Skip navigation.

Abdul Rahman

Teacher of SMP YPS Singkole

Ujian

Hari ini siswa kelas VII B mengikuti uji kompetensi untuk pokok bahasan Aljabar. Tempat duduk mereka ...

Read more...

Ramadhanku

Bagiku bulan puasa tahun ini adalah bulan dimana aku kesulitan untuk meramaikan malam-malamku dengan tadarrus dan sholat lail....

Read more...

Worksheet Bilangan Bulat

Beberapa file worksheet pada pokok bahasan bilangan bulat

RPP.rar

Crew Fotografi SMP YPS Singkole

Crew "Student Photography Community" Fotografi SMP YPS Singkole:

Read more...

Bilangan Bulat dan Bilangan Pecahan

Contoh slide pembelajaran pokok bahasan bilangan Bulat dan Pecahan

1Bilangan.ppt

KHADIJAH BINTI KHUWAILID

Beliau adalah sayyidah wanita sedunia hingga akhir zaman

Read more...

Memfaktorkan dengan Hukum Distributif

Klik disini:

1Pemfaktoran 1.ppt

Ya Allah!

{Semua yang ada di langit dan di bumi selalu meminta pada-Nya. Setiap waktu Dia dala kesibukan}
(QS. Ar - Rahman : 29)

Ketika laut bergemuruh, ombak menggunung, dan angin bertiup kencang menerjang, semua penunmpang kapal akan panik dan menyeru: "Ya Allah!"

Ketika seseorang tersesat di gurun pasir, kendaraan menyimpang jauh dari jalurnya, dan para kafilah bingung menentukan arah perjalannya, mereka akan menyeru: "Ya Allah!"

Ketika musibah menimpa, bencana melanda, dan tragedi terjadi, mereka yang tertimpa akan selalu berseru: "Ya Allah!"

Ketika pintu-pintu permintaan telah tertutup, dan tabir-tabir permohonan digeraikan, orang-orang mendesah: "Ya Allah!"

Ketika semua cara tak mampu menyelesaikan, setiap jalan terasa menyempit, harapan terputus, dan semua jalan pintas membuntu, mereka pun menyeru: "Ya Allah!"

Ketika bumi terasa menyempit dikarenakan himpitan persoalan hidup, dan jiwa serasa tertekan oleh beban berat kehidupan yang harus kita pikul, menyerulah: "Ya Allah!"

Kuingat Engkau saat alam begitu gelap gulita,
dan wajah zaman berlumuran debu hitam
Kusebut nama-Mu dengan lantang di saat fajar menjelang,
dan fajar pun merekah seraya menebar senyuman indah


Setiap ucapan baik, doa yang tulus, rintihan yang jujur, air mata yang menetes penuh keikhlasan, dan semua keluhan yang menggundahgulanakan hati adalah hanya pantas ditujukan kehadirat-Nya.

Setiap dini hari menjelang, tengadahkan kedua telapak tangan, julurkan lengan penuh harap, dan arahkan terus "tatapan matamu" ke arah-Nya untuk memohon pertolongan! Ketika lidah bergerak, tak lain hanya untuk menyebut, mengingat dan berdzikir dengan nama-Nya. Dengan begitu, hati akan tenang, jiwa akan damai, syaraf tak lagi menegang, dan iman kembali berkobar-kobar. Demikianlah, dengan selalu menyebut nama-Nya, keyakinan akan semakin kokoh. Karena,

{Allah Maha Lembut terhadap hamba-hamba-Nya}
(QS. Asy-Syura : 19)

Allah: nama yang paling bagus, susunan huruf yang paling indah, ungkapan yang paling tulus, dan kata yang sangat berharga. (QS. Maryam : 65)

Allah: milik-Nya semua kekayaan, keabadian, kekuatan, pertolongan, kemuliaan, kemampuan, dan hikmah. (QS. Ghafir : 16)

Allah: dari-Nya semua kasih sayang, perhatian, pertolongan, bantuan, cinta dan kebaikan.
(QS. An-Nahl:53)

Allah: pemilik segala keagungan, kemuliaan, kekuatan dan keperkasaan

Ya Allah, gantikanlah kepedihan ini dengan kesenangan, jadikan kesedihan itu awal kebahagiaan, dan sirnakan rasa takut ini menjadi rasa tentram. Ya Allah, dinginkan panasnya kalbu dengan salju keyakinan, dan padamkan bara jiwa dengan air keimanan.

Wahai Rabb, anugerahkan pada mata yang tak dapat terpejam ini rasa kantuk dari-Mu yang menentramkan. Tuangkan dalam jiwa yang bergolak ini kedamaian. Dan, ganjarlah dengan kemenangan yang nyata.

Wahai Rabb, tunjukkanlah pandangan yang kebingungan ini kepada cahaya-Mu. Bimbinglah sesatnya perjalanan ini ke arah jalan-Mu yang lurus. Dan tuntunlah orang-orang yang menyimpang dari jalan-Mu merapat ke hidayah-Mu.

