My Opera is closing 3rd of March

PASUK WETUNING DASAK SARE : Ardeka Balian Aga

Mantra Meditasi 9 Penjuru

Sekularisma, Perjanjian, Ketetapan

, , , ,

Islam itu mudah. Islam itu cermin kepada Firaun. Islam itu buku protection kepada bangsa yang takut sejarah Firaun berulang. Jauh perjalanan, rupanya segala yang di cari dah dekat ada jawaban dalam hati. Di mana keislaman jika tidak digariskan dalam hati memisahkan antara nafsu|perlu. Islam itu di hati. ^Ketuhanan itu lain lagi. Islam adalah salah satu konsep lifestyle model program software untuk mencari ketuhanan, yang Azzawajalla di kenali sebagai Allah, dan terkesan terbaik dan proper dalam sistuasi mahu mencari ketuhanan. Namun ada juga manusia yang meletakkan sesuatu di depan mereka dan Muhammad saw sebagai penebat keislaman, sedangkan Allah patutnya sudah terkesan di hati, maka nya manusia itu wajar berbicara langsung kepada Allah.

Penulisan saudara sangat baik dan bagus sekali hari ini. Semakin boleh difahami maksudnya. Apa yang disampaikan adalah jelas dan suka saya petik dari ayat ...(syaitan) pertama yang dimaksudkan tujuan tertulisnya posting saudara pada hari ni.

Justeru, benarlah sudah penulis yang terdahulu dari kita adalah sangat berbagai dan ada juga yang terkenal kerana kepintaran mereka menulis seperti Hamka contohnya.

Sekularisma, Perjanjian, Ketetapan
Susunan oleh ARDK2011

SEKULARISMA

Adapun dalam maksud politik yang diterjemahkan jadi salah pada maksud (syaitan) itu kelihatannya terbukti perkataan syaitan itu tidak diletakkan tanda apostrophe ..(") buka dan (") tutup yang menjadikan dia bermaksud lain dari kata nama yang tertulis. Apakah isu ini telah didebatkan di Dewan Bahasa dan peringkat DUN.

Keduanya, sesuai dalam pembelajaran sekularisma itu setiap fakta yang tampil tanpa pembuktian bisa di sebut kata sebagai perbuatan mem-fitnah. Antara pengkajian politik di Malaysia, ternyata politikus dan yang terpilih menjadi pemimpin besar hanyalah segelintir sahaja, yang memang asalnya dari bidang pengajian sains politik dan sosial. Yang lainnya tidak paham langsung subjek kelayakan politik, tetapi nasib sebab tangkap muat atau menang sorak di dewan pemilihan.

Tak mudah mendarabkan mereka yang tiada latarbelakang pengajian tinggi dalam ilmu terkait politik dengan kegagalan dalam pentadbiran lingkungan politik, lalu jawabannya ialah modal-fitnah akan dipertarungkan.

Saya yakin saudara setuju maksud saya bahawa peradaban politik tanpa urutan modal mulut, fitnah, caci maki, khianat memang wujud di daerah lingkungan ini, di Malaysia dan kesemuanya berlatarbelakangkan memang asalnya Malaysia ini dari pendidikan sekularisma.

Langkah maju ke depan ~ Di mana Sufism ?

