJC untuk menggelar acara jazz di pinggir jalan ternyata mendapat antusiasme yang meriah, terbukti dari membludaknya jazz lovers yang datang hari kamis itu.
Sekitar pukul 20.30 acara langsung dibuka dengan sepatah dua patah kata dari sang Ketua KJC, yaitu Erik Andrianto sekaligus mewakili pengurus KJC. Sambutan dari Erik dilanjutkan dengan tiup lilin di atas kue tart sederhana. Masih berusia balita, tapi KJC akan berusaha terus untuk semakin eksis. Setelah tiup lilin, Gustam (vokal) dan Ade (piano) mengawali acara dengan menampilkan lagu Moody Blues. Duet yang sejuk dan menggetarkan ini mampu mengangkat nuansa jazz dan membangkitkan semangat jazz lovers yang hadir. Setelah lagu Moody Blues, Gustam dan Ade lalu mendaulat Ossa (drum), Ricky (bass), Bhayu (piano), Yose (perkusi), dan Imam Fathur (gitar) untuk membantu mereka membawakan lagu Spain milik Chick Corea dan Al Jarreau. Sangat panas, suasana semakin meriah dengan irama latin fusion yang menghentak. Ade yang masih berusia belasan dan tuna netra menunjukkan kelasnya sebagai jazzer jenius yang memiliki masa depan cerah. Orang yang mendengar permainan pianonya tidak akan menyangka bahwa dengan usia dan keterbatasan fisiknya Ade mampu membius jazz lovers berkat kepiawaiannya.

Melanjutkan penampilan Gustam, Ade dan kawan-kawan adalah Agus Takari & Friends. Agus Takari adalah mantan instruktur Chic’s dan cukup terkenal sebagai seorang pengajar gitar jazz. Boleh dibilang Agus-lah yang menyebarkan virus jazz di Chic’s Musik sehingga beberapa siswa maupun instruktur tertarik untuk mendalami dan menekuni musik jazz. Agus Takari (gitar) tampil bersama Ella (vokal), Alex Kuple (bass), Ade (piano), dan Hendra (drum). Agus Takari & Friends memainkan 2 buah nomor jazz standard berirama swing, yaitu Someday My Prince Will Come dan Four. Meski bersifat jam session, namun mereka mampu memainkan musik jazz dengan pakem yang tepat dan sangat memanjakan telinga dan rasa jazz lovers dengan musik swing jazz yang mengalun. Terima kasih banyak untuk mas Agus Takari, sang guru jazz kami.

Penampil berikutnya adalah Peppy Probo, seorang vokalis jazz wanita yang sudah memiliki jam terbang tinggi di berbagai pentas jazz. Peppy Probo yang dibantu oleh Erik (gitar), Alex Kuple (bass), Herman (drum), dan Bhayu (piano) memainkan 3 buah lagu jazz standard yaitu Alice In Wonderland, Summertime (yang diaransemen sedikit funk), dan All Of Me. Suara sopran Peppy yang sangat khas semakin memanaskan suasana malam jazz di jalan Pemuda Rawamangun ini.
Kembali telinga penikmat jazz dimanjakan oleh penampilan vokalis wanita, karena setelah Peppy Probo tampil Natasha & Friends. Kelompok ini diawaki oleh Natasha (vokal), Yose (perkusi), Ade (piano), Siti (gitar), Guntur (bass), dan Dedi (drum). Mereka memainkan musik jazz fusion yang sangat meriah, dicampur dengan irama latin jazz yang menghentak. Cukup banyak nomor hangat yang mereka mainkan, diantaranya Don’t You Worry Bout The Things dan Feel Like Makin’ Love. Penampilan Natasha & Friends sangatlah enerjik, penuh spirit muda dengan aransemen jazz yang modern dan dinamis. Vokal Natasha mampu ber-tutti ria bersama instrumen lain dalam sebuah nomor fusion latin yang cukup kompleks.
Setelah itu, tampil kelompok Earth yang tak kalah enerjik juga. Earth sudah sering tampil di berbagai acara komunitas jazz termasuk di KJC ini. Earth yang beranggotakan Tania (vokal), Erik (gitar), Ricky (bass), Ade (piano), Yose (perkusi), dan Hendra (drum) membawakan 2 buah nomor jazz yaitu Chick to Chick dan sebuah lagu mereka sendiri Beautiful Rhythm. Lagu Beautiful Rhythm karya mereka ini patut mendapat acungan jempol karena diaransemen dengan jenius yang memadukan irama ragtime klasik, latin, sedikit funk serta be bop. Sangat menghibur dan berkualitas.