Ya Allah, sirnakan dari kami rasa sedih dan duka, dan usirlah kegundahan dari jiwa kami semua.

Kami berlindung kepada-Mu dari setiap rasa takut yang mendera. Hanya kepada-Mu kami bersandar dan bertawakal. Hanya kepada-Mu kami memohon, dan hanya dari-Mu lah semua pertolongan. Cukuplah Engkau sebagai Pelindung kami, karena Engkaulah sebaik-baik Pelindung dan Penolong.


Disadur dari: La Tahzan oleh DR. 'Aidh al-Qarni

Besi, Surat ke - 57

Memang aneh, tampaknya, dalam pelajaran teologi, nama salah satu elemen kimia dalam tabel periodik, yaitu besi (Fe = ferrum) bisa menjadi salah satu judul surat dalam kitab suci agama. Tetapi itulah al-Qur'an. Sehingga pertanyaan bagi orang awam tentunya, karakter apa yang menarik pada surat ini? Lalu mengapa besi dijadikan salah satu nama surat dalam Al-Qur'an? Bukankah emas, misalnya, lebih berharga?

Surat ini turun di antara masa-masa Perang Uhud, pada awal terbentuknya Negara Islam di Medinah. Oleh karena itu, bisa dipahami jika cukup banyak ayat yang memerintahkan pembaca untuk menafkahkan harta bagi kepentingan umum. Nama surat terambil dari kalimat wa anzalnal-hadida, ayat 25. Ayat seperti ini, menurut pandangan Malik Ben Nabi, laksana "kilauan anak panah" yang menarik perhatian bagi kaum berakal; yang diselipkan di antara pelajaran-pelajaran yang menyangkut ketuhanan.

"Sesungguhnya Kami telah mengutus rasul-rasul Kami dengan membawa bukti-bukti yang nyata dan telah Kami turunkan bersama mereka al-Kitab dan neraca (keadilan) supaya manusia dapat melaksanakan keadilan. Dan Kami ciptakan/turunkan besi yang padanya terdapat kekuatan yang hebat dan berbagai manfaat bagi manusia (supaya mereka mempergunakan besi itu), dan supaya Allah mengetahui siapa yang menolong (agama)-Nya dan rasul-rasul-Nya padahal Allah tidak dilihatnya. Sesungguhnya Allah Mahakuat lagi Maha Perkasa" (Al-Hadid : 25)

Karakter pertama yang menarik perhatian adalah banyak penafsir menghindari terjemahan wa anzalnal-hadida dengan "Kami ciptakan besi", padahal secara intrinsik seharusnya "Kami turunkan besi", sebagaimana terjemahan "Kami turunkan bersama mereka al-Kitab dan mizan (keadilan, keseimbangan, keselarasan, kesepadanan)". Mengapa demikian? Karena dalam bayangan mufasir klasik, bagaimana caranya besi diturunkan dari langit? Apakah dijatuhkan begitu saja?

Namun seiring dengan perkembangan waktu, pengetahuan manusia bertambah. Ilmuwan seperti Professor Armstrong dari NASA atau Mohamed Asadi berpandangan bahwa "memang besi diturunkan dari langit".

Sains memberikan informasi kepada kita bahwa besi - termasuk logam berat - tidak dapat dihasilkan oleh bumi sendiri.

Energi sistem tata surya kita tidak cukup untuk memproduksi elemen besi.

Karakter kedua, ketika menjelaskan besi "memberikan kekuatan yang hebat" adalah berkaitan dengan nikmat yang paling besar yang diberikan Allah kepada umat manusia adalah "desain bumi". Bumi dan isinya dilindungi oleh Sabuk Van Allen yang membungkus bumi seolah-olah perisai berbentuk medan elektromagnetik berenergi tinggi. Perisai dengan "kekuatan hebat" ini tidak dimiliki oleh planet- planet lain.

Sabuk radiasi yang membentuk energi tinggi, terdiri dari proton dan elektron, mengelilingi ribuan kilometer di atas bumi, diberi nama Sabuk Van Allen. Sabuk ini melindungi bumi dan isinya dari ledakan dahsyat energi matahari yang terjadi setiap 11 tahun sekali yang disebut solar flares. Ledakan dahsyat ini bila tidak ditahan di angkasa dapat meluluh-lantakkan semua kehidupan di bumi, dengan kekuatan setara 100 juta bom atom Hiroshima. Perlindungan juga didapatkan dari serangan badai kosmis yang membahayakan umat manusia. Bagaimana sabuk perisai ini terbentuk? Sabuk ini terbentuk dari inti bumi yang besar, yaitu terdiri dari besi dan nikel. keduanya membentuk medan magnet yang besar, yang tidak dimiliki oleh planet lain, kecuali planet Merkurius, dengan radiasi yang lebih lemah.

