Al Mukarom K. Asyiqudin
Monday, 10. August 2009, 10:38:23
K. Asyiqudin atau biasa dipanggil Pak Asik adalah tokoh sentral dibalik berdirinya Majelis Fathul Hidayah. Perjuangan yang luar biasa ditunjukkan oleh lulusan Pondok Pesantren di Kota Demak ini dengan membangun sebuah komunitas baru pada wilayah yang sangat asing dan kurang dalam pemahaman agama. Komunitas berasas Ahlussunnah Wal Jamaah yang diusung oleh guru-guru beliau untuk kemudian menyebarkan syiarnya ke berbagai penjuru daerah yang sangat jauh dari paham itu. Kebakkramat adalah wilayah modern namun kondisi keagamaan yang masih bertumpu pada rasio semata, membuat beliau yang bergelar hafidz ini kemudian bertekad mewujudkan masyarakat madani yang benar-benar islam, bukan islam-islaman seperti kebanyakan masyarakat Jawa. Walaupun di awal perjuangannya, beliau mendapat tantangan, hambatan, gangguan, dan bahkan ancaman, akan tetapi semangat dan sikap pantang menyerah yang ditunjukkan beliau akhirnya membuka sebagian hati warga di lingkungan barunya dengan luar biasa menerima ajaran-ajarannya. Tatkala sesepuh mushola fathul hidayah menobatkan beliau sebagai imam mushola, sedikit demi sedikit membuka pintu yang lebar bagi warga untuk srawung dengan beliau membicarakan berbagai masalah kehidupan dan spiritual. Ini bisa dimaklumi karena kelebihan keilmuan beliau yang cukup disegani dan terbukti. Bertahun-tahun pendidikan ngaji quran dan kitab-kitab fiqh ditangan beliau, berpuluh-puluh santri pula diterbitkan oleh beliau. Meskipun banyak ganggauan dari dalam maupun luar daerah tentang perkembangan pesat tempat ngaji itu, namun tak menggoyahkan hati beliau beserta pengikut setia untuk senantiasa bahu membahu membangun aktivitas mushola. Bahkan akhirnya kegiatan rutin itu dideklarasikan menjadi sebuah majelis taklim, majelis dzikir, majelis sholawat dengan nama singkat MAJELIS FATHUL HIDAYAH.Dukungan terhadap beliau berangsur-angsur bertambah begitu pesat. Baik dari lingkungan sendiri maupun dari lingkungan luar daerah. Hal ini cukup beralasan mengingat ajaran Ahlussunnah wal jamaah yang tolerare terhadap warga Jawa, ajaran ini juga cukup bermasyarakat. Tak bertele-tele, namun cukup mudah dipahami tidak seperti ajaran sebelumnya yang telah menguasai lingkungan kebakkramat bertahun-tahun dengan semangat modernisasi islamnya. Support dari warga berbuah hasil manakala beliau menikah dengan salah seorang santri yang berasal dari warga setempat. Kini keluarga sakinah mawaddah warrohmahnya telah menghasilkan dua orang putra putri yang semoga suatu saat nanti bisa meneruskan perjuangan ayahandanya kelak.Di akhir kata, Semoga beliau diberikan kesehatan dan umur yang panjang oleh Alloh SWT, dan terus menjadi bagian dari majelis dalam perkembangan yang lebih maju,.. Amin.
Amin...




alfahid # 10. August 2009, 10:54
bRAVO Al Fahid.
Anonymous # 28. October 2009, 05:18
teruskn prjuangan,trimakasih aq ucapkn atas sma nasihat,perhatian yg diberikn kpd sma santri yg sdh dianggap sbgai anak sendri
Anonymous # 5. November 2009, 08:01
maju terus ya brow