Acara KJC kali ini juga dihadiri oleh Beben, pendiri Komunitas Jazz Kemayoran (KJK). Erik kemudian mendaulat Beben untuk tampil ke panggung. Bukan untuk bermain gitar seperti biasanya, namun sepatah dua patah kata dari Beben sangat memotivasi jazz lovers untuk kian menggiatkan lagi acara-acara komunitas jazz demi memajukan dan menyebarluaskan musik jazz di Indonesia. Meski Beben tidak tampil memainkan gitarnya, namun kehadirannya diwakili oleh sang isteri, Carolina (Ina). Ina tampil bersama Ade menyanyikan lagu Somewhere Over The Rainbow. Suara alto serak khas dari Ina mampu menggetarkan dada penikmat jazz yang menyaksikan, terlebih dilatari oleh permainan piano Ade yang mempesona. Bravo Ina dan Ade. Terimakasih untuk Beben dan KJK-nya yang terus mendukung KJC dan komunitas jazz lainnya.
Suasana sedikit berbeda setelah penampilan dari Ina dan Ade, karena giliran berikutnya yang tampil adalah Heaven On Earth (HOE). Kelompok HOE yang beraliran fusion progresif ini masih tetap diawaki oleh Bhayu (piano & synthesizer), Ossa Sungkar (drum), dan Franky Sadikin (bass). Menggebrak sejak awal penampilan, emosi penonton kian dibawa ke langit ketujuh dengan melodi-melodi cepat dan kompleks serta fast tempo. Sangat bertenaga musik yang dimainkan oleh HOE. Di tengah penampilannya, Franky sekaligus juga mempromosikan album solo-nya yang baru beredar dengan memainkan solo bass yang menawan.
Setelah hingar bingar penampilan HOE, suasana kembali sejuk dengan penampilan Empetrio yang dimotori oleh Andry Bassboy (bass), Duan (drum), dan Denny (piano). Mereka memainkan 3 buah lagu yaitu Mr. PC, Long Trip (karya mereka sendiri), dan So What. Paling menonjol adalah permainan bass dari Andry, yang mampu memainkan lick-lick fusion dan funk serta walking bass dengan tone yang mumpuni. Pada lagu Long Trip, Andry juga memamerkan keahliannya mencabik senar bass dengan teknik slap yang enerjik namun sekaligus juga melodius. Terus maju Empetrio!
Malam kian larut tanpa terasa waktu sudah menunjukkan pukul 12 malam lewat, namun tampaknya jazz lovers belum mau beranjak pulang. Karena itu acarapun terus berlanjut dengan penampilan jam session dari Imam Fathur (gitar), Acil (perkusi), Oktav (bass), dan Herman (drum). Jam session ini membawakan 2 buah nomor berirama funk fusion yang sifatnya jamming dan menonjolkan atraksi solo setiap pemain.
Kemudian jam session diteruskan dengan Peppy Probo (vokal), Tania (vokal), Ricky (bass), Acil (drum), Lukman Zaidi (gitar), dan Alex (piano). Jam session terakhir yang sekaligus menutup rangkaian acara Ulang Tahun kedua KJC ini membawakan sebuah nomor jazz standard berirama swing, yaitu Take The A Train. Duet vokal Peppy dan Tania mampu meninggalkan kesan yang mendalam bagi jazz lovers yang masih setia sampai acara usai.
Terima kasih banyak untuk jazz lovers yang hadir dan berpartisipasi dalam acara KJC kali ini. Sampai berjumpa dalam gathering-gathering bulanan KJC berikutnya. Salam jazz! (Alex Kuple).


Review Gathering Komunitas Jazz Chic's (KJC) 23 April 2009

, , , ...