Barangkali sekarang bisa dipahami mengapa besi menempati salah satu judul surat di dalam Al-Qur'an. Inti besi dan nikel "melindungi makhluk bumi" berupa perisai elektromagnetik dengan "kekuatan yang hebat". Namun yang terpenting, Al-Qur'an ingin menunjukkan kepada pembaca bahwa besi tidak dapat diproduksi di bumi. Oleh karena itu, ia langsung diturunkan dari langit untuk dimanfaatkan oleh manusia sesuai dengan ayat 25.

Harap pembaca juga memperhatikan kodetifikasi di alam raya, solar flares terjadi 11 tahun sekali. Metonic cycle 19 tahun sekali, komet Halley rata-rata 76 tahun sekali mendekati bumi, penyeesuaian kalenderlunar mengikuti siklus 11 tahun dan 19 tahun.


Disadur dari: Matematika Alam Semesta (Kodetifikasi Bilangan Prima dalam al-Qur'an) oleh Arifin Muftie

Kata "besi" dalam al-Qur'an disebut 9 kali dalam 6 ayat yang berbeda. Barangkali salah satu keterangan yang menarik dari hal yang menarik lainnya adalah keterangan yang berhubungan dengan "rahasia" Dzukarnain pada Surat al-Kahfi (18:96), yang berarti "gua". Ayat tersebut berkisah tentang "pintu besi" yang dibangun oleh Dzulkarnain "diantara kedua puncak gunung". Suatu saat akan hancur, ketika kiamat telah dekat.

Dengan demikian, Surat Besi ini menunjukkan keistimewaannya dengan berbagai cara, diantaranya adalah besi diturunkan secara intrinsik dari langit melalui meteorit pada awal terbentuknya bumi, miliaran tahun yang lalu. Besi diketahui mempunyai kekuatan yang dahsyat: inti besi dan nikel membentuk perisai medan magnet bumi dengan energi yang luar biasa untuk menahan solar flares dan badai magnetik angkasa. Sedangkan nomor surat 57 sama dengan al-jumal dari al-hadid (57). Surat ini juga memperlihatkan karakter fe-57, salah satu isotop besi yang stabil. Selain itu, ditunjukkan dengan kodetifikasi nomor atom (26) dan jumlah elektron (31) yang mengelilingi inti atom besi. Kodetifikasi surat dan ayat juga ditunjukkan dengan jumlah digit nomor surat dan ayat besi (al-Hadid [57]: 25), yaitu bilangan 19. Ramalan atau prophecy: Besi atau pintu besi Dzulkarnain diisyaratkan berhubungan dengan salah satu tanda datangnya kiamat-hancur secara fisik- ketika bangsa yang dinamakan Ya'juj dan Ma'juj menimbulkan kerusakan di bumi.

Angka 9 yang Mempesona (1)

Anda tentu sudah tidak asing lagi dengan operasi-operasi hitung seperti operasi tambah, kurang, kali, dan bagi.
Operasi-operasi itu cukup membantu dalam mengamati keelokan angka sembilan berikut ini.
Cobalah cari hasil dari 53 x 99.
Biasanya dihitung dengan menggunakan perkalian bersusun. Tetapi, ada cara lain untuk menghitung hasil kali kedua bilangan tersebut, yaitu sebagai berikut:
53 x 99 = 53(100 - 1)
= 53(100) - 53(1)
= 5300 - 53
= 5247
Untuk mengalikan 999 x 27 dapat diselesaikan dengan cara tersebut diatas.

Selanjutnya, bagaimana cara cepat memeriksa sisa pembagian bilangan bulat oleh bilangan sembilan?
Perhatikan contoh berikut:

Contoh.
Jika 12 dibagi oleh 9, maka hasilnya adalah 1 dan sisanya adalah 3.
JIka angka-angka pada 12, yaitu 1 dan 2 dijumlahkan maka hasilnya 1 + 2 = 3

Contoh:
Jika 78 dibagi oleh 9, maka hasilnya adalh 8 dan sisanya adalah 6.
Jika angka-angka pada 78, yaitu 7 dan 8 dijumlahkan maka hasilnya 7 + 8 = 15, dan jika angka-angka pada 15 tadi, yaitu 1 dan 5 dijumlahkan, maka hasilnya adalah 1 + 5 = 6

Contoh:
Jika 878 dibagi oleh 9, maka hasilnya adalah 97 dan sisanya adalah 5.
JIka angka-angka apda 878, yaitu 8, 7, dan 8 dijumlahkan maka hasilnya 23 dan jika angka-angka pada 23 tadi dijumlahkan maka hasilnya adalah 5.

Kesimpulan:
Setiap bilangan bulat yang dibagi oleh 9, maka sisanya adalah jumlah berulang dari angka - angka yang terdapat pada bilangan yang dibagi itu sampai memperoleh sebuah bilangan 0 sampai 8.
Download Opera, the fastest and most secure browser
December 2009
S M T W T F S
November 2009January 2010
1 2 3 4 5
6 7 8 9 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31