My Opera is closing 3rd of March

PASUK WETUNING DASAK SARE : Ardeka Balian Aga

Mantra Meditasi 9 Penjuru

Kembalianku IV

, , , , ,

Dia juga cape' kali melihat doa yang sama tanpa usaha, maka saya jarang kali berdoa hal-hal yang sama. Doa ialah satu perbuatan berusaha. Doa tanpa usaha bukanlah satu doa mustajab. Memang manusia itu dilahirkan kerugian, cerita ini bukan cerita kecewa, tapi pelatihan sejak mengenal qada qadar, maka saya tak mengharap balasan dari sesiapapun, sendiri untuk Nya yang satu.

Musafir Tunduk Meninggalkan

KARMA ~ MUSAFIR ~ KETUHANAN

Kerana wang lah manusia kelahi. Ini mengingatkan saya perihal dua batang mancis yang didirikan sama tinggi. Atau empat tiang masjid. atau dua batang tiang twin-tower KL. Maksud, jika mahu membantu atau meminta bantuan harus ketimbangkan paras yang sama, apple to apple. 10 ke 10 yang sama. 10 point wang ke 10 point nilai barang yang sama dengan wang. ''al-gadai-bah''. Jika tak sama tinggi, no di pinjam atau no meminjam. Hidup memang susah dan pahit. Biarlah pahit telan sendiri dari berkelahi hilang negeri. Rezeki dunia ini banyak, antara mahu atau tidak mahu. Maka wajar kita lihat sesuatu yang di buang itu ada nilainya. Atau menjadikan sesuatu nilai-kecil kepada tambah-nilai yang besar. Tiada istilah berkongsi rendah-tinggi kecuali persyaratan pertama oleh si rendah di tepati duluan dan mengizinkan yang tinggi mengaut semua syarat kedua kemudian. Namun hidup hanya sekali, sehingga kini saya masih tidak berminat menuntut hutang atau janji dari sesiapapun, tidak juga saya memaafkan atau menghalalkan silap atau salah orang, kerna manusia punya sifat dan selok belok untuk mengenal Nya dengan cara tersendiri. Jika berdoa kepada Allah, saya men'doa untuk pemakanan-Nya, bukan untuk saya. Dia juga cape' kali melihat doa yang sama tanpa usaha, maka saya jarang kali berdoa hal-hal yang sama. Doa ialah satu perbuatan berusaha. Doa tanpa usaha bukanlah satu doa mustajab. Memang manusia itu dilahirkan kerugian, cerita ini bukan cerita kecewa, tapi pelatihan sejak mengenal qada qadar, maka saya tak mengharap balasan dari sesiapapun, sendiri untuk Nya yang satu. Kerna manusia tak mungkin perolehi apa yang di harap dari pihak manusia sebelah yang diharapkan dalam bentuk apapun kecuali --perubatan. Bagai laptop, manusia juga terdiri dari bahan yang siap baikpulih diri sendiri. Kepuasan manusia tak mungkin tercapai, kecuali Dia, yang menghendakinya, Dia yang mengizinkan. Selagi kita kejar, dunia akan lari dari kita. Sebaiknya bila kita diam, Dia akan hadir dan Menjadikan. Tapi kita diwajibkan usaha. Dalam kasus hutang yang berjanjian, wajib sesiapapun usaha tuntut dari mereka seperti mau-nya bapak. Tapi kalau di saya, saya tiada masa mau tuntut hak orang yang mahu pergi dari kita, justeru saya juga jarang memberi kecuali, yang hadir meminta itu mahu --perubatan ekonomi nya, perubatan apa pun, maka wajib di beri dengan kos. Benar Islam mengajar kita menuntut hutang, zakat dan fara'id, tapi saya menyesuaikan kemahuan ajaran itu kepada amalan saya melepaskan si defenden, hak fara'id kepada yang lebih memerlukan, atau hukum yang bisa dilenturkan untuk melihat kebahagiaan manusia. KARMA hidup lebih penting buat kita manusia. Kerna, kebaikan kita akan terbayar dan dilimpahi karunia sewaktu kita berada di tahap tenang dan di puncak yang bisa melihat siapa yang harus, makruh dan wajib kita bertemen. Di situlah keabadian kemanusiaan kita. Insyallah.

"..musafir yang berjalan tunduk dan meninggalkan.."

Nota ARDK2011.

Kembalianku IIIPertemuan I II III

Write a comment

New comments have been disabled for this post.

February 2014
M T W T F S S
January 2014March 2014
1 2
3 4 5 6 7 8 9
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28