Setelah bulan Maret 2009 Komunitas Jazz Chic's (KJC) mengadakan gathering di luar Chic's tepatnya di Gading Food City Kelapa Gading Jakarta, pada hari Kamis tanggal 23 April 2009 KJC kembali ke habitat asalnya yaitu di pelataran parkir Chic's Musik Rawamangun. Sempat dibuat cemas karena hujan lebat pada sore hari, syukur pada malam hari cuaca kembali bersahabat sehingga acara gathering KJC bisa dimulai sekitar pukul 8 malam. Antusias penikmat jazz langsung terasa dengan banyaknya penikmat jazz yang hadir kali ini, boleh dibilang lebih banyak dibanding penyelenggaraan gathering-gathering sebelumnya. Kemungkinan besar disebabkan kerinduan mereka terhadap gathering di tempat ini kembali atau juga karena line up grup yang akan tampil mengisi gathering April 2009.
Setelah dibuka oleh sepatah dua patah kata dari Erik Andriyanto sebagai koordinator KJC, gathering langsung dimulai dengan penampilan jam session dari Erik A (gitar), Herman (drum), Bhayu (piano), dan Franky (bass) membawakan 3 lagu standard diantaranya yaitu All The Things You Are dan So What. Nuansa jazz klasik langsung terasa dari permainan standard jazz mereka ditimpali oleh keahlian masing-masing personil dalam berimprovisasi. Menyusul jam session pertama ini adalah penampilan dari grup yang sudah sering tampil di berbagai event jazz seperti Java Jazz dan Jak Jazz, juga di berbagai komunitas jazz seperti KJC ini. Grup yang terdiri dari Franky (bass), Mudrika (gitar), dan Riza (drum) ini adalah Tiga Mawarnih. Mereka memainkan lagu-lagu karya sendiri yang berjenis Fusion Jazz modern nan progresif, penuh dengan semangat muda dan skill yang cukup tinggi. Penampilan Tiga Mawarnih yang memukau kali ini sekaligus mempromosikan album terbaru milik mereka yang bisa dibeli pada acara ini juga.
Gathering KJC 23 April 2009 ini bisa dibilang sangat istimewa karena kehadiran seorang maestro gitar jazz yaitu Agam Hamzah yang menyempatkan diri hadir malam ini. Tanpa pikir panjang lagi Agam Hamzah langsung didaulat untuk naik ke panggung dan ber jam session bersama Alex Kuple (bass), Herman (drum), dan Bhayu (piano). Memainkan 2 lagu standard jazz yaitu All Blues dan The Chicken, penampilan Agam H mampu menyihir penikmat jazz yang hadir karena kepiawaiannya dalam berimprovisasi dan menyuguhkan musik jazz yang cerdas dan bernas. Dengan skill tinggi dan komunikasi yang baik Agam sekaligus juga membimbing musisi lainnya untuk belajar on the spot bagaimana memainkan musik jazz secara live jam session. Terima kasih banyak untuk kehadiran Agam Hamzah pada KJC kali ini.
MP3 yang beranggotakan Andry (bass), Duan (drum), dan Dion (gitar) giliran tampil berikut setelah jam session Agam H. MP3 membawakan 3 buah lagu standard jazz yang mereka aransemen kembali, yaitu So What, Jean Pierre, dan Tenor Madness. Penampilan mereka cukup menawan, dan dengan rata-rata usia mereka yang 20-an tahun memiliki prospek yang menjanjikan ke depannya dalam mengusung musik jazz. Setelah MP3, grup selanjutnya yang tampil adalah Nada Biru yang beranggotakan Bobby (drum), Aris (bass), Aisi (gitar), dan Niki (piano). Nada Biru yang sudah beberapa kali tampil di gathering KJC memainkan beberapa nomor standard jazz, dan menyelipkan sebuah lagu karya mereka sendiri.
Di samping kehadiran Agam Hamzah, gathering KJC April 2009 ini lebih spesial lagi karena tampilnya kembali Totong Wicaksono yang dikenal sebagai mantan gitaris grup Canizarro yang sempat populer tahun 90-an. Kali ini Totong Wicaksono tampil berempat dengan dibantu oleh Deri Iskandar (piano), Hendro (drum), dan Alex Kuple (bass). Deri dan Hendro sebelumnya juga sempat memperkuat formasi Canizarro. Totong Wicaksono & Friends tampil membawakan 3 buah lagu fusion jazz yang terdapat dalam album solo Totong W yang akan segera beredar dalam waktu dekat ini. Ketiga buah lagu tersebut adalah Smile Again, Wake Me Up, dan Forever Love. Totong W yang memainkan gitar akustik elektrik nylon tampil menawan dengan menyuguhkan lagu-lagu jazzy fusion yang nyaman didengar dan dinikmati. Welcome back mas Totong, terus berkarya.
Setelah Totong Wicaksono & Friends, kembali giliran jam session menampilkan duet gitar Agam Hamzah dan Erik Andriyanto, serta Herman (drum), Ricky (bass) dan Sonny (piano). Jam session ini memainkan 2 buah lagu standard jazz beraroma blues yaitu Summertime dan Straight No Chaser. Permainan improvisasi Agam yang sangat nge-blues ditimpali nuansa traditional jazz dari Erik mampu menghangatkan suasana malam jazz di parkiran Chic's Musik. Demikian juga solo atraktif dari Ricky, Sonny dan Herman yang membuat penikmat jazz yang hadir memberikan applause dengan antusias.
Jam session berikutnya menampilkan pak Lukman Zaidi (gitar) yang sering hadir pada berbagai acara komunitas jazz, dibantu oleh Ricky (bass), Ebet (piano), dan Acil (drum). Quartet ini memainkan sebuah lagu standard yaitu Autumn Leaves. Jam session kemudian dilanjutkan dengan tampilnya Priskilla Stefanny (Fanny) memainkan bass bersama dengan Ebet (piano) dan Acil (drum). Trio jam session yang merupakan penutup gathering April 2009 ini memainkan lagu latin jazz Blue Bossa. Penampilan Fanny yang merupakan siswi Chic's Depok dan Lukman Z yang biasanya duduk di bangku penonton merupakan bukti bahwa gathering KJC tidak melulu hanya menampilkan musisi jazz profesional, tapi juga memberikan kesempatan kepada para penikmat jazz untuk tampil di panggung jazz ber-jam session ria bersama. Tidak ada batasan lagi antara musisi dan penikmat, semuanya disatukan oleh musik jazz.
Terima kasih atas kehadiran teman-teman jazz semuanya, sampai bertemu dalam gathering berikutnya. Salam jazz!! (Alex Kuple).

