YANG MUDA YANG DEKAT TUHAN
Monday, 24. March 2008, 06:53:32
Si pemuda pun masih mencari Tuhan yang lain. Kemudian, tatkala dia melihat matahari terbit, dia berkata, "Inilah Tuhanku, ini yang lebih besar", maka tatkala matahari itu telah terbenam, dia berkata: "Hai kaumku, sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan". "Sesungguhnya, aku menghadapkan diriku kepada Tuhan yang menciptakan langit dan bumi dengan cenderung kepada agama yang benar, dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang mempersekutukan Tuhan".
Inilah salah satu kisah Ibrahim muda sebelum diangkat menjadi Nabi yang terdapat di dalam Surah Al-An'am ayat 76 - 79. Sikap keprihatinan yang muda ketika yang tua menjadikan berhala-berhala sebagai sesembahannya dan kemudian mengajarkannya hal demikian kepada yang muda.
Sikap senada juga diperlihatkan Muhammad (sebelum diangkat menjadi Nabi) yang melihat kaumnya terbenam dalam kejahiliahan, melihat kaumnya menyembah berhala. Ia menyepi ke gua Hira' untuk mencari jalan keluar dan meminta petunjuk kepada yang Kuasa. Dan akhirnya, ia mendapatkan petunjuk Allah SWT sekaligus diangkat sebagai Rasul untuk menyebarkan apa yang telah didapatkan dari Tuhannya.
Pendekatan-pendekatan untuk mencari Tuhan yang demikian tentu tidak perlu dilakukan oleh anak muda yang hidup pada era ini. Karena, secara ilmiah temuan-temuan masa lalu merupakan pengalaman yang harus dilanjutkan pada masa sekarang. Di dalam praktiknya ketika pengalaman Nabi itu dipraktikkan saat ini, yang terjadi bukan malah mendekatkan pada Tuhan tetapi, ternyata malah pengingkaran terhadap ajaran Nabi (lihat pengalaman Ahmad Moshaddeq yang melahirkan Al Qiyadah Al Islamiyah). Metode untuk mendekatkan anak muda dengan Tuhannya adalah mendekatkan yang muda dengan masjid yang juga sering disebut bait Allah (rumah Tuhan), "Sesungguhnya masjid-masjid itu adalah milik Allah, karena itu janganlah menyembah selain Allah sesuatu pun" (Q.S. Al-Jin (72) ayat 18).
Dalam hal kedekatan pemuda dengan masjid ini, Rasulullah menyemangati dengan jaminan masuk syurga bagi orang muda yang hatinya kumantil - kantil di masjid. Artinya, orang muda yang setiap saat memakmurkan masjid. Baik itu dengan shalat jamaahnya, dengan pengajiannya atau dengan kegiatan lain yang berdampak syiar agama dan menambah iman dan takwa bagi para muda.
Yang tua pun, tentu senang ketika yang muda mau memakmurkan masjid-masjid Allah. Karena ini, pertanda ada generasi. Orang tua tidak khawatir pada waktu mendatang masjidnya akan sepi dari jamaah yang memakmurkannya, apalagi masjid menjadi mati. Ini disebabkan bibit-bibit itu sudah terlihat saat ini, ketika yang muda mau mendekatkan diri kepada Allah SWT lewat kegiatan di masjid, lewat upaya memakmurkan masjid-masjid Allah. Sebaliknya jika di suatu masjid, jamaahnya hanya tua-tua saja, tentu perlu dikhawatirkan tindak lanjut perjalanan masjid yang bersangkutan. Ketika tidak ada regenerasi, maka ketika yang tua satu persatu meninggal dunia masjid akan semakin sepi dan lama kelamaan akan mati. Na'u dzubillahi min dzalik
Dikutip langsung dari : Suara Muhammadiyah No. 05/TH. KE-93/1-15 MARET 2008