Tuesday, November 22, 2011 1:20:02 AM
Hati nurani.
Merupakan penerapan
kesadaran moral yang
tumbuh dan berkembang dalam hati manusia dalam situasi konkret.
Suara hati menilai suatu
tindakan manusia benar atau salah,baik atau buruk.
Hati nurani tampil sebagai hakim yang baik dan jujur,walaupun dapat keliru.
Dalam hati,manusia sebelum bertindak atau
melakukan sesuatu,ia sudah mempunyai
kesadaran atau
pengetahuan umum
bahwa ada yang baik
dan ada yang buruk.
Setiap orang memiliki kesadaran moral
tersebut,walaupun kadar kesadarannya berbeda–beda.
Pada saat-saat menjelang suatu tindakan etis,pada saat itu kata hati akan mengatakan perbuatan itu baik atau buruk.
Jika perbuatan itu baik,kata hati muncul sebagai suara yang
menyuruh dan jika perbuatan itu buruk,kata hati akan
muncul sebagai suara
yang melarang.
Kata hati yang muncul pada saat ini disebut
prakata hati.
Pada saat suatu tindakan dijalankan,kata hati masih tetap bekerja,yakni menyuruh atau melarang.
Sesudah suatu tindakan,maka
kata hati muncul sebagai “hakim” yang memberi vonis.
Untuk perbuatan yang baik,kata hati akan memuji,sehingga membuat orang merasa bangga dan bahagia.
Namun,jika perbuatan itu buruk atau jahat,maka
kata hati akan menyalahkan,sehingga,orang merasa gelisah,malu,putus asa,menyesal.
Merupakan penerapan
kesadaran moral yang
tumbuh dan berkembang dalam hati manusia dalam situasi konkret.
Suara hati menilai suatu
tindakan manusia benar atau salah,baik atau buruk.
Hati nurani tampil sebagai hakim yang baik dan jujur,walaupun dapat keliru.
Dalam hati,manusia sebelum bertindak atau
melakukan sesuatu,ia sudah mempunyai
kesadaran atau
pengetahuan umum
bahwa ada yang baik
dan ada yang buruk.
Setiap orang memiliki kesadaran moral
tersebut,walaupun kadar kesadarannya berbeda–beda.
Pada saat-saat menjelang suatu tindakan etis,pada saat itu kata hati akan mengatakan perbuatan itu baik atau buruk.
Jika perbuatan itu baik,kata hati muncul sebagai suara yang
menyuruh dan jika perbuatan itu buruk,kata hati akan
muncul sebagai suara
yang melarang.
Kata hati yang muncul pada saat ini disebut
prakata hati.
Pada saat suatu tindakan dijalankan,kata hati masih tetap bekerja,yakni menyuruh atau melarang.
Sesudah suatu tindakan,maka
kata hati muncul sebagai “hakim” yang memberi vonis.
Untuk perbuatan yang baik,kata hati akan memuji,sehingga membuat orang merasa bangga dan bahagia.
Namun,jika perbuatan itu buruk atau jahat,maka
kata hati akan menyalahkan,sehingga,orang merasa gelisah,malu,putus asa,menyesal.












