My Opera is closing 3rd of March

PASUK WETUNING DASAK SARE : Ardeka Balian Aga

Mantra Meditasi 9 Penjuru

Kembalianku II

,

I. Di Persimpangan Jalan

Apa yang kau dengarkan
Rintihan jiwa mereka yang lama menunggu
Terpinggir waktu di terajang pelaratan
Kau pekak
Murtad

Apa yang kau pertontonkan
Kemuliaan darjat kekayaan kau sebagai imam raja sultan bangsawan dermawan
Berpaling kau dari kiblat pada saat saat mengangkat takbir niat solat (?)
Berpaling mengadap jemaah dan meminta wang di depan sajadah
Berpaling tadah menipu berpantun indah memeras harta kepintaran
Apakah kau buta
Murtad

Apa yang kau praktikkan
Hanya menghulur makan lagu di buai keraian lagu mulut makian
Menitis tirta mata si peminta, menitis mata si peminta
Kau menyangka kau sempurna
Telunjuk kamu kelingking berkait
Mereka, kau cela
Murtad

Apa kau takut kepada si Murtad (?) ...(tanya si gembala)
Kala kau pekak, kau buta, kau cela, kau tak menyangka
Kencing mu berdiri, anjing yang kau salahkan (?)
Mereka lah perindu malam ... (berkata hati pujangga)
Merekalah yang berjiwa rapuh kerna ... (peringatan di pahat sepi)
Kau yang menggelapkan tiang Arasy ... (noda katamu berdusta)
Sehingga mereka terkulai ... (mereka kehilangan, kebuntuan)
MURTAD.

II. Di Persimpangan Sumpah

Kitab mu mengatakan ... (nyatakan kitab suci yang mana)
Kitab mu menggariskan ... (nyatakan penggarisan lisan dan buat)
Puisi bangsat laknat melaknatkan kejiwaan mu ... (lingkungan yang zalim dan penipu )
Rezeki halal yang kau sumpahkan ... (cursed money)
Perebutan mahkota yang kau janjikan ... (cursed history)
Sehingga sumpah kembali melibas jendela maghrib mu ... (escapism)
Melihat ... (the effect)
Di Laman ... (the aftermath)
Mereka ... (the forgotten, the abandoned, the wasted)
MURTAD.

III. Di Persimpangan Penyucian

Katakan wahai manusia
Di saat saudara mu kesepian
Katakan karangan suci ayat kamu merapati hati jiwai kepahitan mereka
Terangkat bening di telinga mu
Sedangkan kau meniduri saudaramu
Sedangkan kau menjadikan mereka dayang di singgahsana di lihat tetangga
Hati mu pahit
Kau tidak melepaskan cinta nafsu kepada potongan hakiki kehidupan waktu demi waktu
Kau hanya gentar geger sepotong lidah yang berkata murtad (Sedangkan kau yang lupakan mereka)
Penyucian hati kamu telah melupakan
...*Di Persimpangan Jalan
...*Di Persimpangan Sumpah
...*Di Persimpangan Penyucian

Sehingga sudut waktu hadir, dan ... (kamu keluh kesal)
Melihat mereka mereka mereka, murtad
Kamu, kamu kamu lah ... (pernyataan nyata)
Di ambang kerugian ... (Di Pintu Pagarmu)

Nota : ARDK2011

KembaliankuKembalianku III

Write a comment

New comments have been disabled for this post.

February 2014
M T W T F S S
January 2014March 2014
1 2
3 4 5 6 7 8 9
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28