Jendela Johari
Monday, 31. December 2007, 06:49:40
Gw tertarik dengan komentar Pak Setyo di blognya Vea- "Belajar Mengenal Diri" yang menyinggung soal Jendela Johari/Johari Window, kalo gw selama ini lebih dominan menggunakan Menyingkap Tirai Juz: mengenal karakter melalui tadarus Al-Quran untuk mengetahui dan bersikap dengan seseorang. Bahkan gw sampe cari tau karakter keluarga, kerabat, calon istri, sahabat dekat, rekan-rekan sekantor berdasarkan Juz`nya. Maksud gw sederhana, Tak Kenal Maka Tak Sayang.
Bagaimana bisa gw menghargai, menyayangi seseorang kalau gw sendiri gak pernah mencoba mengenal pribadinya. Ya kan?
Seteleh muter-muter sebentar naek scroogle, akhirnya gw nemu terjemahan bahasa indonesianya
Semoga bermanfaat!!
---------------
Johari Window atau Jendela Johari merupakan salah satu cara untuk melihat dinamika dari self-awareness, yang berkaitan dengan perilaku, perasaan, dan motif kita. Model yang diciptakan oleh Joseph Luft dan Harry Ingham di tahun 1955 ini berguna untuk mengamati cara kita memahami diri kita sendiri sebagai bagian dari proses komunikasi.
Johari Awareness Model terdiri dari sebuah persegi yang terbagi menjadi empat kuadran, yaitu OPEN, BLIND, HIDDEN, dan UNKNOWN.
- Kuadran 1 (Open) merujuk kepada perilaku, perasaan, dan motivasi yang diketahui oleh diri kita sendiri dan orang lain. (Quadrant 1, the open quadrant, refers to behavior, feelings, and motivation known to self and others)
- Kuadran 2 (Blind) merujuk kepada perilaku, perasaan, dan motivasi yang diketahui oleh orang lain, tetapi tidak diketahui oleh diri kita sendiri. (Quadrant 2, the blind quadrant, refers to behavior, feelings, and motivation known to others but not to self)
- Kuadran 3 (Hidden) merujuk kepada perilaku, perasaan, dan motivasi yang diketahui oleh diri kita sendiri, tetapi tidak diketahui oleh orang lain. (Quadrant 3, the hidden quadrant, refers to behavior, feelings, and motivation known to self but not to others)
- Kuadran 4 (Unknown) merujuk kepada perilaku, perasaan, dan motivasi yang tidak diketahui, baik oleh diri kita sendiri ataupun oleh orang lain. (Quadrant 4, the unknown quadrant, refers to behavior, feelings, and motivation known neither to self nor others)
Tes Jendela Johari dilakukan dengan memberi daftar berisi 55 kata sifat kepada subyek tes. Dari 55 kata sifat tersebut, subyek tes akan diminta untuk memilih lima atau enam kata sifat yang paling mencerminkan diri mereka. Anggota peer dari subyek tes ini kemudian akan diberikan daftar yang sama dan diminta untuk memilih lima atau enam kata sifat yang menurut mereka paling menggambarkan pribadi sang subyek tes. Hasil tersebut akan dicek silang dan dimasukkan dalam kuadran-kuadran yang tersedia.
Kelimapuluhlima kata sifat tersebut adalah: able, accepting, adaptable, bold, brave, calm, caring, cheerful, clever, complex, confident, dependable, dignified, energetic, extroverted, friendly, giving, happy, helpful, idealistic, independent, ingenious, intelligent, introverted, kind, knowledgeable, logical, loving, mature, modest, nervous, observant, organized, patient, powerful, proud, quiet, reflective, relaxed, religious, responsive, searching, self-assertive, self-conscious, sensible, sentimental, shy, silly, spontaneous, sympathetic, tense, dan trustworthy.
Dalam pembahasan model ini, Joseph Luft berpendapat bahwa kita harus terus meningkatkan self-awareness kita dengan mengurangi ukuran dari Kuadran 2-area Blind kita. Kuadran 2 merupakan area rapuh yang berisikan apa yang orang lain ketahui tentang kita, tapi tidak kita ketahui, atau lebih kita anggap tidak ada dan tidak kita pedulikan. Mengurangi are Blind kita juga berarti bahwa kita memberbesar Kuadran 1 kita-area Open, yang dapat berarti bahwa self-awareness serta hubungan interpersonal kita mungkin akan mengalami peningkatan.
