belang's day
Monday, 19. May 2008, 05:08:20
..ptt d tempat st..
gini deh.. meski ga se serem tempat-tempat st yang laen.. yah sebenernya dulu waktu masi ikut minsel, blom pemekaran jadi kab sendiri as mitra. Kriteria ptt pusat disini cuma terpencil aja! ga ada yang sangat terpencil.
tapi kalo kuliat dari tempatnya cukup st juga buatku euy
tiep hari dari tempat tinggal di ratahan aku kudu naek bentor (smacam becak gitu.. tapi pake speda motor lucu juga. ntar kapan-kapan aku poto udah ada yang pesen juga picnya seh..)
sampe ke tempat trayek oto pick up ke belang..
awale agak skeptik.. kudu naek oto pick up:D tapi sopirnya baek-baek. kalo liat pnumpang pake baju rapi model kantoran gitu biasae langsung dipersilahkan untuk duduk d depan.. thankGod
perjalanan ke belang ditempuh selama 20 menitan.. jalane kayak ular tangga. belokannya banyak banget euy... serem kalo sopirnya blom tau medan
karena peralatan gigi d pkm ku blom juga ada.. jadinya kebanyakan carlota (means ngobrol...)
ga enak juga
moga aja permintaan alatku cepet ditanggapi yah. lagi ngurus nih
gini deh.. meski ga se serem tempat-tempat st yang laen.. yah sebenernya dulu waktu masi ikut minsel, blom pemekaran jadi kab sendiri as mitra. Kriteria ptt pusat disini cuma terpencil aja! ga ada yang sangat terpencil.
tapi kalo kuliat dari tempatnya cukup st juga buatku euy
tiep hari dari tempat tinggal di ratahan aku kudu naek bentor (smacam becak gitu.. tapi pake speda motor lucu juga. ntar kapan-kapan aku poto udah ada yang pesen juga picnya seh..)
sampe ke tempat trayek oto pick up ke belang..
awale agak skeptik.. kudu naek oto pick up:D tapi sopirnya baek-baek. kalo liat pnumpang pake baju rapi model kantoran gitu biasae langsung dipersilahkan untuk duduk d depan.. thankGod
karena peralatan gigi d pkm ku blom juga ada.. jadinya kebanyakan carlota (means ngobrol...)
ga enak juga
moga aja permintaan alatku cepet ditanggapi yah. lagi ngurus nih


semangat...semangat....
By tiyoviper, # 19. May 2008, 20:59:05
Ujian hidup:)
Sepasang kakek dan nenek
pergi belanja di sebuah toko suvenir untuk mencari
hadiah buat cucu mereka.
Kemudian mata mereka tertuju kepada sebuah
cangkir yang cantik. "Lihat cangkir itu," kata si
nenek kepada suaminya. "Kau benar, inilah
cangkir tercantik yang pernah aku lihat," ujar si
kakek.
Saat mereka mendekati cangkir itu, tiba-tiba
cangkir yang dimaksud berbicara
"Terima kasih untuk perhatiannya, perlu diketahui
bahwa aku dulunya tidak cantik. Sebelum menjadi
cangkir yang dikagumi, aku hanyalah seonggok
tanah liat yang tidak berguna. Namun suatu hari
ada seorang pengrajin dengan tangan kotor
melempar aku ke sebuah roda berputar.
Kemudian ia mulai memutar-mutar aku hingga aku
merasa pusing. Stop! Stop!
Aku berteriak, Tetapi orang itu berkata "belum !"
lalu ia mulai menyodok dan meninjuku berulang-
ulang.
Stop! Stop! teriakku lagi. Tapi orang ini masih saja
meninjuku, tanpa menghiraukan teriakanku.
Bahkan lebih buruk lagi ia memasukkan aku ke
dalam perapian. Panas ! Panas ! Teriakku dengan
keras. Stop ! Cukup ! Teriakku lagi. Tapi orang ini
berkata "belum !"
Akhirnya ia mengangkat aku dari perapian itu dan
membiarkan aku sampai dingin. Aku pikir,
selesailah penderitaanku. Oh ternyata belum.
Setelah dingin aku diberikan kepada seorang
wanita muda dan dan ia mulai mewarnai aku.
Asapnya begitu memualkan. Stop ! Stop !
Aku berteriak. Wanita itu berkata "belum !"
Lalu ia memberikan aku kepada seorang pria dan
ia memasukkan aku lagi ke perapian yang lebih
panas dari sebelumnya! Tolong ! Hentikan
penyiksaan ini ! Sambil menangis aku berteriak
sekuat-kuatnya. Tapi orang ini tidak peduli dengan
teriakanku.Ia terus membakarku.
Setelah puas "menyiksaku" kini aku dibiarkan
dingin. Setelah benar-benar dingin, seorang wanita
cantik mengangkatku dan menempatkan aku
dekat kaca. Aku melihat diriku. Aku terkejut
sekali. Aku hampir tidak percaya, karena di
hadapanku berdiri sebuah cangkir yang begitu
cantik. Semua kesakitan dan penderitaanku yang
lalu menjadi sirna tatkala kulihat diriku.
Renungan :
Seperti inilah Tuhan membentuk kita. Pada saat
Tuhan membentuk kita, tidaklah menyenangkan,
sakit, penuh penderitaan, dan banyak air mata.
Tetapi inilah satu-satunya cara bagi-Nya untuk
mengubah kita supaya menjadi cantik dan
memancarkan kemuliaan-Nya.
"Anggaplah sebagai suatu kebahagiaan,apabila
kamu jatuh ke dalam berbagai pencobaan, sebab
Anda tahu bahwa ujian terhadap kita menghasilkan
ketekunan. Dan biarkanlah ketekunan itu
memperoleh buah yang matang supaya Anda
menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan
suatu apapun."
Apabila Anda sedang menghadapi ujian hidup,
jangan kecil hati, karena Dia sedang membentuk
Anda. Bentukan-bentukan ini memang
menyakitkan tetapi setelah semua proses itu
selesai, Anda akan melihat betapa cantiknya
Tuhan membentuk Anda.
By anonymous user, # 28. May 2008, 05:15:52
By alleey, # 8. June 2008, 10:38:04
asyik ya... peralatannya dah dateng blom nih??
By luluch, # 28. June 2008, 03:25:23
By alleey, # 19. July 2008, 10:01:59