Nota AMKJB2011

PERJANJIAN

Islam itu mudah. Islam itu cermin kepada Firaun. Islam itu buku protection kepada bangsa yang takut sejarah Firaun berulang. Jauh perjalanan, rupanya segala yang di cari dah dekat ada jawaban dalam hati. Di mana keislaman jika tidak digariskan dalam hati memisahkan antara nafsu|perlu. Islam itu di hati. ^Ketuhanan itu lain lagi. Islam adalah salah satu konsep lifestyle model program software untuk mencari ketuhanan, yang Azzawajalla di kenali sebagai Allah, dan terkesan terbaik dan proper dalam sistuasi mahu mencari ketuhanan. Namun ada juga manusia yang meletakkan sesuatu di depan mereka dan Muhammad saw sebagai penebat keislaman, sedangkan Allah patutnya sudah terkesan di hati, maka nya manusia itu wajar berbicara langsung kepada Allah. Perlu ingat, agama lain juga mengaku kewujudan Allah kecuali dia itu binatang yang ga bisa ngomong ke telinga kita. Justeru manusia wajar paham kemanusiaan, jika paham maksud ayat yang mengatakan maksudnya kejadian manusia dan Islam itu tidak lengkap selagi manusia memisahkan antara satu sama lain, antara *agama dan antara kaum suku dan bangsa. ^Maka timbul faktor kemanusiaan. Nah bukan kemanusiaan yang sosiologi nya pahamannya sembrono pergi trip misi bantuan tetapi ada udang sebalik batu maksiat dan berhajat meninggalkan keluarga atau anak-anak dan di katakan trip muballigh atau jihad. Kemanusiaan adalah lebih universal dalam konteks ayat yang di terangkan maksudnya seperti di atas, iaitu tidak lengkap sempurna jika satu manusia tidak berinteraksi. Manusia yang merapati kejiwaan kemanusiaan berdasarkan platform agama dan kesucian harus melalui PENYUCIAN, yang boleh di buat di mana-mana pun dengan syarat bertemu dengan guru yang mursyid. Guru yang mursyid, boleh dicari di mana-mana dari apapun jenis agama anutan mereka, bagai mencari doktor kedua, ketiga, atau ke empat demi melihat perbezaan pendapat, dan bertemulah dengan guru yang satu, ke-esaan di diri sendiri dan menjadi pertaphaan di hati, untuk menjurus keguruan aqal di hati sendiri, guru yang mursyid itu sebetulnya ada di hati sendiri. PADA SAAT ITU, tiada apa yang bisa "melanggar" saudara. Cuba. Jangan patah semangat. Manusia semua sama. Pegang kata saya itu, manusia semua sama. Jika manusia berbeda-beda itu artinya "abnormal". Manusia normal, itu semua sama. Yang abnormal itu ialah yang manusia-gila / masuk lingkungan binatang.

Nota AMKJB2011

KETETAPAN


يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ إِنَّ كَثِيراً مِّنَ الأَحْبَارِ
وَالرُّهْبَانِ لَيَأْكُلُونَ أَمْوَالَ النَّاسِ بِالْبَاطِلِ وَيَصُدُّونَ عَن سَبِيلِ اللّهِ
وَالَّذِينَ يَكْنِزُونَ الذَّهَبَ وَالْفِضَّةَ وَلاَ يُنفِقُونَهَا فِي سَبِيلِ اللّهِ فَبَشِّرْهُم بِعَذَابٍ أَلِيمٍ

9/34.

Wahai orang-orang beriman, bahwa kebanyakan dari pemimpin dan guru-guru itu memakan harta manusia
secara batil serta mengelak dari garis hukum ALLAH. Orang-orang yang menimbun emas dan perak, tidak
menafkahkannya pada garis hukum ALLAH, maka gembirakanlah mereka dengan siksaan pedih.

وَكَأَيِّن مِّن قَرْيَةٍ هِيَ أَشَدُّ قُ
وَّةً مِّن قَرْيَتِكَ الَّتِي أَخْرَجَتْكَ أَهْلَكْنَاهُمْ فَلَا نَاصِرَ لَهُمْ

47/13.

Berapa banyak negeri, lebih sangat kuatnya daripada negerimu yang telah
mengusirmu, KAMI binasakan mereka, maka tiada penolong bagi mereka.

Huraian :

Kesalahan dan kekejaman Firaun banyak sekali di antara lain memperkosa Bani Israil selaku budak, menyembelih anak-anak lelaki mereka dan memberi malu kaum perempuan dengan perbuatan keji seperti dinyatakan Alquran pada Ayat 2/49 serta banyak Ayat Suci lainnya, juga tercantum dalam Bible yang jadi Kitab Suci bangsa itu.

Setelah rombongan Musa selamat sampai di seberang air laut yang mengalir ke selatan kembali ke utara ke tempatnya semula. Waktu itu rombongan Firaun digulung oleh lidah air menderu hebat membinasakan mereka semua dan selesailah janjian ALLAH atas penduduk Mesir berdosa waktu itu. Sebaliknya rombongan Bani Israil yang diselamatkan ALLAH dijanjikan jadi penguasa bahagian timur dan barat Laut Merah pada daerah-daerah tertentu, tetapi karena sikap mereka yang opportunis, sebagiannya menyesali perbuatan Nabi Musa yang membebaskan mereka dari perkosaan Firaun. Mereka enggan berjuang membentuk negara baru, takut perang menghadapi orang kafir, lalu ALLAH menentukan mereka hidup bertualang paling parah selama 40 tahun, dan bertualang terus berabad-abad sampai tahun 1947 Masehi setelah perang dunia berhenti dan berakhir dengan peniadaan penjajahan politik langsung. Waktu itu mulailah Bani Israil yang menyangka mengikuti Nabi Musa mendapatkan janjian ALLAH untuk menguasai bagian timur Laut Merah pada daerah tertentu. Mereka mengaku beragama Yahudi selaku penguasa di Palestina, dan selanjutnya akan berkuasa pula di Mesir mempusakai peninggalan Firaun selaku janjian ALLAH yang pasti berlaku. Tentang ini penganut Islam tidak boleh ragu, karena bukan saja sesuai dengan ketentuan ALLAH, tetapi juga sejalan dengan catatan sejarah dan kewajaran pewarisan:

