Sejarah DI kwamki alam
Thursday, June 9, 2011 6:27:28 AM

Ada satu daerah atau satu kelurahan yang kita cukup kenal dan sering mendegar,daerah itu terletak di timika yaitu Kwamki lama. Kelurahan kwamki lama tidaklah jauh dari pusat kota timika kurang lebih 1Km, duluhnya kelurahan kwamki lama merupakan daerah yang sangat indah dan nyaman, semenyak bukanya daerah kwamki lama dulu orang tua kami itu kalao mau berburu mereka harus ke kelurahan tersebut, karena kelurahan kwmaki lama duluhnya itu tempat berbuh. Penurut pendegaran saya sih daerah kawamki lama pertama kali di buka oleh orang-orang tua dan nama-namanya sebagai berikut: •
- Pdt.Elimelek komangal
• Pdt.Abdiel Tinal
• Pdt.lukius Yolemal
• Pdt.Eneas Yolemal
-
Maaf yang lain saya juga belum tau.
Duluhnya mereka sering berburuh di kwamki lama dan bertempat tinggal mereka di Kios panjang,
Makin lama-makin mulai perkembangan maulai masyarat yang ada dimana saja itu pun mulai masuk dan muali jugalah pembangunan di kwamki lama akibatnya binatang yang mereka sering berburuh mulailah puna dan lari dari kelurahan kwamkilama tersebut.
Akhirnya masyarakat dari seluruh plosok masuk ke dareha kwamkilama tersebut dan orang-orang yang lama disitu mulai juga hilang atau ada yang pinda rumah, dan sebagainya.
Duluhnya itu daerah yang aman dan tenteram tetapi belakangan ini kita biasa sering lihat bahwa terjadi peperangan antar saudara, semuanya itu terjadi karena kita tidak perna hidup harmonis dan saling berbagi satu sama lain kemuadian tidak perna mau bersatu untuk membangun daeraha kelurahan kwamki lama tapi malah kita yang menghancurkan daerah tersebut, apabilah kita selesai menghancurkan daerah itu kita akan kemana lagi dan menetap di daerah mana lagi,
Akibatnya itu sekrang-sekarang ini sebutan kelurahan TANAH MERAH (waem ak deyomta/me kogom ak hagai yom te).
Apakah kita bangah dengan sebutan tersebut ?
Marilah saudara-saudari kita besatu dan membagun kwamki lama untuk anak cucu kita 5 tahun atau sepuluh tahun yang akan datang.
kalau bukan kita sapa lagi yang akan membaguna daerah ini
Kalao bukan sekarang kapan lagi
- Kwamki lama perang lagi
- Timika - Situasi keamanan di Kwamki Lama, Kelurahan Harapan, Timika, Papua semakin panas menyusul meninggalnya seorang warga. Albert Mom (32) terkena anak panah, akhirnya meninggal dunia di Rumah Sakit Mitra Masyarakat (RSMM) Timika pada Senin (04/01) malam. Dari Timika Selasa pagi dilaporkan dua kelompok yang bertikai kembali terlibat aksi saling serang dengan menggunakan senjata tajam berupa panah, parang, tombak, katepel dan senapan angin di sekitar Kios Panjang Kwamki Lama. Aksi saling serang antara kelompok bawah dan atas di Kwamki Lama terjadi mulai pukul 05.30 WIT mengakibatkan enam warga terluka terkena anak panah. Aparat keamanan terus dikerahkan ke Kwamki Lama untuk mengamankan situasi. Pada Selasa pagi sekitar satu peleton anggota Brimob dari Detasemen Polda Papua di Timika dikerahkan ke Kwamki Lama untuk memback-up satu kompi satuan Pengendali Massa (Dalmas) Polres Mimika yang sejak Senin petang berada di Kwamki Lama. Pertikaian antara kedua kelompok yang bermula dari kasus perselingkuhan itu mengakibatkan arus transportasi dari Timika ke Kwamki Lama lumpuh total. Para tukang ojek yang biasanya lalu lalang mengantar penumpang ke Kwamki Lama hanya berani menurunkan penumpang di jalan masuk sebelum Kwamki Lama. Sedangkan angkutan pedesaan ke wilayah yang rawan konflik itu sama sekali tidak beroperasi. Pertikaian antar kedua kelompok massa mengakibatkan anak-anak sekolah dan guru-guru SDI Kwamki I harus libur dari aktivitas belajar-mengajar lantaran area konflik hanya berjarak puluhan meter dari gedung SDI Kwamki I. Salah seorang warga yang terkena anak panah dalam pertikaian Senin (4/1) petang, Albert Mom (32) pada Senin malam akhirnya meninggal dunia di Rumah Sakit Mitra Masyarakat (RSMM) Timika. Mom yang merupakan warga kelompok atas itu meninggal dunia setelah lehernya tertembus anak panah. Empat korban masih dirawat di RSMM Timika, salah seorang diantaranya masih dalam kondisi kritis di Unit Gawat Darurat (UGD) rumah sakit milik Lembaga Pengembangan Masyarakat Amungme dan Kamoro (LPMAK) itu. Saat ini massa dari kubu atas wilayah Jalan Mambruk Kwamki Lama masih berkumpul di Kios Panjang untuk melakukan upacara pembakaran jenazah Albert Mom. Kapolres Mimika, AKBP Muhammad Sagi dan Dandim 1710 Mimika Letkol Inf Refrizal terlihat masih berada di Kwamki Lama untuk membantu menenangkan kedua kubu yang bertikai.(ant/waa)



