Gathering Komunitas Jazz Chic's at Gading Food City 18 Maret 2009


Hari Rabu tanggal 18 Maret 2009 merupakan kali ketiga Komunitas Jazz Chic's (KJC) menggelar gathering di Gading Food City (GFC) Kelapa Gading Jakarta. Berkat kerjasama dengan pihak GFC, gathering KJC cukup sukses digelar setiap hari Rabu selama bulan Maret 2009 ini. Gathering ketiga kali ini dibuka dengan penampilan band Rubberband yang terdiri dari siswa-siswi Lembaga Pendidikan Musik Chic's Rawamangun. Rubberband membawakan beberapa buah lagu populer saat ini. Penampilan mereka cukup baik dan maksimal serta menghibur pengunjung yang hadir di GFC. Setelah Rubberband, giliran tampil duo Shella (vokal) dan Karisila (gitar akustik) yang membawakan beberapa buah lagu bernuansa akustik. Penampil ketiga adalah band Free Flow yang menjuarai festival band Chic's beberapa bulan lalu. Free Flow memainkan beberapa nomor jazzy yang cukup populer serta beberapa buah lagu karya mereka sendiri. Penampilan Free Flow cukup apik dan rapi, cukup menjanjikan prestasi di masa mendatang.

Di puncak acara tampil band Bicara Jazz yang sering tampil di gathering KJC. Bicara Jazz yang beranggotakan Andrea Maulana (vokal), Alex Kuple (bass), Erik Andriyanto (gitar), Sonny (piano), dan Herman (drum) merupakan para instruktur di LPM Chic's. Bicara Jazz membawakan beberapa nomor jazz latin dan standard dan tampil selama kurang lebih 2 1/2 jam (dibagi menjadi 3 sesi pertunjukan). Selain nomor jazz latin dan standard, Bicara Jazz juga meramu beberapa nomor populer dengan aransemen jazz seperti beberapa lagu milik James Blunt dan The Bee Gees. Pada sesi ketiga atau terakhir penampilan Bicara Jazz, pengunjung yang hadir diberi kesempatan untuk ber-jam session, dan ternyata seorang gitaris jazz yang cukup dikenal yaitu Agus Takari yang menyempatkan diri hadir di GFC malam ini bersedia tampil ber-jam session.


