andi.agusti

http://my.opera.com/andiagusti/

The Wedding H - 365 (menabung bersama)

,

Saya awali berbagi perjalan rumah tangga dari H – 365 atau 1 (satu) tahun sebelum hari H. Sebelum dan sesudahnya mohon maaf kalau ini keluar dari momentum karena tidak saya posting pada waktu yang seharusnya.

Merencanakan hari H ternyata cukup menguras tenaga, pikiran dan tentu saja materi. Apalagi saya dan pasangan (istri) waktu itu berencana untuk tidak “nodong” orang tua dalam hal materi. Jadi yang pertama saya bahas adalah soal materi dulu.

Kami bisa dikatakan sudah beranjak ke arah mapan, dengan indikasi: Pekerjaan Tetap (sama-sama PNS). Hal-hal lain seperti rumah, kendaraan pribadi dan hal-hal ideal lainnya masih direncanakan dan di perjuangkan. Singkatnya kami meluruskan visi dan misi masa depan keuangan keluarga hanya berdasarkan status pekerjaan saja. Saya sendiri masih seorang pelaksana biasa di instansi vertikal sedangkan istri saya adalah perawat di salah satu Rumah Sakit daerah. Realisasi dari visi misi itu di utarakan jauh sebelum H - 365, bentuknya adalah menabung bersama.

Wah .. belum jadi suami-istri saja sudah nabung bersama, gmn kalau nanti terjadi apa-apa, putus hubungan misalnya?

Hmm, kepercayaan adalah salah satu kunci suatu hubungan bisa kokoh. Ya, ini serius. Pada pelaksanaannya saya menabung di salah satu rekening dia dan dia sendiri menabung di rekening yang berbeda. Ini rutin setiap bulan.

Tabungan 1 tahun bisa buat nikah? Tidak perlu di kira-kira berapa materi yang (ternyata) berhasil di tabung. Kalau disiplin, insha Allah bisa kok 
Sebagai gambaran untuk yang akan merencakan menikah, berikut perkiraan standar biaya pernikahan (sederhana)
  1. Jujuran Rp. 15.000.000,- s/d Rp. 50.000.000,-
    Adalah proses meminang, dimana keluarga laki-laki dan perempuan bertemu secara resmi (pelaksanaannya sesuai adat masing-masing), dimana esensi acara tersebut adalah memberikan Seserahan dan Uang jujuran. Nah, jujuran ini nantinya dialokasikan untuk keperluan belanja persiapan pernikahan. Jadi setelah diterima, pihak perempuan lah yang akan mengelola uang tersebut untuk pembayaran di muka (Undangan, Ketering, rias pengantin, dekorasi, sewa alat, soun system, administrasi di KUA, Dokumentasi (Photo,video), honor-honor pekerja, Janur Kuning, Kue pengantin, Seragam Batik Keluarga, dll)
  2. Seserahan Rp. 5.000.000,- s/d Rp 10.000.000
    Uang seserahan ini terpisah dari uang jujuran, mangkanya saya pisahkan. Berbeda dengan jujuran yang hanya sepihak, seserahan dilakukan oleh kedua belah pihak, pada saat pihak laki-laki yang melakukan seserahan, pihak perempuan juga nanti akan menyerahkan sesuatu kepada pihak laki-laki. Biasanya nilai yang diserahkan laki-laki lebih besar daripada yang di serahkan pihak perempuan. Lantas apa saja yang “diserahkan” pada prosesi ini? Biasanya setiap daerah memiliki adat dan budaya masing-masing. Saya pribadi menyerahkan perlengkapan perempuan dari ujung rambut sampai ujung kaki, sprei dan bad cover, buah-buahan. Itu semua dibawa oleh perwakilan dari pihak laki-laki (yang datang hanya boleh kaum perempuan saja). Dikebiasaan budaya yang sama, seharusnya juga menyerahkan sebuah perlengkapan kamar satu set: kasur, lemari, karpet, AC/kipas angin, dll) . Pihak perempuan pun akan menyerahkan perlengkapan laki-laki dari ujung rambut sampai ujung kaki.
  3. Administrasi Rp. 1.000.000,-
    Di sesuaikan saja. Karena banyak hal-hal yang tidak terduga / masuk dalam hitungan. Misalkan saja administrasi untuk penghulu, photographer, supir, kelurahan, polres, PLN, dll.
  4. Akomodasi Rp. 3.000.000,- s/d 10.000.000,-
    Karena berbeda daerah, sayapun wajib menyiapkan anggaran untuk akomodasi keluarga saya.
  5. Rumah Rp. 15.000.000,-
    Setelah menikah nanti tentu saya dan istri memilih untuk mandiri. Atau dengan kata lain tidak bergabung (1 rumah) dengan mertua. Inipun perlu disiapkan, yah setidaknya rumah tersebut layak dan nyaman untuk di huni. Rincian biayanya adalah untuk keperluan: Sewa rumah selama 1 tahun Rp. 8.000.000,- s/d 12.000.000,-, TV + multimedia, Kasur, Lemari, Kipas Angin, Kompor, Tabung Gas, Kulkas, Mesin Cuci. Silahkan disesuaikan dengan anggaran saja. Urutkan berdasarkan skala prioritas, kalau memang belum cukup untuk membeli TV dan lebih penting kendaraan, silahkan dahulukan kendaraan!.
  6. Honeymoon/Taktis
    Untuk jaga-jaga saja. Karena paska hari H nanti tetap akan ada pengeluaran. Entah itu untuk keperluan bulan madu atau sekedar pengeluran rutin.


Kesimpulannya:

Banyak pasangan yang berencana berumah tangga urung melanjutkan rencananya setelah “berhitung” ini itu. Padahal dengan membuat estimasi di awal seharusnya kita bisa mempersiapkan diri (secara materi jauh-jauh hari. Sesederhana apapun acaranya, yakinkan diri anda bahwa itu tidak murah (apalagi gratis).
Sampai disini dulu. Soal Tenaga dan Pikiran nanti akan saya sambung di posting berikutnya.

Kenapa memanggil saya "Pak andi"?I'm Yours (From the Casa Nova Sessions)

How to use Quote function:

  1. Select some text
  2. Click on the Quote link

Write a comment

Comment
(BBcode and HTML is turned off for anonymous user comments.)

If you can't read the words, press the small reload icon.


Smilies

February 2012
M T W T F S S
January 2012March 2012
1 2 3 4 5
6 7 8 9 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29