Luft menawarkan beberapa saran untuk meningkatkan self-awareness kita:
- Threat tends to decrease awareness; mutual trust tends to increase awareness
- Forced awareness (exposure) is undesirable and usually innefective
- Interpersonal learning means a change has taken place so that Quadrant 1 is larger, and one or more of the other quadrants has grown smaller
- Sensitivity means appreciating the covert aspects of behavior, in Quadrants 2, 3, and 4 and respecting the desire of others to keep them so (Joseph Luft, Of Human Interaction (Palo Alto, CA: Mayfield, 1969)
(diterjemahkan bebas dari Ruben and Stewart, Communication and Human Behavior, 4th ed. Allyn & Bacon, MA: 1998, p. 240-41 dan Johari Window di Wikipedia) Oleh: S Setiawan[at]wordpress
Note:
Baca juga: melirik-kepribadian-diri-dari-balik-jendela johari














1 2 Next »
setyo # 1. January 2008, 05:43
W Andi Agustian # 1. January 2008, 06:42
Tapi dinamika itu yang penting pak!! Ya kan?
setyo # 1. January 2008, 06:51
W Andi Agustian # 1. January 2008, 07:05
setyo # 1. January 2008, 13:21
W Andi Agustian # 2. January 2008, 00:17
Nunuy # 2. January 2008, 02:01
W Andi Agustian # 2. January 2008, 02:06
Nunuy # 2. January 2008, 02:14
W Andi Agustian # 2. January 2008, 02:19
setyo # 2. January 2008, 02:32
Nunuy # 2. January 2008, 02:50
setyo # 2. January 2008, 02:54
Nunuy # 2. January 2008, 03:00
W Andi Agustian # 2. January 2008, 03:03
Nunuy # 2. January 2008, 03:09
setyo # 2. January 2008, 03:10
W Andi Agustian # 2. January 2008, 03:13
Ah yg bener?
#pak styo
Kl andi mungkin tipe org yg "kick and rush"
Nunuy # 2. January 2008, 03:14
W Andi Agustian # 2. January 2008, 03:16
setyo # 2. January 2008, 03:19
Nunuy # 2. January 2008, 03:26
setyo # 2. January 2008, 03:34
W Andi Agustian # 2. January 2008, 03:43
setyo # 2. January 2008, 03:54
Nunuy # 2. January 2008, 03:54
setyo # 2. January 2008, 03:57
W Andi Agustian # 2. January 2008, 04:01
Nunuy # 2. January 2008, 04:02
setyo # 2. January 2008, 04:17
Reska Syafrudin # 14. January 2008, 16:45
Vea # 14. January 2008, 17:29
Btw,bhsny berat? Gw nulis lupa naro dtimbangan kmrn. Hi2
Ndi,kick n rush? Mank lw pemaen bola di EPL?
setyo # 14. January 2008, 18:57
W Andi Agustian # 14. January 2008, 23:34
obrolan malem tuh, skrg dah pagi *met pagi all!*
#Vea
Blm pernah c, lagian skrg dah nyadar diri *gak mungkin, jdi ckp nonton aja --kalo inget itu juga
#pak styo
Wah2, pak guru kita ini suka maen plesetan ya?
Nunuy # 15. January 2008, 01:16
setyo # 15. January 2008, 01:22
W Andi Agustian # 15. January 2008, 01:28
setyo # 15. January 2008, 01:33
Nunuy # 15. January 2008, 01:48
W Andi Agustian # 15. January 2008, 02:14
Yup, semoga aja pak. Soalnya dsni blm pernah kebanjiran. Padahal sungai besarnya lagi pasang lho (1/2m dari jalan raya)
Nunuy # 15. January 2008, 03:46
setyo # 15. January 2008, 05:45
W Andi Agustian # 15. January 2008, 06:26
Nunuy # 15. January 2008, 08:53
setyo # 15. January 2008, 09:41
W Andi Agustian # 15. January 2008, 10:22
setyo # 15. January 2008, 13:07
Nunuy # 15. January 2008, 14:04
W Andi Agustian # 15. January 2008, 22:30
setyo # 16. January 2008, 04:34