Bicara Jazz featuring Agus Takari semakin memeriahkan malam gathering KJC 18 Maret 2009 ini dengan memainkan beberapa nomor jazz standard seperti Stella by Starlight dan Satin Doll. Akhirnya sekitar pukul 11 malam gathering KJC di GFC Kelapa Gading harus diakhiri. Terima kasih untuk para pengunjung yang hadir pada 18 Maret 2009 di GFC, Agus Takari yang bersedia tampil untuk jam session, juga kepada pihak GFC yang menyediakan tempat untuk gathering KJC. (Alex Kuple)

http://komunitasjazzchics.wordpress.com/

Baim Show at Margo City Depok 22 Februari 2009

, , ,


Setelah sebelumnya pada tanggal 14 Februari 2009 duet Baim dan Artika sukses perform di Pondok Indah Mall 2, kali ini Margo City Depok mendapat kesempatan kedua menyaksikan live Baim dan Tika dengan single "Lindungimu". Kembali Baim dan Band tampil berempat, dengan bantuan Alex Kuple (bass), Acha (drums), dan Soni (piano & keyboard). Bertempat di lobby lantai dasar Margo City yang luas, Baim tampil live pada acara yang dibuat oleh Lee Cooper bekerjasama dengan Palang Merah Indonesia.Baim dan band mendapat kesempatan tampil sekitar pukul 16.00 WIB. Lagu pertama sebagai opening adalah "Ough", sebuah nomor klasik dari Ada Band formasi awal. Lagu yang cukup menghentak ini mampu menggugah awareness pengunjung Margo City untuk mendekati panggung. Kemudian Baim menyanyikan lagu dari album barunya yang juga nge-beat yaitu "Seksi Untukku".


Memang terlihat para penonton belum begitu "ngeh" dengan lagu ini karena memang masih fresh, namun lirik lagu yang cukup genit bisa membuat penonton sedikit menyimak. Sebagai penutup, Baim berduet dengan sang isteri, Artika menyanyikan lagu andalan di album terbaru yaitu "Lindungimu". Mungkin banyak pengunjung tidak menyangka kalau Artika sebagai mantan Puteri Indonesia mampu bernyanyi, namun keraguan pengunjung terbalas dengan penampilan yang berkualitas dari duet terbaru tahun 2009 ini. Vokal Tika ternyata mampu mengimbangi Baim dan saling bersenyawa. Lirik penuh kasih sayang yang dibalut aransemen musik pop dari lagu "Lindungimu" diharapkan mampu membius penikmat musik Indonesia di tahun 2009 ini.(Alex Kuple).

Baim Show at Pondok Indah Mall 2 14 Februari 2009

, , ,

Ini merupakan show pertama Baim untuk album terbarunya tahun 2009 "Perfectionist" yang menelurkan singel pertama lagu "Lindungimu" dimana Baim berduet bersama isterinya, Artika Sari. Sekaligus merayakan hari Valentine, Toblerone mengundang Baim dan Tika sebagai pembicara sekaligus perform di stage lobby Pondok Indah Mall. Baim dan band tampil berempat, the rest are Alex Kuple (bass), Acha (drums), dan Soni (piano & keyboard). Meski tanpa checksound terlebih dahulu mengingat keterbatasan waktu dan tempat acara, Baim band featuring Artika tampil cukup maksimal. Tika meski baru pertama kali ini tampil menyanyi di panggung terlihat percaya diri mengimbangi sang suami. Yang sedikit disayangkan adalah adanya larangan menggunakan drum full set di panggung PIM 2, sehingga Acha hanya menggunakan snare dan hi-hat saja. Cukup mengurangi groove musik namun mampu memberi kepuasan pada pengunjung yang penasaran melihat duet Baim dan Tika.(Alex Kuple).

Review Gathering Komunitas Jazz Chic's 22 Januari 2009

, , , ...