فَانتَقَمْنَا مِنْهُمْ فَأَغْرَقْنَاهُمْ فِي الْيَمِّ بِأَنَّهُمْ كَذَّبُواْ بِآيَاتِنَا وَكَانُواْ عَنْهَا غَافِلِينَ
7/136.

Lalu KAMI membalas mereka, KAMI karamkan mereka (Firaun cs) pada air hanyut (Laut Merah)
karena mendustakan Ayat-ayat KAMI, dan mereka lengah tentangnya.

وَأَوْرَثْنَا الْقَوْمَ الَّذِينَ كَانُواْ يُسْتَضْعَفُونَ مَشَارِقَ الأَرْضِ
وَمَغَارِبَهَا الَّتِي بَارَكْنَا فِيهَا وَتَمَّتْ كَلِمَتُ رَبِّكَ الْحُسْنَى عَلَى بَنِي
إِسْرَائِيلَ بِمَا صَبَرُواْ وَدَمَّرْنَا مَا كَانَ يَصْنَعُ فِرْعَوْنُ وَقَوْمُهُ وَمَا كَانُواْ يَعْرِشُونَ

7/137.

KAMI wariskan pada kaum (Bani Israil) tertindas itu timur-timur dan barat-baratnya yang KAMI
berkati padanya (pyramid kuno). Selesailah Kalimat terbaik TUHAN-mu atas Bani Israil karena mereka tabah,dan KAMI binasakan yang dibikin Firaun serta kaumnya dan apa yang telah mereka bangun.

وَلَقَدْ بَوَّأْنَا بَنِي إِسْرَائِيلَ مُبَوَّأَ صِدْقٍ وَرَزَقْنَاهُم مِّنَ الطَّيِّبَاتِ فَمَا اخْتَلَفُ
واْ حَتَّى جَاءهُمُ الْعِلْمُ إِنَّ رَبَّكَ يَقْضِي بَيْنَهُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فِيمَا كَانُواْ فِيهِ يَخْتَلِفُونَ

10/93.

Sesungguhnya KAMI tentukan Bani Israil pada ketentuan benar, dan KAMI beri rizki mereka dari
yang baik-baik. Tidaklah mereka berselisihan hingga datang ilmu pada mereka. Bahwa TUHAN-mu
akan melaksankan di antara mereka pada Hari kiamat tentang apa yang mereka berselisihan.

فَإِن كُنتَ فِي شَكٍّ مِّمَّا أَنزَلْنَا إِلَيْكَ فَاسْأَلِ الَّذِينَ يَقْرَؤُونَ
الْكِتَابَ مِن قَبْلِكَ لَقَدْ جَاءكَ الْحَقُّ مِن رَّبِّكَ فَلاَ تَكُونَنَّ مِنَ الْمُمْتَرِينَ

10/94.

Jika engkau dalam ragu tentang yang KAMI turunkan kepadamu (tentang pewarisan daerah),
maka tanyakanlah pada orang-orang yang membaca Kitab sebelum engkau. Sungguh telah datang
padamu yang logis dari TUHAN-mu, maka janganlah termasuk orang-orang ragu.

وَلاَ تَكُونَنَّ مِنَ الَّذِينَ كَذَّبُواْ بِآيَاتِ اللّهِ فَتَكُونَ مِنَ الْخَاسِرِينَ

10/95.

Dan janganlah termasuk orang-orang yang mendustakan Ayat-ayat ALLAH lalu engkau termasuk orang-orang merugi.

كَذَلِكَ وَأَوْرَثْنَاهَا بَنِي إِسْرَائِيل

26/59.

Seperti itulah, dan KAMI wariskan dia (Mesir) pada Bani Israil.

وَأَنجَيْنَا مُوسَى وَمَن مَّعَهُ أَجْمَعِينَ

26/65.
Dan KAMI selamatkan Musa dan yang bersamanya semua.

ثُمَّ أَغْرَقْنَا الْآخَرِينَ

26/66.
Kemudian KAMI tenggelamkan orang-orang lain itu.

إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآيَةً وَمَا كَانَ أَكْثَرُهُم مُّؤْمِنِينَ

26/67.
Bahwa pada yang demikian ada Ayat, dan kebanyakan mereka tidak beriman.

Tetapi apakah hubungan cerita mengenai Bani Israil tersebut dengan maksud Ayat 47/13 tentang pengusiran Nabi Muhammad dari negeri Makkah?

Ada dua hal yang sesungguhnya terkandung dalam kejadian tersebut; Pertama: Nabi Muhammad hijrah dari Makkah tersebab pertantangan agama dengan penduduk Makkah, tetapi haknya selaku penduduk Makkah tidak pernah hilang bahkan sampai kini masih diakui dunia bahwa negerinya adalah Makkah. Berbeda dengan kedatangan tentara Umar bin Khattab ke palestina yang motifnya bersamaan tetapi menghilangkan hak Bani Israil selaku penduduk negeri itu. Dalam hal ini berlaku perkosaan dan ketidakadilan dari bangsa Arab yang sampai kini masih membekas, sekaligus menantang hukum yang terkandung dalam Alquran. Karena itu pantaslah Umar bin Khattab mati terbunuh sebagai tanda tidak berlakunya jaminan ALLAH atas dirinya. Dia telah mencampurkan kezaliman pada iman, karenanya dia tidak termasuk dalam ketentuan ALLAH sebagai maksud Ayat:

الَّذِينَ آمَنُواْ وَلَمْ يَلْبِسُواْ إِيمَانَهُم بِظُلْمٍ أُوْلَـئِكَ لَهُمُ الأَمْنُ وَهُم مُّهْتَدُونَ

6/82.

Orang-orang beriman dan tidak memakai iman mereka dengan kezaliman,itulah yang untuk mereka keamanan dan mereka dapat petunjuk.

إِنَّا لَنَنصُرُ رُسُلَنَا وَالَّذِينَ آمَنُوا فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَيَوْمَ يَقُومُ الْأَشْهَادُ

40/51.

KAMI akan menolong Rasul-rasul KAMI dan orang-orang beriman pada kehidupan dunia dan pada Hari berdirinya kesaksian (di Akhirat).

سُنَّةَ اللَّهِ الَّتِي قَدْ خَلَتْ مِن قَبْلُ وَلَن تَجِدَ لِسُنَّةِ اللَّهِ تَبْدِيلا

48/23.

Selaku ketentuan ALLAH yang sungguh telah berlalu dulu, dan tidaklah akan kamu dapati perubahan bagi ketentuan ALLAH.

Kita menyadari bahwa Umar bin Khattab berfungsi Khalifah sesudah Nabi Muhammad meninggal dunia, tetapi dia adalah manusia biasa hidup dalam pengujian sebagaimana manusia lain di muka Bumi. Maka anggapan orang-orang Islam terhadap Khalifah itu hendaklah wajar pula tanpa kultus individu, begitu pula terhadap beberapa orang Khalifah lain yang memang terbunuh oleh lawan politiknya.

Kesimpulan 1

Namun maksud Ayat Suci tersebut juga berlaku bagi setiap penganut Islam yang terusir dari kampung halamannya tersebab patuh melaksanakan garis hukum ALLAH. Perbedaannya terdapat pada sanksi hukum yang harus dikenakan atas orang-orang kafir. Kalau penduduk kafir yang mengusir Nabi Muhammad terhindar dari hukuman duniawi karena untuk menjaga stabilitas keamanan Makkah, maka masyarakat kafir yang mengusir penganut Islam di negeri lain, lambat laun pasti menerima balasan dari ALLAH di dunia kini dan di Akhirat nanti. Hukuman itu berlaku secara logis menurut kausalita wajar, seperti hukuman yang berlaku atas Firaun di Mesir sesudah puluhan tahun baru dibuktikan ALLAH dengan terbenamnya bersama tentaranya di Laut Merah sewaktu mengejar rombongan Nabi Musa yang mematuhi garis hukum ALLAH.

Nota : Sejarah Majapahit, Sejarah Bani Umaiyyah Cordoba.

Nota : ARDK2011 + Ustadz Razi


Penyucian Politik, Proklamasi Ekonomi ~ Bukan TransformasiFiksi Mantra dalam Lipatan Sejarah

Write a comment

New comments have been disabled for this post.

February 2014
M T W T F S S
January 2014March 2014
1 2
3 4 5 6 7 8 9
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28