Kamis tanggal 22 Januari 2009, Komunitas Jazz Chic's (KJC) kembali mengelar gathering rutin bulanan di pelataran parkir Chic's Musik jalan Pemuda 65 Rawamangun Jakarta Timur. Acara yang dimulai sekitar pukul 20.00 WIB ini memang selalu diadakan di pelataran parkir pinggir jalan raya Pemuda Rawamangun, sesuai dengan misi awal KJC yaitu memasyarakatkan jazz atau lebih mendekatkan musik jazz kepada masyarakat. Sehingga tema KJC selalu adalah Jazz Nite on the Street, dengan harapan bahwa musik jazz yang dimainkan di jalanan akan lebih mudah memasyarakat. Dan jangan lupa, gathering KJC selalu free alias bebas, tidak ada pungutan biaya wajib apapun bagi para penikmat jazz atau musisi yang tampil.
Di tengah musim hujan bulan Januari dan setelah beberapa hari sebelumnya kawasan sekitar Rawamangun seperti Kelapa Gading dan Cempaka Mas terkena musibah banjir, cuaca pada tanggal 22 Januari 2009 ternyata sangat bersahabat. Sejak siang hari udara terasa panas dan tidak ada tanda-tanda bakal ada hujan. Saat malam hari ketika gathering dilaksanakan langit terlihat cerah. Gathering kali ini dibuka oleh jam session dari Ade (piano), Imam Fathur (gitar), Joko (bass), dan Yose (drum). Kemudian tampil jam session para instruktur Chic's Musik, terdiri dari Erik (gitar), Joko (bass), Bhayu (piano), dan Herman (drum). Mereka membawakan 2 buah lagu standard jazz yaitu Invitation dan Israel. Cukup menghangatkan suasana malam yang meski cerah namun angin terasa dingin. Penampil berikut adalah sebuah band baru yang memiliki nama Nada Biru. Nada Biru ini digawangi oleh Aris (bass), Bobby (drum), dan 2 orang dokter yaitu dr. Aisi (gitar) serta dr. Niki (piano). Aris merupakan mantan siswa Chic's Musik, sedangkan Bobby adalah instruktur drum di Chic's Musik. Nada Biru membawakan 4 buah lagu standard jazz yaitu Four, All Of Me, Just The Two Of Us (Fusion), dan So What. Sebagai kelompok baru, Nada Biru cukup memiliki prospek dan membawa angin segar dalam musik jazz Indonesia nantinya.
Setelah Nada Biru, beberapa jam session mengisi panggung KJC. Erik (gitar), Bhayu (piano), Joko (bass), dan Hendra (drum) membawakan nomor standard Round Midnight. Kemudian Erik (gitar), Bhayu (piano), Alex Kuple (bass), dan Hendra (drum) memainkan lagu There's No Greater Love yang bernuansa Be Bop. Selanjutnya Alex Kuple (bass), Ade (piano), dr. Aisi (gitar), Hendra (drum), Yose (vokal), dan Tania (vokal) tampil sebagai kelompok jam session berikutnya dengan memainkan 2 buah lagu yaitu Smile yang diaransemen Funk, serta Satin Doll yang berirama swing jazz. Seperti sudah kita sama-sama ketahui, Ade adalah pianis jazz yang masih berusia 15 tahun namun memiliki kepiawaian layaknya seorang pianis jazz senior. Sangat istimewa karena sejak lahir Ade memiliki ketidak sempurnaan penglihatan, jadi musik jazz yang dipelajari dan dimainkannya adalah murni dari pendengaran dan "soul"-nya. Penguasaan Ade terhadap lagu-lagu jazz juga sengat mengagumkan, karena dia mampu menghapal banyak lagu-lagu jazz.
Menyusul penampilan Ade dan kawan-kawan adalah band Bicara Jazz yang digawangi oleh Alex Kuple (bass), Erik (gitar), Sonny (piano), dan Herman (drum). Mereka tampil kembali setelah beberapa lama absen dalam beberapa gathering KJC. Bicara Jazz yang merupakan band para instruktur Chic's Musik meskipun beraliran jazz namun sering tampil dalam beberapa event non-jazz untuk lebih memasyarakatkan jazz. Tercatat Bicara Jazz sempat tampil sebagai opening act konser penyanyi James Blunt, tentu dengan mengolah lagu-lagu milik James Blunt menjadi jazz. Bicara Jazz juga pernah tampil dari kampus ke kampus dengan membawakan lagu-lagu milik Benyamin S yang diaransemen menjadi jazz. Kali ini Bicara Jazz tampil di KJC membawakan 3 buah nomor jazz yaitu Bluesette, Stella by Starlight, dan Solar.
Setelah Bicara Jazz, panggung kembali diisi oleh jam session. Aris (bass), Sonny (piano) dan Bobby (drum) memainkan lagu swing Just Friend dan All Blues yang dibuat lebih funky jazz. Kemudian Trio Sonny (piano), Erik (gitar) dan Bobby (drum) membawakan lagu Waltz New yang memiliki birama 3/4. Dan sebagai jam session terakhir, Ade (piano), Alex Kuple (bass), Hendra (drum), Yose (vokal), dan Tania (vokal) memainkan lagu berirama cepat Donna Lee dan sebuah lagu latin dari Tania Maria. Sangat meriah untuk menjadi penutup gathering KJC kali ini.
Akhir kata, acara gathering KJC Januari 2009 berlangsung sukses meski jumlah penonton tidak sebanyak bulan sebelumnya. Sangat meriah merujuk kepada banyaknya musisi yang tampil dengan membawakan nomor-nomor jazz yang cukup bervariasi sub genre-nya. Ada swing, be bop, funk, fusion, maupun latin. Sampai berjumpa dalam gathering KJC berikutnya, salam jazz selalu! (Alex Kuple).

Review Album The Mars Volta – “Frances The Mute”

,

The Mars Volta – “Frances The Mute” (Universal Records 2005)

Bukan album terbaru The Mars Volta, namun sangat layak untuk didengarkan. Memang agak sulit untuk menggolongkan band ini dalam satu genre musik tertentu karena musik mereka merupakan perpaduan banyak sekali unsur musik dari seluruh penjuru dunia, namun benang merahnya tetap di jalur rock. Oleh sebab itu banyak kritikus musik yang secara aman memasukkan mereka ke dalam genre modern progressive rock.
Pada track awal – “Cygnus....Vismund Cygnus” (terdiri dari 4 bagian: A. Sarcophagi, B. Umbilical Syllables, C. Facilic Descenus Averni, D. Con Safo) kita serasa memasuki alam eropa abad pertengahan seperti musik art classic rock tahun 1970-an namun langsung dihentak rhythm yang menghentak, seperti musik Led Zeppelin dan Jimi Hendrix namun agak absurd. Sound
gitarnya pun sangat vintage distortion ditimpali oleh efek2 yang ajaib baik dari gitar maupun bass. Arransemen-nya memang sangat progressive.
“The Widow” menghadirkan suasana blues dipadu dengan trumpet berbau latin karena baik
gitarisnya Omar A Rodriguez-Lopez dan bassist-nya Juan alderte De La Pena berdarah Amerika Latin. Lagu ini diakhiri dengan komposisi sound efek gitar, bass dan organ yang sangat ajaib (psychedelic) dan berani mengingat jaman sekarang band-band lebih mementingkan lagu. Salut buat The Mars Volta karena berani tampil beda! Di lagu ini Flea (bassist Red Hot Chili Peppers) menyumbangkan permainan trumpetnya.
“L'Via L'Viaquez” bertempo medium rock dengan beat yang tidak lazim. Di tengah lagu dimasukkan irama latin lengkap dengan permainan perkusi Marcel Rodriguez-Lopez dan piano latin. Di lagu ini John Frusciante (gitaris Red Hot Chili Peppers) menyumbangkan permainan solo gitarnya.
“Miranda That Ghost Just Isn't Holy Anymore” (terdiri dari 4 bagian: A. Vade Mecum, B. Pour Another Icepick, C. Pisacis (Phra-Men-Ma), D. Con Safo). Awalnya serasa berada di padang pasir Timur Tengah yang luas dan sepi dengan latar belakang musik seperti soudntrack film.Di tengah lagu ada hentakan drum dan raungan distorsi gitar yang tidak lazim. Di lagu ini Flea menyumbangkan permainan trumpetnya lagi.
“Cassandra Gemini” (terdiri dari 5 bagian: A. Tarantism, B. Plant A Nail In The Navel Stream, C. Faminepulse, D. Multiple Spouse Wounds, E. Sarcophagi). Lagu ini berdurasi paling panjang, lebih dari 30 menit! Awalnya menghentak dengan beat drum dan permainan gitar yang absurd. Di tengah lagu komposisinya sangatlah progressive menyesuaikan dinamikanya dengan tema lagu, dari lembut ke medium, lalu keras, kemudian agak absurd, dan seterusnya. Keseluruhan komposisi diakhiri dengan lagu pertama bagian pertama (sarcophagi) namun dengan sedikit perubahan arransemen.
Secara keseluruhan vokalis The Mars Volta Cedric Bixler-Zavala bernyanyi seperti perpaduan antara vokalis rush, led zeppelin, genesis, yes, dan band-band classic art rock era tahun 1970-an. Baik gitaris maupun bassist-ny tidak terlalu mengumbar skill, tetapi lebih mengutamakan pengambilan nada dan sound yang sesuai dengan nuansa komposisi lagunya. Demikian juga pemain keyboard/organ hammond-nya, yang tidak ingin menonjolkan diri namun sangat cermat dalam pengisian arransemennya. Yang patut mendapat perhatian adalah drummernya Jon Theodore karena mampu menghadirkan beat-beat yang tidak lazim namun mampu menghentak layaknya modern rock. Dalam musik The Mars Volta kita bisa mendengar pengaruh musik-musik rock era 70-an dipadu dengan semangat modern generasi muda masa kini. Nafas segar di tengah musik-musik sekarang yang cenderung mengutamakan tema cinta dan lagu yang hanya enak untuk didengar sekali saja.
The Mars Volta bisa merupakan pelepasan energi dan alam bawah sadar kita yang pada dunia nyata terhambat oleh sistem yang kaku dan menjemukan. Selamat datang kebebasan dalam bermusik!

Salma in Action

Jeff Ament, the soulfull bassist

Along with guitarist Stone Gossard, bassist Jeff Ament was a member of three of Seattle's most celebrated and admired bands of recent times -- Green River, Mother Love Bone, and Pearl Jam. Born on March 10, 1963, in Big Sandy, MT, Ament took up bass as a teenager, playing along to Clash and Police records, as well as learning a thing or two from classic rockers (Rush, Aerosmith, etc.). After relocating to Seattle hoping to fulfill his dreams of rock stardom, Ament hooked up with influential garage rockers Green River (which included singer Mark Arm, guitarist Steve Turner, drummer Alex Vincent, and Gossard). Three EPs followed -- 1985's Come on Down, 1986's Dry as a Bone, and 1988's Rehab Doll, which saw the quintet provide the blueprint for other subsequent Seattle bands that would follow in their wake -- garage rock à la the Stooges clashing with Sabbath riff rock. Even with greater success on the horizon, Green River called it a day the same year as their final release -- Arm and Turner would form Mudhoney, while Ament and Gossard began jamming with local flamboyant glam rocker Andrew Wood.

The resulting band, Mother Love Bone (which also included drummer Greg Gilmore and second guitarist Bruce Fairweather), combined Green River's raw punk with Wood's bombastic arena rock, resulting in a can't-miss combo that seemed destined for the top of the charts. Shortly after the quintet signed on with Polygram in 1989, MLB issued their first recording, the six-track EP Shine, with a full-length debut written and recorded by the time the holiday season rolled around, titled Apple. But tragedy struck a cruel blow to the band, when Wood died from a heroin overdose in March of 1990. Apple would eventually be issued later in the year, but the band couldn't continue without their charismatic singer, and Mother Love Bone folded. Yet again, it was back to the drawing board for Ament and Gossard, who decided to put together a new band almost immediately afterward.

Recruiting San Diego native Eddie Vedder on vocals and lead guitarist Mike McCready (several different drummers would man the kit), Ament and Gossard's latest creation was more musically and visually straight-ahead than their previous band, and was dubbed Pearl Jam. But before Pearl Jam entered the studio, Ament, Gossard, and McCready recorded a tribute album for Wood with Soundgarden singer Chris Cornell and drummer Matt Cameron, entitled Temple of the Dog. The side project's self-titled debut was issued in 1991, just a short while before Pearl Jam's debut record was issued. By the summer of 1992, Pearl Jam had achieved enormous commercial success, eventually becoming one of the biggest rock bands of the '90s on the strength of such releases as 1993's Vs., 1994's Vitalogy, 1996's No Code, and 1998's Yield, plus their first release of the new millennium, 2000's Binaural. In addition to Pearl Jam, Ament found time for the side project Three Fish, issuing 1996's self-titled debut and 1999's The Quiet Table, as well as creating a graphic design company with his brother. ~ Greg Prato, All Music Guide
http://www.answers.com/topic/jeff-ament